Hari ini saya melaksanakan idul Adha karena mengikuti keputusan Muhammadiyah. Tahun ini memang menjadi tahun yang kembali memaksa umat Muslim berbeda perayaan hari raya lebaran baik idul fitri maupun idul Adha. Setelah beberapa tahun penetapan hari raya lebaran antara Muhammadiyah dan NU bersamaan namun tahun ini kembali harus berbeda.
Saya tidak ingin masuk dalam ranah metodologi penentuan hari raya antara kedua kelompok terbesar di Indonesia tersebut, di samping karena saya sama sekali tidak memiliki ilmu tentang penentuan hari raya, saya juga merasa bahwa para ulama memiliki otoritas dan keilmuan yang memadai dalam hal penentuan hari raya sehingga sebagai umat yang kekurangan ilmu, saya merasa hanya perlu untuk mengikuti salah satu dari kedua kelompok tersebut.
Saya sejak lahir berada dalam kultur Muhammadiyah yang tulen bahkan hampir seluruh keluarga besar saya merupakan pengikut Muhammadiyah dan sebagian dari mereka menjadi orang penting dalam struktur organisasi Muhammadiyah sehingga praktis sejak kecil, saya mengikuti semua ketentuan yang disepakati oleh organisasi.
Sejak merantau ke Jawa, saya tidak terlalu saklek memegang kultur dalam Muhammadiyah sehingga dalam beberapa kesempatan, saya masih sering ikut tahlilal meskipun masih ada batasan yang saya tidak lakukan seperti makan daging yang disediakan ketika acara tahlilal.
Di kampung saya, tahlilal orang meninggal hanya dilakukan maksimal tiga hari setelah hari meninggalnya bahkan ada yang hanya sehari. Selain itu, tidak ada hidangan daging ketika acara tahlilal. Acaranya hanya ceramah dan pembacaan al-Quran.
***
Hari ini, saya dan keluarga harus menempuh jarak sekitar sekian kilometer untuk salat idul Adha karena tidak ada masjid dekat rumah yang melaksanakan hari ini. Mayoritas mengikuti ketentuan pemerintah dan NU yang akan melaksanakan idul Adha esok hari.
Kami memutuskan untuk salat di area parkiran kantor PP Muhammadiyah di daerah Menteng dekat Tugu Tani. Sekitar 45 menit dari rumah kami dengan mengendarai motor. Jarak yang lumayan jauh memaksa kami untuk berangkat lebih awal. Sekitar jam 5.15, kami sudah berangkat dari rumah.
Jalanan tidak terlalu padat karena masih pagi buta sehingga cukup lancar untuk sampai di area parkiran PP Muhammadiyah. Setiba di sana, jamaah belum terlalu ramai sehingga kami masih mendapat space di dekat mimbar.
Jamaah baru berdatangan ketika pelaksanaan salat hendak dimulai sehingga jalanan depan kantor ditutup untuk digunakan para jamaah yang tidak mendapat tempat di area parkir. Saya lihat beberapa wartawan sedang menyiapkan peralatannya untuk meliput pelaksanaan salat idul Adha.
#28 2023