May 31, 2013

Di penghujung Mei

seakan seperti akhir mei tahun lalu, atau dua tahun lalu bahkan tahun-tahun sebelumnya.
apa yang beda? 
kan namanya akhir mei, tahun lalu pun demikian namanya. sibuk kumencari perbedaan dari akhir mei yang sekarang,

tak kutemui sama sekali
dari setiap sudut kota,

lorong waktu yang gelap
bahkan pesan dari angin yang sepoi pun tak mengabarkan bedanya akhir mei itu
semua hanya ada satu
akhir mei,,,
kalau orang mengatakan waktu yang membedakan,
pastilah beda
karena hidup terus berlalu
akhir mei kali ini
menyongsong sejuta harapan dalam diri
harapan yang sejatinya menjadi spirit bergerak,,     

puisi ini, sampah yang tak terurus dan tidak ingin saya buang karena sebagai pengingat bahwa saya bukan penutur yang baik dalam hal apapun, saya bahkan tidak memiliki apaapa untuk dibanggakan. saya benarbenar merasa manusia yang tidak punya bakat apaapa

May 20, 2013

Rindu Yang Sublim

Kerinduan, sebuah perasaan yang pasti menyiksa ketika menyeruak di dalam sanubari setiap makhluk saat berada jauh dari yang tercinta. kerinduan memang menawarkan kepedihan yang amat sangat menyiksa ketika waktu tak kunjung mempertemukan dengan yang dirindukan.

ini tentang kerinduan yang akan kutulis, kutujukan kepada Tuhanku dan seseorang yang sering kurindukan. kerinduan benar-benar mengandung makna yang dalam menembus sanubari dan menjelma menjadi tindakan yang irrasional ketika tak tertahankan lagi.

surat untukmu W tentang rindu itu,,,
tahukah engkau beberapa hari ini aku selalu merindukanmu? semua hal menjelma dalam diriku tentang bahasa kerinduan terhadapmu. seringkali perasaanku terhadapmu tak tertahankan untuk bertemu denganmu ketika rindu itu menyerang dan anehnya lagi rindu itu setiap saat menghampiri dalam semenit bahkan sedetik waktuku. tak ada yang meragukanku bahwa aku memang rindu kepadamu. setiap saat kutunggu kabar darimu dan perasaan senang tiba-tiba saja muncul ketika engkau sekedar mengabariku tentang dirimu dan apa saja tentangmu akan membuatku begitu bahagia. itulah rindu yang benar-benar bersemayam di dalam hatiku.

dik, ketika rinduku seperti itu terhadapmu, apakah rindu yang lebih besar terhadap Tuhanku lebih besar dari rindu itu atau bahkan tidak ada sama sekali? ketika aku bahagia mendengar semua tentangmu, apakah aku lebih bahagia lagi ketika mendengar apa saja tentang Tuhanku? ketika aku sangat bahagia mendengar kabar darimu atau menerima teleponmu namun apakah aku lebih bahagia ketika Tuhanku memanggilku menjalankan perintahnya sebagai wadah bertemu denganNYA? ternyata semua itu masih tidak seperti seharusnya. seringkali aku lebih merindukanmu daripada merindukan Tuhanku. perintahnya sering kutunda bahkan kuabaikan namun ketika engkau mengirimiku pesan, aku tidak mau menunda untuk membalasnya dan saat Tuhanku memanggilku menunaikan kewajibanku, aku bahkan seringkali menundanya sampai akhir waktu.

rindu yang kumiliki benar-benar belum membuatku dekat dengan Ilahi dik. seandainya saja rinduku terhadap Tuhanku lebih besar dari rindu untukmu atau bahkan sama maka ragaku akan dipenuhi oleh kehadiran Tuhanku yang nantinya akan menghadirkan kebahagiaan yang tak terkira. kerinduan seperti itu dimiliki oleh para salik yang telah larut dalam kerinduan yang hakiki terhadap Tuhannya. aku mendambakan keadaan seperti itu dik. aku tetap berharap suatu saat nanti, aku berada dalam keadaan rindu terhadap Tuhanku yang tidak ada lagi apa-apa yang kupikirkan selain memikirkan pertemuan dengan Tuhanku. 

dik, kuingat kemarin malam saat engkau marah karena kita tidak jadi bertemu. aku selalu membayangkan seandainya saja engkau seperti itu adanya terhadap Sang Pemilik Hidup. saat engkau belum waktunya bertemu dengan Dia, apakah engkau juga akan marah atau semakin dilanda perasaan rindu terhadapNYA?. aku menerawang diriku bahwa aku belum berada dalam kondisi rindu yang sublim terhadap Tuhanku dik.

dik, sering engkau tidak melirik lagi orang lain karena  cintamu terhadapku. didalam pikiranmu hanyalah aku dan kerinduan membuatmu selalu ingin di dekatku dan begitupun adanya aku terhadap dirimu dik,  namun apakah seperti itu perasaan kita terhadap Tuhan? apakah kita tidak melirik lagi selain yang disukai oleh Tuhan? apakah kita tidak lagi berselingkuh dengan yang lain dariNYA? apakah kita selalu ingin bertemu denganNYA? dan apakah kita tidak lagi mepedulikan diri kita demi untuk bertemu denganNya dan bahkan apakah kita tidak ingin lagi jauh dariNya? masih banyak lagi pertanyaan yang mengganggu pikiranku terhadap minimnya cintaku terhadap Tuhanku.  aku sama sekali belum seperti itu dik. mudah-mudahan saja engkau telah berada dalam kondisi seperti itu terhadapNya.

dik, maukah engkau sedikit mendengar pemahamanku tentang Tuhanku dan syurgaNya? pertemuan dengan Tuhan adalah segalanya. syurga bahkan tidak ada apa-apanya. analoginya seperti ini, antara dua pilihan dik, yang mana yang akan engkau pilih, tetap jauh dari seseorang yang engkau rindukan dengan kelimpahan harta yang engkau miliki ataukah selalu berada disamping orang yang engkau rindukan dengan keadaan yang sederhana. kebanyakan orang yang berada dalam kondisi kerinduan yang akut hanya ingin bertemu dengan yang dirindukan tanpa meperdulikan iming-iming kesenangan, baginya pertemuan dengan yang dirindukan adalah diatas segalanya, begitupun adanya ketika kita rindu terhadap Tuhan. iming-iming syurga ataupun kesenangan yang lainnya tidak menjadi prioritas namun yang terutama adalah pertemuan dengan Tuhan diatas kenikmatan segalanya. memandang wajah yang dirindukan melebihi dari kenikmatan apapun. 
entah engkau setuju atau tidak dik, namun itulah pemahamanku tentang sebuah kerinduan.

dik, saat aku mendatangimu di kota itu, aku rela tidak tidur menunggu larut malam berangkat ke kota itu untuk bertemu denganmu tanpa mepedulikan kondisi tubuhku yang dalam kepenatan yang amat sangat, hal yang terbersit dalam pikiranku adalah kita akan segera bertemu namun sekali lagi ini renungan untuk diriku, apakah aku sudah seperti itu adanya terhadap Tuhanku? ternyata tidak, jangankan bangun tengah malam untuk bertemu Tuhanku di sudut malam yang hening, bangun subuh pun tepat waktu masih sangat susah, selalu saja alasan capek atau mengantuk hadir di dalam hatiku namun ketika itu untukmu dik, rasa capek dan ngantuk selalu kuabaikan ketika kita akan bertemu. ini menjadi hasil kontemplasi bagi diriku bahwa aku belum benar-benar rindu terhadap Tuhanku.

surat untuk Tuhanku tentang rindu itu,,,,!
Tuhanku, perasaan rindu yang seharusnya kutujukan terhadapMU masih menguap entah dimana. serpihan-serpihan kerinduan yang kupunya ternyata masih kutujukan terhadap makhluk-makhlukMU. meski dalam setiap kali bibirku selalu berucap bahwa aku rindu terhadapMU dan kekasihku Muhammad SAW  namun ternyata itu masih di sudut bibirku karena perasaan itu belum sepenuhnya meliputi sanubariku. rindu yang sublim itu belum juga kutujukan terhadapMU. aku masih berkutat dengan setiap serpihan rindu semu yang mengganggu konstalasi kehidupanku.

Tuhanku, aku pernah tidak tidur dan mengabaikan kondisi diriku yang amat sangat penat hanya untuk bertemu dengan seorang yang kurindukan. malam yang hening dan dinginnya angin yang seakan menusuk tulang-tulang bahkan tidak menghalangiku untuk bertemu dengannya, namun ketika itu berhubungan denganMu, aku sama sekali tak kuasa, bangun tengah malam untuk menyongsong pertemuan denganMu hampir pasti tidak kulakukan akhir-akhir ini. bahkan hal yang ringan sebagai wadah mengingatMu sering kutunda. benar-benar aku belum merindukanMu dengan rindu yang sublim. aku malu  Ya Rabb, aku hina. kumohon tanamkanlah kerinduan yang sublim dalam sanubariku terhadapMu. aku ingin berada dalam kondisi kerinduan yang hakiki terhadapMu.



Tuhanku, tanamkanlah kerinduan yang sublim dalam diriku terhadapMU dan juga terhadap sang kekasih Rasulullah SAW. biarkan ragaku merasakan betapa rinduku terhadapMU benar-benar menyiksa saat aku jauh dariMu. berikan aku sedikit waktu untuk mencicipi perasaan rindu terhadapMu seperti para Salik merindukanMu. aku mengerti seseorang yang berada di dalam kerinduan, aku tahu perasaaan mereka seperti apa, namun aku hina Yaa Allah karena perasaan itu pernah kumiliki namun bukan untukMu.

 saat rindu meliputi pikiran makhluk, maka yang terpikirkan adalah sebuah pertemuan. entah itu pertemuan terjadi dimana saja namun selalu saja pertemuan itu diinginkan dalam waktu yang dekat. sang perindu tidak lagi mempedulikan seperti apa kondisi dirinya, entah itu sakit atau dalam kondisi apapun bahkan semua hal dilakukan demi untuk bertemu dengan yang dirindukan dan kondisi itu belum aku miliki untukMu Tuhanku. aku ingin sekali berada dalam kondisi seperti itu dimana tidak ada lagi selain Engkau yang menyilaukan hatiku. tidak ada lagi yang membuatku berpaling dariMu meski itu sebuah kemewahan dunia.

aku tidak peduli dengan apa yang akan Engkau berikan kepadaku Tuhan, entah itu kesenangan ataupun kepedihan namun yang kuingankan dariMu adalah pertemuan denganMu dalam balutan keridhaanMu terhadaku. syurga ataupun label kesenangan lainnya hanyalah suplemen namun bercengkerama denganMu dan Engkau selalu ridha terhadapku adalah hal yang tidak terkira nilainya.

surat untuk diriku tentang rindu itu,,,!
diri, dimanakah engkau sekarang berada? sudah terlalu jauh engkau berjalan menyusuri lorong waktu yang gelap mencari sesuatu yang fatamorgana. engkau selalu tidak puas dengan apa yang engkau dapatkan sekarang dan itu yang akan selalu engkau rasakan karena apa yang sedang engkau kejar adalah hal yang fatamorgana, bukankah ketika hal yang semu itu menjadi tujuan maka perasaan kecewa selalu menjadi hasil dari proses pencarian. 

diri, tidakkah engkau mau mencari hal yang lebih hakiki. sesuatu yang akan menggiringku dalam kondisi yang semakin baik lagi.

May 14, 2013

Bahagia itu Hakikat

Hari ini aku ingin mencoba untuk menulis sedikit lebih serius untuk kamu dik W. semua tentang hal yang telah kita lalui dan hal yang kemungkinan-kemungkinan akan kita jalani di masa depan, entah itu menyenangkan secara indrawi maupun tidak menyenangkan ( aku katakan secara indrawi karena sejatinya semua hal yang akan kita lalui akan menyenangkan secara hakekat ketika kita ridha). aku sama sekali tidak mau kedekatan kita malah menjadi bumerang bagi kehidupan kita yang hakiki, mengapa saya mengatakan demikian karena ketika aku ataupun engkau larut dalam perasaan yang absurb dan mengabaikan kecintaan yang hakekat yaitu kepada Sang Khalik maka sebenarnya kita berdua telah larut dalam absurditas yang menyiksa, itu yang sama sekali tak kuinginkan. semua ada di perasaan kita berdua, bagaimana kita bisa mengarahkan hubungan kita menjadi hubungan yang lebih mendukung kita menuju keridhaan Sang Pencipta bukan malah menjadikan hubungan kita sebagai tabir atas hati kita terhadapNYA.

kenapa aku memberi judul tulisan ini "Bahagia itu Hakekat"? karena menang begitulah adanya nduk. kebahagiaan hakekat itu tidak terbatas dalam artian bahwa tidak mengandung kesedihan di dalamnya. mari kita merenung tentang aku dan engkau, kebersamaan kita praktis masih menyimpan berbagai macam kesedihan di dalamnya disamping kebahagiaan yang kita rasakan berdua apatahlagi hubungan kita masih belum menjadi sebuah hubungan yang resmi. saat masih menyimpan kesedihan berarti kebahagiaan itu bukan yang hakiki namun bukan berarti engkau ataupun aku harus saling berjauhan untuk mencari kebahagiaan sejati, kita akan tetap bersama-sama sambil menjaga batasan-batasan yang diaturdengan aturan baku Sang Khalik.

jangan jadikan aku tuhanmu karena aku bukan kebahagiaan hakiki buatmu. semoga engkau tidak menyalahartikan kalimat ini nduk. aku akan menjelaskan panjang lebar semampuku tentang apa yang kuketahui tentang cinta yang substansi, bagaimana mencinta kepada Sang Maha Pemilik Cinta dan bagaimana mencinta terhadap makhluk. aku sangat yakin bahwa menjelaskan cinta dengan berbagai macam cara takkan mampu menggambarkan bagaimana cinta itu sebenarnya dan akan banyak nilai-nilai yang tereduksi. ingat satu hal bahwa cinta yang kumaksud di sini bukan nafsu namun cinta yang lebih dalam maknanya.cinta kepada makhluk tidak dilarang bahkan sangat dianjurkan karena dengan menebarkan cinta kepada semesta maka semua akan menjadi indah. benarlah bahwa dengan cinta semua akan menjadi indah bahkan kekurangan pun akan menjadi kelebihan jika dilihat dari kacamata cinta, namun inilah yang kumaksud harus berhati-hati dengan cinta karena cinta kita harus selalu berakhir kepada Sang Maha Pencinta, maksudnya bahwa semua hal yang kita cintai termasuk makhluk adalah sarana untuk mencintai Sang Khalik jadi permasalahannya bahwa jika engkau benar-benar mencintaiku nduk, maka jadikanlah aku sebagai sarana untuk mendapatkan cinta yang hakiki terhadapNYA bukan malah menjadikanku sebagai tujuan akhir.

banyak cerita yang kemudian menggambarkan bagaimana seorang makhluk meniti jalan yang terjal menuju kecintaan yang abadi terhadap Tuhannya.

kisah ini saya sadur dari buku Menjaga Mata Tetap sehat karya Tasirun Sulaiman, kisah tentang Ali r.a yang ditanya putranya Husain tentang cinta,,," apakah Bapak mencintai Allah SWT?", jawabnya benar. lalu Husain menlanjutkan " apakah bapak mencintai kakek, Rasulullah SAW? jawabnya Tentu saja. Husain bertanya lagi, "apakah Bapak mencintai Ibu dan Saya?", Tentu saja"sahutnya. kemudian Husain bertanya, "kenapa cinta Bapak bercabang-cabang?" sambil mengusap kepalanya, sahabat Ali r.a berkata, "anak pintar, pohon cinta itu milik Allah SWT, dan cinta yang lainnya adalah cabangnya!".

nduk, semoga saja cinta kita adalah cabang dari cinta yang hakiki kepada Allah SWT. boleh saja engkau marah, ataupun menangis bahkan meluapkan setiap kekesalanmu ketika kita mendapat masalah dalam hubungan kita namun satu pintaku semoga saja kemarahanmu ataupun kekesalanmu tidak melebihi dari cintamu kepada Allah. saat engkau merasa takut akan kehilangan aku sedangkan engkau tidak khawatir jika kehilangan cintanya Allah maka sesungguhnya itu sudah keliru nduk.

cinta yang sublim itu adalah kepada Allah. berkali-kali aku tekankan ini nduk. bukan berarti aku menyerah menjalani hubungan kita malah sebaliknya, aku mencoba untuk menjalani hubungan yang lebih bermakna diantara kita. aku sangat sepakat denganmu yang tidak mempermasalahkan tentang fisik karena sesungguhnya orang yang mencinta karena fisik bukan sebenar cinta namun nafsu. cinta itu hakiki dan pekerjaan hati bukan indrawi yang dilihat dari mata. tahukah engkau nduk kenapa kebanyakan orang menyukai pasangannya yang sempurna secara fisik, tidak lain dan tidak bukan karena adanya rasa ingin disanjung dan dihargai mempunyai pasangan yang cantik maupun tampan. ketika perasaan itu muncul, berarti itu bukan cinta tetapi haus akan pujian.

PS. tulisan menye-menye yang menjijikkan dan sangat konyol. anggap saja sampah yang dibiarkan bertebaran dan baunya menyengat karena tidak dibersihkan oleh yang empunya.

May 12, 2013

Cinta Itu Milik Rabb

Ikatkan cintamu kepada Ilahi. Sering kumenulis apa saja tentang cinta saat ini. 
Semua yag dibangun tentang cinta memang benar-benar indah namun kutahu harus hati-hati dengan cinta karena itu melenakan. 

Ketika tidak mencinta kepada yang hakekat maka tunggulah cinta itu kan menjadi sesuatu yang amat perih aku masih sangat ingat tentang pesan guruku di makassar yang sering kupanggil dengan sebutan kak H, suatu waktu dia berkata kepadaku bahwa jika engkau ingin mengukur seberapa besar cintamu kepada Sang Khalik maka cintailah seorang wanita atau yang lebih kasar dia mengatakan bahwa pacaranlah, di situ engkau bisa mengukur seberapa besar cintamu kepada Ilahi. jika saat engkau dalam masa pacaran menjauhkanmu dari Sang Ilahi maka engkau belum benar-benar cinta kepada Allah. dengan kata lain, hatimu terikat kepada siapa, apakah kepada Rabb mu atau kepada wanita yang engkau cintai? sederhananya mungkin seperti itu bagaimana mengukur kecintaan kita kepada Allah SWT.

Tak Terasa

tulisan ini benar-benar menggambarkan tentang hidup yang kujalani. Bagaimana sesuatu yang nampak mustahil dulunya ternyata menjadi sebuah kenyataan ketika kita memberikan fokus pikiran kita terhadapnya dan tetap berdoa kepada Allah atas pertolongannya. 

Sekarang aku sedang di ngawi yang dulunya aku tidak pernah berpikir akan sampai di sini. Ternyata semua yang dipikirkan akan menjadi kenyataan. aku sekarang punya pikiran suatu saat nanti aku menginjakkan kakiku di luar negeri entah itu aku di sana bekerja atau pun lanjut kuliah namun itulah yang ada di pikiranku sekarang. 

Kutahu saat ini hal itu nampak mustahil namun bercermin dengan peristiwa-peristiwa yang sekarang terjadi padaku yang sebelumnya aku anggap mustahil makanya aku sekarang berani berpikir suatu saat nanti aku kan menjejakkan kakiku di luar negeri entah bagaimana caranya namun sepenuhnya kau serahkan kepada Allah SWT.

Begitu pun adanya pikiranku yang selalu berpikir bagaimana caranya membantu ibuku menjejakkkan kakinya di Baitullah. entah bagaimana caranya, biarlah Allah yang mengaturnya yang terpenting bagiku adalah aku bermimpi akan hal itu dan  tetap optimis bahwa Allah kan mewujudkannya pada waktu yang tepat suatu saat nanti,. Aaamiin Ya Rabb.

May 9, 2013

Ibu, Ini Janjiku Padamu

Ibu, aku dan dengan tetap berdoa kepada Allah atas kemurahan rejekiNYA, aku janji untuk menjadi sebab engkau bisa menginjakkan kakimu di Baitullah, entah itu Umrah ataupun berhaji.

sekarang mungkin masih menjadi impian, belum bisa apa-apa akan hal itu namun tidakkah itu yang namanya impian bu. selalu saja impian itu sejak dimulai belum nampak namun aku tetap percaya kepada Allah bahwa impian yang disertai dengan usaha dan menyandarkan hasil kepadaNYA akan menjadi kenyataan pada waktunya, hal yang tidak bisa dimajukan maupun dimundurkan ketika sudah ditetapkan olehNYA.


bu, impian untuk melihatmu menginjakkan kaki di Baitullah tetap kan kuukir di keningku. kucamkan dalam tekadku dan kurangkai dalam setiap doa-doaku. memang sekarang belum waktunya bu, namun selalu saja ada jalan dari Allah untuk mewujudkan impianku itu, aku tak tahu dari arah mana dan dengan cara apa Allah kan memberiku rejeki untuk mewujudkan itu namun percayalah bu, ketika impian itu adalah mulia dan tetap optimis akan rejeki Allah maka semuanya akan nampak sebagai kenyataan yang kan terwujud pada waktunya.

ibu, ini bukan emosi sesaatku untuk melihatmu berpakaian putih menginjakkan kaki di Baitullah sambil melantunkan dzikir kepada Allah, bukan sama sekali bu. memang kemarin saat menemui salah seorang guru di jogorogo, pak Dwi namanya. dia bercerita bahwa besok )Rabu, 8 Mei 2013), dia akan berangkat Umrah beserta anaknya. seorang rekan kerjanya berbasa basi minta didoakan supaya kelak dia juga bisa menginjakkan kaki di Baitullah, sejenak kemudian, aku juga minta doa namun bukan untuk diriku malah aku meminta doa kepadanya supaya suatu saat nanti aku bisa memberangkatkanmu menjejak langkahmu di Baitullah, ibu. 

aku minta doa kepada pak Dwi agar diberikan kemampuan untuk memberangkatkanmu ke Baitullah benar-benar dari dalam lubuk hatiku tanpa ada unsur basa basi. tanpa terpikir sekalipun. berangkat dari itulah bu, aku yakin kepada Allah bahwa suatu saat nanti mudah-mudahan saja Allah memberiku rejeki melihatmu berpakaian ihram.

bu, ada tiga momen yang membuat keyakinanku melihatmu berziarah ke Baitullah semakin membuncah. pertama saat aku berkunjung ke guru yang akan melakukan umrah kemudian tadi malam engkau menceritakan tentang bu'de ku yang baru saja menunaikan umrah dan pagi ini, secara tak sengaja aku membaca sebuah novel yang berjudul Cinta bertabur di langit mekkah, bukan menceritakan semua isi novel ini namun ada kalimat di dalamnya yang membuatku semakin yakin akan kuasa Allah, bait novelnya di hal. 21seperti ini "saat menengok ke masa silam, kenyataan yang pernah membuat Yusuf merasa naif untuk bermimpi berangkat haji dengan puluhan juta rupiah. namun segala kenaifan itu terjawab sudah kini, bahwa  tiada hal yang tidak masuk logika di mata Allah. jika Allah menginginkan seorang hambaNYA berangkat ke Tanah Suci menjadi tamuNYA, uang bisa datang kapan pun saat waktunya dirasa tepat untuk berangkat ke sana. tentu saja, takdir itu tak lepas dari tangan manusia yang melaluinya dialirkan bantuan Allah." aku mempunyai cita-cita bu bahwa melalui aku, Allah kan mengalirkan bantuanNYA terhadapmu untuk melihat RumahNYA.

katanya kalau kita berdoa dan merasakan benar-benar tulus dari dalam hati maka Insya Allah kan terwujud. semoga saja begitu adanya bu. 

sekali lagi bu, aku ingin melihatmu memakai pakaian ihram suatu saat nanti saat menjejakkan langkahmu di Baitullah.

Aaamiiin...!





May 8, 2013

Hampir Saja Aku Lupa Bernafas

menghitung hari dengan semua janji yang telah tersusun rapi di buku agendaku yang mulai usang. menjalani setiap hari-hari dalam rutinitas yang memuakkan. tanpa kata, tanpa apaapa dan bahkan tanpa tujuan yang jelas.
hampir saja aku lupa bernafas

berjalan jauh dengan jalan yang seperti kemarin. mengitari sudut setapak yang nampak memanjang. tak ada semangat bahkan jiwa seakan menguap dan jalan itu tidak memanjang hanya berkelok kembali ke arah yang sebelumnya.
hampir saja aku lupa bernafas

bergelut dengan perasaan. datang melanda dalam arus yang tak menentu. meski kusadar semu dan tak berarti apaapa tetapi selalu saja tak kuasa kumenolak.selalu dan selalu menggiringku ke arah yang sama, arah yang selalu ingin kuhindari. dan perasaan itu membuatku
hampir saja aku lupa bernafas

akhirnya, semua yang keliru menjadi rutinitas. hitam dan putih menyatu menjadi abuabu. tak terbedakan. melenakan memang gelora perasaan itu. setiap yang menyenangkan seringkali adalah abusrb. aku lagilagi tahu akan hal itu. tetapi hanya pada sampai mengetahui dan saat ia datang, aku tergulung arusnya
hampir saja aku lupa bernafas

aku manusia. hidup dalam dunia yang memang sering menawarkan setiap kesenangan yang menguap begitu saja. namun itulah dunia, saat disadari namun semakin kuat menjerat karena kesadaran bukan dalam bentuk pemahaman bahkan hanya katakata namun kesadaran hakekatnya adalah aksi nyata. saat itulah aku merasa
 hampir saja aku lupa bernafas

May 1, 2013

Hilang

kalau aku tak punya apaapa
kenapa harus takut kehilangan
kalau semua akan musnah
kenapa aku mencinta terhadap yang semu
aku bahkan tak memiliki diriku
kenapa aku harus khawatir
semua akan berakhir kepada kefanaan
melebur menjadi abuabu tak bernilai
terus mencinta itu apa
yah, mencinta kepada yang hakekat
terhadap pemilik diri
Dia memiliki segala
belajarlah untuk menerima semua skenarioNYA
sebab Dia pemilik segalanya


April 27, 2013

Hari Jumat Kemarin

Tidak seperti biasanya, Jumat kemarin aku sudah terjaga pada subuh hari sebelum adzan dikumandangkan sedangkan hari-hari biasanya, aku baru terjaga saat matahari sudah menyinari tempat tidurku bersama kawanku, namun hari kemarin benar-benar membuat hariku bisa menikmati temaramnya cahaya subuh dan desiran angin yang masih segar. 

Aku paksakan diriku bangun dan menuju kamar kecil membersihkan diri lalu menuju masjid di kompleks ini yang hanya berjarak sekitar 20 meter. Rasa kantuk yang datang menyerang kulawan dengan sekuat tenagaku. Selesai shalat subuh, tak ada lagi gairahku untuk melanjutkan tidurku, iseng kunyalakan TV yang berada di kamar kami. 

Sejenak kemudian, berita tentang kematian seorang ustadz Udje memenuhi pemberitaan media massa. Aku sontak kaget ternyata beliau meninggal karena kecelakaan pada sepertiga malam Jumat. Banyak pandangan yang menyebutkan bahwa kematiannya sangat mulia karena meninggal di malam Jumat apatahlagi tepat sepertiga malam, namun itu tidak akan kutanggapi secara berlebihan karena bukan ranahku untuk membahas masalah yang gaib. Satu hal atas kematian beliau adalah banyak hikmah yang kemudian bisa dipetik dari peristiwa ini.

Beliau terkenal sebagai Ustadz yang banyak digemari khalayak umum, bahkan tidak terlepas juga dari gosip miring bahwa bayarannya saat membawakan tausiah begitu mahal. Aku pun mungkin sempat sependapat dengan hal tersebut namun setelah kematiannya dan melihat begitu banyak orang yang mendapat hikmah darinya maka aku tersadar bahwa menjustifikasi orang secar lahiriah adalah hal yang keliru. 

Saat menonton sebuah berita dan melihat ibunya diwawancarai, ada kaliamt yang paling aku suka yang dilontarkan beliau kepada ibunya "kita tidak perlu dekat dengan siapa-siapa, hanya butuh dekat dengan Allah." Terserah setiap orang memaknai kata-kata tersebut, bahkan mungkin ada yang memaknai dengan negatif bahwa dengan itu kita akan menjadi sombong ataupun individualistik namun aku sendiri punya pemaknaan yang berbeda tentang kata-kata tersebut yang tidak akan bisa kuungkapkan dengan barisan kata-kata, bahkan hal tersebut telah kucamkan dalam sanubariku sejak dua tahun lalu saat aku mengalami anti klimaks dalam hidupku. 

Memang benar bahwa kita hanya butuh dekat dengan Allah karena ada masa saat kita terpuruk maka setiap orang akan berjalan membelakangi kita dan mereka akan kembali lagi setelah kita berada di puncak tertinggi. Saat momen itu, benar-benar kurasakan kehadiran Allah di sisiku. aku selalu mengingat momen tersebut sebagai pengingat bagiku bahwa aku pernah berada di kondisi yang di mana tidak ada lagi kekuatan selain Allah. 

Kehampaan menerpaku saat itu selama berbulan-bulan. aku tak sanggup melakukan apa-apa dan hanya terbaring tak berdaya. Hatiku nelangsa dan pada satu kondisi yang terburuk, aku selalu berbisik kepada Allah semoga saja kejadian ini tidak menyusahkan orang tuaku walau bagaimanapun akhirnya.

Kembali ke hari jumat kemarin. Selain Ustadz udje, di samping kontrakan kami juga telah meninggal seorang bapak yang belum kukenal dengan baik. Dari daftar riwayat hidupnya bahwa beliau adalah mantan pejabat di daerah ini. Aku dan temanku ikut melayat sampai di pekuburan. berbeda dengan pemakaman Udje yang ramai diiringi oleh lautan manusia, beliau hanya diantar oleh sedikit orang.

Itulah hari jumat kemarin yang penuh dengan hikmah tentang hidupku. Aku selalu berusaha untuk menghancurkan segala kemelekatan di diriku agar supaya tidak ada yang menghalangi pertemuanku dengan Sang Khalik. 

Kuingat tausiah seorang guruku di makassar yang sering kupanggil dengan sebutan kak Hamzah. Beliau mengatakan bahwa seseorang yang sangat sulit melepaskan rohnya saat sakaratul maut karena dia sudah terpaut dengan duniawi, rohnya bersatu dengan duniawi sehingga saat waktunya harus berpisah dengan  jasadnya, maka rohnya susah keluar karena telah menyenangi dunia. 

Ketika hidup, kita memanjakan roh kita dengan duniawi maka saat sakaratul maut, roh tidak rela berpisah dengan duniawi, berbeda halnya ketika hidup kita memanjakan roh kita dengan mengingat Allah maka saat sakaratul maut, roh kita dengan sangat ikhlas berpisah dengan duniawi dan menuju kehadapan Allah yang merupakan tempat kembali. itulah yang dinamakan dengan husnul khatimah.

Aku tahu masih sangat jauh dengan hal tersebut. hidupku masih penuh dengan perhitungan untung rugi bahkan kecintaanku pada dunia yang absurd masih sangat tinggi. Ketika menolong pun masih sering ku kalkulasi dengan perhitungan untung rugi bahkan ketika itu temanku sendiri.

min, belajar lagi, belajar jadi manusia....!

April 21, 2013

Ketika GP Surabaya Telah Usai

Kenangan, itulah sekarang yang tersisa tentangmu. Entah apa yang mendorongku untuk mengirimi SMS kepada salah seorang temanku di GP surabaya. Dia adalah TL saat aku masih tergabung di sana. Satu hal yang membuatku menanyakan kabarnya dengan mengirimi SMS karena kami sangat dekat, namun kesibukanku akhir-akhir ini hampir saja mengaburkan pertemanan kami. 

Saat membalas SMSku, aku teperanjat saat dia mengatakan bahwa GP surabaya telah ditutup per awal april. Entah apa yang kurasakan saat itu namun berbagai kecamuk menyeruak menyesakkan dadaku. Meskipun hanya dua bulan tergabung di GP namun lebih dari itu, pengalaman hidup di sana membuatku lebih dewasa dalam segala hal. Pekerjaan di GP yang mengharuskan menemui setiap orang di tempat keramaian memaksaku harus mempelajari setiap wajah manusia dan hal itu yang kemudian membuatku lebih bijak menjustifikasi setiap manusia.

Dua bulan bekerja di GP tidak lantas membuatku merasa sangat singkat menjadi bagian di dalamnya. Aku bahkan merasakan perjuanganku di mulai dari ruang yang ditawarkan oleh GP. Masih terekam jelas di memoriku saat kali terakhir aku mengunjungi stand GP di mirota batik. Saat itu GP masih terlihat normal-normal saja tanpa ada firasat bahwa akan ditutup namun itulah sebuah keputusan yang tidak bisa di ganggu gugat oleh setiap orang yang bernaung di dalamnya.

Selalu saja setiap masa dirindukan saat dia berlalu. Kenangan akan selalu menjadi indah saat diceritakan meskipun saat dijalani begitu amat membosankan bahkan selalu ada saja keluhan, namun setiap kali telah berlalu dan kemudian menjadi cerita maka masa itu akan menjadi indah. Itulah yang menyadarkanku tentang hidup ini tentang bagaimana menjalani hidup dengan kesyukuran, tentang hidup yang ini. Menyadarkanku bahwa benar-benar hidup itu indah meskipun pahit. 

Coba bayangkan semua masa-masa sulit yang pernah dilewati, apakah kita menyesali melewatinya? jawaban yang sering kita dapatkan adalah kita bahagia melewatinya dan bahagia saat menceritakannya meskipun saat kita berada di masa itu, kita sering menangis.

Hidup itu bahagia ketika disyukuri karena hidup hanyalah perjalanan yang haru dijalani dan meninggalkan jejak-jejak untuk generasi selanjutnya

April 15, 2013

Penjaraku Mencintaimu

liar imajinasiku memikirkanmu
kalau aku mencintaimu
tidak harus kucemburu

saat mencintaimu
tidak harus memilikimu
menikahimu pun 
bukan berarti aku berhak memilikimu

kalau kucoba memilikimu
bukankah aku angkuh
bahkan diriku tak mampu kumiliki
jadi bagaimana aku memiliki orang lain

mencinta saling menyusahkan
karena yang dicinta bukan hakekat
dia yang absurd
menjadi pelayanan cinta yang semu

aku tidak punya hak apaapa padamu
cintaku adalah penjaraku
menyempitkan ruangku terhadapmu
merampas kebahagiaanku yang hakiki

setiap kubersamamu
aku menjadi orang lain
selalu mencoba menjadi sempurna
bukankah itu musibah buatku
jadi mencintaimu adalah musibahku

berbagi denganmu
tidak meringankan bebanku
bahkan semakin membebaniku
karena kuyakin
tak seorangpun kan memahamiku
tetapi aku
yang kubagi adalah candaku bukan ceritaku

kasihku adalah Sang Pencipta
yang tak memenjarakan diriku
bahkan melepas semua kemelekatanku
dari diriku
sebab tubuh bukan diri
dia yang tercerahkan
mencinta dengan yang patut dicinta



ngawi
15.4.13
22.00

Kawan dari Gresik

Tadi siang tiba-tiba saja hpku berdering saat selesai shalat dhuhur. sedikit segan menerima telepon yang masuk karena nomornya yang agak ganjil.sejenak kuamati nomor telepon tersebut dan ragu-ragu mengangkatnya namun karena kuyakin mungkin telepon dari kantor atau klienku di sekolah maka akhirnya kuterima saja.

siapa ini,,? dua kata yang keluar di mulutku saat telepon tersebut tersambung, sesaat kemudian kudengar suara yang tak asing dari dalam telepon tersebut, ternyata linda kawanku dulu di GP. tidak ada percakapan yang meluncur dari mulut kami namun yang ada adalah kami berdua langsung tertawa. aku tertawa sebagai betuk ekspresi kerinduanku terhadapnya dan kuyakin diapun juga tertawa sebagai bentuk kerinduannya kepadaku. kami memang sangat dekat saat masih bekerja di GreenPeace surabaya. aku sekalipun tidak pernah berselisih paham dengan L selama berinteraksi dengannya bahkan L begitu banyak membantuku semasa masih di surabaya. akan kuceritakan semua tentangnya, tentang kebaikannya dan semua kenangan yang pernah kami lalui saat masih di surabaya.
Greenpeace membuat kami semakin dekat. satu bulan bekerja di GP, aku kemudian memutuskan untuk mencari rumah kos. orang yang paling sibuk mencarikanku kontrakan adalah L, bahkan terkadang dia lebih sibuk dari aku mencari rumah kontrakan. saat aku menceritakan setiap masalahku kepadanya, dia kelihatannya lebih pusing dariku memikirkan solusi masalahku dan itu bukan sesuatu yang pura-pura. rasa empatinya kepadaku benar-benar dari dalam hatinya. ada satu hal yang membuatku kagum bersahabat dengannya ketika mencari SU di gramedia TP. suatu waktu, L berhasil memperoleh SU sedangkan aku masih belum bisa memperoleh SU sedangkan kami sudah bekerja selama 2 bulan. orang yang paling peduli ketika itu adalah linda, meskipun dia sudah mendapat SU namun dia tetap belum bersemangat karena aku belum closing. akhirnya menjelang akhir bulan kedua kami bekerja, aku closing dengan 3 SU. orang yang paling gembira mendengar itu malah bukan aku tetapi L. benar-benar kawan yang sejati.

saat-saat yang lain membuatku terenyuh dengan kebaikan hatinya adalah saat aku pindah kos. orang yang paling sibuk saat itu adalah L. dialah yang mencarikanku kos dan dia pula yang membawakan barang-barangku ke kos tersebut bahkan saat akan ke sana, dialah yang menjemputku. hal yang lucu kami lalui saat itu. linda tidak mengenakan helm saat kubonceng dengan motornya. sampai di pertigaan jembatan dekat monumen kapal selam, kami dihadang polisi. tanpa ba bi bu, Linda melompat dari motor saat masih melaju. kami pun selamat dari swiping.

pagi tadi, Linda menelponku langsung dari malaysia. dia mengabarkan padaku bahwa pernikahannya akan dilangsungkan bulan depan. aku amat sangat senang mendengar berita pernikahannya. benar-benar rasa senang atas kebahagiaannya. semoga saja Linda selalu dalam keridhaan Allah, selalu diberkahi.

aku masih menyimpan smsnya yang menyemangatiku ketika aku mumet dengan dunia baruku dan hampir saja aku menyerah namun Linda tidak pernah berhenti menjadi teman ceritaku saat itu.
"Sbar lah mz jgn gtu,,, toh mngkin ntar krja e enak,,,wes ta d betah2 in dlu ae,,". itulah sms-smsnya saat kuceritakan betapa aku belum memasuki dunia baruku namun sudah mulai menyerah.

benar-benar ingin membalas setiap kebaikan yang  pernah dibagi denganku. hikmah yang terserak didirinya yang membuatku semakin yakin dengan kebaikannya.

ngawi
15.4.13


Aku Hidupmu

Kuputar musik keraskeras pagi ini, hanya untuk mengusir segala beban yang menghampiri, semua masalah yang menyapa
namun sama sekali tidak mampu menepis
bahkan hanya secuil
karena kuyakin
semuanya bersemayam dalam diriku
aku adalah hidupku
bukan kamu, mereka bahkan apa yang aku miliki
aku adalah bahagiaku
sama sekali bukan kamu apalagi dunia ini
aku adalah perjalananku
tujuanku bukan kamu, mereka apalagi dunia ini
persepsiku tentang kamu adalah abstrak
kamu, mereka dan dunia ini hanyalah perlintasanku.

ini merefleksikan diriku yang dibayang-bayangi  kecemasan dalam setiap harinya. tentang bahagia yang kuprasangkakan terhadap seseorang meski kutahu itu utopis. semua pernah kulalui tentang perasaan semacam ini dan ternyata tidak abadi. perasaan yang menguap ketika waktu telah mengikisnya, namun setiap kali pula aku terjebak dalam perasaan yang sama dan mencari pelampiasan yang sama pula. 

terhadap apa-apa saja yang kumaksudkan diatas tidak berdasarkan perhitungan untung rugi karena bahagia bukanlah untung rugi yang harus dirasionalisasikan dalam pikiran kita. aku terjebak dalam situasi yang hampir memekakkan telingaku, tentang hal yang sebenarnya tidak kusepakati dan akupun tersungkur di dalamnya. aku sedang memilah untuk melihat kedalamnya, mencoba melawan dunia meski ketika kutak sanggup lagi kompromi dengan ini semua maka aku akan lari ke ujung langit berteriak sekeras-kerasnya saat ketika tidak ada lagi ruang di sini untuk itu. 

ini tentang hidupku, tentang caraku melewati dunia dan tentang sesosok gadis yang hadir di hidupku. sekali lagi bahwa aku adalah bahagiaku dan bahagiaku adalah hidupku. sama sekali bukan kau, dia ataupun apa-apa yang kudapatkan hari ini. Tuhan adalah abadiku, Dia menjadi Sosok yang harusnya menjadi Teman ceritaku, bahkan semua hal yang kuretas saat ini. hampir saja semua ini menghancurkan apa saja yang ada di kepala, tentang nilai yang aku sepakati, sampai kapan aku bertahan disi dan sampai saat itu pula waktunya aku bebas dan merdeka dari setiap yang melekat di diriku dan tentang entitasku.

kubayangkan betapa marahnya Sang Pencipta melihatku mempermainkan prinsipku hanya demi dunia yang absurd. aku sadari itu dan sedang memperjuangkan kemenangan prinsipku. mendamaikan perut dan pikiranku. saat perut memenangkan hidupku maka tamatlah riwayatku dan saat pikiran menjadi pemenang maka akupun menang namun bukan berarti mereduksi ruang perut di dalam hidupku karena aku masih hidup dan masih butuh perut untuk menambah energiku bergerak maka yang harus kulakukan adalah mendamaikan keduanya, memenuhi kebutuhan perut yang tidak mendistorsi nilai-nilai pikiranku yang sudah kupupuk sejak lama.

jawaban atas semua ini adalah diriku dan dengan bantuan Sang Khalik untuk memperkuat karakterku, tidak menjadi pecundang. 
sejenak mencari buat perut
dan berdamai dengan diri
hingga tiba saat yang paripurna
menyaksikan hal yang tak indrawi
saat itu aku mengenal diriku
mengenal Tuhanku
jangan sekali-kali jauh diri karena 
akan jauh Tuhan pula. 
selamat pagi ngawi
15.4.14
06.45