Benar-benar waktu adalah pelari Maraton paling cepat. tak terduga dan melenakan sampai pada saat ketika kita menghela nafas, seringkali kita tidak sadar sudah berada di ruang dan waktu yang berbeda. seperti baru kemarin saat Bapakmu masih sekolah kemudian menikah dan akhirnya Engkau lahir di tahun kemarin bertepatan saat Nenek mangkat. kata orang sih Engkau bergantian dengan Beliau. Kau hadir menggantikan kepergiaannya dalam damai namun begitulah kehidupan Nak, selalu saja ada yang datang dan pergi. siklus Sunnatullah yang tidak satupun orang bisa mengingkarinya.
Nak, Aku ingin bercerita sedikit tentang waktu. sejatinya ketika lalai, waktu itu seperti tidak pernah pergi kemana mana, hanya perputaran 24 jam yang berulang setiap harinya. itu bagi Manusia yang terlena Nak dan tidak pernah mau mamanfaatkan waktunya namun percayalah Nak bahwa waktu itu sebenarnya berlari sekencang-kencangnya. untuk tahu hakekatnya, kenali saja tanda-tanda yang ada di diri kita Nak, dulunya kita masih bayi, kemudian bertumbuh dewasa dan menjadi tua lalu hilanglah kekuatan di diri kita. jika tidak menyadari maka tamatlah riwayat kita, waktu yang ada hanya akan menjadi semacam perjalanan tak berarti.
Ah, apalah Aku ini yang malah menceramaimu dengan teori-teori yang mungkin Aku pun tidak memahaminya. Aku harusnya bercerita saja tentang dunia ini yang penuh sensasi. memang sih terkadang hidup itu Paradoks Nak tetapi tak apalah, toh hidup itu tidak menantang jika memang tidak menghadirkan misteri.
Nak, nikmati masa kecilmu dengan bahagia, masa kecil itu adalah masa untuk bermain Nak dan berimajinasi setinggi mungkin. lupakan semua ironi dalam hidup karena belum waktunya Engkau hidup dalam tragedi. makanya seringkali Aku sedih melihat bocah-bocah yang sudah harus memikul tanggung jawab seperti orang dewasa, bekerja siang malam untuk memenuhi kebutuhan mereka sedangkan disatu sisi, ada bagian dari hidup mereka yang tercerabut dari keadaan seperti itu, mereka telah melupakan periode bermain.
setelah tumbuh menjadi remaja, Engkau akan memasuki satu episode hidup yang baru. seringkali darah remaja akan dihabiskan untuk mencari jati diri, mengaktualisasikan dirinya sebagai seorang manusia apatahlagi Engkau adalah seorang Laki-laki maka ada saatnya ketika Engkau akan berjibaku dengan perasaan ingin menjadi seorang pemuda tangguh.
setelah itu, periode pertumbuhanmu akan menjadi dewasa ketika sudah melalui banyak pengalaman hidup. Nak, Aku sudah melalui beberapa periode kehidupan. pernah menjadi bocah yang tidak pernah mengerti apa-apa selain bermain. saat bocah, aku pikir bahwa dunia ini adalah ruangan untuk bermain. namun ternyata tidak seperti itu adanya Nak. hidup selalu berputar sampai membawaku menjadi remaja kemudian kuliah. saat kuliah, kepalaku kemudian dipenuhi oleh pikiran relasi antar manusia dan ketidaksetujuanku terhadap ketidakadilan sosial.
kok Aku malah curhat yah Nak, hehe. okelah tidak banyak yang ingin kusampaikan kepadamu di hari ulang tahunmu yang pertama. Aku pun tidak perlu untuk menasehatimu terlalu dini tentang hidup di tahun pertamamu sebagai Manusia. Aku hanya berharap semoga Engkau bahagia di masa kecilmu dan Aku menunggumu tumbuh menjadi dewasa, kelak Aku mengajakmu diskusi tentang hidup, tentang apa saja yang harusnya kita lakukan, diskusi loh ya bukan mengajarimu.
Oh ya, Anak pertama itu punya tanggung jawab sedikit lebih dalam keluarga. kadang diharapkan menjadi panutan bagi adik-adiknya namun percayalah Nak, seringkali anak sulung itu kuat dan tahan banting.
Sudah dulu yah Nak, tidak perlu untuk terlalu berpanjang lebar karena Engkau masih perlu menikmati hidup. jika mau tahu relasi hubungan seorang Anak dan Orang tuanya, puisi Kahlil Gibran yang berjudul
"Anakmu" sangat keren. tetapi jangan lupakan pula kisah Luqman dengan
nasehat-nasehatnya terhadap Anaknya yang bahkan diabadikan dalam Al-Qur'an.
Ah, Nak mungkin lebih baik kuucapkan selamat Ulang tahun. semoga diberi umur yang berkah dalam kualitas dan kuantitas. nikmati hidupmu dalam setiap kondisi. kapan-kapan kita bercerita dan berdongeng dengan sepupumu Fadel dan Meisya ketika Engkau sudah bisa mendengar dongengku. yakinlah Aku punya banyak stok dongeng untuk kalian.
Andra
03 Desember 2015 18:16
Maaaf Telat karena Aku lupa ulang tahunmu