Kalau tidak salah ingat, sekira tahun 2008 yang lalu saat masih dua tahun menyandang status sebagai Mahasiswa, saya ikut aksi menolak UU BHP. aksi menolak UU tersebut diperjalanan tahun 2008 amat sangat ramai dan salah satu aksi yang kuikuti terjadi di pintu 1 UNHAS. saya sudah tidak terlalu mengingat kronologis aksi itu namun kericuhan pecah sepanjang hari.
Ada beberapa momen yang masih terekam di kepalaku saat aksi berlangsung, ditengah kericuhan yang terjadi, ada wartawan yang berada dikerumunan Mahasiswa yang sedang melempar batu kearah barikade aparat berujar "jangan terlalu keras kawan, di bagian sana juga ada teman kita." enttah siapa yang dimaksud kawan oleh Wartawan tadi namun salah satu teman Mahasiswa, Saya masih kenal orangnya, langsung menimpali "omong kosong kalau ada teman kita di barisan aparat, mereka semua lawan."
Saat itu aku bersepakat dengan Mahasiswa yang menimpali si Wartawan bahwa tidak ada ampun bagi mereka yang ada di barikade Aparat dan tidak ada kata kawan diantara mereka. itu kesepakatanku dulu saat masih memendam amarah setiap melihat sekumpulan orang yang berbaju cokelat bahkan setelah aksi tersebut, Saya masih berdebat dengan saudara sepupu yang seorang Polisi.
entah kepalaku yang sudah mulai melunak ataukah ada faktor lain namun beberapa kesepatakan-kesepatanku terhadap tindakan yang "merugikan" orang banyak mulai kurevisi. okelah untuk aksi jalanan yang yang isunya sektarian tidak perlu untuk memblokir jalanan hingga mengganggu aktivitas masyarakat yang seringkali dijadikan kambing hitam dalam setiap aksi. dalihnya untuk kepentingan mereka.
No comments:
Post a Comment