June 30, 2015

Malas

aku memungut rasa yang tak ingin bergerak
mendiamkan hati dalam bisu
tak jua tangan menyapu karya
aku malas saat ini

kalau saja hanya satu yang bersemangat
itu karena juni ada di penghujung
menanti hujan yang sesekali turun di bulan juli

Pulogadung
300615

Tarawih #13

Kali ini saya tarawih di mesjid nurul jami Rawamangun. Mesjid ini memang mungkin menjadi pilihan terbaik dari tiga mesjid yang ada di dekat kosku karena dari ketiga mesjid tersebut, satu-satunya mesjid yang mengadakan ceramah agama setelah shalat isya pun jumlah rakaat tarawihnya 8.

Ceramah malam ini tidak jauh berbeda dengan ceramah malam sebelumnya. Membahas masalah keislaman yang skriptualis dan mengkritik beberapa hal yang dianggapnya tidak sesuai dengan kaidah Islam.

Dia menekankan ceramahnya pada ayat "Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah adalah Islam" kemudian penceramah mengulas  lebih jauh bahwa orang yang mencari jalan diluar Islam adalah orang yang sesat.

Kritikannya terhadap beberapa wacana kekinian misalnya tentang isu penghilangan kolom agama di ktp kemudian tentang pernyataan bahwa kita yang berpuasa harus menghormati yang tidak berpuasa.

Di titik masalah toleransi dan menghormati sesama, saya sendiri punya pandangan yang entah benar ataupun keliru bahwa dalam toleransi seharusnya yang pertama dilakukan adalah kita menghormati orang lain dan tidak mesti untuk meminta dihormati ataupun dihargai dari orang lain jadi fokusnya ada di diri kita ke orang lain. Dalam kasus puasa, malah kita yang berpuasa seringkali meminta mereka yang tidak berpuasa menghormati kita, tidak makanlah di depan kita, tidak minumlah, kalau seperti itu maka menurut saya, harusnya dibalik. Tidak usah risih jika ada orang yang memang tidak berpuasa toh puasa adalah ibadah privasi huhungan personal dengan Tuhannya.

Entah kenapa mayoritas ceramah tarweh yang kudengar selalu saja berputar pada masalah perbedaan dan parahnya karena para penceramah lebih menonjolkan perbedaan tersebut daripada menjunjung toleransi.

Ada lagi ceramah habis shalat Ashar yang kudengar di mesjid pendurenan dekat RS Mata "Aini." niatan awalnya memang baik karena menceritakan tentang idola, bagaimana bisa generasi Islam lebih mengenal para pemain sepakbola daripada pejuang Islam, mengenal Baik Leonel Messi daripada Umar bin Abdul Aziz. di titik itu mungkin saya sepakat meski akar masalahnya bukan sepenuhnya karena salah generasi namun karena pendidikan yang diberikan oleh generasi sebelumnya.
penceramah tersebut kemudian melanjutkan dengan ulasan tentang menjadi hafizs Al-Qur'an namun di tengah ceramahnya, dia dengan nada menyindir mengatakan bahwa berharap suatu saat nanti calon presiden diberikan syarat hapal 30 Juz dan dengan suara pelan dan seakan berbisik mengatakan bahwa " maksudnya supaya Jokowi tidak terpilih lagi."

Saya tahu pasti kalimat penceramah tersebut ditujukan untuk menyindir keislaman jokowi bahkan dengan pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa penceramah yakin Jokowi tidak hapal Al-Qur'an. setelah kalimat tersebut, saya lalu beranjak keluar dari Jamaah.

Saya sebenarnya bukanlah Die Hardnya Jokowi namun satu hal yang ingin saya katakan bahwa Jokowi telah memenangkan suara rakyat dari sistem pemilihan yang telah kita sepakati terlepas dari beberapa orang yang tidak memilih namun toh kenyataannya Jokowi telah menjadi pemimpin Indonesia. kalaupun kita kemudian mengkritiknya maka seharusnya yang dikritik adalah kinerja dengan data yang akurat bukan pada masalah kepribadian bahkan hal yang bersifat privasi.

entahlah
Mesjid Nurul Jami Rawamangun
13 Ramadhan 1436 H

June 28, 2015

Tarawih #12

Lagi-lagi saya tarawih di mesjid Al-Ishlah pendurenan. Keputusan untuk sering melaksanakan tarawih di mesjid ini karena raka'atnya 8 dan tidak terlalu lama. Hehe

Penceramah malam ini memulai ceramahnya dengan analogi tentang kendaraan.

Dari sedikit yang kudengar bahwa Penceramah menjelaskan tentang ketaqwaan. sebenarnya isi ceramah mudah dipahami cuma karena tidak tersistematis jadinya saya bingung mau menulis apa.

Selebihnya, saya kurang bisa menangkap inti ceramah karena intonasi Penceramah yang nampaknya klimaks dari awal.

Mesjid Al-Ishlah pendurenan
12 Ramadhan 1436 H

June 27, 2015

Tarawih #11

Saya tarweh di mesjid Al-Ishlah pendurenan. Tidak seperti beberapa hari lalu namun tarweh kali ini tidak seramai beberapa hari lalu

Ceramah agama dilaksanakan setelah shalat tarweh sebelum witir. Tidak terlalu jelas ide-ide ceramah yang saya dengarkan karena mungkin speakernya yang bermasalah. Saya hanya mendengar samar-samar tentang puasa dan tentang persatuan umat Islam.

Nampaknya sang penceramah menyesalkan tentang umat Islam dalam jumlah banyak namun tidak bisa bersatu dalam ukhuwah.

Mesjid Al-Ishlah Pendurenan
11 Ramadhan 1436 

June 26, 2015

Tarawih #10

Puasa hari ini lumayan menguji kesabaran. Pulang kerja, ada buka bersama kantor se-Jabodetabek di gedung Polres Jakarta Selaran

Ceramah hari ini di mesjid Polres jaksel membahas tentang shalat tarawih. Penceramah memulai ceramahnya dengan pertanyaan retorika "shalat tarawih capek ga.?"

Shalat tidak capek ketika kita khusyuk. Ketika jiwa raga sudah menyatu maka shalat akan menyenangkan.  Sesuatu yang dijelaskan lumayan mengena di hati.

Dia mencontohkan kisah Nabi Yusuf. Sejarah Nabi Yusuf dan ketampanannya. Teman zulaikha yang diundang ke rumahnya saat melihat Nabi Yusuf bahkan sampai teriris tangannya dan tidak merasa sakitnya karena terpesona dengan ketampanan Nabi Yusuf.

Kisah tersebut diangkat oleh Penceramah untuk mencontohkan bagaimana sesuatu tidak terasa ketika hati dipenuhi kesenangan.



Mesjid Polres Jakarta Selatan
10 Ramadhan 1436 H

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat kali ini tentang cara meraih kenikmatan di dunia dan akherat. ada 3 cara meraih hal tersebut yang pertama adalah banyak bersedekah, kemudian bertaqwa kepada Allah SWT dan yang terakhir adalah meyakini kebaikan akan dibalas oleh Allah SWT.

Ulasan tentang sedekah bahwa sedekah tersebut bisa mengobati penyakit. memang secara logika tidak akan mampu menjelaskan bagaimana sedekah tersebut menyembuhkan penyakit namun kita sedang tidak berbicara mengenai logika manusia karena kita sedang berada dalam kuasa Tuhan dimana semua tidak bisa dirasionalkan. sedekah pula bisa mencegah dari musibah maka dengan begitu perbanyaklah sedekah.

Meski dalam pembahasan yang lebih luas pun, sedekah harus dijelaskan secara komprehensif karena tidak sekedar memberi maka itu akan bermanfaat bagi orang lain. mungkin secara pribadi, saya masih percaya bahwa sedekah paling baik terlebih dahulu kepada keluarga terutama orang tua. juga kepada para handai tauladan yang membutuhkan. kemudian kepada orang yang benar-benar membutuhkan seperti orang papa yang sudah berusaha sekuat tenaga mencari rejeki namun tetap tidak mencukupi. menurut saya pribadi bahwa pengemis ataupun pengamen yang masih kuat secara fisik berada di urutan terakhir mendapatkan sedekah.

ah, terlalu idealis aku ini
padahal jarang sedekah
maluuu sama diri sendiri

Pulogadung, 260615

Tarawih #9

Saya tarawih di masjid samping pasar rawamangun yang kedua kali. Masjid tersebut ada 2 lantai dimana lantai atas dipergunakan oleh anak-anak dan lantai bawah oleh orang dewasa. shalat tarweh di mesjid tersebut serasa seperti di kampung karena setelah shalat isya kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama lalu kemudian shalat tarweh dengan model 4 4, hal yang berbeda saya dapatkan ketika tarweh di mesjid yang lain. ada 3 mesjid di dekat kosku dan dua mesjid lainnya tidak ada ceramah agama setelah shalat Isya namun langsung dilanjutkan dengan tarweh 20 Rakaat.

Ceramah tarweh malam ini dibawakan oleh seorang ustads yang masih muda. umurnya masih 30an tahun. dia membahas tentang bagaimana cara meningkatkan imam kita. hal yang diuraikan adalah meningkatkan imam dengan kembali kepada Al-Qur'an. mempelajarinya dan kemudian mengamalkannya. dari selingan ceramahnya, saya menduga bahwa si Ustads tidak sepakat dengan membaca Al-Qur'an dengan langgam jawa. pada potongan ceramahnya mengatakan bahwa salah satu cara tidak menghormati Al-Qur'an karena ada sebagian orang yang membaca tidak sesuai dengan tuntunan. perdebatan membaca Al-Qur'an dengan langgam jawa memang tidak ada habisnya. 

Saya tidak pernah berani ikut-ikutan membahasnya karena ilmu yang sama sekali tidak ada namun setidaknya saya sudah pernah menelepon kak Sudirman, satu dari 2 orang referensi saya masalah agama selain kak Hamzah, kak sudirman mengatakan bahwa selama tajwid dan harakatnya tidak salah maka melagukan Al-Qur'an dengan langgam jawa bukanlah hal yang keliru kemudian Kak Sudirman juga menegaskan pada niat seseorang yang membaca, jika niat karena Allah maka sama sekali itu tidak dilarang.

Secara umum, ceramah tarweh malam ini menjelaskan berbagai hal yang mungkin bisa kita temui di buku bacaan keagamaan. sang ustads mengajak jamaah untuk mempelajari Al-Qur'an. Dia mencontohkan bahwa dia pernah mengajar seorang yang umurnya sudah 75 tahun yang sama sekali tidak bisa baca Al-Qur'an sampai pada akhirnya bisa menghapal 2 juz. Sang ustads juga menyentil para masyarakat urban yang rela membayar mahal untuk guru privat untuk anaknya seperti musik, matematika dan pelajaran lain namun untuk membayar guru ngaji mereka enggan

begitulah kira-kira ceramah tarweh malam ini
Mesjid Nur Jami' Rawamangun
9 Ramadhan 1436 H

June 24, 2015

Tarawih #8

Setelah berbuka puasa di pelataran indomaret pendurenan. Saya beranjak makan ayam penyet dan tarweh di mesjid Al Islah.
Di mesjid ini lain dari yang biasanya karena setelah shalat Isya dilanjutkan dengan shalat tarweh 8 rakaat kemudian ceramah agama .
Isi ceramah lumayan sepakat karena sang penceramah mengatakan bahwa anak-anak tidak masalah ribut yang penting tidak mengganggu dan itu adalah keberkahan. Secara garis besar masih membahas tentang puasa. "Barangsiapa yang datang bulan ramadhan namun dosa-dosanya tidak diampuni maka dia merugi.
Keutamaan orang-orang yang berpuasa.
Amalan yang dilakukan di bulan ramadhan jauh lebih besar ganjarannya daripada di luar bulan ramadhan.
Jadikan bulan ramadhan sebagai syahrul Qura'an.
Penceramah mengulas tentang sebuah ajaran namun tidak jelas aliran yg dimaksud.


Mesjid Al-Islah Pendurenan
8 Ramadhan 1436 H

Tarawih #7

saya shalat tarweh di mushalah dekat kos. tidak ada ceramah agama setelah shalat isya, langsung dilanjutkan dengan shalat tarweh

June 22, 2015

Tarawih #6

Ramadhan berjalan tanpa henti sedikitpun. bagai kedipan mata, sudah memasuki langkah keenam. kita terus saja melongo menyaksikan momen ramadhan yang berlalu begitu saja tanpa ada hal baik sebagai pengisinya.

Ini adalah malam keenam. aku tarweh di mesjid Nur jami' samping terminal Rawamangun. lumayan jauh sebenarnya dari kosku karena setidaknya ada 2 mesjid yang dekat dari kosku namun aku sudah berniat untuk menjelajah mesjid satu persatu.

Di mesjid ini, seperti mesjid lainnya. ada ceramah tarweh setelah shalat Isya dan sebelum tarweh. ceramah tadi dibawakan oleh bapak Djufri MA. dia adalah seorang dosen meski tidak secara gamblang menjelaskan dimana dia mengajar.

Judul ceramahnya "Macam-macam Hati". menurut ceramahnya bahwa ada 3 macam hati manusia antara lain Hati yang sehat, hati yang sakit dan hati yang mati. pada awal ceramahnya, aku sudah tidak terlalu bersemangat karena dia mencoba mengupas agama lain. menurutnya bahwa agama Yahudi memiliki 2 tuhan yaitu tuhan Allah dan tuhan uzair. sang penceramah juga dengan menggenaralisasikan bahwa orang yahudi kaya namun pelit sehingga ada anekdot bahwq orang yang pelit akan disebut orang yahudi.

Dia juga dengan sinisnya mengupas bahwa nasrani mempunyai 3 tuhan. tuhan Alah, Yesus kristus dan Roh kudus.

Dalam pemaparan ceramahnya, dia terlihat mencoba melucu meski selera humornya tidak mampu membuatku senyum karena memang hal yang dijadikan lelucon tidak pada tempatny.

Dalam sebuah kesempatan, dengan model dialog dia menanyakan kepada seluruh jamaah, dimanakah Tuhan? tidak ada yang menjawab kemudian dia dengan sebuah dalil diperkuat bahwa Allah bersemayam di Arsy.

Di sela- sela ceramahnya, dia mengkritik wacana yang ingin menghilangkan kolom agama di ktp. dengan contoh kasus yang menurutku sangat dangkal. dia mencontohkan bahwa ketika orang mau menikah dan di ktpnya tidak ada kolom agama maka orang tersebut bisa saja bilang sembarang saat ditanya agamanya apa.

Selalu saja ada sudut pandang yang berbeda dari setiap fenomena.

Mesjid nur Jami' Rawamangun
6 Ramadhan 1436 H

Tarawih #5

Seperti malam kemarin, saya masih tetap melaksanakan tarweh di mesjid kemarin, mesjid Al-bayyinah.
Gebyar Ramadhan
Ustadz Misbaqul Munir

Sabda Rasulullah SAW "semua ummatku masuk syurga kecuali yang sombong."
Sang Penceramah kemudian bercerita tentang pemerintahan Umar yang mengirim Tulang ke Gubernur Mesir, Amar bin Ash karena sang Gubernur menggusur rumah pemukiman orang Yahudi untuk didirikan mesjid.

5 Ramadhan 1436 H
Mesjid Al Bayyinah
Jln Setiabudi

Tarawih #4

Kali ini saya terdampar di mesjid Al Bayyinah setiabudi di samping RS mata bunda Aini. entah kenapa sejak pertama kali ke mesjid ini beberapa bulan lalu, saja langsung menyukai suasananya yang menurut saya hampir menyerupai dengan mesjid-mesjid di kampung karena masih banyak pohon di sekitarnya dan juga tidak terlalu dekat dengan jalan protokol.

Suasana yang lain pun karena masih banyak bocah-bocah yang ikut tarweh dengan riang gembira. saya selalu menyukai mesjid yang banyak anak-anaknya dengan celoteh mereka yang membuat saya seakan kembali ke masa kecil. saya pun amat sangat tidak sepakat dengan orang yang menganggap dirinya ustadz namun ketika ada anak kecil yang ribut di mesjid, mereka dengan sok sucinya memarahi bahkan mengatakan celoteh anak kecil mengganggu kekhusyukan shalat berjamaah. biarkanlah kalau saya yang salah namun begitulah yang ada dipikiran saya bahwa biarkan anak-anak ke mesjid dan ribut di sana sambil berlari dan sesekali mengikuti gerakan orang shalat karena sejatinya anak-anak memang dunia bermain toh mereka akan tetap mengenang masa itu ketika sudah baliqh dan berpikir benar salah.

Ceramah kali ini diisi oleh seorang dari daerah tangerang. dia mengawali ceramahnya dengan retorika umum saat mengucapkan salam kemudian tidak ada yang menjawab dan mengulangi salam akhirnya jamaah membalas salam dengan serempak.

Ustadnya sedikit gokil jadi tidak membosankan, lumayan komunikatif meski isi ceramahnya sebenarnya amat mainstream. temanya masih seputar Puasa. menurutnya jangan omongin orang untuk menghormati Ramadhan. kemudian penceramah mengingatkan tentang pesan Rasulullah supaya memperbanyak Mengingat kesalahan. kalau mau sehat, banyak berlaku baik dan bersedekah, mengagungkan Asma Allah.

Hal yang mungkin sedikit membuatku risih adalah ketika di akhir ceramah, sang Ustadz menggiring jamaah kemudian meminta sumbangan bagi Mesjid yang sedang dibangun di tangerang kemudian sang Teman Ustads yang duduk di samping berdiri dan menggunakan sorbannya mengelilingi Jamaahn meminta sumbangan. saya tidak ingin berpikir negatif namun dengan cara seperti itu mungkin tidak terlalu tepat dalam menggalang dana meski disadari bahwa saat Ramadhan seperti ini, sangat gampang mengumpulkan dana dari Jamaah.

yobenlah, ojo kepo. haha
4 Ramadhan 1436 H
Mesjid Al Bayyinah
Jln Setiabudi

Tarawih #3

Ramadhan selalu menghadirkan sensasi yang menggembirakan bagi saya karena ada beberapa serpihan kenangan yang selalu menghadirkan rasa tenang ketika momen Ramadhan tiba. beberapa Ramadhan terakhir, saya selalu suka berkeliling mencari tempat tarweh yang baru dan kebiasaan tersebut sampai sekarang.

Di Ramadhan ketiga, saya memilih mesjid Istiqlal sebagai pelabuhan melebur dalam orang dengan berbagai aktivitas di Mesjid ini. ada yang pulang kerja dan mampir buka puasa, ada yang datang dengan tujuan berdagang dan berbagai manusia lainnya selalu tumpah ruah di mesjid ini ketika Ramadhan. tidak mengherankan memang karena Mesjid tersebut terbesar di negeri ini.

Saya sudah tahu rutinitas tarweh disini karena tahun lalu, saya beberapa kali tarweh di mesjid ini. setelah shalat Isya, biasanya diisi pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an kemudian setelah itu dilanjutkan dengan ceramah agama. tarweh dilaksanakan dengan 2 2 dan ada dua gelombang. ada yang tarweh delapan dan ada yang 20 rakaat. sistemnya yang tarweh delapan rakaat menyelesaikan witirnya dan yang 20 rakaat mundur sejenak ke belakang menunggu jamaah yang tarweh 8 selesai witir kemudian melanjutkan tarweh sampai 20 rakaat.
 
Kebiasaan saya adalah menulis ceramah agama. ceramah agama malam ini seperti biasanya. sang Penceramah menjelaskan tentang hakekat puasa adalah menahan diri. Kita diwajibkan memerangi nafsu syahwat. Ramadhan adalah membakar dan mengasah. puasa memiliki implikasi kemanusiaan. Puasa adalah ibadah rahasia yaitu antara manusia dan Tuhannya. hadist Qudsi mengatakan bahwa " semua amal anak adam untuk dirinya kecuali puasa" Ibadah selain puasa bisa dikoreksi langsung sedangkan puasa tetap rahasia, tidak boleh pamer saat sedang berpuasa. puasa menahan diri daripada maksiat, menempa jiwa melalui latihan fisik puasa harus memiliki dampak sosial.

Penceramah lebih mirip dengan pembacaan khutbah dengan terlalu berfokus pada konsep yang ada ditangannya. Jamaah yang mendengarkan pun tidak terlalu antusias karena penceramah kurang komunikatif ataupun menghidupkan suasana.
itu saja tentang ceramah malam ini.

Oh yah, Ramadhan tahun lalu di mesjid ini, saya kecopetan Hanphone BB jadi Para Jamaah yang berniat melaksanakan shalat tarweh di mesjid Istiqlal supaya tidak perlu membawa HP ataupun kalau terpaksa agar supaya berhati-hati dengan barang bawaan

Masjid Istiqlal
3 Ramadhan 1436 H