May 12, 2014

ZANETTI 4EVER


Aku bingung memulai dari mana tulisanku ini dalam rangka memperingati pertandingan terakhir zanetti sebelum dia memutuskan pensiun akhir musim ini. Mungkin sebagai pengantar, aku akan menceritakan Inter Milan sebagai klub Zanetti dan juga merupakan klub favoritku sejak aku masih kecil sampai sekarang.

Aku sudah menggandrungi olahraga sepakbola sejak aku masih bocah. Mungkin karena pengaruh lingkungan dimana mayoritas anak laki di kampungku pasti suka sepakbola. Pertandingan sepakbola di tv pun tak terlewatkan bahkan harus begadang untuk menunggu siaran langsung di tengah malam saking sukanya pada acara sepakbola. Masih sangat jelas kuingat, saat itu awal 2000an, kami sering kumpul di rumah pamanku menonton karena saat itu masih jarang yang punya tv lagian menonton bola tidak akan ramai jika sendirian.

Salah satu pertandingan yang menguras emosi saat penentuan juara antara Inter Milan dan Juventus. Saat itu Inter Milan sudah memimpin klasmen namun di pertandingan terakhir harus menghadapi Lazio yang juga adalah klub kuat saat itu. Pada akhirnya, dewi fortuna tidak berpihak pada Inter Milan karena mereka harus menelan kekalahan 2-4. Mulai saat itulah aku sangat memfavoritkan Inter Milan, entah karena kasihan ataupun memang saat itu Inter Milan bertabur pemain top dunia.

Awal tahun 2000an, aku mengikuti setiap berita tentang Inter Milan bahkan di setiap pertandingannya, aku selalu menonton.  Puasa gelar scudetto benar-benar dirasakan Inter Milan di awal tahun 2000an. Meski sudah mendatangkan banyak pemain mahal yang berlabel bintang namun tidak jua mampu mengantarkan Inter Milan merengkuh gelar scudetto hingga puasa gelar itu terpuaskan pada musim 2006.

Diantara pemain Inter Milan, ada dua yang amat aku idolakan. Alvaro Recoba dan Javier Zanetti. Nama terakhirlah yang sampai sekarang menjadi legenda Inter Milan. Sejak kedatangannya di Inter Milan pada tahun 1995, dia selalu setia pada klub Nerazurri meski sudah menjelma menjadi bek ternama di blantika sepakbola dunia. Pada masa krisis klub dan puasa gelar yang berkepanjangan, zanetti tetap setia meski rekan-rekannya keluar dari klub karena berbagai alasan namun Zanetti lain dari mereka. Inter Milan adalah rumah kedua baginya dan tidak akan pernah meninggalkan klub itu. Sampai sekarang, dia disanjung baik oleh kawan maupun lawan. Catatan kepribadiaannya pun amat sangat baik. Dia dikenal sebagai yang low profie dan tidak cepat tersulut emosi.

Pertandingan terakhirnya kemarin malam melawan Lazio di san siro benar-benar menguras emosi. Semua fans mengucurkan air mata bahkan saat pertandingan berakhir, semua pemain memeluknya sebagai salam perpisahan.







Zanetti 4ever
12.5.14

May 8, 2014

MUHASABAH


Mungkin untuk kesekian kalinya aku berjanji untuk memperbaiki diri. Menjelang pribadi yang lebih bisa menahan diri tanpa mengumbar keinginan-keinginan duniawi. Aku memang sudah terlalu jauh berpaling dari diriku dan melakukan hal yang melampaui batas. Aku tahu telah berbuat khilaf yang disengaja dan tidak kuasa untuk membalikkan semua yang telah berlalu namun aku juga punya waktu sekarang dan masa depan untuk tidak mengulangi lagi seperti itu. Nafsu dan keinginan yang diumbar hanya akan merusak hati dan ketika hati sudah rusak maka identitas sebagai manusia sudah kabur.

Aku telah banyak berjanji kepada ibuku, kepada ibumu dan bahkan kepada temanku bahwa aku bisa menjaga kepercayaan ini. Kepercayaan yang tidak main sulitnya untuk dipertahankan. Aku sampai harus berlutut untuk berperang melawan siksa nafsu yang menggelora. Aku memang kalah di beberapa segmen namun untuk saat itu, semoga saja aku tetap diingatkan Tuhan berada di jalur yang benar dan mengambil jalan yang lurus tanpa harus mengikuti nafsu yang terlepas.

Mungkin saja suatu saat nanti aku kembali lupa akan beberapa hal yang kupertahankan namun aku akan tetap berusaha untuk mengingat dan menjaganya. Hidup adalah tentang bersabar akan semua hal dan sabar yang sedang aku jalani adalah sabar untuk menjaga diriku dari keinginan dan nafsu duniawi yang tidak diridhai. Sabar di saat seperti ini memang bukan hal yang enteng karena menyangkut harga diri namun aku tetap berdoa kepada Tuhan semoga saja Dia memberikanku kekuatan melewati semua ini dan memetik hasilnya di kemudian hari.



Kemarin adalah yang terakhir dan tidak lagi sampai Tuhan merestui..






Cilandak, 8 mei 2014

May 7, 2014

MENIKMATI HIDUP


Entah mulai kapan aku selalu berpikir tentang ini, tentang hidup yang dinikmati. Kekhawatiran demi kekhawatiran telah merampas kenikmatan hidup. Aku sendiri sering mengalami hal seperti itu. Mengkhawatiran dan mencemaskan sesuatu yang belum ada sehingga hidup yang sedang kujalani tidak bisa kunikmati dengan baik. Salah satu momen yang dalam hidup yang dinikmati saat masih bocah, saat belum mengerti tentang hidup dengan berbagai tawaran kemewahan di dalamnya dan saat nafsu menguasai belum merasuk dalam sukma. Hal yang terpikirkan oleh setiap bocah hanyalah bermain dan menikmati permainan dengan sepenuh hati dan saat itulah kita benar-benar hidup.

Sejak menginjakkan kaki di SMA, terkadang kita berpikir untuk cepat selesai dan menjadi seorang mahasiswa dengan berbagai kekerenan yang kerap terlihat. Kuliah tanpa seragam dan seabrek kegiatan lain. Setelah kuliah, terkadang kita ingin cepat selesai dengan berbagai alasan, ingin cepat kerja, tidak mau berlama-lama kuliah dan alasan lainnya yang pada akhirnya kita tidak menikmati hidup saat itu. Setelah sarjana dan bekerja, kita ingin menikah dengan alasan tidak fokus bekerja ketika belum ada anak isteri bahkan ada juga yang sedang bekerja namun setiap hari selalu saja mengeluh dan melihat pekerjaan lain selain pekerjaannya amat sangat menyenangkan. Mereka selalu berpikir bahwa pekerjaan yang sedang dijalaninya adalah pekerjaan yang paling berat.

Pikiran-pikiran semacam itu benar-benar menghalangi kita untuk menikmati hidup yang sedang dijalani. Kita terpasung oleh keinginan-keinginan yang belum ada, kita terbelenggu oleh masa lalu dan anehnya lagi, kerap kali ketika melewati masa yang dulu sangat mereka hindari namun saat sudah melewati masa itu, mereka baru merasakan nikmatnya bahkan berandai-andai untuk kembali ke masa itu. Betapa banyak dari kita yang ingin cepat selesai sma atau kuliah namun ketika sudah selesai, kita selalu berpikir ternyata begitu menyenangkan menjadi seorang pelajar sma ataupun mahasiswa dan parahnya ingin kembali ke masa itu.

Menikmati hidup adalah persoalan bersyukur. Bagaimana kita menyikapi hidup yang sedang dijalani dan menganggap bahwa inilah jalan hidup yang pantas dijalani untuk sekarang ini tanpa harus ada kekhawatiran untuk masa depan dan memori masa lalu yang melenakan.



Cilandak, 7 mei 2014

CERITA DALAM JALANAN #5


Mungkin itu menulis edisi cerita dalam jalanan ini tak aka nada habisnya. Mobilitas yang tinggi di kota ini telah membuat masyarakatnya menjadi amat sangat individualis bahkan sangat sulit untuk mengerti orang di sekitarnya. Bukan untuk mengeneralisir orang-orang disini dalam apa yang kutulis benar-benar adalah fenomena yang kujumpai di setiap waktu saat aku mengarungi jalanan ini meski itu sangat subjektif karena mungkin saja ada di bagian kota ini orang-orang baik
Beberapa waktu lalu saat mengantar windi ke kosnya, aku melewati jalanan kompas dari kuningan menuju mampang. Jalanan yang sangat padat di bilangan rasuna said mengharuskanku melewati jalanan kecil untuk sampai di mampang. Melewati samping jembatan fly over di mampang, jalanan kembali padat. Seorang pengendara motor matic di depanku terkesan terburu-buru, meski semua pengendara di kota ini seakan berlari mengejar waktu, dia selalu ingin menyalip kendaraan di depannya. Sebuah taxi express yang akan berbelok menghalangi jalannya, dengan kesalnya si pengendara matic itu berteriak kepada sopir taxi,” woeyyy, gue duluan donggg.” Si sopir taxi kemudian mundur sedikit dan memberi jalan kepada si pengendara motor. Aku yang tepat berada di belakangnya merasa miris karena menurutu, jelas sekali bahwa si pengendara motor yang tergesa-gesa sedangkan si sopir taxi hanya diam. 

Mungkin saja si pengendara motor itu tergesa-gesa untuk pulang ke rumah bertemu anak isteri setelah penat bekerja seharian namun tidakkah dia mengerti bahwa si sopir taxi harus banting tulang mengejar setoran bahkan sampai larut malam. Dia harus berjuang memutari kota ini yang padat untuk tetap bertahan hidup sedangkan mungkin pengendara motor sama sekali tidak mau mengerti. 

Kota ini sesungguhnya memberi kita ruang untuk belajar bersabar. Ujian kesabaran sesungguhnya disajikan ketika kita berkendara di kota ini apatahlagi ketika kita mendapatkan perlakuan yang semena-mena dari pengendara lain bahkan di kota ini, dengan begitu mudahnya orang-orang mencaci, mengumpat bahkan bertindak fisik kepada orang lain hanya karena masalah kecil. Hidup bagi mereka hanya untuk mereka tanpa harus mengerti orang di sekitarnya.


Cilandak, 7 mei 2014
Catatan tertinggal

April 30, 2014

ASA PADA MEI


Akhir april menyapa.
 Menggores semua cerita yang tak tuntas.
Sepertinya april kali ini tidak terlalu bersahabat. Dia menemaniku dengan sejuta rasa yang tak kuinginkan
Benarbenar april yang melelahkan untuk jiwa dan raga yang berjalanan meski sampai penghujung yang basah, jejak yang kutinggal tak berbekas dan begitu juga arah yang kutuju belum terlihat

Akhir april menyapa,
Bertanda bahwa sebentar lagi mei akan tiba dengan wajah yang lebih segar
Semua asa yang tak selesai di april ku tumpahkan di mei kali ini
Aku hanya berharap semoga saja mei kali ini bersahabat denganku, menemaniku meraih sejuta impian di kota ini
Biarkanlah april pergi membawa lara ku dan semoga mei datang membawa asaku

Aku menghitung detik, menanti mei yang berjalan di penghujung mala mini
Ingin kutitip asa ku untuknya
Kukatakan semua yang diingkari oleh april
Aku yakin
Mei kali ini lebih memilihku dan menemaniku merangkai cita


Cilandak, 30’4’14