February 8, 2013

Biarkan Gambar Bercerita

saat tiba di TP jam 10.00 alhasil belum buka terpaks menunggu di pintu gerbang




                                        
                               
parade bendera di depan TP. sesak

                       
                      
sama

                                 

sesaat setelah pintu TP dibuka pagi itu
                                  


sepanjang jalan gubernur suryo









sepanjang JLN gubernur suryo
                            

   perlintasan kereta dekat stasiun gubeng yang sering kulewati saat pulang kerja

                               

pemandangan yang biasa di surabaya pada malam hari                                       tukang becak tidur pulas di becaknya yang terparkir di setiap sudut jalan
                                        

ini dia kamarku
                                   


melewati gang di gubeng saat manusia merayakan maulid Nabi
                                   



hampir di setiap lorong kecil di surabaya dipasang peringatan  mudhuno rek,, cuepeek rek..wkwk

          





kamarku di kertajaya 7C/2
                                      



sedikit dari bukuku pelepas penat
                                          



kerasnya perjuangan seorang tukang parkir
                                   


hujan deras mengguyur darmawangsa
                                     





kawan linda
                                    

sisa makanannya linda
                                     
                                

                                 




kamar kosku, 200,000/bulan di bilangan kompleks kedungdoro






sabda semesta jum'at ini

siang tadi, kususuri setiap sisi kota ini, dalam terik mentari yang menyapa, namun bukan alasan buatku ciut
aku terus berjalan.
menapaki bebatuan yang sesekali menghadang
aku terus menjejakkan kakiku
mengalahkan kepulan debu yang membumbung tinggi
hingga tak terasa
tiba aku di perbatasan provinsi ini
duduk di sudut warung siang itu

Kang M.H.M

ketika bergumul denganmu siang itu, sering kudiam, namun bukan berarti ku terpaku dalam bisu,
lebih karena ingin menggali hikmah darimu, sesekali berfikir keras. ketika tak kumengerti hatimu.
meski saat itu, awal takdir menemukan kita.
kurus, sederhana, dan ramut yang menjuntai tak tersisir.
itulah sosokmu, penuh dengan kesederhanaan,
tapi kutahu
tidak sesederhana kepalamu
yang telah lepas dari belenggu belenggu palsu, engkau menancapkan dirimu dalam dunia
dengan hati yang bebas
tanpa seorangpun yang menggangumu
citamu adalah kerjamu yang bukan hanya di mulutmu
tapi gerakmu menjawab impianmu, sampai semuanya manggut manggut
setelah kemarin sore mencemohmu
tapi mereka dengan begitu cepat menyanjungmu, saat ini
06.02.13

Suatu Siang di Sawah, Desa Ini

kau mendekapku,
membawaku melayang ke negeriku masa itu,
saat kududuk di tepimu
yang hampir menyerupai wajah pertiwiku
yang selalu kukenaNg di memoriku
mungkin saja dia sudah berubah, namun kau membawa wajah baru di depanku
kalian seakan kembar tak terbedakan

Tentang BocahBocah Itu

tentang bocah yang kulihat,
tentang memoriku yang melayang jauh ke masa lalu,
kuberandai untuk kembali ke masa itu,
menikmati hidup tanpa beban
namun kutahu itu picik
karena hidupku adalah sekarang
brjalan menuju kefanaan
karena hari
bahagiaku
dalam setiap kisah hidup ini
walau terkadang bias

setelah 2 hari berkeliling ke SD di ngawi
melihat setiap bocah betingkah lucu
tanpa beban
tanpa cemas
penuh kebahagiaan
dengan begitu polosnya
sesaat tertawa, sesaaat menangis
tapi tak ada dendam yg membekas
08.02.13
24.29

February 7, 2013

kondisi itu

harusnya tulisan ini ku upload saat masih di madiun, saat jemu menyapaku, saat terkurung dalam kamar tak bertuan,
masa saat itu,
masa yang paling tidak mengenakkan
terkondisikan dalam ketidakpastian,
namun selalu kuyakin
kan berlalu, berganti dngn masa yang lain
entah dengan kondisi yang sama
karena hidup
adalah rotasi antar potongan takdir
dan selalu tak tertebak, kemana
lagi takdir selanjutnya kan menggiring, entah ke cerita yang membahagiakan atau bahkan ke sudut kematian
karena itu niscaya
tak tertolak oleh apapun jua

coratcoret

menerkamu dalam diamku
mengguyur sanubariku yang lama tek bersua, dalam semua sepi yang menepi di malam itu
saat kan meramu menjadi satu, saat senja mulai menua, saat
malam menghembuskan helaan nafasnya
kuterlarut dalam tasbih hari ini, menjelma menjadi seorang pangeran, hingga
semua seakan menjadi milikku, tak tersisa
sedikut pun untuk yang lain.
akan tetapi ilusi karena diri
ini hanyalah bayang bayang hitam yang mulai meredup
atau entah sebentar lagi kan memudar
beralih menjadi tanah lumpur, menjadi humus bagi tanaman, hingga
saat cacingcacing menggeroti pun tak ada
daya untuk menghalau
itukah angkuh, itukah ego, itukah, itukah dan itukah
kemana semua itu
kucaci diri, kucari alasan untuk itu, namun hampa, semua bahkan tak ada, hanya diri yang mematung melempar setiap angan.

February 6, 2013

Ngawi, I'm Coming

                                             

setelah berada di madiun selama 4 hari, kemarin sore, tepat pukul 16.00, aku
diantar oleh pak kris ke ngawi,
malamnya, sesampai di kantor ngawi, kami makan malam di sebuah warung kecil di dekat alun-alaun kota ngawi.
hari ini, aku resmi melakukan rutinitasku di kantor, meski dengan sangat susah beradaptasi
karena semua orang disini menggunakan bahasa lokal.
namun tetap kulewati dengan penuh optimis, bahkan tempatku
berkegiatan sekarang bukanlah hal yang kan membuatku settle karena ada rencana berikutnya yang
harus kukejar tahun ini, setidaknya
pekerjaan yang sekarang menjadi sebuah pengalaman berharga
dalam meniti kehidupan ini dan lebih
menghargai setiap bentuk pekerjaan.
namun ada hal yang sedikit membuatku khawatir disini karena ijazahku
menjadi jaminan bahkan dari seniorku disini bahwa
ketika akan resign, maka
akan sangat ribet mengurus ijazah tersebut bahkan berbulan-bulan baru
bisa dikembalikan, namun kembali
lagi kepada keyakinanku yang kuat bahwa setiap hal terkecil pun di dunia ini ada
yang mengatur dan
ALLAH SWT
tahu apa yang mejadi terbaik buatku dan
ketika DIA mengijinkan maka setiap langkah menuju cita-cita kita akan menemui jalannya sendiri entah
itu jalannya berbelok ataupun lurus.
satu kunci terpentingnya adalah
SABAR
kuingat ketika aku harus menunggu di mes madiun
selama 4 hari,
rasa jemu menghampiriku setiap saat bahakn
ketika perasaan itu mencapai klimaksnya
terkadang aku berfikir untuk
balik saja ke surabaya namun kukuatkan hatiku bahwa
ini semua akan berakhir dan berganti dengan fase berikutnya
salah satu kata yang sering kuingat adalah
what doesn't kill you , will makes you stronger
ku khawatir bahwa ketika aku pulang itu artinya
aku telah terbunuh dan ketika
aku tetap bertahan artiny bahwa kondisi
itu tidak akan sampai membunuhku
bahkan malah akan membuatku menjadi lebih kuat meski
kuathu permasalahan yang lain tetap kan muncul.
hari ini,
kuputuskan untuk menjalani apa adanya,
dengan
sabar dan syukur
tanpa keluhan
dan sebuah kan menuju ke arah yang lebih baik pada masanya.
impianku bahwa
someday I works at BUMN or one of  State department
Aamiin.
namun aku tetap memupuk keyakinanku kepada ALLAH untuk memudahkan setiap jalanku.

kantor ngawi,
06-02-13

February 3, 2013

Aku Merasakan Hidupku

benar benar serasa hidup dan mungkin
saja inilah hidupku dimana semua terasa
ikhlas kujalani,
ridha akan setiap apa yang kan terjadi karena aku tak berharap lagi kepada
makhluk saat dikondisikan seperti ini.
aku benar benar merasakan hidup

di sebuah kota kecil tanpa siapapun yang kukenal bahkan
mungkin, untuk membaringkan tubuhku pada malam hari pun
masih kabur.
inilah yang dinamakan hidup karena tak ada
lagi tempatku bersandar
selain kepadaNYA. setiap helaan nafasku meminta
pertolongan kepadaNYA
dan akupun selalu percaya kepada Allah bahwa segalanya kan berjalan dengan
baik baik saja. nampaknya hal
tersebut kurasakan hingga kini. aku masih
bisa bernafas dan juga tak kelaparan.
hidupku adalah milikNYA

hari kedua di Madiun, berkeliling ke jl panglima sudirman
kemudian memutar di jl manstrip tepat di stadion
mencari hikmah di kerumunan kota ini, semoga saja
ada sepenggal hikmah yang nantinya
kan kubawa pergi, saat semua
kan terlewati maka
yang tersisa hanyalah pelajaran yang digenggam seiring
waktu yang membawa pergi masa ini

hari kedua di Madiun, sendiri memutar kota ini dalam
lengang karena hari libur. menghiurup hembusan
angin di kota ini, merasakan setiap denyut
yang terasa di sini,
menjadikan semuanya begitu indah karena
hidupku adalah kebahagiaanku dan dimanapun
aku menjejakkan kakiku di bumi ini maka tempat itu
adalah rumahku karena aku adalah
bagian dari semesta yang bertasbih
dalam setiap helaan nafas
lirikan mata
ayunan tangan
langkah kaki,
mengalun indah menyatu dengan
semesta.

3-2-2013,
madiun
saat ke kantor namun  satpam
lagi keluar dan pagar
terkunci hingga 
kuputuskan untuk ngenet saja

February 2, 2013

Doaku Semoga Diijabah



ini tentang doa sekaligus target.

tidak terasa aku sudah mencapai seperti ini. setelah merenung apa yang telah kulewati, kusadari bahwa ALLAH selalu meberikanku setiap apa yang
kucita-citakan, bahkan mungkin itulah yang tepat buatku.
sebelum aku berangkat dari jogja ke surabaya, aku berniat
bekerja di sebuah LSM lingkungan
dan tenyata sesampai di surabaya
setelah menganggur sebulan, aku diterima sebagai DDC GreenPeace
meski hanya bertahan 2 bulan karena aku memutuskan untuk pindah pekerjaan di Erlangga. bekerja di
sini pun tidak serta merta kujalani karena niatku memang ada sejak dulu bahkan saat
masih di makassar, aku sempat
mendaftar namun tidak di terima.
sekarang aku mengerti jalan takdir yang harus kulalui bahwa setidaknya aku harus menjalani dua kali tes sebelum lulus.
fakta-fakta dibawah ini akan menjadi sebuah bukti tentang pengalaman pribadiku bahwa aku harus menjalani dua kali tes sebelum lulus dalam sebuah hal yang kuinginkan
  • saat mendaftar SPMB pertama kali tahun 2005, aku tidak lulus kemudian tahun berikutnya 2006, aku ikut lagi tes SPMB dan mengambil jurusan yang sama ternyata aku berhasil lulus
  • saat mendaftar di Greenpeace makassar awal 2012, aku tidak berhasil namun saat mencoba kembali pada november 2012, aku di terima sebagai DDC Greenpeace
  • pertama kali mendaftar di Erlangga awal tahun 2012, aku tidak diterima saat setelah mengikuti tes di makassar namun saat aku kembali mencoba mendaftar di surabaya awal tahun 2013, akhirnya aku diterima dan ditempatkan di ngawi.
kesimpulannya aku harus terus berusaha bukan sekali untuk kemudian berhasil, semoga saja ALLAH SWT selalu meridhaiku.
saat mengetahui alurku tersebut, inilah target yang sekaligus menjadi doaku kepada Allah bahwa
selama 6 bulan ini, aku akan menjalani pekerjaanku di penerbit Erlangga sebagai tenaga Marketing, ketika karirku tidak berubah, aku memutuskan untuk keluar dan Insya Allah mencoba lagi mendaftar yang kedua kalinya di kementerian atau bahkan di BUMN. semoga saja di tes yang kedua kalinya, Allah memberiku berkah dan tetap berharap bahwa kelulusanku yang diridhai oleh Allah. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.

dalam kurun 2 bulan ini, Insya Allah aku akan ikut lagi tes toefl karena tes pertama yang kuikuti awal tahun ini belum mencapai target dan semoga saja tes kedua nantinya bisa mencapai target yang kuinginkan. Aamiin Yaa Rabbal Alamin

saya selalu optimis bahwa Allah kan memberikan sesuatu tepat pada waktunya.
Madiun,
2 Februari 2013,
20.05

Maghrib Itu

barusan aku ikut pengajian di Mesjid Al-Irsyad Al Islamiyyah, Madiun. pengajian tersebut
diadakan ba'da Maghrib sampai Isya. pematerinya adalah U.A dan mengkaji tentang Fathul Madjid,
semula, aku begitu semangat
mengikuti setiap sesi dari pengajian tersebut, berhubung
sudah begitu lama aku tidak pernah lagi mengikuti
sebuah pengajian dan dengan
ikut pengajian tersebut, dahagaku seakan terpuaskan, namun
ternyata tidak berlangsung lama. pengajian yang awalnya
membahas tentang menyekutukan Allah membuatku semakin tertarik namun
dipertengahan pengajian tersebut. sang Pemateri mulai mendiskreditkan salah satu
aliran dalam Islam, meskipun aku juga tidak terlalu sepakat dengan aliran
yang sedang dibicarakan namun aku lebih tidak sepakat
karena mereka menjelek-jelekkannya di dalam sebuah majelis.
kalau begitu, pertanyaanku kemudian " apa bedanya kita dengan mereka kalau akhirnya kita meng gibah dalam sebuah majelis yang harusnya menebar kedamaian"?.
aku mulai gelisah dan ingin cepat keluar namun pola majelis yang melingkar membuatku sulit untuk keluar karena semua jamaah pasti melihat kepadaku.
tak berapa lama, aku memutuskan untuk keluar dari majelis lalu melangkah menuju warung
tempe penyetan di pinggir jalan. kebetulan juga perutku sudah mulai meminta untuk di isi.
setelah makan tempe penyet dan membayar 5.500, aku beranjak ke warnet ini dan menulis tentang hal tersebut.
semoga saja aku menjumpai majelis yang lebih menebar kedamaian tanpa harus mendiskreditkan aliran yang berseberangan dengan mereka.



2-2-2013 19.41

Menjejakkan Kaki di Madiun

                                      sabtu, 2-2-2013,
13.49
warnet jl diponegoro, madiun
hai madiun
Tadi malam, tepat pukul 23.00, aku menginjakkan kakiku di madiun. sebuah kota di JATIM yang hanya pernah kudengar dari buku sejarah sejak aku kecil,
kota dimana pernah terjadi pemberontakan pada tahun 1948,
tak terasa, aku sampai juga di kota ini, semalam nginap di mes PT Erlangga seorang diri. tak ada
rasa yang menghinggapi kepalaku selain rasa bahagia akan hidupku,
mungkin hanya 2 hari berada di kota ini
sebelum melanjutkan lagi perjalanan ke ngawi lusa, senin 4 februari 2013.
sejak kuputuskan untuk menikmati setiap potongan hidupku, maka
sejak itu pula, kuikuti setiap skenario
Langit untuk hidupku, tanpa sebuah perasaan berandai-andai. saat semua orang menjejakkan kakinya
di bumi ini dengan beribu asa, maka akupun berjalan dengan hidupku yang sangat menyenangkan tanpa membandingkan hidupku dengan mereka.
pengalaman hidup dua tahun lalu saat aku anjlok selama 5 bulan di kampung membuatku lebih menghargai setiap potongan hidupku, saat itu,
aku bahkan tidak punya harapan sama sekali selain pasrah dan berdoa kepada Yang Kuasa semoga saja
aku tidak memberatkan orang tuaku.
saat itu, tidak ada lagi kekuatan yang kupunya dan bahkan hidup sampai sekarang kurasa adalah sebuah anugerah, mungkin saja
itulah titik balik kehidupanku
semua seakan mimpi ketika aku kembali
mendapatkan kekuatan dan bahkan menjejakkan kakiku di bumi
yang jauh seperti sekarang.
itu pulalah yang mengajarkanku untuk lebih bahagia dengan hidupku dalam
berbagai kisahnya.
saat ini
aku hanya ingin membagi kebahagiaan pertama-tama kepada orang tuaku kemudian kepada semesta,
mengarungi lautan hidup yang entah kan berujung dimana, aku pun tak tahu
kemana takdir kan menggiringku meski esok hari, namun aku hanya bisa berdoa
semoga saja Sang Pencipta tetap mencintaiku dan menggiringku ke takdir yang lebih baik
dan selalu bahagia dalam setiap cerita hidupku. dalam sebuah
Kesabaran dan Kesyukuran

aku bahagia dengan hidupku
aku bahagia dengan hidupku
aku bahagia dengan hidupku

January 31, 2013

Aku Bahagia Dengan Hidupku

Untuk yang terakhir, hari ini kutulis di sebuah warnet dekat kosku. 
Besok aku harus berangkat ke sebuah kota untuk pekerjaan yang baru,
Kutahu berat, namun aku masih ingat kata-kata seorang seniorku di makassar 

Bahwa
Kita harus senantiasa memperluas zona nyaman.
Ini kulakukan demi itu, demi sebuah hidup yang terus berjalan, karena sering ku berteori

Bahwa 
Kita harus tetap melangkah dalam hidup karena jika tidak
maka hidup kan memaksa kita tuk melangkah dan berubah...

3 bulan berada di kota ini kurasa cukup sebagai sebuah pengalaman hidup, meski
tidak bisa kupungkiri bahwa aku sudah mulai settle di kota ini, walau belum sepenuhnya dikatakan berhasil menaklukkannya.
kota yang kan kudatangi besok adalah kota kecil, tidak seramai dengan kota pahlawan, 

Namun
aku selalu yakin bahwa Tuhan selalu menakdirkan kita di setiap cerita hidup
yang penuh hikmah
selalu menjadi tanggung jawab kita bagaimana mengambil
hikmah-hikmah yang terserak di sekitar hidup kita tanpa harus melihat dan membandingkan dengan hidup orang lain.

Aku bahagia dengan hidupku,
Tidak ada alasan untuk mempermasalahkan setiap kekurangan yang kujumpai dan hidup ini kan kunikmati. berjuang, bergerak dan berusaha untuk selalu berbuat baik terhadap semesta,

aku bahagia dengan hidupku

aku bahagia dengan hidupku

Kedungdoro, 31 Januari 2013