Saya sangat menyadari bahwa resolusi yang saya buat setiap akhir tahun/awal tahun baru selalu berakhir pada arsip berdebu, tetapi entah kenapa, menyusun resolusi semacam candu atau mungkin rutinitas yang harus dituliskan.
Tahun ini pun demikian adanya. Saya tahun perjalanan 2025 pada akhirnya bagaimana bertahan dari satu masalah ke masalah yang lain tetapi menulis resolusi wajib saya lakukan, setidaknya komitmen mengisi blog ini.
Awal tahun seringkali serasa sangat panjang tetapi entah kenapa, rasanya sedetik berlalu, kita akan sampai lagi pada akhir tahun dan menyalakan kembang api. Selalu begitu setiap tahunnya dan kita melewati kesedihan demi kesedihan yang diselingi sedikit canda tawa.
Tahun ini, saya menuliskan resolusi yang repetitif dari tahun-tahun sebelumnya dan sedikit penambahan. Resolusi ini secara random dan urutan penulisan tidak berdasarkan prioritas.
Here's the resolution I'm aiming for:
Melanjutkan study S3 jurusan HI (konsentrasi EPI/Studi keamanan dan HAM/politik Islam) di kampus luar negeri dengan beasiswa full funding. Mendapatkan sertifikat toefl ITP minimal skor 550. Membaca buku minimal 3 buku sebulan. Earning a salary at least equal to my wife's salary. Mengurangi kontak dengan gadget yang tidak produktif. a vacation abroad with my family. Rutin salat Tahajud. Became a guest speaker at various events. Mengajar di kampus yang sekota dengan istri* (pass pppk). Lingkungan pekerjaan yang kondusif dan saling mendukung. Menemukan mentor dalam pekerjaan dan hidup. Menguasai satu bidang keilmuan secara mendalam. Melunasi cicilan rumah. Mengunjungi orang tua di kampung minimal 2x setahun. Membelikan mobil untuk istri. Menerbitkan tiga buku termasuk buku keilmuan dan buku renungan. Mampu mengelola emosi dan menghilangkan penyakit hati.
No comments:
Post a Comment