Saya tidak punya banyak hal yang ingin saya refleksikan tentang 2022 selain beberapa momen yang cukup signifikan akan mengubah haluan hidupku di masa depan. Saya percaya bahwa setiap tahun akan berjalan sebagaimana adanya dalam suka dan duka, selalu seperti itu berganti dari satu kondisi ke kondisi lainnya. Tidak ada hidup yang berjalan datar dan tak bergelombang.
Namun jika harus merefleksikan apa yang telah terjadi di tahun 2022, maka ada momen yang tidak terlupakan. Di awal 2022 ketika pandemi sedang memasuki gelombang ketiga, saya menjadi salah satu korban yang harus mendekam di kamar selama 2 minggu. Di satu sisi, terpapar covid merupakan musibah namun di sisi yang berbeda, ternyata membawa berkah karena saya punya waktu luang menyelesaikan tugas akhir saya dan saat isoman pun, saya akhirnya bisa ujian akhir dan berhasil menyelesaikan kuliahku.
Begitulah kehidupan dengan berbagai perspektif untuk satu kondisi. Tidak melulu tentang kesedihan namun selalu ada hikmah di dalam sebuah musibah yang diderita. Hanya saja bagaimana manusia memaksimalkan porsi yang ada di dalam jangkauannya tanpa memaki keadaan yang tidak bisa diubah dengan tangan sendiri.
Setelah melewati periode awal tahun 2022, bulan-bulan selanjutnya menjadi rutinitas sebagaimana adanya. Menggeluti rutinitas kantor sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Di pertengahan 2022, saya ikut wisuda online. Sedikit mengurangi euforia kelulusan namun setidaknya semua urusan kuliah akhirnya kelar.
Selanjutnya dengan bermodal selembar ijazah, saya mencari peluang lain untuk mengubah haluan profesi. Beberapa kesempatan saya coba namun belum berhasil. Saya memang berniat untuk mengubah profesi yang sedang saya jalani dengan berbagai pertimbangan, bukan hanya dari satu sudut pandang namun berbagai pertimbangan yang membawa saya sampai pada satu kesimpulan untuk berubah arah.
Sampai lah pada akhir 2022, saya akhirnya mendapat secercah titik terang untuk masuk dalam dunia akademisi. Tentunya sebuah peluang untuk mewujudkan keinginan berpindah bidang meskipun lumayan berat karena banyak pertimbangan namun jika tidak saya putuskan, bisa saja peluang yang sama akan sulit datang untuk kedua kalinya karena umur yang sudah tidak memungkinkan.
Akhirnya, di bulan akhir 2022, dengan meyakinkan diri dan minta pertolangan Sang Maha Pemilik, saya mengajukan pengunduran diri dari perusahaan yang sudah saya tempati selama hampir sembilan tahun. Waktu yang tidak sebentar dalam sebuah karir yang menurut saya agak sedikit mandek namun ada life values yang menegaskan keputusan saya untuk meyakinkan diri bahwa cukup sampai di sini berada di tempat ini.
Minggu I Januari 2023, akan menjadi hari terakhir saya berkantor di perusahaan saya yang sebelumnya. Begitu banyak keresahan namun bagaimana pun, tetap harus dijalani karena saya sudah memutuskan saya mengambil jalan yang saya pilih.
2023 akan menjadi tahun percobaan dalam dunia yang baru. Proses adaptasi akan menjadi hal yang mencemaskan meskipun setelah itu, berbagai hal harus saya pelajari untuk bisa eksis di tempat yang baru. Tidak mudah memang namun bagaimana lagi. Mundur berarti pengecut jadi tetap harus maju dengan sedikit senyum supaya semesta merestui.
Akhirnya di 2023, saya tetap punya harapan-harapan yang saya rapalkan supaya bisa terjadi. Tidak muluk-muluk namun setidaknya harapan untuk saya bisa tetap bertahan.
Semoga bisa beradaptasi di dunia akademisi dengan berbagai dinamikanya. Semoga saya bisa menemukan cara tersendiri untuk mengajar dalam berbagai hal, dalam berbagai ruang dan waktu. Semoga saya bisa konsisten di dunia akademisi yang sudah saya pilih. Semoga skill dalam bahasa Arab dan Inggris bisa meningkatkan baik lisan dan tulisan dan dengan ukuran bisa menjadi nilai yang memenuhi syarat untuk melanjutkan pendidikan baik di luar maupun dalam negeri. Semoga punya kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya dengan modal beasiswa.
Selain itu, tentunya saya juga berharap kebaikan-kebaikan menghampiri keluarga saya. Anak saya tumbuh dengan sehat fisik dan batin. Semoga isteri saya lebih kuat dalam dinamika hidup ke depannya dan semoga kami dikarunia kasih saya lahir batin. Semoga ibadah bisa meningkat dan pengetahuan agama bisa lebih baik lagi. Semoga bisa konsisten membaca dan memahami buku minimal 4 buku sebulan.
Semoga kedua orang tua saya sehat selalu dan bisa mengunjungi mereka sesering mungkin minimal tiga kali setahun.
Terlepas dari semua itu, saya mengikhlaskan kepada Sang Maha Pemilik Semesta untuk semua urusan yang akan saya usahakan. Keputusan terbaik ada padaNya.
23:59
31.12.22
No comments:
Post a Comment