December 6, 2013

Siapa Mereka

aku ingin keluar mencari angin segar, tepat di persimpangan jalan raya, seorang gadis dengan rambut panjang menegur dan menganggap aku teman lamanya. Sesat kemudian aku terperangah dengan sikapnya yang seolah sangat akrab denganku, aku mencoba mengingat semua perempuan yang pernah kutemui di sudut kota namun tak satupun bayangan gadis di depanku muncul dalam memoriku. 

Ingin kulanjutkan perjalananku namun dia tetap bersikukuh bahwa aku adalah teman lamanya, mana mungkin aku menjadi amnesia dan tiba-tiba melupakan teman lama seandainya saja benar bahwa kami pernah berteman di suatu waktu.

Saat akan beranjak dari tempatku sekarang mencari warung untuk mengisi perutku yang sudah keroncongan. Seorang kakek renta menyapaku dan menganggap bahwa aku adalah cucunya. Aku terperangah mengingat kakekku sudah lama almarhum dan kenapa tiba-tiba ada seorang kakek yang menganggap bahwa aku ini adalah cucunya. 

Mana mungkin kataku. Mata kami jelas sangat berbeda, kulit kami pun sangat jauh bahwa bentuk hidung kami sama sekali tak ada mirip-miripnya. Lalu siapa kakek ini. Atau mungkin saja dia yang amnesia namun kenapa dia begitu yakin bahwa aku ini adalah cucunya.

Aku ingin pergi ke stasiun kereta. Seorang ibu paruh baya langsung merangkulku dan menangis sejadi-jadinya dan dengan terisak-isak mengatakan bahwa anaknya yang sudah lama hilang kini telah ditemukan, ternyata ibu ini menganggap aku ini anaknya namun mana mungkin dia adalah ibuku. 

Aku sangat yakin setiap gerak gerik ibuku, semua apa yang melekat di dirinya bahkan hanya melalui baunya aku tahu ibuku namun kenapa ibu paruh baya ini tiba-tiba saja dengan yakin mengatakan bahwa aku ini anaknya.


No comments: