Dalam setiap perjalanan kehidupan, manusia selalu melewati setiap tikungan, jalan berlubang bahkan setapak yang berbatu. Seni kehidupan manusia selalu saja dibumbui dengan masalah dan khilaf, entah itu yang disengaja maupun yang terjadi di luar kuasa kita.
Tidak ada yang bisa menghindari masalah kehidupan bahkan ingin berlari ke ujung langit pun akan tetap berujung pada masalah-masalah baru yang akan dihadapi. Begitu pun adanya dengan beribu khilaf yang diperbuat, selalu saja ada hal yang membuat kita tidak kuasa menahan diri berbuat khilaf kecuali diri kita sendiri.
Memang benar apa yang disabdakan Rasulullah bahwa "perang yang paling besar adalah perang melawan hawa nafsu. Diri ini adalah mikro kosmos yang menyimpan semua hal yang kita butuhkan. Selalu dalam beberapa tulisanku bahwa jangan pernah jauh dari diri karena itu akan membuatmu tersesat.
Tak perlu pula mencari kebahagiaan dari luar karena hakekat kebahagiaan ada dalam diri tinggal bagaimana kita menata hati dan menyenangi semua hal tentang hidup kita maka kebahagiaan akan tercipta. "siapa yang mengenal dirinya pasti akan mengenal Tuhannya". Kalau tidak keliru hadits qudtsi ini benar -benar sangat dalam maknanya dan benarlah bahwa pengenalan terhadap diri sendiri lebih dari segalanya.
Bagaimana kita mengenal semua aspek tentang diri kita tanpa ada tendensi dari luar misalnya mengenal ego kita supaya kita mampu mengendalikannya, mengenal apa yang benar-benar kita butuhkan sehingga kita terarah untuk mencapainya dan yang lebih utama mengenal visi hidup kita. Terkadang orang yang tidak mengenal dirinya dan terlalu dipengaruhi oleh hal-hal dari luar dirinya maka dia akan menjadi plin plan tanpa arah.
Hidup juga selalu dipenuhi dengan pelajaran yang sifatnya maknawi. Bahwa dalam setiap langkah yang kita ayun, pasti ada pelajaran hidup yang termaktub didalamnya tinggal bagaimana kita memaknai namun terkadang yang paling sulit dari manusia adalah mreka selalu memaknai apa saja dengan perhitungan untung rugi, mreka tidak pernah berusaha memaknai lebih dalam lagi karena sejatinya bahwa hidup itu bukan tentang untung rugi namun tentang bermanfaat untung semesta. Terlalu naif memang mengatakan kita tidak peduli terhadap kepentingan kita namun itu juga buka segalanya. Hidup adalah sebuah perjalabnan yang menyenangkan.
Perkara hidup juga tidak melulu perkara indrawi dalam artian bahwa hidup yang kita jalani saat itu intinya terletak dari hati yang merasakan bukan segalanya dari apa yang indrawi karena sering kali yang indrawi itu yang menipu. Hati adalah kunci bagaimana mengejar kebahagiaan sejati karena tanpa itu semua akan menjadi kewenangan semu yang benar-benar akan lenyap dalam hitungan detik. Kelimpahan harta hanyalah kesenangan indrawi sesaat.
No comments:
Post a Comment