December 13, 2013

Nostalgia Awal

Benar -benar tak terasa, hampir setahun lamanya aku bekerja di Ngawi, menghabiskan waktuku menjadi karyawan di salah satu perusahaan penerbit nasional. Aku sesungguhnya tidak menyangka sama sekali akan menghabiskan setahun waktuku bekerja di sini namun begitulah cerita lagit yang ditakdirkan kepadaku dan aku hanya berusaha menjalani dengan aturan-aturan langit.

Menjelang akhir tahun ini, aku sedang menikmati hari-hari terakhir bekerja dan tinggal di kota ini yang dekat dengan perbatasan jawa tengah dan Jawa timur. Benarlah bahwa awal menjalani pekerjaan di sini sebagai seorang pemasaran yang harus berlomba dengan target benar-benar melelahkan fisik dan raga, setiap saat harus dihabiskan memikirkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai target kemudian berburu waktu dari sekolah satu ke sekolah lainnya dan terkadang melupakan keselamatan di rimba jalanan namun risiko pekerjaan yang telah kupilih harus tetap kujalani. Salah satu Manager marketing sby 2, pak SN mengatakan bahwa tidak ada yang menyuruh kalian mendaftar dan bekerja di sini jadi jika ada yang merasa terjebak bekerja di sini, hanya ada dua opsi, mengajukan surat resign atau belajar mendalami pekerjaan ini dan totalitas dalam bekerja". Pernyataan beliau sampaikan di training karyawan baru sekitar bulan Mei di kantor cabang surabaya Jln. Berbek industri 7 Waru. Aku mengamini pernyataan beliau karena pilihan kita dalam hidup adalah pilihan sadar dan itu yang terjadi di setiap keputusan-keputusan yang diambil dalam segala hal.

Aku yakin bahwa hidup ini semuanya indah bahkan kondisi yang dianggap manusia sebagai kondisi sulit juga sebenarnya sangat menyenangkan. Dengar saja penuturan kisah orang-orang sukses yang berbagi pengalaman di acara seminar, mereka dengan sangat bangga menceritakan semua pengalaman susah mereka saat baru berjuang menggapai kesuksesan, tak sedikit pun tergores penyesalan dari wajah mereka saat berbagi kisah tentang itu bahkan kebanggaan lah yang terpancar di wajah mereka karena pernah melewati masa sulit. Itulah yang menyadarkanku bahwa memang apapun kondisi hidup kita tidak akan pernah mengurangi keindahan hidup namun hidup itu akan menjadi sangat indah ketika sudah tersisa sebagai kenangan.

Potongan hidupku di Ngawi pun seperti itu. Meski awalnya aku harus melawan egoku selalu saja mengeluh tentang pekerjaan yang sedang kujalani namun di lain sisi, aku selalu saja yakin bahwa kenangan di Ngawi alan menjadi sangat terasa indah ketika aku mampu melewati dengan menikmati alurnya. Bahkan menjelang akhir tahun yang juga berarti bulan terakhir aku di sini, aku sudah merasa sangat berat meninggalkan kota kecil ini. Kenangan setahun mengitari kota ini benar-benar membuat langkahku enggan bergerak walau kusadari bahwa hidup harus terus berjalan dan jangan pernah terbuai oleh nostalgia yang melenakan karena masih banyak tempat di bumi ini yang akan menjadi tempat menggoreskan cerita hidup. Memang dalam setiap perjalanan itu, ada beberapa titik yang sangat berat untuk ditinggalkan ketika hati sudah terpaut disana. Namun ingat, titik-titik itu yang akan menghalangimu berlomba dengan waktu jika engkau membiarkan ragamu tinggal terpaku di zona nyaman. Perluaslah zona nyamanmu hingga akhirnya suatu saat nanti, semua tempat akan menjadi zona nyaman bagimu.

begitulah satu lagi potongan cerita hidup dalam babak yang sebentar lagi akan kuselesaikan. Babak kehidupan di kota Ngawi selama satu tahun. Mengenal dengan baik kota ini sampai pada setiap pelosok desa. Mengiringi setiap jalan setapak kemudian masuk di setiap sekolahan smp menunggu guru-guru yang sedang mengajar kemudian bercuap-cuap kemudian berlalu.

Aku benar-benar menghabiskan waktu setahun di sini mengiringi waktu memutari kota ini. Menikmati setiap sisi pemandangan yang ditawarkan kota ini. Kota yang terletak tepat di jalan trans jawa yang semakin membuat kota ini bising di setiap waktunya. Setiap kendaraan seakan berada di arena balap mengendarai mobil bahkan motor mereka.

Namun seperti itulah kota ini, apapun keadaan kota ini, bahwa aku telah menggoreskan setahun kisahku disini, mengukir di setiap helai daun dengan tetesan air hujan. Menyingggahi setiap warung pojokan sambil membaur menjadi warga kota ini bahkan dalam beberapa episode kehidupanku disini, aku seperti orang asli. Yah itulah kota Ngawi dengan segala kisahku menghabiskan waktu setahun disini selama 2013.

No comments: