January 5, 2024

Dosa di Awal Tahun

Keputusan untuk bekerja di luar kota menyisakan berbagai masalah, selain karena tidak setiap hari bertemu keluarga, saya juga harus mengeluarkan dana ekstra di setiap akhir pekan untuk membayar sewa travel.

Akhirnya untuk sedikit berhemat karena gaji yang saya dapatkan juga tidak besar, maka seringkali saya berburu diskon. Travel langganan saya memiliki banyak sekali pool di Jakarta sehingga memudahkan saya memilih harga yang lebih murah, tetapi saya seringkali memilih jurusan ke arah Lenteng Agung dan Depok karena lebih dekat dengan rumah.

Sebenarnya jurusan ke Lenteng Agung dan Depok Juanda satu arah. Jadi rutenya keluar dari tol Simatupang menuju arah Lenteng Agung, transit sebentar kemudian menuju pemberhentian terakhir di Depok-Juanda.

Nah entah kenapa, diskon di aplikasi travel tidak merata jadi ada beberapa rute yang diskon sementara rute yang lain tidak diskon. Perkiraan saya karena mungkin yang diskon sepi penumpang. Salah satu rute yang diskon adalah arah Depok sementara yang arah Lenteng Agung tidak diskon. Padahal sebenarnya rute dan mobilnya sama hanya transit di Lenteng Agung.

Saya kemudian memilih memesan pemberhentian Depok karena menganggap bahwa saya bisa turun di Lenteng Agung. selisih harganya cukup jauh ketika memilih pemberhentian Depok dengan Lenteng Agung, sekitar 70 ribu.

Semua berjalan lancar dan keberangkatan hanya telat 15 menit. Saya kemudian mengambil seat sesuai dengan yang sudah saya pesan via aplikasi.

Ketika berhenti di rest area KM 72, sopir menanyakan kepada saya bahwa apakah saya memilih rute Depok?

Saya menjawab bahwa memang saya memilih pemberhentian Depok tetapi biasanya saya turun tidak sampai di pool Depok. Saya baru tahu bahwa ketika tidak ada penumpang yang akan turun di Lenteng Agung maka rute mobil tidak akan mengambil arah Lenteng Agung tetapi langsung masuk ke tol menuju Depok.

Mengetahui hal tersebut, saya sedikit agak keberatan karena seharusnya rute mobil tetap harus mengikuti jalur yang sebelumnya. Sopir menjelaskan bahwa konsepnya memang seperti itu bahwa jika tidak ada penumpang memesan pemberhentian Lenteng Agung maka rutenya diarahkan langsung ke tol arah Depok.

Saya agak kesal dan menunjukkan rasa ketidaksenangan. Si sopir yang kelihatannya udah sepuh pun sedikit merasa bersalah dan mencoba untuk menenangkan saya.

Setelah sekian menit berlalu, saya merasa sangat bersalah bahwa pada dasarnya saya yang keliru karena memburu diskon dan memilih rute Depok tetapi ingin turun di Lenteng Agung. Saya kemudian memilih untuk menenangkan diri dan membiarkan si sopir mengambil jalur yang langsung ke Depok.

Kesalahan saya membuat mood si sopir yang sudah sepuh merasa bersalah.


Kamis, 4-1-2024

January 1, 2024

1 Januari 2024

Sekarang sudah 2024 dan saya bahkan masih mengingat dengan sangat jelas menjelang 2023, saya menulis beberapa resolusi salah satunya tantangan untuk menulis apapun setiap hari ini blog ini. Ikrar tersebut bertahan selama 7 bulan sebelum akhirnya saya menyerah karena kehabisan ide untuk ditulis.

Sekarang sudah 2024 yang artinya bahwa saya kembali menyusun resolusi di tahun ini. Semalam menjelang pergantian tahun, saya menulis beberapa catatan kecil yang merupakan target pribadi di tahun ini. Saya sengaja menulisnya di kertas menggunakan pulpen agar bisa saya simpan di dompet dan sewaktu-waktu bisa saya buka untuk sekadar mengingatkan saya akan ikrar kepada diri sendiri.

Di awal 2024, saya tidak banyak melakukan sesuatu kecuali menyelesaikan sebuah buku yang minggu lalu saya beli di Togamas Buah Batu. Setelah itu, saya dan keluarga ke Gramedia membaca komik.

#2024

December 31, 2023

Menjelang Pukul 24.00 Wib

As I was writing this, the sound of firecrackers went off without a break. Understandably, it will soon be the turn of the year according to the Gregorian calendar. A moment that is often the joy of many people to celebrate.

At this old age, I still have questions about the turn of the year that is always enlivened with celebrations in various forms,

What exactly are they celebrating out there and what makes them so happy when the year number on the calendar changes?

It's a clichéd rhetorical question that might not be useful at all because people will still celebrate the turn of the year, which they think will bring better hope.That is why every turn of the year, there are so many resolutions recorded by some people to solidify their steps in the following year even though some of these hopes are only limited to hopes that will be stale at the end of the coming year.

While enjoying the sound of firecrackers, I watched a movie about how to elevate the dignity of a woman.

The movie tells the story of a policeman's daughter whose father died in an accident. Her mother passed away first, leaving her alone.

She was eventually taken in by an acquaintance of her father's who she called Uncle, a middle-aged man who grew up in a strict parental upbringing and thus had stubborn principles.

The uncle's character influences the way he educates the orphaned little princess. He aspired to make her an independent woman, hence the military-like parenting.

Fast forward, the daughter became a strong woman who was not dependent on others. She was amazed when her uncle gave a short lecture at the girls' school.

In the short lecture, her uncle advised the female students that there were three things that no one should touch on their bodies. The breasts, buttocks, and private parts.

Anyone who touches these three parts should not be tolerated, even the closest person. This principle should be held tightly by every woman to maintain her dignity.

It must be realized that women are one of the most vulnerable groups in society. This is inseparable from the past history that considers women as merchandise that can be exchanged at any time. In its development, women are no more than working in three areas of power in the home environment.

There is a false assumption that if you want to advance in any field, women must have favorable conditions or what is often referred to as privilege.

Often privilege is associated with wealth, power, and conditions that sensually facilitate the person who has it. Children born to wealthy parents are considered to have privilege, as well as children of officials and so on.

Privilege is defined as "a special right, advantage, or immunity granted or available only to a particular person or group." This interpretation certainly has implications for the opposite condition so that people who are not destined to be in that condition are considered not to have privilege.

Let's assume it's true that privilege is beneficial. People who have it can easily get what they want. But even those who don't have it are lucky.

In the movie I watched, the princess had no privilege at all so she had only two choices, try to achieve success or stay in the condition she was in.

If someone who doesn't have privilege tries to achieve success, at least if they don't succeed, the initial condition remains the same so it's best to try as much as possible to climb the ladder of success without having to worry about what you don't have in the initial condition.

"Bila kau tidak dapat menghindari kematian hari ini, maka terimalah dengan penuh keberanian dan kebanggaan."

December 15, 2023

Overthinking dan Hidup Yang Akan Baik-Baik Saja

Seperti biasa di hari kamis pagi, saya sudah mulai scrolling harga tiket Bandung-Jakarta di aplikasi khusus travel langganan saya. Biasanya saya memilih tujuan ke akhir Lenteng Agung (LA) karena dekat dari rumah, tetapi terkadang saya memesan yang arah ke Depok karena pertimbangan harga yang jauh lebih murah.

Sesaat kemudian, saya melihat harga tiket tujuan Juanda Depok yang jauh lebih murah dari biasanya. Rutenya juga akan melewati LA sehingga saya bisa turun di LA tetapi dengan harga yang lebih murah.

Travel ini memiliki banyak rute sedangkan untuk rute ke Depok ada dua jalur. Pertama, rute Juanda-Depok dengan tujuan akhir Sawangan. Rute ini tidak akan melewati LA sedangkan rute kedua yaitu yang melewati LA dengan tujuan akhir Juanda-Depok. Aneh, tiket tujuan Juanda-Depok lebih murah dari pada tujuan LA sedangkan secara jarak, lebih dekat tujuan LA karena jalurnya melewati LA sebelum ke Juanda-Depok.

Alasan inilah yang membuat saya sering memesan tiket tujuan Juanda-Depok meskipun saya tetap akan tujuan di LA. Hal yang sama saya lakukan kemarin saat memesan tiket. Saya yakin bahwa toh travel juga akan melewati jalur LA.

Setengah jam sebelum travel berangkat pukul 18.30, saya sudah berada di pool travel. Ada pemandangan yang sedikit asing karena biasanya armada travel sudah banyak parkir di depan pool tetapi sore itu agak sepi. Bahkan calon penumpang yang berada di ruang tunggu juga hanya sedikit.

Saat print tiket di CS, saya baru mengetahui bahwa ada demo buruh di sepanjang tol yang menutup akses tol sehingga menyebabkan macet berkepanjangan. Mobil travel terjebak macet sehingga kemungkinan akan diberangkatkan lebih lama.

Setelah sekian menit, ada pengalihan rute dari yang sebelumnya melewati LA dialihkan hanya rute Juanda-Depok menuju Sawangan. Saya agak gelisah karena belum pernah melewati rute tersebut dan memikirkan bagaimana transportasi dari Juanda-Depok ke rumah. Pikiran tersebut muncul karena estimasi kedatangan di Depok sekitar jam 12 malam.

Pikiran tentang berbagai hal membuat saya gelisah sepanjang jalan tetapi kemudian saya berusaha tenang dan berdoa semoga semua berjalan baik-baik saja. Saya memilih menenangkan diri dan memejamkan mata di atas travel.

Terjadi benar saja, semua berjalan baik-baik saja. Setiba di depok, saya memilih turun di pertigaan Margonda-Juanda kemudian memesan gojek ke rumah. Hidup akan berjalan dengan aman-aman saja, pikiran yang yang membuat rumit hidup ini.

#15 Des 2023

December 2, 2023

Next Step

Setelah menjalani setahun sebagai seorang akademisi pemula, saya menghadapi berbagai dinamika yang sebelumnya tidak pernah saya pikirkan, atau minimal saya membayangkan kondisinya seperti ini tetapi tidak semudah di bayangan. Realitasnya lebih kompleks dan tantangan yang jauh lebih berat, dalam banyak hal.

Minimal ada tiga tantangan yang sedang saya hadapi di awal sebagai seorang full time lecturer. Pertama adalah LDM dengan keluarga yang ternyata tidak mudah. Saya sangat salut dengan keluarga lain yang menjalani LDM selama bertahun-tahun tetapi tetap ikhlas dan mampu menjaga semuanya menjadi baik-baik saja.

Setahun menjalani LDM bukan pekerjaan mudah apalagi ketika menyadari bahwa anak saya sedang dalam proses pertumbuhan dan baru menginjakkan kaki di bangku sekolah dasar. Saya menyadari bahwa saya mungkin bukan sosok ayah yang ideal tetapi seharusnya saya berada di sampingnya ketika dia sedang bertumbuh dan menjalani hari-hari sebagai seorang bocah.

Tantangan kedua adalah kondisi finansial yang semakin tidak menentu. Sebelum memutuskan pindah kerjaan, saya sudah menyadari bahwa pendapatan saya akan jauh berkurang dari sebelumnya dan pengeluaran yang semakin bertambah karena harus menyewa kos dan uang transpor setiap minggu. Awalnya, saya membayangkan bahwa akan ada kran rezeki yang tidak terduga dan menjadi penopang pengeluaran yang besar tetapi sampai saat ini, kran rezeki yang saya harapkan belum terbuka dan saya benar-benar sudah membayangkan hal yang terburuk.

Tantangan lain mengenai iklim kerja yang terjadi jauh dari kata ideal. Saya membayangkan iklim kerja sebagai seorang akademisi akan mencerminkan suasanya yang hangat dengan perbedebatan-perdebatan ide yang akan mengembangkan diri saya, namun ternyata apa yang saya jumpai sangat jauh dari harapan bahkan jauh lebih tidak sehat dengan kondisi di industri yang pernah saya jalani.

Namun demikian, keputusan sudah diambil dan langkah selanjutnya adalah menata hati untuk tetap konsisten dengan apa yang sudah dijalani. Mengeluh boleh tetapi kufur nikmat yang tidak boleh. Toh masih bisa bergerak meskipun sangat lambat.

Harapan saya saat ini dan akan selalu terucap dalam setiap doa-doa saya adalah semoga Sang Pemilik Semesta memberikan kesempatan kepada saya untuk melanjutkan pendidikan saya S3 tahun 2024 di luar negeri dengan jurusan yang linear serta kemudahan memperoleh beasiswa karena saya menyadari bahwa melanjutkan pendidikan S3 dengan biaya sendiri akan sangat berat.

Selain itu, saya selalu berharap pindah ke kota pelajar sebagai seorang dosen dan istri bisa mutasi ke kota yang sama sehingga tantangan menjalani LDM bisa diatasi. Tetapi detik ini, mari jalani hidup dengan riang gembira.

Desember 2023

November 26, 2023

Finansial

Jauh sebelum memilih pindah bidang pekerjaan, saya sudah membayangkan kondisi yang akan terjadi yaitu kemungkinan akan sangat berpengaruh terhadap finansial saya dalam beberapa saat bahkan mungkin di tahun pertama saya memulai karir di bidang yang baru. Bayangan tersebut menjadi kenyataan dan sedang saya jalani. 

Finansial saya mulai goyah dengan pengeluaran yang jauh lebih besar daripada penghasilan. Pengorbanan ini sebagai salah satu dampak dari usaha saya untuk merawat idealisme yang masih tertancap di kepala saya. Ada yang harus dikorbankan dengan nilai yang dianggap benar meskipun di sisi yang lain, ada kekhawatiran tentang tanggung jawab.

Kondisi ini berat apalagi dijalani dengan melihat orang yang harus dibiayai tetapi saya selalu percaya bahwa tidak ada satupun kondisi yang konstan di dunia ini selama manusia terus bergerak untuk mengubah apa yang sedang dijalaninya.

26.11.2023

October 16, 2023

Ghibah (16)

Kehidupan menjadi seorang akademisi berlangsung seperti biasanya, tidak ada yang terlalu istimewa selain tantangan karena harus jauh dari keluarga dan setiap minggu pulang ke rumah. Dinamikanya lumayan menukik dengan berbagai kompleksitas yang harus dihadapi dengan hati yang lebih jernih.

Meskipun saya sudah mengetahui sebelum memutuskan untuk pindah, ternyata finansial menjadi tantangan utama. Saya punya beberapa tanggungan yang harus diselesaikan namun pendapatan jauh di bawah kebutuhan yang harus dikeluarkan. Saya mungkin terlalu naif tetapi pada akhirnya, kondisi ini harus dihadapi dengan menatap masa depan.

Masalah kedua mungkin datang dari diri saya yang nampaknya belum begitu nyaman dengan terlalu banyak tampil di forum. Saya harus menyelesaikan masalah ini segera agar tidak berlarut-larut karena memutuskan berada di tempat ini artinya harus selalu siap untuk menyampaikan ide ke orang lain.

Masalah lain tentang manajemen waktu saya yang amat sangat buruk. begitu banyak waktu yang saya sia-siakan sehingga tidak berdampak baik kepada pengembangan diri saya bahkan sebaliknya, mendegradasi level diri saya ke arah yang negatif.

Akhirnya tiba pada masalah iklim kerja yang tidak sehat. Beberapa rekan kerja yang saling menggunjing di antara mereka. Sebenarnya hal itu urusan pribadi mereka tetapi menjadi masalah bagi saya karena seringkali mereka mengajak-ajak saya untuk ikut dalam kubu mereka padahal saya sudah berkali-kali menyampaikan bahwa saya tidak akan pernah ikut dalam suasana saling menjelekkan.

Saya bebas menentukan sikap saya sendiri tanpa harus ikut dengan salah satu kubu mereka.

 #16 2023

October 1, 2023

Oktober

Tidak terasa, sebulan sama sekali saya tidak bertandang ke tempat ini. Selain alasan karena banyak tugas kampus, tentu juga karena alasan malas dan ide-ide yang tidak mencair. Akhirnya saya menyadari bahwa tidak semua target bisa dipenuhi. Akan ada deviasi yang terjadi ketika dalam perjalanannya, terjadi dinamika yang tidak sesuai dengan harapan.

Oktober kali ini juga menjadi momen saya mengalami sakit di Bandung. Sudah seminggu lebih saya merasa kurang enak badan, mulai dari badan serasa masuk angin, pegal-pegal, panas dalam dan pusing. Entahlah, namun manusiawi bahwa setiap orang akan melewati fase-fase yang tidak sesuai dengan harapan.

Setelah ini, mungkin saya akn mengevaluasi diri termasuk ambisi-ambisi yang terlalu tinggi membuat badan saya berontak dengan tidak kuasa mengejar apa yang ada di kepala saya. saya harus bisa menakar apa yang rasional untuk ditargetkan.

#1 2023

September 4, 2023

Pengalaman Sekolah (4)

Hari ini saya mendengar cerita dari istri saya tentang anak saya yang meninju perut temannya sehingga temannya menangis dan tidak berani masuk ke ruangan kelas. Saya yakin bahwa anak saya sebenarnya bercanda apalagi anak yang ditinju merupakan temannya di sekolah.

Dia susah untuk mengakrabi orang yang baru dikenalnya bahkan setahu saya, hanya ada satu teman yang selama ini bisa membuatnya tertawa yaitu anak tetangga kami. Setelah masuk sekolah beberapa lama, dia mulai akrab lagi dengan temannya yang dia tinju sehingga saya yakin bahwa dia hanya bercanda. Hanya saja badannya memang bongsor sehingga tentu ketika bercanda seperti itu, orang lain akan kesakitan apalagi teman yang ditinju itu badannya kecil.

Saya suruh dia minta maaf kepada temannya karena kebiasaan meminta maaf adalah hal yang mulia ketika kita bersalah kepada orang lain dan harus dibiasakan sedari dini.

#23 2023

September 1, 2023

Awal September (1)

Setelah melalui Agustus dengan berbagai dinamika kehidupan yang ada di dalamnya. Kini masuk di awal bulan yang merupakan penanda bahwa setahun umur saya kembali terlewati. Perjalanan waktu yang sudah terlewati begitu jauh tetapi masih banyak sekali detik demi detik yang terbuang sia-sia.

Saya tidak tahu pasti kenapa begitu sulit untuk melepaskan diri dari hal-hal yang sia-sia terlepas dari apa yang sudah saya lakukan. Saya dengan begitu keras melepaskan diri dari kemalasan dan ketidakbermanfaatan tetapi selalu berakhir pada kegagalan.

#1 2023

August 28, 2023

Rekan Baru (28)

Hari ini ada rekan baru, tidak hanya satu tetapi dua. Mereka berasal dari dua kampus yang berbeda. Sebenarnya sudah lama proses perekrutan dilakukan tetapi selalu tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan sehingga molor sampai saat ini. Keduanya adalah ibu muda yang memang asli orang setempat.

Saya sudah sering bertemu dengan orang baru jadi seharusnya bukan persoalan besar untuk beradaptasi dengan rekan yang baru. 

#28 2023

August 26, 2023

Kembali ke Yogya (26)

Tiga hari ini saya sudah berada di Yogyakarta dalam rangka mengikuti kegiatan pelatihan LSP bersama beberapa kampus dari berbagai PTMA. Saya sebagai salah satu tim pendiri CLSP ditugaskan untuk mengikuti pelatihan dalam rangka mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk mempercepat terbentuknya lembaga sertifikasi.

Yogyakarta bukan kota yang asing bagi saya karena puluhan tahun silam ketika awal merantau di pulau ini, saya pernah tinggal beberapa saat di kota ini bersama kawan-kawan dari kampus yang sama waktu kuliah S1.

#26 2023

August 23, 2023

Canggung (23)

Dua hari terakhir, saya mengkoordinasi kegiatan kunjungan ke mitra yaitu ke perusahaan ekspor impor dan dinas terkait. Sebagai koordinator, tentunya saya bertanggung juga untuk membuka acara kegiatan pada saat  berada di lokasi.

Di sini letak masalahnya karena ternyata masih terlalu canggung untuk acara formal yang seharusnya profesi yang sekarang saya jalani sejalan dengan kegiatan-kegiatan formal. Aneh jika saya masih merasa canggung untuk berbicara di depan forum.

Ini yang kemudian membuat saya berfikir, apakah saya terlalu memaksakan untuk masuk ke bidang ini sementara saya tidak menakar level kemampuan saya.

#23 2023