Setelah menjalani setahun sebagai seorang akademisi pemula, saya menghadapi berbagai dinamika yang sebelumnya tidak pernah saya pikirkan, atau minimal saya membayangkan kondisinya seperti ini tetapi tidak semudah di bayangan. Realitasnya lebih kompleks dan tantangan yang jauh lebih berat, dalam banyak hal.
Minimal ada tiga tantangan yang sedang saya hadapi di awal sebagai seorang full time lecturer. Pertama adalah LDM dengan keluarga yang ternyata tidak mudah. Saya sangat salut dengan keluarga lain yang menjalani LDM selama bertahun-tahun tetapi tetap ikhlas dan mampu menjaga semuanya menjadi baik-baik saja.
Setahun menjalani LDM bukan pekerjaan mudah apalagi ketika menyadari bahwa anak saya sedang dalam proses pertumbuhan dan baru menginjakkan kaki di bangku sekolah dasar. Saya menyadari bahwa saya mungkin bukan sosok ayah yang ideal tetapi seharusnya saya berada di sampingnya ketika dia sedang bertumbuh dan menjalani hari-hari sebagai seorang bocah.
Tantangan kedua adalah kondisi finansial yang semakin tidak menentu. Sebelum memutuskan pindah kerjaan, saya sudah menyadari bahwa pendapatan saya akan jauh berkurang dari sebelumnya dan pengeluaran yang semakin bertambah karena harus menyewa kos dan uang transpor setiap minggu. Awalnya, saya membayangkan bahwa akan ada kran rezeki yang tidak terduga dan menjadi penopang pengeluaran yang besar tetapi sampai saat ini, kran rezeki yang saya harapkan belum terbuka dan saya benar-benar sudah membayangkan hal yang terburuk.
Tantangan lain mengenai iklim kerja yang terjadi jauh dari kata ideal. Saya membayangkan iklim kerja sebagai seorang akademisi akan mencerminkan suasanya yang hangat dengan perbedebatan-perdebatan ide yang akan mengembangkan diri saya, namun ternyata apa yang saya jumpai sangat jauh dari harapan bahkan jauh lebih tidak sehat dengan kondisi di industri yang pernah saya jalani.
Namun demikian, keputusan sudah diambil dan langkah selanjutnya adalah menata hati untuk tetap konsisten dengan apa yang sudah dijalani. Mengeluh boleh tetapi kufur nikmat yang tidak boleh. Toh masih bisa bergerak meskipun sangat lambat.
Harapan saya saat ini dan akan selalu terucap dalam setiap doa-doa saya adalah semoga Sang Pemilik Semesta memberikan kesempatan kepada saya untuk melanjutkan pendidikan saya S3 tahun 2024 di luar negeri dengan jurusan yang linear serta kemudahan memperoleh beasiswa karena saya menyadari bahwa melanjutkan pendidikan S3 dengan biaya sendiri akan sangat berat.
Selain itu, saya selalu berharap pindah ke kota pelajar sebagai seorang dosen dan istri bisa mutasi ke kota yang sama sehingga tantangan menjalani LDM bisa diatasi. Tetapi detik ini, mari jalani hidup dengan riang gembira.
Desember 2023
No comments:
Post a Comment