Keputusan untuk bekerja di luar kota menyisakan berbagai masalah, selain karena tidak setiap hari bertemu keluarga, saya juga harus mengeluarkan dana ekstra di setiap akhir pekan untuk membayar sewa travel.
Akhirnya untuk sedikit berhemat karena gaji yang saya dapatkan juga tidak besar, maka seringkali saya berburu diskon. Travel langganan saya memiliki banyak sekali pool di Jakarta sehingga memudahkan saya memilih harga yang lebih murah, tetapi saya seringkali memilih jurusan ke arah Lenteng Agung dan Depok karena lebih dekat dengan rumah.
Sebenarnya jurusan ke Lenteng Agung dan Depok Juanda satu arah. Jadi rutenya keluar dari tol Simatupang menuju arah Lenteng Agung, transit sebentar kemudian menuju pemberhentian terakhir di Depok-Juanda.
Nah entah kenapa, diskon di aplikasi travel tidak merata jadi ada beberapa rute yang diskon sementara rute yang lain tidak diskon. Perkiraan saya karena mungkin yang diskon sepi penumpang. Salah satu rute yang diskon adalah arah Depok sementara yang arah Lenteng Agung tidak diskon. Padahal sebenarnya rute dan mobilnya sama hanya transit di Lenteng Agung.
Saya kemudian memilih memesan pemberhentian Depok karena menganggap bahwa saya bisa turun di Lenteng Agung. selisih harganya cukup jauh ketika memilih pemberhentian Depok dengan Lenteng Agung, sekitar 70 ribu.
Semua berjalan lancar dan keberangkatan hanya telat 15 menit. Saya kemudian mengambil seat sesuai dengan yang sudah saya pesan via aplikasi.
Ketika berhenti di rest area KM 72, sopir menanyakan kepada saya bahwa apakah saya memilih rute Depok?
Saya menjawab bahwa memang saya memilih pemberhentian Depok tetapi biasanya saya turun tidak sampai di pool Depok. Saya baru tahu bahwa ketika tidak ada penumpang yang akan turun di Lenteng Agung maka rute mobil tidak akan mengambil arah Lenteng Agung tetapi langsung masuk ke tol menuju Depok.
Mengetahui hal tersebut, saya sedikit agak keberatan karena seharusnya rute mobil tetap harus mengikuti jalur yang sebelumnya. Sopir menjelaskan bahwa konsepnya memang seperti itu bahwa jika tidak ada penumpang memesan pemberhentian Lenteng Agung maka rutenya diarahkan langsung ke tol arah Depok.
Saya agak kesal dan menunjukkan rasa ketidaksenangan. Si sopir yang kelihatannya udah sepuh pun sedikit merasa bersalah dan mencoba untuk menenangkan saya.
Setelah sekian menit berlalu, saya merasa sangat bersalah bahwa pada dasarnya saya yang keliru karena memburu diskon dan memilih rute Depok tetapi ingin turun di Lenteng Agung. Saya kemudian memilih untuk menenangkan diri dan membiarkan si sopir mengambil jalur yang langsung ke Depok.
Kesalahan saya membuat mood si sopir yang sudah sepuh merasa bersalah.
Kamis, 4-1-2024