March 26, 2023

Ramadan (4)

Saya meyakini bahwa setiap fase kehidupan yang dijalani pasti ada hikmahnya. Tidak ada kejadian yang sia-sia ketika kita mampu memahami tarikan-tarikan kejadian yang dihubungkan secara personal dengan diri masing-masing.

Hidup adalah tentang bagaimana terus berproses dalam hal pengenalan diri. 

#26 2023

March 25, 2023

Ramadan (3)

Biasa di hari sabtu, kami keluar meskipun hanya sekadar belanja di dekat rumah, namun sabtu ini berbeda karena dalam nuansa ramadan sehingga kami lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Tidak ada rencana untuk keluar apalagi saya sedang ada diskusi dengan teman-teman sampai sore.

#25 2023

March 24, 2023

Ramadan (2)

Di hari kedua ramadan, saya masih libur sehingga punya banyak waktu luang di rumah. Namun hari ini saya dan beberapa teman melaksanakan webinar tentang energi terbarukan. Isu yang tidak terlalu familiar bagi saya karena dari dulu, jarang sekali mengkaji tentang energi terbarukan. Namun sudah menjadi kesepakatan bersama di kelompok kami untuk mengangkat isu ini sehingga kami harus komitmen dengan kesepakatan.

Kami mengundang tiga narasumber yang cukup kompeten di bidangnya masing-masing. Akademisi diwakili oleh salah seorang dosen saya, kemudian ada pihak dari ESDM dan wakil bupati di salah satu kabupaten NTT.

Webinar berjalan lancar dengan peserta yang mencapai 40 orang. Tentunya bukan sebuah kerja yang buruk karena webinar ini terkesan dipersiapkan dengan mendadak maka ketika ada partisipan dengan jumlah 40an maka sudah bisa dikategorikan  bahwa acara ini sukses.

Tidak banyak yang bisa saya tangkap dari diskusi ini karena penjelasan dari narasumber yang jauh dari jangkauan saya. Bukan karena tidak mudah dipahami namun lebih karena memang saya tidak terlalu tahu banyak tentang isu terbarukan.

Mulai dari konsepnya, implementasinya dan seluruh aspek yang ada di dalam diskursus energi terbarukan. Namun demikian, penting untuk diketahui mengenai isu ini karena akan menjadi sebuah isu yang populer di masa mendatang dengan concernnya berbagai pihak terhadap keamanan lingkungan yang semakin memprihatinkan.

#24 2023

March 23, 2023

Ramadan (1)

Tidak banyak yang saya kerjakan di hari pertama ramadan selain menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga. Bahkan kami tidak keluar dari rumah dari pagi sampai sore. Di sore menjelang buka, kami baru keluar membeli takjil untuk buka. Itupun tidak jauh dari rumah dan hanya beberapa aneka gorengan dan kolak.

Saya punya banyak waktu luang di ramadan kali ini dan seharusnya bisa saya manfaatkan untuk banyak hal termasuk menyicil bacaan dan menambah produktivitas menulis. Jika ditunda maka semua hanya menjadi angan sampai akhirnya ramadan akan berakhir.

Mumpung ramadan baru hari pertama dan saya seharusnya mampu menyusun rencana sebulan ke depan termasuk target apa yang harus saya selesaikan demi peningkatan kualitas diri. Tulisan saya masih banyak yang dalam bentuk draft dan buku-buku masih banyak yang baru saya baca di pengantar. Ini harus menjadi pelecut untuk lebih giat lagi dan menolak godaan media sosial.

#23 2023

Menjelang Ramadan (22)

Besok sudah mulai puasa ramadan artinya nanti malam sudah harus salat tarawih. Hari ini tidak terlalu banyak hal yang bisa saya kerjakan selain menyicil tugas yang belum kelar. Sebelumnya saya mengantar istri karena ada tugas kantor yang seharusnya hari ini libur nasional.

Saya menghabiskan waktu di depan laptop sampai sore hari. Kemudian menjemput kembali istri yang jadwalnya selesai habis maghrib. Saya sudah berangkat sebelum maghrib dan salat di perjalanan. sekitar jam setengah tujuh, istri saya keluar dari ruangan.

Malam ini malam pertama ramadan dan kami rencana tarawih di masjid yang akan kami jumpai di perjalanan. Ternyata tidak ada masjid yang kami singgahi sehingga tetap melaju sampai di masjid dekat rumah. Melihat kondisi jamaah yang membludak, kami memutuskan untuk mencari masjid lain.

Kami menuju masjid yang baru selesai direnovasi di belakang ragunan. Jamaah juga membludak namun masih ada ruang yang bisa kami tempati. Pemandangan seperti ini memang seringkali dijumpai di awal-awal ramadan. Semua masjid dipenuhi oleh jamaah yang ingin melaksanakan salat tarawih namun biasanya hanya bertahan sekitar tiga hari atau paling lama seminggu kemudian masjid kembali normal.

Kami ketinggalan salat isya sehingga harus salat isya sendiri sebelum melaksanakan salat tarawih secara berjamaah.

#22 2023

March 21, 2023

Forum Ilmiah (21)

Hari ini cukup melelahkan baik fisik maupun pikiran. Semalam saya tiba di rumah sekitar jam 12 malam kemudian baru bisa memejamkan mata sekitar jam setengah 2. Saya bangun agak pagi dan mengantar istri ke kantornya. Setelah itu, saya ke kampus mengikuti sebuah diskusi terbuka yang saya ketahui informasinya dari grup wa.

Niat awal saya benar-benar ingin mencari pengetahuan namun setiba di lokasi, saya menyadari bahwa para tokoh yang hadir sebagai narasumber mayoritas dari partai politik yang sama dan sekarang sedang berkuasa. Pikiran buruk saya muncul bahwa forum ini tidak lebih dari langkah awal partai politik mendulang elektabilitas.

Di awal pembukaan diskusi, sekjen salah satu partai yang juga narasumber, memberikan disclaimer bahwa forum ini bukan politik praktis tetapi forum ilmiah. Nah pada posisi ini, saya sudah mulai tidak sependapat karena menurut saya, jika memang ini diarahkan sebagai forum ilmiah, seharusnya ada dari pihak oposisi yang hadir sehingga kita yakin bahwa memang forum tersebut bebas dari kepentingan politik praktis.

Tibalah saatnya sesi tanya jawab. Saya bertanya tentang apa yang saya pikirkan bahwa seandainya ada dari pihak oposisi, mungkin saya percaya bahwa ini forum ilmiah.

Setelah itu, diskusi berlangsung sangat normatif dan tidak terlalu menggairahkan. Pertanyaan saya tidak direspon dengan baik, hanya seperti jawaban yang tidak diarahkan untuk memantik diskusi yang lebih panjang lagi.

#21 2023

March 20, 2023

Pendidik (20)

Semenjak saya memutuskan untuk menjadi seorang pendidik, begitu banyak hal yang harus saya dekonstruksi di dalam diri saya termasuk bagaimana menjadi pendidik yang ideal. Dalam hal ini bahwa menjadi pendidik tidak sekadar menyampaikan apa yang tertulis di dalam buku namun jauh dari itu, mendidik harus dimulai dari diri sendiri.

"Alkisah, seorang ibu membawa anaknya ke Mahatma Gandhi untuk menasehati anaknya agar tidak makan garam. Setelah berada di depannya, Gandhi mengatakan bahwa saya tidak bisa mengajari anakmu saat ini namun cobalah untuk datang dua minggu lagi. Selama dua minggu berlalu, si ibu tadi kembali ke Gandhi. Setelah itu, Gandhi hanya meminta anak itu untuk berhenti makan garam dan ternyata anak tersebut langsung menurut anjuran Gandhi.

Setelah itu, si ibu menanyakan keheranannya kepada Gandhi kenapa dua minggu lalu tidak bisa menasehati anaknya saat ini bisa menasehati dan langsung diikuti. Gandhi mengatakan bahwa dua minggu lalu, dia masih makan garam maka tidak mungkin dia menyuruh si anak berhenti makan garam sementara dia sendiri masih makan garam. Selang dua minggu itulah, digunakan oleh Gandhi untuk berhenti makan garam sehingga ketika menganjurkan si anak untuk tidak makan garam, si anak bisa menuruti nasehatnya."

Kisah tersebut di atas memberikan saya gambaran bahwa menjadi seorang pendidik yang merupakan figur panutan dari para anak didik, harus memulai untuk mendidik diri sendiri.

#20 2023

March 19, 2023

Handphone (19)

Saya ingin sekali mengurangi kebiasaan saya menghabiskan waktu memegang HP. Saya ingin sekali menghabiskan banyak waktu untuk membaca buku dan menulis serta mengembangkan soft skill lainnya yang mendukung perkembangan diri saya.

Tujuan utamanya agar hidup saya tidak sia-sia hanya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat bahkan mungkin merugikan diri sendiri. HP menjadi barang kecil yang sudah bertahun-tahun terlalu banyak mengambil dan merampas waktu yang saya miliki atau mungkin bukan merampas namun karena saya dengan tidak kuasa merelakan waktu untuk hanya sekadar melihat benda itu.

Sebelum mudik kali ini, saya sudah menyusun beberapa rencana yang produktif saat di kampung termasuk membawa buku untuk saya selesaikan namun kembali lagi HP yang kemudian memanjakan nafsu saya. Waktu di kampung seharusnya saya manfaatkan dengan berbagai hal produktif misalnya silaturahim tetapi hasilnya tidak ada.

Kebiasaan memegang HP menjadi kendala tersendiri bagi saya dalam mencapai berbagai impian yang selama ini saya inginkan. Di dalam HP itu, terdapat berbagai aplikasi yang meracuni diri dan manipulatif termasuk media sosial, game, dan berbagai aplikasi lain yang melenakan.

Ingin rasanya tahun ini saya menghempaskan HP di tempat tersembunyi dan menstimulasi dopamine saya melalui membaca dan menulis.

Semoga semesta membantu saya mengembalikan gairah saya untuk membaca dan menulis.

#19 2023

March 18, 2023

Menatap Hari Esok Bersama Komunitas Sablon Kota Bandung (18)



Di suatu siang saat kota Bandung sedang sendu sehabis hujan yang mengguyur, saya berkunjung ke salah satu komunitas sablon yang sudah terkenal sejak lama. Kunjungan saya dalam rangka melakukan penelitian dari kampus. Tujuan penelitian saya untuk mendapatkan informasi yang valid tentang komunitas sablon di kota Bandung yang dulunya berjaya sebelum pandemi covid-19, namun pasca pandemi mulai mereda, komunitas sablon tersebut seakan meredup. 

Di sepanjang jalan dari kampus yang terletak di Jl. Palasari menuju lokasi komunitas sablon, saya menjumpai beberapa kantor JNE yang selalu setia melayani pelanggan dan berkontribusi besar dalam laju perekonomian Indonesia sejak 32 tahun dengan berjasa sebagai pilar dalam lalu lintas pengiriman barang. Sebelum perusahan ekspedisi menjamur seperti saat ini, JNE sudah hadir dengan segala kelebihan yang ditawarkan seperti kecepatan pengiriman dan keamanan paket.

Saat tiba di lokasi komunitas sablon, saya terenyuh melihat aktivitas di komunitas ini yang seakan hilang gairah, tidak seperti sebelum pandemi covid-19. Saya menjumpai bapak Deni di rumahnya yang merupakan ketua komunitas yang baru terpilih. Saat menjabat tangannya dan memandang ekspresi mukanya, saya melihat ada ekspresi sedih atas kondisi lesunya komunitas sablon, namun tersirat juga rasa optimis untuk bangkit bersama dengan menghidupkan kembali gairah para pelaku UMKM di komunitas sablon yang punya sejarah cukup panjang di masa lalu.

Bapak Deni menjelaskan kondisi komunitas sablon yang ditinggalkan oleh para pelaku UMKM ketika pandemi covid-19. Sebagian besar pelaku UMKM beralih profesi menjadi ojek online. Hal ini terjadi karena kurangnya permintaan dari pasar. Selain itu, bapak Deni juga menjelaskan penyebab lain komunitas sablon tidak bertahan karena sebelumnya, mereka hanya mengerjakan sesuai pesanan pasar dengan sistem pre order, artinya mereka tidak punya barang sendiri dan tentu tidak punya merek dagang tersendiri.

Ketika tidak ada permintaan pasar, maka mereka tidak melakukan aktivitas produksi. Suatu hal yang sangat disayangkan padahal jika memiliki produk dan merek tersendiri, mereka mampu mendistribusikan barang mereka ke pembeli dengan mudah melalui jasa JNE. Kemudahan dan pelayanan terbaik yang ditawarkan oleh JNE seharusnya menjadi peluang bagi para pelaku UMKM komunitas sablon untuk memiliki produk dan merek sendiri sehingga mampu mengembangkan lebih besar lagi pangsa pasarnya.

Berangkat dari persoalan tersebut, bapak Deni merencanakan untuk membangkitkan kembali UMKM komunitas sablon namun harus memiliki produk sendiri dan merek lokal sendiri yang bisa ditawarkan kepada para calon pembeli termasuk calon pembeli di luar negeri. Distribusi produk bukan lagi menjadi sebuah masalah karena sudah ada JNE sebagai solusinya yang selalu memberikan pelayanan terbaik dalam berbagai hal yang didukung para karyawan yang berintegritas tinggi.

Rencana membangkitkan kembali komunita sablon sejalan dengan rencana penelitian yang akan saya kerjakan. Saya kemudian menjelaskan tujuan saya menemui bapak Deni terkait program pengabdian saya dari kampus yang berkolaborasi dengan pihak komunitas sablon. Saya memaparkan program yang saya tawarkan mengenai rencana saya untuk bekerja sama dengan komunitas sablon dalam rangka meningkatkan dan membangkitkan kembali aktivitas UMKM di komunitas ini.

Ada dua program utama yang saya canangkan pertama; sosialisasi regulasi ekspor. Saya meyakini bahwa jika komunitas sablon kembali menemukan gairahnya maka mereka harus berpikir untuk memasuki pasar global. Pasar bebas memaksa semua pelaku UMKM untuk memikirkan bagaimana terjun dalam persaingan global, namun sebelumnya mereka harus memahami aturan main yang berlaku di dunia ekspor impor. Hal itu yang kemudian menjadi perhatian bagi saya untuk melakukan sosialisasi awal terkait regulasi pada aktivitas ekspor impor.

Program selanjutnya mengenai digital marketing. Di era perkembangan teknologi yang semakin pesat, digital marketing menjadi instrumen paling krusial dalam aktivitas jual beli khususnya dalam proses pemasaran. Jika proses pemasaran sudah berjalan dengan baik maka untuk urusan kepabeanan akan lebih mudah karena ada JNE yang sudah teruji sejak tahun 1990. Komunitas sablon hanya memikirkan bagaimana mendesain dan memproduksi barang dengan baik serta memasarkan dengan maksimal sedangkan urusan ekspedisi barang akan ditangani oleh JNE. 

Saya pribadi memiliki pengalaman berkesan menggunakan jasa JNE ketika awal pandemi covid-19 di tahun 2020. Pada saat semua aktivitas di luar ruangan dibatasi, saya dan istri menjalankan jualan baju online melalui marketplace. Proses pengiriman barang jualan kami menjadi sangat lancar karena pelayanan JNE yang sangat baik bahkan ketika semua ekspedisi tutup di hari minggu, JNE masih membuka beberapa kantor layanan di daerah Jagakarsa sebagai komitmen untuk memberikan pelayanan yang maksimal dalam rangka memberikan sumbangsih pada perekonomian negara. Saya tidak pernah menemukan masalah ketika menggunakan jasa JNE.

Salah satu denyut perekonomian negara yang masih berjalan ketika pandemi covid-19 adalah transaksi jual beli online dan JNE sangat berjasa karena menjadi salah satu perusahaan ekspedisi yang memberikan pelayanan bahkan ketika masa pandemi covid-19. Pasca covid-19, transaksi jual beli online melalui marketplace semakin diminati dan peluang ini harus dimanfaatkan oleh semua elemen masyarakat untuk memaksimalkan kemampuan memasarkan produk melalui online. 

Demikian juga dengan komunitas sablon di kota Bandung yang tiarap akibat covid-19. Mereka harus mampu kembali bangkit dengan inovasi yang variatif dan membangun kembali denyut nadi aktivitas di komunitas dan memanfaatkan digital marketing yang lebih murah dan menjangkau seluruh elemen pasar termasuk pangsa pasar global.

Program yang saya tawarkan mendapat sambutan baik dari komunitas sablon kota Bandung yang diwakili oleh bapak Deni selaku ketua komunitas. Program tersebut akan coba kami rancang di semester I untuk melihat antusiasme dari para pelaku UMKM di komunitas sablon. Sebelumnya akan diadakan sosialisasi program kepada seluruh pelaku UMKM komunitas sablon untuk memotivasi mereka memulai kembali aktivitas UMKM dalam rangka meningkatkan perekonomian bangsa.

Setelah para pelaku UMKM memahami dan memulai aktivitasnya untuk memproduksi barang, maka ada dua hal penting yang selanjutnya akan dijalankan yaitu proses pemasaran serta pengiriman barang ke pelanggan. Dua proses ini tidak terlalu sulit karena sudah ada rancangan jelas dan mekanisme yang akan dijalankan ke depannya.

Pertama, proses pemasaran akan dimaksimalkan melalui digital marketing sehingga para pelaku UMKM tidak kesulitan memasarkan produknya. digital marketing merupakan proses pemasaran melalui platform digital yang lebih murah namun membutuhkan kreativitas yang tinggi karena yang ditonjolkan dalam platform digital marketing adalah seni menjual. Pelanggan akan tertarik membeli ketika iklannya menarik minat mereka.

Proses kedua yaitu pengiriman barang. Tentunya proses ini tidak akan menjadi masalah berarti karena JNE selalu siap di setiap kesempatan. Pelanggan hanya perlu memiliki layanan paket yang diperlukan dengan estimasi harga dan durasi pengiriman. Layanan paket dan dokumen yang ditawarkan oleh JNE antara lain:

  1. Roket Indonesia. praktis dan instan, kiriman sampai di tujuan kurang dari 1 jam
  2. Diplomat adalah layanan pengiriman barang dan dokumen bernilai tinggi yang dibawa langsung oleh petugas JNE dengan mengutamakan kepastian, keamanan, dan kecepatan kiriman mulai dari penjemputan hingga di tangan penerima
  3. Super Speed adalah layanan yang mengutamakan kecepatan dan penyampaiannya sesuai dengan waktu yang disepakati
  4. Yakin Esok Sampai (YES) adalah layanan dengan waktu penyampaian di tujuan esok hari termasuk hari minggu dan hari libur nasional
  5. Reguler (REG) adalah layanan ke seluruh wilayah Indonesia dengan perkiraan waktu penyampaian kiriman 1-7 hari kerja
  6. OKE adalah layanan ke seluruh wilayah Indonesia dengan tarif ekonomis dengan perkiraan waktu penyampaian lebih lama dari service reguler
  7. JNE Trucking (JTR) adalah layanan pengiriman dalam jumlah/volume yang besar melalui darat dan laut dengan harga yang kompetitif
  8. International service adalah layanan pengiriman dengan tujuan luar negeri. Layanan ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM yang ingin memasuki pasar global.

Berbagai layanan yang ditawarkan oleh JNE tentu menjadi solusi bagi pelaku UMKM dalam rangka melakukan pengiriman produk mereka ke tangan pelanggan. Tinggal bagaimana para pelaku UMKM untuk mengkreasi dan mendesain produk mereka sehingga bisa diterima di tengah masyarakat termasuk di dunia internasional.


#JNE32tahun

#JNEbangkitBersama

jnecontentcompetition2023

ConnectingHappiness

March 17, 2023

Tidak Pulang (17)

Hari ini saya tidak pulang seperti biasanya. Jiwa saya terlalu lelah atas setiap hal yang saya hadapi seminggu ini. Saya memutuskan untuk mengistirahatkan seluruh jiwa dan pikiran dan merefleksikan apa yang sudah dijalani selama ini.

Hidup adalah perjalanan tanpa henti dengan berbagai dinamikanya. di umur yang semakin menua, saya belum sampai pada titik menemukan harmoni dengan diri untuk menjalani hidup. Masih terlalu banyak ambisi yang berkeliaran di kepala.

Ambisi tidak saya dengan tujuan. Itu yang belum mampu saya petakan sehingga terkadang membuat saya memeras begitu banyak energi untuk mengejar ambisi sedangkan tujuan hidup terbengkalai.

# 17 2023

March 16, 2023

Hiruk Pikuk 2024 (16)

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia sehingga setiap menjelang pemilu, hingar bingar menjadi pembicaraan di semua kalangan. Demokrasi Indonesia juga mendapat perhatian dari dunia internasional karena Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam sementara sebagian kalangan masih menyangsikan bahwa negara dengan pendudu mayoritas Islam akan sulit menerapkan demokrasi.

Hanya saja, masih banyak celah dalam demokrasi di Indonesia. Tingkat partisipasi masyarakat cukup tinggi dalam pemilihan umum namun mereka belum sepenuhnya memahami demokrasi bahkan dalam level yang paling rendah sekali pun. Fenomena tersebut yang pada akhirnya membuat para elit politik bisa dengan sesuka hati mereka mengelabui mereka dalam hal memilih pemimpin.

Contoh paling riil adalah budaya menerima uang dari para calon pemimpin atau istilahnya "serangan fajar." Perilaku ini menjadi salah satu bobroknya pemilihan pemimpin karena hanya berdasarkan pada berapa yang mereka terima tanpa berusaha untuk mempelajari rekam jejak dari pemimpin yang akan mereka pilih.

Perilaku semacam ini sudah dimitigasi oleh berbagai kalangan sampai pada pemuka agama yang mengharamkan tindakan mengambil uang pemberian calon pemimpin namun tetap saja bahwa di sebagian besar masyarakat, mereka tetap menerima pemberian tersebut dengan alasan bahwa ketika pemimpin sudah berkuasa, kemungkinan besar tidak punya dampak apa-apa terhadap kehidupan mereka maka daripada tidak ada sama sekali, maka lebih baik menerima pemberian di awal.

Sikap skeptis masyarakat terhadap pemimpin memang tidak bisa disalahkan ketika melihat tindakan korupsi yang seakan tidak pernah ada habisnya dilakukan oleh para pemimpin mulai dari pemimpin kelas bahwa sampai pada level atas.

Korupsi memang tindakan yang serupa candu dan menular. Budaya kerja di negara ini sudah masuk dalam tahap akut sehingga setiap orang yang masuk ke dalam sistem seakan tidak mampu mempertahankan idealismenya. Seringkali mereka terbawa atas budaya yang sudah terbentuk sejak awal bahwa jika mereka akan melawan arus maka mereka harus siap untuk disingkirkan.

Terlalu jauh untuk memberikan edukasi kepada masyarakat namun hal kecil yang bisa dilakukan adalah menjaga akal sehat di tengah perang wacana yang akan menghiasi media cetak. Semua kelompok akan terlihat sebagai pahlawan dengan segala intrik dan retorikanya. Apa yang ditampilkan tidak bisa diketahui kebenarannya jika kita tidak membaca secara komprehensif termasuk rekam jejak dari para calon pemimpin.

Sebagai seorang yang pernah belajar di Fisip, saya sendiri berusaha untuk tidak terlibat dan ikut arus dalam polarisasi yang memang didesain oleh para elit politik sebagai jalan mendapatkan kekuasaannya. Saya lebih senang mempelajari apa yang pernah mereka lalui dan dijadikan sebagai dasar referensi untuk menentukan pilihan politik, meski pada akhirnya, saya juga agak pesimis atas semua realitas politik yang ada sekarang.

Itulah kenapa sejak tahun 2009, saya tidak pernah lagi ikut mencoblos dalam pesta pemilu dengan alasan pribadi dan analisis sendiri yang saya pelajari. Mungkin di sebagian orang menganggap bahwa itu keputusan yang keliru namun saya merasa bahwa saya bertanggung jawab atas apa yang saya jalani. Pernah di pemilu 2014, saya berniat untuk mencoblos calon presiden namun berhubung karena pada tahun itu, alamat tinggal saya berbeda dengan alamat KTP sehingga menyulitkan saya untuk mencoblos.

Di tahun 2019 dengan calon yang sama, saya memutuskan untuk tidak lagi mencoblos ketika melihat rekam jejak di 5 tahun kepemimpinannya. Tidak terlalu buruk memang namun menurut saya bahwa ada poin-poin penting yang ternyata tidak diselesaikan dan tidak mendapatkan perhatian yang lebih.

#16 2023

March 15, 2023

Kedaulatan Diri (15)

 Alkisah, sebuah keluarga dari kampung kecil di sebuah kota yang bersejarah tentang pemberontakan masa lalu, mereka hidup bahagia dengan 5 orang anak yang terdiri dari 3 anak perempuan dan dua anak laki-laki. Kedua orang tuanya merupakan guru sehingga meskipun tidak bisa dikategorikan kaya, namun setidaknya masih bisa mencukupi kebutuhan anak-anaknya.

Waktu kemudian berlalu dan kelima anak-anaknya menemui jalan hidup masing-masing. Anak pertama mengikuti jejak orang tuanya menjadi seorang guru meskipun guru sekolah swasta, namun suaminya seorang petinggi di BUMN dengan gaji yang tinggi apalagi mereka tinggal di kampung yang notabene biaya hidup sangat murah. Kondisi tersebut yang membuat mereka dianggap sebagai salah satu keluarga kaya di kampungnya.

Anak kedua pun begitu adanya, dia juga seorang guru dengan suami seorang karyawan swasta namun takdir tak dapat ditolak, si suami harus pergi ketika mereka baru merintis dan mempunyai dua orang anak yang masih kecil. Kondisi ini yang kemudian membuat anak kedua harus berjuang keras untuk menjalani hidup dengan gaji pas-pasan

Tiga anak lainnya lebih mujur lagi, mereka mendapatkan pekerjaan yang sangat baik dengan gaji yang tinggi di kota besar. Mereka kemudian hidup di kota besar bersama anak istri mereka dengan rumah dan mobil yang terbilang mewah. 

Praktis anak kedua yang pada akhirnya secara ekonomi tertinggal jauh dan masih harus dibantu oleh saudara-saudaranya. Dia harus menghemat untuk anak-anaknya yang masih sekolah dan akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Pada perkembangan selanjutnya, kehidupan seakan semakin tidak berpihak kepadanya. Saat kuliah, anak sulung berulah dengan permintaan yang tidak pernah menaruh belas kasihan kepada ibunya yang sendirian berusaha menghidupi mereka. Ratusan juta uang dihabiskan untuk sesuatu yang sama sekali tidak terlihat bentuknya bahkan setelah menikah pun, si anak tetap saja menjadi tanggung jawab ibunya bahkan untuk hal-hal kecil.

Akhirnya si ibunya pun seakan tidak mampu menolak permintaan anaknya bahkan semua permintaan dipenuhi. Rumah dan semua harta ludes dihabiskan oleh si sulung yang pada akhirnya tidak berhenti untuk meminta kepada ibunya yang sudah tidak bekerja lagi.

Ibunya kemudian tidak mampu berbuat apa-apa dan anehnya, si ibunya juga selalu berharap dibantu oleh saudara-saudaranya yang lain, tetapi setiap kali dibantu, semuanya akan diserahkan kepada si sulung yang seperti tidak ada ujungnya.

Si ibu merasa memang perlu dibantu karena menganggap tidak punya apa-apa dibanding saudaranya yang lain. Perasaan seperti itu yang seringkali membuatnya kehilangan kedaulatan diri karena semua saudara-saudaranya sudah tahu kelakuan si sulung yang selalu meminta di luar nalar.

Kedaulatan diri akan hilang ketika kita selalu dibantu dan selalu merasa paling menderita. Itulah kenapa agama menganjurkan kita lebih baik tangan di atas daripada tangan di bawah karena tangan di bawah akan mengurangi harga diri dan bahkan menghilangkan kedaulatan diri kita.

#15 2023

March 14, 2023

Konflik (14)

Hidup tidak akan pernah lepas dari konflik karena sejatinya bahwa relasi antara manusia itu akan menimbulkan dua kondisi, jika sepaham maka akan terjadi kerja sama sementara jika berbeda paham maka akan berakhir dengan konflik.

Jauh sebelum manusia turun ke bumi, konflik sudah terjadi pada manusia pertama yang pada akhirnya menjadi penyebab mereka diturunkan ke bumi. Setelah itu, berbagai varian konflik terjadi di antara manusia dengan penyebab yang berbeda-beda. Konflik kemudian bertransformasi menjadi keadaan yang sering didesain dalam mencapai tujuan tertentu.

Dalam dunia kerja, konflik merupakan kondisi yang sangat umum ditemukan baik yang sifatnya horizontal antara staf maupun vertikal antara staf dengan pimpinan. Bahkan begitu pentingnya konflik maka ada studi tersendiri mengenai resolusi konflik.

Pada dasarnya, konflik bukan sesuatu yang buruk selama para pihak yang berkonflik mempunyai intensi untuk menyelesaikan konflik yang ada tanpa membiarkan konflik itu berlarut-larut dan berpengaruh terhadap jalannya perusasahaan.

#14 2023