March 18, 2023

Menatap Hari Esok Bersama Komunitas Sablon Kota Bandung (18)



Di suatu siang saat kota Bandung sedang sendu sehabis hujan yang mengguyur, saya berkunjung ke salah satu komunitas sablon yang sudah terkenal sejak lama. Kunjungan saya dalam rangka melakukan penelitian dari kampus. Tujuan penelitian saya untuk mendapatkan informasi yang valid tentang komunitas sablon di kota Bandung yang dulunya berjaya sebelum pandemi covid-19, namun pasca pandemi mulai mereda, komunitas sablon tersebut seakan meredup. 

Di sepanjang jalan dari kampus yang terletak di Jl. Palasari menuju lokasi komunitas sablon, saya menjumpai beberapa kantor JNE yang selalu setia melayani pelanggan dan berkontribusi besar dalam laju perekonomian Indonesia sejak 32 tahun dengan berjasa sebagai pilar dalam lalu lintas pengiriman barang. Sebelum perusahan ekspedisi menjamur seperti saat ini, JNE sudah hadir dengan segala kelebihan yang ditawarkan seperti kecepatan pengiriman dan keamanan paket.

Saat tiba di lokasi komunitas sablon, saya terenyuh melihat aktivitas di komunitas ini yang seakan hilang gairah, tidak seperti sebelum pandemi covid-19. Saya menjumpai bapak Deni di rumahnya yang merupakan ketua komunitas yang baru terpilih. Saat menjabat tangannya dan memandang ekspresi mukanya, saya melihat ada ekspresi sedih atas kondisi lesunya komunitas sablon, namun tersirat juga rasa optimis untuk bangkit bersama dengan menghidupkan kembali gairah para pelaku UMKM di komunitas sablon yang punya sejarah cukup panjang di masa lalu.

Bapak Deni menjelaskan kondisi komunitas sablon yang ditinggalkan oleh para pelaku UMKM ketika pandemi covid-19. Sebagian besar pelaku UMKM beralih profesi menjadi ojek online. Hal ini terjadi karena kurangnya permintaan dari pasar. Selain itu, bapak Deni juga menjelaskan penyebab lain komunitas sablon tidak bertahan karena sebelumnya, mereka hanya mengerjakan sesuai pesanan pasar dengan sistem pre order, artinya mereka tidak punya barang sendiri dan tentu tidak punya merek dagang tersendiri.

Ketika tidak ada permintaan pasar, maka mereka tidak melakukan aktivitas produksi. Suatu hal yang sangat disayangkan padahal jika memiliki produk dan merek tersendiri, mereka mampu mendistribusikan barang mereka ke pembeli dengan mudah melalui jasa JNE. Kemudahan dan pelayanan terbaik yang ditawarkan oleh JNE seharusnya menjadi peluang bagi para pelaku UMKM komunitas sablon untuk memiliki produk dan merek sendiri sehingga mampu mengembangkan lebih besar lagi pangsa pasarnya.

Berangkat dari persoalan tersebut, bapak Deni merencanakan untuk membangkitkan kembali UMKM komunitas sablon namun harus memiliki produk sendiri dan merek lokal sendiri yang bisa ditawarkan kepada para calon pembeli termasuk calon pembeli di luar negeri. Distribusi produk bukan lagi menjadi sebuah masalah karena sudah ada JNE sebagai solusinya yang selalu memberikan pelayanan terbaik dalam berbagai hal yang didukung para karyawan yang berintegritas tinggi.

Rencana membangkitkan kembali komunita sablon sejalan dengan rencana penelitian yang akan saya kerjakan. Saya kemudian menjelaskan tujuan saya menemui bapak Deni terkait program pengabdian saya dari kampus yang berkolaborasi dengan pihak komunitas sablon. Saya memaparkan program yang saya tawarkan mengenai rencana saya untuk bekerja sama dengan komunitas sablon dalam rangka meningkatkan dan membangkitkan kembali aktivitas UMKM di komunitas ini.

Ada dua program utama yang saya canangkan pertama; sosialisasi regulasi ekspor. Saya meyakini bahwa jika komunitas sablon kembali menemukan gairahnya maka mereka harus berpikir untuk memasuki pasar global. Pasar bebas memaksa semua pelaku UMKM untuk memikirkan bagaimana terjun dalam persaingan global, namun sebelumnya mereka harus memahami aturan main yang berlaku di dunia ekspor impor. Hal itu yang kemudian menjadi perhatian bagi saya untuk melakukan sosialisasi awal terkait regulasi pada aktivitas ekspor impor.

Program selanjutnya mengenai digital marketing. Di era perkembangan teknologi yang semakin pesat, digital marketing menjadi instrumen paling krusial dalam aktivitas jual beli khususnya dalam proses pemasaran. Jika proses pemasaran sudah berjalan dengan baik maka untuk urusan kepabeanan akan lebih mudah karena ada JNE yang sudah teruji sejak tahun 1990. Komunitas sablon hanya memikirkan bagaimana mendesain dan memproduksi barang dengan baik serta memasarkan dengan maksimal sedangkan urusan ekspedisi barang akan ditangani oleh JNE. 

Saya pribadi memiliki pengalaman berkesan menggunakan jasa JNE ketika awal pandemi covid-19 di tahun 2020. Pada saat semua aktivitas di luar ruangan dibatasi, saya dan istri menjalankan jualan baju online melalui marketplace. Proses pengiriman barang jualan kami menjadi sangat lancar karena pelayanan JNE yang sangat baik bahkan ketika semua ekspedisi tutup di hari minggu, JNE masih membuka beberapa kantor layanan di daerah Jagakarsa sebagai komitmen untuk memberikan pelayanan yang maksimal dalam rangka memberikan sumbangsih pada perekonomian negara. Saya tidak pernah menemukan masalah ketika menggunakan jasa JNE.

Salah satu denyut perekonomian negara yang masih berjalan ketika pandemi covid-19 adalah transaksi jual beli online dan JNE sangat berjasa karena menjadi salah satu perusahaan ekspedisi yang memberikan pelayanan bahkan ketika masa pandemi covid-19. Pasca covid-19, transaksi jual beli online melalui marketplace semakin diminati dan peluang ini harus dimanfaatkan oleh semua elemen masyarakat untuk memaksimalkan kemampuan memasarkan produk melalui online. 

Demikian juga dengan komunitas sablon di kota Bandung yang tiarap akibat covid-19. Mereka harus mampu kembali bangkit dengan inovasi yang variatif dan membangun kembali denyut nadi aktivitas di komunitas dan memanfaatkan digital marketing yang lebih murah dan menjangkau seluruh elemen pasar termasuk pangsa pasar global.

Program yang saya tawarkan mendapat sambutan baik dari komunitas sablon kota Bandung yang diwakili oleh bapak Deni selaku ketua komunitas. Program tersebut akan coba kami rancang di semester I untuk melihat antusiasme dari para pelaku UMKM di komunitas sablon. Sebelumnya akan diadakan sosialisasi program kepada seluruh pelaku UMKM komunitas sablon untuk memotivasi mereka memulai kembali aktivitas UMKM dalam rangka meningkatkan perekonomian bangsa.

Setelah para pelaku UMKM memahami dan memulai aktivitasnya untuk memproduksi barang, maka ada dua hal penting yang selanjutnya akan dijalankan yaitu proses pemasaran serta pengiriman barang ke pelanggan. Dua proses ini tidak terlalu sulit karena sudah ada rancangan jelas dan mekanisme yang akan dijalankan ke depannya.

Pertama, proses pemasaran akan dimaksimalkan melalui digital marketing sehingga para pelaku UMKM tidak kesulitan memasarkan produknya. digital marketing merupakan proses pemasaran melalui platform digital yang lebih murah namun membutuhkan kreativitas yang tinggi karena yang ditonjolkan dalam platform digital marketing adalah seni menjual. Pelanggan akan tertarik membeli ketika iklannya menarik minat mereka.

Proses kedua yaitu pengiriman barang. Tentunya proses ini tidak akan menjadi masalah berarti karena JNE selalu siap di setiap kesempatan. Pelanggan hanya perlu memiliki layanan paket yang diperlukan dengan estimasi harga dan durasi pengiriman. Layanan paket dan dokumen yang ditawarkan oleh JNE antara lain:

  1. Roket Indonesia. praktis dan instan, kiriman sampai di tujuan kurang dari 1 jam
  2. Diplomat adalah layanan pengiriman barang dan dokumen bernilai tinggi yang dibawa langsung oleh petugas JNE dengan mengutamakan kepastian, keamanan, dan kecepatan kiriman mulai dari penjemputan hingga di tangan penerima
  3. Super Speed adalah layanan yang mengutamakan kecepatan dan penyampaiannya sesuai dengan waktu yang disepakati
  4. Yakin Esok Sampai (YES) adalah layanan dengan waktu penyampaian di tujuan esok hari termasuk hari minggu dan hari libur nasional
  5. Reguler (REG) adalah layanan ke seluruh wilayah Indonesia dengan perkiraan waktu penyampaian kiriman 1-7 hari kerja
  6. OKE adalah layanan ke seluruh wilayah Indonesia dengan tarif ekonomis dengan perkiraan waktu penyampaian lebih lama dari service reguler
  7. JNE Trucking (JTR) adalah layanan pengiriman dalam jumlah/volume yang besar melalui darat dan laut dengan harga yang kompetitif
  8. International service adalah layanan pengiriman dengan tujuan luar negeri. Layanan ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM yang ingin memasuki pasar global.

Berbagai layanan yang ditawarkan oleh JNE tentu menjadi solusi bagi pelaku UMKM dalam rangka melakukan pengiriman produk mereka ke tangan pelanggan. Tinggal bagaimana para pelaku UMKM untuk mengkreasi dan mendesain produk mereka sehingga bisa diterima di tengah masyarakat termasuk di dunia internasional.


#JNE32tahun

#JNEbangkitBersama

jnecontentcompetition2023

ConnectingHappiness

No comments: