February 26, 2023

Ya Allah (26)

Pekan depan merupakan pekan yang lumayan sibuk bahkan selama lima hari penuh, saya akan menjadi berbagai kegiatan yang berbeda sebagaimana sebelumnya. Saya hanya berharap semoga Tuhan menguatkan dan memampukan saya menjalani semua proses dengan baik, benar, dan sukses. Mengandalkan diri merupakan hal yang mustahil karena saya benar-benar memulai pekerjaan yang sebelumnya belum pernah saya kerjakan sehingga tidak ada bayangan sekalipun.

Pun jika saya sudah pernah melakukannya, saya juga tidak akan bisa mengandalkan diri untuk kelancaran pekerjaan karena dalam beberapa pekerjaan sebelumnya yang sudah pernah saya lakukan, saya selalu gagal setiap merasa mengandalkan diri dan memandangkan mudah sebuah pekerjaan.

Ya Allah,

Temani dan mampukan saya menjalani presentasi minggu depan termasuk penelitian dan penyampaian materi.

Lancarkan dan mampukan saya menjalani PMB.

Lancarkanlah lidah saya dan berbagai presentasi yang harus saya lakukan karena selama ini, saya masih merasa lidah terlalu kelu dalam berbagai presentasi, padahal di hari-hari mendatang, saya pasti akan menjalani berbagai proses yang mengharuskan saya presentasi.

Ya Allah,

Berikan kemampuan dan kepantasan untuk kelancaran dalan semua presentasi-presentasi yang akan saya lalui ke depannya.

#26 2023

February 25, 2023

MusyWil (25)

Hari yang melelahkan secara fisik namun tidak untuk psikis. Saya menikmati semua aktivitas saya di tempat baru ini dengan penuh keyakinan bahwa semua ini merupakan jalan terbaik untuk lebih baik lagi dan yang paling utama untuk mencapai tujuan saya yang selama ini saya rapalkan dalam doa-doa saya yaitu berjalan di atas ridhaNya.

Jam empat subuh, saya sudah bangun untuk siap ke kampus 1 sesuai dengan kesepakatan di awal dengan beberapa rekan. Kami akan kumpul paling lambat di kampus 1 pada jam setengah lima, setelah itu salat subuh bersama dan berangkat jam lima ke Cirebon.

Cuaca Bandung yang sedang gerimis membuat tubuh semakin berat untuk berangkat namun komitmen harus tetap dijalani. Saya memutuskan mengendarai motor ke kampus 1 karena kemungkinan di jam seperti itu, akan sangat sulit memesan ojek online. 

Saya berpikir jika seandainya satpam sedang tidur, saya harus lewat mana mengingat kos saya berada di kompleks yang dijaga satpam sedangkan portal ditutup dari jam 12 malam sampai jam 5 pagi.

Sesampai di pos satpam, benar saja portal masih melintang dan saya memutuskan untuk mendatangi pos satpam. Untungnya si satpam tidak tidur dan memberitahu bahwa portal tidak digembok.

Hujan masih terus mengguyur meskipun tidak terlalu deras. Sambil menggigil meskipun sudah mengenakan jaket, saya mengarahkan motor ke kampus 1. Hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai di kampus. Dua rekan sudah menunggu dan sesuai jadwal, kami salat subuh sebelum berangkat dengan mobil kampus.

Perjalanan ke Cirebon lumayan lancar meskipun hujan mengguyur. Hanya ada sedikit kemacetan di tol karena ada tabrakan. Setelah itu semua lancar dan saya terlelap dalam mimpi sehingga tidak menyadari ketika sudah tiba di tujuan.

Venue acara sudah dipadati oleh massa yang datang dari berbagai daerah di Jawa Barat. Kami yang hanya berstatus penggembira harus melewati pintu belakang. Hanya beberapa menit di lapangan, kami menuju UMC untuk registrasi sebagai bukti kedatangan.

Setelah registrasi, hujan turun cukup deras sehingga memaksa kami berteduh di UMC. Menjelang siang, kami kembali ke venue dan sedang berlangsung tausiah yang dibawakan oleh UAH. Kemampuan public speaking beliau memang sudah tidak bisa diragukan. Saya menuju sudut di dekat panggung dan mendengarkan secara saksama artikulasinya yang memang cukup baik. Selain itu, kemampuan hafalannya di atas rata-rata kebanyakan orang. Beliau mampu menghafal silsilah para tokoh Islam sampai beberapa keturunan.

Menjelang dhuhur, kami keluar dari venue dan makan siang di sebuah warung kecil. Saya memesan nasi lengko hanya karena namanya yang asing. Setelah melihat penampakannya, nasi dicampur tauge, timur, sambel kacang dan telur dadar. Saya tidak tahu dari mana istilah nasi lengko.

Kami kemudian memutuskan pulang setelah makan. Perjalanan yang masih panjang dan butuh energi yang lebih. Rute pulang melalui Sumedang, kota yang sebelumnya familiar di telinga saya karena tahu sumedang. Saya cukup menikmati perjalanan lewat kota ini karena setidaknya ada pengalaman bahwa saya sudah pernah menginjakkan kaki di kota ini.


 #25 2023

February 24, 2023

Fokus (24)

Saya cukup sering mendengar keluhan dari rekan kerja di sini, tentang banyak hal. Saya tidak tahu persis bagaimana sebenarnya kondisi kerja di tempat ini karena belum genap dua bulan bergabung. Hanya saja saya ingin benar-benar fokus atas takdir yang sudah membawa saya ke sini atas keinginan dan impian saya sendiri. Saya sudah memikirkan dan mempertimbangkan semua kemungkinan yang terjadi oleh karena itu, tidak semestinya saya ikut mengeluh.

Saya ingin fokus atas keputusan yang saya ambil dan mengerjakan secara maksimal porsi yang sudah diberikan kepada saya. Entah bagaimana sebenarnya kondisi di sini, namun semaksimal mungkin, saya akan meniti jalan saya sendiri tanpa harus menyenangkan semua orang. Jika pada akhirnya dengan kerja yang maksimal dan berakhir tidak sesuai dengan harapan, minimal saya tidak menyesal.

Keluhan adalah sebuah manifestasi atas kekecewaan karena tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan, dalam banyak hal tentunya tidak terbatas pada materi.

Saya berusaha untuk tidak terdistraksi dengan lingkungan yang pada dasarnya tidak memotivasi namun berpengaruh pada motivasi.

Setiap pekerjaan selalu menghadirkan dua sisi yang berbeda baik dari pekerjaan itu sendiri maupun dari rekan kerja. Sepuluh tahun bekerja memberikan saya begitu banyak pengalaman tentang bagaimana bersikap dan tidak perlu untuk terlalu berhasrat disukai orang lain. Semua akan berjalan dengan baik-baik saja selama niat dalam hati tetap terjaga.

#24 2023

February 23, 2023

Distraksi (23)

Saya masih terlalu sering terdistraksi dengan handphone khususnya media sosial sementara saya ditunggu tugas yang menumpuk mulai dari harus mempersiapkan bahan ajar, tugas artikel ilmiah, buku-buku yang menumpuk dan belum dibaca serta tugas mandiri lain di lembaga yang saya jalankan dengan teman-teman.

Habis subuh dan waktu antara maghrib dengan isya menjadi waktu yang paling banyak saya habiskan memegang HP padahal seharusnya di waktu seperti itu, saya bisa lebih produktif untuk mengerjakan berbagai hal seperti menyelesaikan bacaan dan tulisan.

Sekali lagi, saya akan memaksa diri untuk lebih disiplin dan berkomitmen untuk menjadi lebih produktif. Saya harus lebih banyak bersyukur karena bidang pekerjaan saya sekarang menjadi impian saya di beberapa tahun terakhir dan jika saya tidak memanfaatkan waktu dengan baik artinya saya menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan.

Saya sedang membuat timeline karir yang jelas agar bisa mengevaluasi setiap langkah yang saya jalani. Di tahun ini, harus adalah minimal tiga publikasi kemudian harus lebih sering menulis untuk diterbitkan.

Saya kembali mencoba untuk memahami manajemen waktu agar bisa mengejar waktu yang sudah terbuang terlalu banyak selama ini. Saya tidak mampu sedikit lebih keras kepada diri saya.

#23 2023

February 22, 2023

Kuliah Ketiga (22)

Hari ini kuliah pertemuan ketiga. Saya sudah menyiapkan quiz untuk mahasiswa sebagai proses untuk mengukur pemahaman mereka atas setiap bahan ajar yang sudah saya sampaikan. Sejauh mana mereka menerima materi mata kuliah selama dua pertemuan sebelumnya.

Saya masih terus mencari mekanisme terbaik untuk menyampaikan pesan dan materi dengan baik dan menyenangkan

Jika saya renungkan kembali, pada dasarnya quiz itu bukan untuk menguji mereka namun lebih pada proses evaluasi terhadap saya sendiri bahwa apakah dalam menyampaikan materi, saya sudah melakukan yang terbaik sehingga mahasiswa mampu mendapat pesan dari setiap materi yang saya sampaikan.

#22 2023

February 21, 2023

Waktu (21)

Hari ini tidak terlalu banyak hal yang saya kerjakan selain menghabiskan waktu untuk mempersiapkan bahan kuliah dan menulis artikel. Tidak terasa waktu sudah menjelang maghrib dan saya harus balik ke kos. Waktu menjadi hal yang sangat krusial dalam hidup karena jika gagal memanfaatkan waktu maka hidup menjadi tidak berharga.

Saya sering menyadari bahwa terlalu banyak waktu yang saya habiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat padahal seharus saya bisa mempergunakan waktu untuk lebih produktif, apalagi kalau bukan media sosial sebagai distraksi terbesar.

Mungkin adagium tentang "musuh terbesar adalah diri sendiri," menemukan momentumnya pada diri saya. Bagaimana tidak, tekad untuk memanfaatkan waktu lebih efektif selalu gagal oleh godaan handphone yang tak terkendali.

Seringkali niat hanya beberapa menit namun berakhir dalam waktu yang lama. Saya terus mencari strategi untuk menghilangkan kencanduan memegang gadget yang sama sekali minim manfaat.

#23 2023

February 20, 2023

Pajak (20)

Biasanya di minggu malam, saya sudah balik ke Bandung dengan travel langganan namun senin ini, saya memutuskan untuk masih tetap di Jakarta karena harus mengurus pajak yang belum saya laporkan. Sejak resign dari perusahaan sebelumnya, saya harus mengurus mandiri laporan pajak. 

Sehabis mengantar istri saya ke kantornya, saya langsung ke kantor KPP Pratama yang terletak tidak jauh dari kantor istri. Tiba di sana, sudah ada satu orang yang juga sedang mengurus efin. Administrasinya tidak terlalu sulit, meskipun diwajibkan melampirkan foto copy KTP dan NPWP namun kantor KPP Pratama menyiapkan 3 mesin fotocopy sehingga kita tidak harus keluar kantor mencari tukang foto copy.

Kantor ini menjadi salah satu kantor favorit bagi para fresh graduate. Gaji yang besar tentunya menjadi motivasi tersebut bagi para pencari kerja untuk bisa lulus di kantor perpajakan. 

 #20 2023

February 19, 2023

Hari Minggu (19)

Hari minggu yang biasanya kami habiskan di luar rumah namun minggu kali ini, kami hanya keluar sebentar membeli buku dan beberapa kebutuhan harian. Anak saya sedang demam sehingga tidak tega meninggalkannya di rumah. Minggu ini tidak seperti minggu-minggu sebelumnya. 

Untungnya dia sudah lumayan tahan jika demam karena dulu saat masih umur 2-3 tahun, kami harus ekstra waspada ketika dia sakit demam. Seringkali harus dirawat di rumah sakit untuk menurunkan demamnya bahkan sekali waktu, dia step di rumah sakit. Seingat saya, pada waktu kejadian tersebut, saya sedang berada di Pontianak untuk urusan dinas kantor.

Sejak pindah ke rumah sekarang dan dia juga sudah bertumbuh, tubuhnya sudah sedikit bisa berdamai dengan demam.

 #19 2023

February 18, 2023

Lamaran (18)

Tiga minggu yang lalu, kami sudah merencanakan untuk menghadiri lamaran salah seorang sepupu istri saya.

Sehari sebelumnya, saya sudah mempersiapkan semua untuk digunakan ke acara lamaran termasuk pakaian warna cream yang disepakati supaya membedakan dengan keluarga calon pengantin pria yang menggunakan seragam biru.

Malam hari sebelumnya, anak saya tiba-tiba demam dan kemungkinan tidak memungkinkan ikut jika demamnya tidak turun karena khawatirnya semakin parah apalagi di acara yang ramai.

sabtu pagi di hari H, demam anaknya saya benar-benar tidak normal dan saya memutuskan untuk tidak ikut acara lamaran. Saya harus di rumah menjaga anak saya yang demam, alhasil hanya istri dan mertua yang berangkat.

Keluarga yang lain menanyakan kenapa saya tidak ikut.

Begitulah hidup, kita hanya bisa merencanakan semuanya dengan matang namun pada akhirnya, ada hal yang di luar kuasa kita mempengaruhi kelancaran rencana yang sudah dicanangkan.

 #18 2023

February 17, 2023

Adab (17)

Di siang hari ketika saya dan beberapa teman sedang santai di ruangan, salah seorang teman dosen tiba-tiba gusar saat mendapat pesan wa dari salah seorang mahasiswanya di kampus lain. rekan saya itu memang seorang dosen yang sudah sejak 2004 mengajar di berbagai kampus dan sudah kenyang menikmati pengalaman beriteraksi dengan para mahasiswa.

Namun siang itu menjadi salah satu siang terberatnya sebagai seorang dosen. Bagaimana tidak, pesan wa yang diterimanya dari salah seorang mahasiswanya menunjukkan bahwa memang adab lebih penting dari ilmu.

Isi chatnya kurang lebih seperti ini "maaf, mau nanya, apakah anda dosen mata kuliah dengan kode hkw? 

Iya saya, memangnya kenapa, hehe? rekan dosen tadi membalas dengan sedikit bergurau untuk mengetahui respon di mahasiswa.

"Oh iya mau memastikan saja karena mau buat grup kelas" jawab si mahasiswa secara singkat.

Saat rekan dosen menunjukkan isi chat di mahasiswa, ada berbagai perasaan yang berkecamuk di kepala saya. Ada rasa marah, kesal bahkan sampai pada perasaan kasihan mengetahui adab generasi sekarang yang tidak mampu membedakan bagaimana bertutur secara baik dengan orang lain apalagi dengan seorang dosen.

Pada akhirnya, rekan dosen tadi mengirimi wa ke kaprodi dengan pilihan, si mahasiswa itu yang tidak ikut kelasnya atau dia yang tidak akan mengajar di kelas itu.

Sekian menit kemudian, saat sudah mulai menguasai diri karena terbawa emosi atas chat wa yang diterima oleh rekan dosen tadi, saya mengingat salah satu wawancara pak Fahrudin Faiz, salah seorang dosen filsafat di UIN Yogyakarta. Beliau menceritakan bahwa pernah mendapat pesan yang hampir sama dengan pesan wa yang diterima oleh rekan dosen saya. Pak Faiz tidak lantas emosi namun beliau merefleksikan kondisi generasi sekarang yang memang pada dasarnya sudah jauh dari interaksi fisik sehingga pola komunikasi yang digunakan dengan mengambil contoh di media sosial termasuk di game.

Saya kembali sadar bahwa saya bukan pak Faiz yang memiliki sikap sabar yang mumpuni untuk menghadapi fenomena seperti mahasiswa yang sudah tidak memperhatikan adab dalam berkomunikasi dengan dosennya.

Mungkin ketika mendapat pesan yang senada dengan rekan dosen saya, pilihan yang sama akan saya tempuh sebagaimana dengan yang diputuskan oleh rekan dosen saya di atas.

"Mahasiswa itu yang tidak boleh ikut kelas saya atau saya yang tidak akan mengajar di kelasnya."

#17 2023

February 16, 2023

Menakar Diri (16)

Akhir-akhir ini, saya mencoba menakar fisik saya karena saya terlalu sering memaksa diri untuk mengerjakan tugas sampai lupa waktu.

Salah satu penanda paling sering saya rasakan ketika mata saya sudah sangat pegal dan kepala mendengung maka artinya, fisik saya harus diistirahatkan beberapa saat untuk melanjutkan tugas.

Rasanya tidak adil untuk memaksa fisik melakukan sesuatu yang diluar batasnya.

#16 2023

February 15, 2023

Pertemuan II (15)

Salah satu kuliah di jumat sore sengaja saya pindahkan di hari ini mengingat jumat terlalu padat dan saya rasa tidak bisa maksimal jika harus mempersiapkan bahan untuk empat pelajaran. Mata kuliah yang sebenarnya sama sekali tidak berhubungan dengan pendidikan saya hanya saja waktu masih bekerja di sebuah perusahaan, saya pernah mengambil sertifikasi atas mata kuliah ini.

Namun demikian, bukan berarti saya menguasai bidang ini karena pada saat pengambilan sertifikasi, dilakukan training dua minggu kemudian menjalani tes dan dinyatakan lulus. Artinya bahwa fokus saya tidak pada bidang ini dan belum bisa dikatakan mempunyai kompetensi untuk memegang mata kuliah ini.

Pada akhirnya, saya berani mengambil sebagai sebuah proses pembelajaran apatahlagi menurut analisa saya terhadap saya sendiri, masih terkendala dalam proses penyampaian yang sistematis sehingga tidak bisa fokus atas apa yang ingin disampaikan.

Pada akhirnya, untuk dua kali pertemuan, prosesnya tidak berjalan begitu baik dan terlalu banyak kebingungan yang saya alami apalagi ketika sudah kehabisan bahan.

Begitulah adanya saya yang baru merangkak dari bawah.

 #15 2023

February 14, 2023

Fraud (14)

Saat duduk santai di ruangan sambil merapikan semua buku sebelum pulang, tiba-tiba salah seorang mantan rekan kantor di perusahaan sebelumnya, menelepon saya dan menceritakan kejadian yang sedang terjadi di perusahaan. 

Dia bercerita bahwa terjadi lagi tindakan fraud yang dilakukan oleh salah satu pegawai koperasi dengan nilai kerugian yang cukup fantastis mencapai ratusan juta. Tentu saja saya kaget karena saya tahu bahwa aset koperasi tidak terlalu besar dan nilai sebanyak itu akan mempengaruhi simpanan para anggota yang dipotong dari gaji karyawan.

Nilai fraud memang masih jauh di bawah salah satu tindakan fraud yang pernah saya tangani di perusahaan dua tahun lalu, namun tetap saja bahwa ratusan juta bukan jumlah yang kecil bagi karyawan perusahaan apalagi dengan posisi sebagai staf.

Tindakan fraud memang menjadi momok bagi sebuah perusahaan apalagi dilakukan oleh karyawan sendiri karena mereka mengetahui proses bisnis yang berjalan dan setiap hari akan belajar celah apa yang bisa digunakan untuk melakukan tindakan fraud. Itulah kenapa sebuah tata kelola perusahaan dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan termasuk mengurangi tindakan fraud.

Namun saya tidak ingin berbicara mengenai proses tata kelola perusahaan. Saya tertarik untuk menulis tentang pelaku fraud yang tentunya merugikan banyak orang. Setiap kali terjadi tindakan fraud, pihak yang paling menderita adalah keluarga pelaku khususnya orang tua.

Beberapa orang tua harus rela menjual rumahnya demi menutupi kerugian yang dilakukan oleh anaknya termasuk salah satu fraud yang masih berjalan ketika saya resign dari perusahaan ini. Ibunya merelakan rumahnya untuk menutupi semua kerugian perusahaan mencapai ratusan juta.

Di sebuah kasus fraud yang pernah saya tangani di daerah Sumatera, seorang mertua rela menghabiskan waktu dan tenaganya untuk mendampingi menantunya yang melakukan penggelapan uang perusahaan. Saya kagum dengan sikap seorang mertua perempuan yang begitu tegarnya mencoba untuk membantu menantunya dengan segala cara.

Demikianlah tindakan fraud yang terjadi. Seringkali yang paling tersiksa adalah keluarga sedangkan pelaku sama sekali tidak merasa bersalah.

#14 2023