Saat duduk santai di ruangan sambil merapikan semua buku sebelum pulang, tiba-tiba salah seorang mantan rekan kantor di perusahaan sebelumnya, menelepon saya dan menceritakan kejadian yang sedang terjadi di perusahaan.
Dia bercerita bahwa terjadi lagi tindakan fraud yang dilakukan oleh salah satu pegawai koperasi dengan nilai kerugian yang cukup fantastis mencapai ratusan juta. Tentu saja saya kaget karena saya tahu bahwa aset koperasi tidak terlalu besar dan nilai sebanyak itu akan mempengaruhi simpanan para anggota yang dipotong dari gaji karyawan.
Nilai fraud memang masih jauh di bawah salah satu tindakan fraud yang pernah saya tangani di perusahaan dua tahun lalu, namun tetap saja bahwa ratusan juta bukan jumlah yang kecil bagi karyawan perusahaan apalagi dengan posisi sebagai staf.
Tindakan fraud memang menjadi momok bagi sebuah perusahaan apalagi dilakukan oleh karyawan sendiri karena mereka mengetahui proses bisnis yang berjalan dan setiap hari akan belajar celah apa yang bisa digunakan untuk melakukan tindakan fraud. Itulah kenapa sebuah tata kelola perusahaan dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan termasuk mengurangi tindakan fraud.
Namun saya tidak ingin berbicara mengenai proses tata kelola perusahaan. Saya tertarik untuk menulis tentang pelaku fraud yang tentunya merugikan banyak orang. Setiap kali terjadi tindakan fraud, pihak yang paling menderita adalah keluarga pelaku khususnya orang tua.
Beberapa orang tua harus rela menjual rumahnya demi menutupi kerugian yang dilakukan oleh anaknya termasuk salah satu fraud yang masih berjalan ketika saya resign dari perusahaan ini. Ibunya merelakan rumahnya untuk menutupi semua kerugian perusahaan mencapai ratusan juta.
Di sebuah kasus fraud yang pernah saya tangani di daerah Sumatera, seorang mertua rela menghabiskan waktu dan tenaganya untuk mendampingi menantunya yang melakukan penggelapan uang perusahaan. Saya kagum dengan sikap seorang mertua perempuan yang begitu tegarnya mencoba untuk membantu menantunya dengan segala cara.
Demikianlah tindakan fraud yang terjadi. Seringkali yang paling tersiksa adalah keluarga sedangkan pelaku sama sekali tidak merasa bersalah.
#14 2023
No comments:
Post a Comment