February 25, 2023

MusyWil (25)

Hari yang melelahkan secara fisik namun tidak untuk psikis. Saya menikmati semua aktivitas saya di tempat baru ini dengan penuh keyakinan bahwa semua ini merupakan jalan terbaik untuk lebih baik lagi dan yang paling utama untuk mencapai tujuan saya yang selama ini saya rapalkan dalam doa-doa saya yaitu berjalan di atas ridhaNya.

Jam empat subuh, saya sudah bangun untuk siap ke kampus 1 sesuai dengan kesepakatan di awal dengan beberapa rekan. Kami akan kumpul paling lambat di kampus 1 pada jam setengah lima, setelah itu salat subuh bersama dan berangkat jam lima ke Cirebon.

Cuaca Bandung yang sedang gerimis membuat tubuh semakin berat untuk berangkat namun komitmen harus tetap dijalani. Saya memutuskan mengendarai motor ke kampus 1 karena kemungkinan di jam seperti itu, akan sangat sulit memesan ojek online. 

Saya berpikir jika seandainya satpam sedang tidur, saya harus lewat mana mengingat kos saya berada di kompleks yang dijaga satpam sedangkan portal ditutup dari jam 12 malam sampai jam 5 pagi.

Sesampai di pos satpam, benar saja portal masih melintang dan saya memutuskan untuk mendatangi pos satpam. Untungnya si satpam tidak tidur dan memberitahu bahwa portal tidak digembok.

Hujan masih terus mengguyur meskipun tidak terlalu deras. Sambil menggigil meskipun sudah mengenakan jaket, saya mengarahkan motor ke kampus 1. Hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai di kampus. Dua rekan sudah menunggu dan sesuai jadwal, kami salat subuh sebelum berangkat dengan mobil kampus.

Perjalanan ke Cirebon lumayan lancar meskipun hujan mengguyur. Hanya ada sedikit kemacetan di tol karena ada tabrakan. Setelah itu semua lancar dan saya terlelap dalam mimpi sehingga tidak menyadari ketika sudah tiba di tujuan.

Venue acara sudah dipadati oleh massa yang datang dari berbagai daerah di Jawa Barat. Kami yang hanya berstatus penggembira harus melewati pintu belakang. Hanya beberapa menit di lapangan, kami menuju UMC untuk registrasi sebagai bukti kedatangan.

Setelah registrasi, hujan turun cukup deras sehingga memaksa kami berteduh di UMC. Menjelang siang, kami kembali ke venue dan sedang berlangsung tausiah yang dibawakan oleh UAH. Kemampuan public speaking beliau memang sudah tidak bisa diragukan. Saya menuju sudut di dekat panggung dan mendengarkan secara saksama artikulasinya yang memang cukup baik. Selain itu, kemampuan hafalannya di atas rata-rata kebanyakan orang. Beliau mampu menghafal silsilah para tokoh Islam sampai beberapa keturunan.

Menjelang dhuhur, kami keluar dari venue dan makan siang di sebuah warung kecil. Saya memesan nasi lengko hanya karena namanya yang asing. Setelah melihat penampakannya, nasi dicampur tauge, timur, sambel kacang dan telur dadar. Saya tidak tahu dari mana istilah nasi lengko.

Kami kemudian memutuskan pulang setelah makan. Perjalanan yang masih panjang dan butuh energi yang lebih. Rute pulang melalui Sumedang, kota yang sebelumnya familiar di telinga saya karena tahu sumedang. Saya cukup menikmati perjalanan lewat kota ini karena setidaknya ada pengalaman bahwa saya sudah pernah menginjakkan kaki di kota ini.


 #25 2023

No comments: