Entah apa yang kurasakan di kala waktu berputar begitu cepat. Aku bahkan belum sempat menghela nafas panjang menikmati waktuku ternyata aku sudah berada di waktu yang begitu banyak diberikan oleh Sang Pencipta kepadaku. Waktu yang mungkin sebagian besar tidak aku pergunakan dengan sebaik-baiknya. Jantungku berdegup begitu kencang menyadari bahwa aku telah mencapai angka 27, itu berarti bahwa 3 tahun lagi umurku berada dalam kategori tua, yah menurutku begitu.
Aku terjaga malam ini. Menunggu detik memasuki usiaku yang genap 27 tahun. Tidak ada perayaan memang karena sejak kecil orang tuaku tidak pernah memberlakukan ucapan selamat ulang tahun kepada anaknya dan itu tidaklah masalah bagiku. Aku bahkan setiap ulang tahun tidak pernah sekalipun menunggu seaeorang mengucapkan selamat ulang tahun bahkan ketika ada yang melakukannya malah terkesan aneh karena kebiasaan kami sekeluarga tidak pernah memberlakukan itu.
kebiasaaan tersebut berubah saat aku kuliah dan satu persatu temanku mengucapkan selamat ulang tahun setiap kali aku ulang tahun. Aku juga berpikir tidak ada salahnya setiap kali ulangtahun dijadikan momen untuk mengevaluasi diri. Ini yang terkadang kulakukan setiap ulangtahunku.
setelah mengenal dan dekat dengan seorang perempuan dari tanah jawa, 2 tahun belakangan ini dia mengucapkan selamat ulang tahun. Tadi pun dia mengucapkan dini selamat ulang tahun kepadaku meski sangat minimalis. Aku sebenarnya berharap dia menunggu pergantian hari lalu kemudian mengucapkan ulang tahun kepadaku disertai dengan doa-doa untukku namun ternyata tidak, dia ingin cepat tidur karena lagi migren. Aku sama sekali tidak menyalahkan dia dan aku sangat mafhum karena dia baru tiba dari perjalanan panjang surabaya jakarta. Cukuplah sms tadi dia berkata sperti ini "selamat ulang tahun." tidak tahu kenapa, aku adalah salah satu orang yang amat sangat suka jika ada orang menulis tentangku dan itu sebenarnya yang kutunggu darinya bahwa dia menulis doa-doa untukku di blognya pada momen ulang tahunku namun ternyata tidak, ah, sudahlah. Aku yakin dia letih dinas luar di surabaya.
kembali ke ulang tahunku. Di usia yang amat sangat matang seperti sekarang, aku selalu memendam keinginan untuk meringankan beban orang tuaku. Setidaknya bahwa mereka tidak terlalu keras lagi membanting tulang namun apa daya, aku sendiri belum mampu mandiri secara penuh. Impian untuk meringankan beban keduanya selalu terpatri di lubuk hatiku yang dalam bahwa suatu saat nanti impian untuk itu tercapai. Impian itulah yang selalu menguatkanku dimanapun aku berada bahkan disaat masa sulitku maka impian itu kembali menjadi tonggak bagiku untuk tetap berdiri menjalani hidup.
di umur yang sekarang, aku menitipkan doa kepada Yang Maha Kuasa bahwa "semoga aku tetap sehat wal afiat, semoga aku diberi rekeki yang berkah untuk meringankan beban orang tuaku, semoga aku bisa mendapatkan pekerjaan tetap di usia ini, semoga saja Tuhan selalu menjagaku dari maksiat dan perzinahan, semoga Tuhan melapangkan dadaku untuk lebih banyak lagi bersedekah, semoga saja tahun depan , Tuhan memberiku rejeki untuk menikah."
hidup adalah tentang waktu, berputar dan tidak pernah menunda perjalanannya
dalam setiap helaan nafas dan langkah kaki, akan menuju titik pengakhiran.
hidup,
akan dimaknai seperti apa. Dia singkat dan amat terasa singkat bahkan lebih singkat dari kedipan mata.
selalu dan selalu tidak terduga bahwa benar hidup ini akan mengalami kefanaan
lalu apa yang ingin dilakukan dalam hidup, akankah hidup hanya menjadi perjalanan dengan jejak yang tak berbekas atau bahkan dengan bekas hitam
hidup,
dia adalah misteri yang selalu tak terpecahkan, karena sejatinya memang hidup tidak butuh untuk dipecahkan misterinya. Kita hanya butuh menjalaninya dengan setapak yang benar, meninggalkan jejak-jejak terbaik lalu pergi ke setiap sudut yang lain.
aku adalah salah satu dari musafir hidup yang masih terus berjalan, terkadang letih lalu kemudian duduk diam dan terkadang pula berlari menjalani hidup namun seringkali salah jalan.
seringkali melawan garis yang telah ditunjukkan semesta, lalu apa yang harus kubanggakan dengan semua ini.
aku hanya pendosa hidup yang ingin tersungkur mengakui semua khilaf.
kali ini, di momen yang keduapuluhtujuh, aku merenungi semua jejak hitam yang telah kutinggalkan. Aku memang tak mampu menghapusnya namun setidaknya perjalanan selanjutnya akan kuperbaiki dengan jejak yang lebih baik.
jejak yang mungkin berguna untuk orang di sekitarku.
detik-detik pergantian usia yang kujalani.
nestapa tak berduri dan bahagia tak berselera
hanya kefanaan yang tersisa bahwa semua akan menemui kehancuran abadi di dunia yang indrawi
060914
22;55