September 18, 2014

Tumbuhlah, Nak

berulang kali aku selalu menulis untuk kalian dan selalu saja tidak habis bahanku untuk menulis apa saja karena benar bahwa masa kecil adalah masa indah yang sayang untuk dilewatkan.
memang aku melewatkan melihat pertumbuhan kalian namun aku yakin bahwa kalian bersama dengan keluarga yang mencintai kalian berdua. ayahmu, ibumu, kakek dan nenekmu bahkan semua keluarga yang bersama kalian di kampung sana.

tak ada satupun hal yang berharga dalam hidup selain menjadi orang baik dan bermanfaat untuk sesama.
sesederhana itulah hidup yang seharusnya dijalani. tidak usah terlalu meninggikan angan-angan karena hidup itu haruslah untuk diri dan mengenal diri. salah satu caranya adalah menjadi orang baik di semua hal yang dilakukan

jangan pernah mencoba untuk mencurangi diri, orang lain dan semesta karena sesungguhnya ketika kita berbuat curang dalam hidup maka ketika berbuat dzalim. hidup adalah tentang perjuangan dan perjuangan itu haruslah diarahkan untuk menjadi baik. semua hal akan menjadi indah dan mendamaikan ketika kita menjadi orang baik.

jangan terlalu sering mendengar ocehan orang lain karena terkadang merusak karakter kita jangan pula terlalu merendahkan diri karena Tuhan telah memuliakan kita. tetaplah rendah hati dan menjalani hidup dengan niat yang baik dari dalam hati. niat yang suci

dalam berbagai hal yang kalian akan temui di dalam hidup, masalah pasti akan ada dan amat bijaksana ketika kalian menghadapi masalah dengan baik tanpa menghindarinya. masalah memang akan selalu ada dan yakinlah bahwa ketika masalah itu ada kemudian kalian selalu melibatkan Tuhan dalam mencari solusinya maka dengan sendirinya masalah itu akan teratasi dengan baik.

September 15, 2014

Hikmah

Ketika Yahya bin Mu’adz melihat seorang Fuqaha’ Yang gemar harta benda, ia berkata:
Wahai ahli ilmu dan ahli hadits
Istanamu laksana Kaisar Rum
Gedung-gedungmu seperti istana Raja Persia
Tempat tinggalmu bagaikan kediaman Karun
Pintu-pintu rumahmu (tinggi) bak pintu kaum Luth
Pakaianmu bagaikan jubah Raja Jaluth
Jalan Agamamu tak ubahnya jalan setan
Hasil karyamu sama halnya karya-karya Raja Marwan
Wilayah kekuasaanmu tak berbeda dengan Fir’aun
Hakim-hakimmu suka gegabah dan menerima suapan
Dan para Gubernurmu bodoh tak berpendidikan
Lantas mana yang sesuai dengan ajaran Rasulullah?

Seorang Filosuf mengatakan:
Allah murka atas sepuluh perilaku Yang melekat pada sepuluh pelaku
Sifat bakhil pada orang kaya
Sifat sombong pada orang tak punya
Sifat tamak pada orang berilmu
Sifat tak tahu malu pada perempuan
Sifat cinta harta pada orang tua
Sifat malas pada pemuda
Sifat aniaya pada penguasa
Sifat penakut pada perwira
Sifat ujub pada orang yang zuhud dunia
Dan sifat riya’ pada seorang hamba
Rasulullah Saw bersabda:
Ada sepuluh kesempurnaan Lima di dunia dan lima lagi di alam baka.
Lima hal yang di dunia adalah ilmu, ibadah, Rezeki halal, jiwa sabar dan syukur atas anugrah
Sedang lima hal dialam baka adalah 
Dihampiri Pencabut Nyawa dengan ramah tamah
Didatangi Munkar Nakir tanpa gemuruh
Dilimpahi rasa aman saat pembacaan putusan
Dihapusnya kejahatan dan diterimanya kebajikan
Dan melewati shirath secepat kilat
kemudian masuk surga dengan selamat
Abu Fadhl mengatakan:
Allah menamakan Kitab-Nya dengan sepuluh nama:
Al-Qur’an, Al-Furqan, al-Kitab, at-Tanzil, al-Huda, an-Nur, ar-Rahmah, asy-Syifa’, ar-Ruh dan adz-Dzikr
Luqman al-Hakim menasihati putranya:
Jika ingin engkau peroleh hikmah Maka lakukanlah sepuluh langkah
Pertama, sulutlah pelita hati yang telah padam
Kedua, gaulilah mereka yang tak punya
Ketiga, jauhilah forum elit para raja
Keempat, agungkanlah pahlawan tanpa tanda jasa
Kelima, lindungilah para pengungsi yang merana
Keenam, merdekakanlah para hamba sahaya
Ketujuh, ulurkanlah tanganmu pada mereka yang nestapa
Kedelapan, muliakanlah orang-orang yang mulia
Kesembilan, hormatilah para junjungan massa
Dan kesepuluh, jagalah lidahmu saat bertutur kata
Itu semua lebih baik darimu dari harta benda 
Untuk berlindung dari kecemasan 
Untuk berbekal demi masa depan
Laksana niaga yang menguntungkan
Untuk bersiap diri menghadapi cobaan
Berbenah diri menghadapi kematian
dan ke alam baka dengan penuh keyakinan
Orang bijak berkata:
Jika orang-orang suci ingin bersuci
Dari debu-debu dosa yang menyelimuti
Hendaklah ia penuhi sepuluh piranti
Beristighfar dengan lisan
Disertai hati penuh penyesalan
Tinggalkan maksia seluruh anggota badan
Niati berhenti untuk selamanya
Tumbuhkan cinta pada alam baka
Menjaga diri dari gila harta
Tahan lapar dan nestapa
Tahan dahaga dan bertapa
Sedikit tidur dan  tahan berjaga
Serta tak suka mengumbar kata

Anas bin Malik mengatakan Setiap hari bumi berseru: Wahai manusia!
Di atas punggungku kini engkau merajalela
Dalam perutku nanti engkau akan bermuara
Diatas punggungku kini engkau durhaka
Dalam perutku nanti engkau akan nikmati siksa
Diatas punggungku kini engkau bergelak tawa
Dalam perutku nanti engkau akan menangis penuh iba
Di atas  punggungku kini engkau bersuka cita
Dalam perutku nanti engkau akan berduka lara
Di atas punggungku kini engkau menumpuk harta
Dalam perutku nanti engkau akan menyesali
Di atas punggungku kini engkau makan rezeki haram
Dalam perutku nanti engkau akan dimangsa cacing pita
Di atas punggungku kini engkau besar kepala
Dalam perutku nanti engkau akan hina dina
Di atas punggungku kini engkau berbangga diri
Dalam perutku nanti engkau akan berciut nyali
Di atas punggungku kini engkau mandi cahaya
Dalam perutku nanti engkau akan rasakan gelap gulita
Di atas punggungku kini engkau selalu ditemani
Dalam perutku nanti engkau kan terbaring seorang diri
Rasulullah Saw bersabda:
Banyak tertawa telah menjebak manusia
pada sepuluh konsekwensi
Pertama, padamnya pelita hati
Kedua, musnahnya air muka
Ketiga, membuat setan berbahagia
Keempat, memanggil murak Ilahi
Kelima, dipersulit hisabnya di hari Kiamat
Keenam, tidak diakui Rasulullah sebagai ummat
Ketujuh, didoakan laknat oleh malaikat
Kedelapan, dibenci penduduk bumi dan langit
Kesembilan, dihinggapi penyakit mudah lupa
Dan kesepuluh, dibuka aibnya saat itu juga

NB. lupa Sumbernya

September 11, 2014

Ponakan

ternyata kau sudah besar maisyara. Dua tahun tidak melihatmu dan waktu membawamu menjadi bocah yang menggemaskan. Suaramu yang nyaring sering kudengar dari telepon saat namun seringkali pula engkau tidak mau berbicara denganku meski menurut nenekmu engkau sekarang sudah amat cerewet bahkan setiap saat menyanyi. Ah, engkau benar-benar telah menjadi gadis kecil yang menggemaskan.

Ternyata engkau sudah begitu banyak menimpali bahkan mengoceh tentang apapun. aku pernah melewati masa itu nak dan masa itu adalah amat menyenangkan. aku amat sangat berharap bahwa orang-orang di dekatmu tidak akan pernah membatasi dirimu dalam hal apapun.

Aku selalu bermimpi orang-orang di dekatmu hanya sekedar pengontrol bagi setiap apa yang engkau lakukan. aku tidak membayangkan sama sekali jika orang-orang di sekitarmu mengintimidasi setiap apa yang engkau lakukan.

Beberapa kali aku menelponmu namun tidak pernah sekalipun engkau mau bicara denganku.
aku mafhum akan hal itu karena sejak aku meninggalkam kampung, engkau masih amat sangat kecil dan bicarapun masih terbata-bata jadi tidak mengherankan jika saat ini engkau sama sekali amat malu bicara denganku lewat telepon karena dalam pikiranmu engkau belum menyimpan memori tentangku

Maisyara, hidup banyak diartikan oleh orang-orang yang menjalaninya dan hidup itu adalah persepsi setiap orang. aku yakin itu. semua orang punya pandangan tentang hidup tergantung seperti apa dia menjalani hidup dan aku salah satu orang yang meyakini bahwa cara orang menjalani hidup itu dimulai dari lingkungan keluarga, bagaimana keluarga mendidik anaknya dalam memandang hidup

Satu hal yang engkau harus tahu dari hidup ini adalah selalu akan ada masalah karena sejatinya itulah hidup. masalah dalam hidup adalah sebuah keniscayaan. jadi janganlah berharap untuk tidak pernah bertemu masalah namun satu hal yang aku ingin katakan bahwa kelak nantinya engkau mendapat masalah maka jangan sekali-kali lari darinya namun tetaplah berdiri dan berdoa kepada Allah. aku yakin bahwa ketika semua diserahkan kepadaNya maka semua terasa ringan.

Aku adalah orang yang terlalu banyak berteori, janganlah engkau turuti paman mu ini yang terlalu banyak menumpuk teori-teori di kepalanya namun aplikasinya minim. jadilah orang yang selalu melakukan apa saja yang diyakininya.

Banyak hal sebenarnya yang ingin kusampaikan padamu nak namun kali ini aku hanya ingin berpesan
JUJUR, SABAR DAN SELALU BERSYUKUR

rawamangun..110914 

Belajar Hidup Berkah

masih di meja ini. masih terpaku dengan semua asa yang mengelantung tepat di depan wajahku.
aku tidak mengharapkan pujian ataupun bahkan cibiran dari makhluk. aku hanya tidak ingin mengulang cara kerjaku yang dulu.

aku ingin belajar banyak. ingin melakukan sesuatu lebih berkah lagi karena bagiku semua adalah ibadah.
aku mencoba untuk tidak mengukur semua ini dengan materi bahkan semuanya hanya tentang menjalani hidup dengan keberkahan dariNya

aku masih terpaku di tempat ini. aku belum mengerti apa yang harus aku kerjakan sehingga semua waktu kulakukan untuk mempelajari pekerjaanku. entahlah namun aku selalu berusaha untuk mensyukuri dan membuat segalanya berjalan normal

aku selalu ingat apa yang aku yakini bahwa pada saat nantinya, semua akan berjalan normal selama kita menjalani dengan sungguh-sungguh tanpa harus mengharapkan pujian dari makhluk.
aku sudah menjalani begitu banyak hal dalam hidup. aku ingin merubah apa saja yang negatif bagi diriku dan aku sedang mencobanya

bagiku sekarang adalah hidup penuh dengan keberkahan. meski aku tidak memungkiri akan kebutuhan materi namun biarkanlah itu cukup untuk diriku. cukup untuk membantu orang tuaku.
aku ingin berhenti merasa senang diberi. aku ingin memulai merasa senang memberi. aku ingin berhenti untuk meminta dan mengharap sesesorang untuk memberi namun aku berupaya untuk memberi kepada siapa saja tanpa harus pamrih. hanya satu hal yang masih kuusahakan adalah aku akan berusaha untuk melunasi semua bantuan yang pernah diberikan oleh windi, apapun alasannya itu amat sangat membebaniku.
aku adalah orang yang sebenarnya paling membenci untuk dikasihani namun tidak apalah, semua telah terlanjur dan aku disini, dikantor ini dengan jam seperti ini karena aku ingin mengerti pekerjaan kantor kemudian bisa bekerja dengan baik di kantor ini hingga pada akhirnya aku bisa melunasi bantuan dari windi. mudah-mudahan saja. dan mulai saat ini bahwa aku akan menghindari bantuan darinya karena itu adalah beban yang menumpuk di kepalaku.

BumidaRawamangun, 110914
21.04

Aku Harus Mandiri

Mungkin salah satu kesalahan terbesarku saat di kota ini adalah terlalu bergantung kepada makhluk terutama Win. Satu hal mungkin karena aku masih khawatir kekurangan padahal seringkali aku meyakinkan diriku bahwa Allah SWT yang menjamin hidupku namun seringkali pula aku cemas.

Aku adalah penganut teori "tidak ada makan siang yang gratis." bahwa siapapun makhluk yang membantu kita maka dia akan selalu ingat bantuannya dan itu pasti mengharapkan pamrih. Salah satu mungkin yang tidak pamrih adalah orangtua

Ini yang akan aku coba untuk merubah semua bahwa mulai saat ini, tidak ada lagi keinginanku dalam hati untuk memninta bantuan kepada siapapun termasuk windi maksudnya dalam hal finansial. Aku harus meyakinkan diriku bahwa Allah yanh akan menjamin rezeki dan hidupku dengan cara bagaimanapun. Aku pun akan mencoba untuk membalas dan mengembalikan apa daja yang telah Win bantu dan semoga saja Allah memampukan aku untuk melunasi semua karena itu menjadi beban hidup.

Aku harus ingat selalu tentang ini. Jangan mau dibantu terus karena tidak ada makan siang yang gratis.

Nb.Galon 50 rb. Sendal 95 rb. 2 clana panjang 100 rb. Plsa modem 200 rb. Baju koko 87 rb. Uang sangu 250 rb. Baju 100 rb. Uang plsa 200 rb.  Plapis dada 40 rb. Baju pasar senen 150. Baju jahit 150

110914

September 8, 2014

kos mpok erna

selalu saja ketika akan melalui sebuah masa akan sangat berat.
selalu saja ketika akan meninggalkan sebuah tempat yang sudah menyatu dalam rag selalu menyedihkan
selalu saja ketika akan beranjak dari sebuah tempat yang sudah dianggap rumah amat perih
dan inilah momen yang akan kulalui saat ini

kuingat dengan jelas, 9 april lalu bertepatan dengan pemilu legislatif, aku memutuskan untuk menyewa kos di tempat mpok erna.
kamar yang lumayan menurutku apalagi harga yang bersahabat

5 bulan berlalu seakan sangat tidak terasa. Waktu memang selalu seperti itu. Dia akan seakan tidak berkompromi dengan apapun dan siapapun.
waktu akan selalu berjalan dengan iramanya

sekaranglah tiba masanya aku memutuskan pindah dari kos kos ini.
bagaimanapun sudah menjadi potongan cerita hidupku selama 5 bulan.
aku melalui puasa Ramadhan di kos ini.

kos dengan ukuran minimalis dan kamar mandi di dalam.
ibu kos yang baik hati selalu mengumbar senyum
bapak kos yang juga ramah dengan dua orang putera yang sama-sama baik dan amat pendiam.

aku merasa energi kebaikan diantara mereka.
berat memang kembali harus berpindah tempat namun itulah hidup, akan selalu bergerk mengikuti alurnya


Cilandak, 08014
04;14
tak terlupa kos ini "jln. Cilandak KKO no.6 RT 007 RW 05, Jakarta Selatan 12550."

September 6, 2014

070987-070914

Entah apa yang kurasakan di kala waktu berputar begitu cepat. Aku bahkan belum sempat menghela nafas panjang menikmati waktuku ternyata aku sudah berada di waktu yang begitu banyak diberikan oleh Sang Pencipta kepadaku. Waktu yang mungkin sebagian besar tidak aku pergunakan dengan sebaik-baiknya. Jantungku berdegup begitu kencang menyadari bahwa aku telah mencapai angka 27, itu berarti bahwa 3 tahun lagi umurku berada dalam kategori tua, yah menurutku begitu.

Aku terjaga malam ini. Menunggu detik memasuki usiaku yang genap 27 tahun. Tidak ada perayaan memang karena sejak kecil orang tuaku tidak pernah memberlakukan ucapan selamat ulang tahun kepada anaknya dan itu tidaklah masalah bagiku. Aku bahkan setiap ulang tahun tidak pernah sekalipun menunggu seaeorang mengucapkan selamat ulang tahun bahkan ketika ada yang melakukannya malah terkesan aneh karena kebiasaan kami sekeluarga tidak pernah memberlakukan itu.

kebiasaaan tersebut berubah saat aku kuliah dan satu persatu temanku mengucapkan selamat ulang tahun setiap kali aku ulang tahun. Aku juga berpikir tidak ada salahnya setiap kali ulangtahun dijadikan momen untuk mengevaluasi diri. Ini yang terkadang kulakukan setiap ulangtahunku.

setelah mengenal dan dekat dengan seorang perempuan dari tanah jawa, 2 tahun belakangan ini dia mengucapkan selamat ulang tahun. Tadi pun dia mengucapkan dini selamat ulang tahun kepadaku meski sangat minimalis. Aku sebenarnya berharap dia menunggu pergantian hari lalu kemudian mengucapkan ulang tahun kepadaku disertai dengan doa-doa untukku namun ternyata tidak, dia ingin cepat tidur karena lagi migren. Aku sama sekali tidak menyalahkan dia dan aku sangat mafhum karena dia baru tiba dari perjalanan panjang surabaya jakarta. Cukuplah sms tadi dia berkata sperti ini "selamat ulang tahun." tidak tahu kenapa, aku adalah salah satu orang yang amat sangat suka jika ada orang menulis tentangku dan itu sebenarnya yang kutunggu darinya bahwa dia menulis doa-doa untukku di blognya pada momen ulang tahunku namun ternyata tidak, ah, sudahlah. Aku yakin dia letih dinas luar di surabaya.

kembali ke ulang tahunku. Di usia yang amat sangat matang seperti sekarang, aku selalu memendam keinginan untuk meringankan beban orang tuaku. Setidaknya bahwa mereka tidak terlalu keras lagi membanting tulang namun apa daya, aku sendiri belum mampu mandiri secara penuh. Impian untuk meringankan beban keduanya selalu terpatri di lubuk hatiku yang dalam bahwa suatu saat nanti impian untuk itu tercapai. Impian itulah yang selalu menguatkanku dimanapun aku berada bahkan disaat masa sulitku maka impian itu kembali menjadi tonggak bagiku untuk tetap berdiri menjalani hidup.

di umur yang sekarang, aku menitipkan doa kepada Yang Maha Kuasa bahwa "semoga aku tetap sehat wal afiat, semoga aku diberi rekeki yang berkah untuk meringankan beban orang tuaku, semoga aku bisa mendapatkan pekerjaan tetap di usia ini, semoga saja Tuhan selalu menjagaku dari maksiat dan perzinahan, semoga Tuhan melapangkan dadaku untuk lebih banyak lagi bersedekah, semoga saja tahun depan , Tuhan memberiku rejeki untuk menikah."

hidup adalah tentang waktu, berputar dan tidak pernah menunda perjalanannya
dalam setiap helaan nafas dan langkah kaki, akan menuju titik pengakhiran.

hidup,
akan dimaknai seperti apa. Dia singkat dan amat terasa singkat bahkan lebih singkat dari kedipan mata.

selalu dan selalu tidak terduga bahwa benar hidup ini akan mengalami kefanaan
lalu apa yang ingin dilakukan dalam hidup, akankah hidup hanya menjadi perjalanan dengan jejak yang tak berbekas atau bahkan dengan bekas hitam

hidup,
dia adalah misteri yang selalu tak terpecahkan, karena sejatinya memang hidup tidak butuh untuk dipecahkan misterinya. Kita hanya butuh menjalaninya dengan setapak yang benar, meninggalkan jejak-jejak terbaik lalu pergi ke setiap sudut yang lain.

aku adalah salah satu dari musafir hidup yang masih terus berjalan, terkadang letih lalu kemudian duduk diam dan terkadang pula berlari menjalani hidup namun seringkali salah jalan.
seringkali melawan garis yang telah ditunjukkan semesta, lalu apa yang harus kubanggakan dengan semua ini.

aku hanya pendosa hidup yang ingin tersungkur mengakui semua khilaf.

kali ini, di momen yang keduapuluhtujuh, aku merenungi semua jejak hitam yang telah kutinggalkan. Aku memang tak mampu menghapusnya namun setidaknya perjalanan selanjutnya akan kuperbaiki dengan jejak yang lebih baik.
jejak yang mungkin berguna untuk orang di sekitarku.

detik-detik pergantian usia yang kujalani.
nestapa tak berduri dan bahagia tak berselera
hanya kefanaan yang tersisa bahwa semua akan menemui kehancuran abadi di dunia yang indrawi

060914
22;55 

September 5, 2014

Salah Satu Tulisan Lama

Karena bingung kerja apa di kantor, aku iseng membuka daftar sent di emailku dan tiba-tiba saja menemukan beberapa tulisan yang coba kukirimkan ke media dan salah satunya adalah ini yang tertanggal 24 oktober 2008


                              LASKAR PELANGI:  SEBUAH RENUNGAN



    Rektor Universitas hasanuddin, Prof.Idrus Paturusi,mengajak beberapa anak panti asuhan untuk menonton sebuah film yang sedang booming di tengah masyarakat Indonesia,sebuah film tentang pentingnya pendidikan,laskar pelangi.beberapa ratus ticket pun dibagikan secara gratis di UNHAS yang diperuntukkan untuk civitas akademika denagn harapan mereka mampu mengambil pelajaran dari film yang di kreasi oleh Riri Reza tersebut.

    Bukan hanya Mahasiswa UNHAS yang antusias berebut tiket untuk menyaksikan film yang diangkat dari novelnya Andrea Hirata tersebut,namun smua kalangan tersebut tidak ketinggalan,mulai dari anak - anak, remaja sampai orangtua.ini adalah sebuah gebrakan besar bagi perfilman Indonesia karena di tengah - tengah gempuran film yang bergenre percintaan dan horor yang digandrungi Masyarakat,muncullah Laskar Pelangi yang membawa pesan di bidang pendidikan yang amat dalam dan tidak sedikit penonton yang menangis terharu menyaksikan perjuangan anak - anak Bangka Belitung yang mewakili kaum marjinal dalam menuntut ilmu.

    Film laskar pelangi seolah menghentak akal sadar para Stake Holders di negeri ini,dimana banyak generasi penerus bangsa merah putih yang ingin menuntut ilmu terhambat di masalah finansial yang sebenarnya rancangan akal - akalan Pemerintah.di UNHAS misalnya punya empat jalur dalam penerimaan Mahasiswa Baru yaitu SMPTN, UMB, JNS dan UMS yang seolah keempat jalur tersebut hanya diperutukkan bangi orang - orang Borjuis,Mahasiswa yang masuk lewat JNS harus membayar sebesar 30 juta,itu jika ia memilih Fakultas Sospol akan lebih tinggi lagi jika di fakultas favorit seperti Kedokteran,sedangkan jika melalui UMS maka mereka wajib membayar uang sebesar 6 juta sebagai uang masuk.fakta di atas membuat kesempatan bagi kaum proletar untuk kuliah di UNHAS semakin sempit.belum lagi dengan terbitnya UU nomor 23 tentang sistem pendidikan nasional yang menandai eksisnya Badan Hukum Pendidikan { BHP } yang tinggal menunggu menit untuk diterapkan di UNHAS.hal ini semakin membuat kaum marjinal kehilangan kesempatan untuk menuntut ilmu di kampus Merah tersebut.

    Harapan dengan hadirnya film laskar pelangi yang telah ditonton oleh sebagian besar civitas akademika di UNHAS,agar supaya pesan dalam film tersebut mampu menggugah arah pikiran para  decision Maker di UNHAS untuk meninjau kembali keijakan - kebijakan mereka yang sama sekali tidak berpihak pada orang - orang kecil seperti yang diceritakan Andrea Hirata dalam Laskar Pelanginya.

Tetap semangat menuntut ilmu bagi kaum proletar,tidak ada alasan untuk diam   

        SOSPOL  UNHAS

semangat

Di sudut meja yang berantakan. Kurangkai cita yang menyemburkan asa. Genggaman tangan mulai terasa bahwa semua yang terlihat seperti ilusi ternyata adalah kenyataan manis di depan diri yang sedang menghamba dalam kepapaan.

Aku meneguk secangkir teh manis yang dihidangkan bapak tadi. merasakan hangatnya mengaliri pori-pori tubuhku dan aku meyakinkan diri bahwa hidup akan baik-baik saja karena Dia selalu ada untukku.

Tantangan dan kebingungan ini hanyalah arus air yang hinggap sejenak yang suatu saat nanti akan mengalir menjauh dari pandangan. hanya butuh kekuatan lebih, hanya butuh keyakinan pasti dan hanya butuh kesabaran yang maksimal bahwa aku bisa menjalani semua dengan sempurna.

Di setiap kebingungan selalu tersimpan makna yang mendewasakan diri. pembelajaran yang tidak bisa didapatkan dalam kesenangan karena hanya butuh hati yang tawaddu untuk melalui ini semua tanpa harus khawatir bahwa akan terjadi sesuatu yang melenyapkan impian begitu saja.

Berjalanlah dan terus berjalan. Belajarlah dan terus belajar sampai waktu akan menceritakan bahwa kejadian-kejadian seperti ini hanyalah sebuah perjalanan panjang yang tidak menakutkan tentang semua.

Nb. adaptasi di bmd

August 30, 2014

Bmd

Akhir Agustus ini, aku sudah mulai menjalankan aktivitas di sebuah kantor. Ada sedikit hal yang agak aneh kembali harus merubah pola keseharian namun apapun semua patut disyukuri tanpa harus disesali adanya.

Aku seperti manusia lain yang harus bangun pagi berkejaran dengan waktu untuk sampai di tempat kerja. Kebiasaan yang dulu hanya kusaksikan di setiap orang sekitarku namum sekarang akupun harus melakoninya.

Kali ini benar-benar aku membuat diriku fokus pada satu tujuan bahwa rezeki itu tidak mesti dipilah-pilah. Ketika Allah memberikan kita kesempatan maka pergunakanlah kesempatan itu sebaik-baiknya sebelum kesempatan itu berlari menjauh darimu. Alangkah buruk ketika semua telah berlalu dan kita baru menyadari bahwa banyak hal yang disia-siakan selama ini.

Mungkin saja bagi sebagian orang, pekerjaan yang sedang kujalani ini sedikit rendah prestisenya namun bagiku bahwa pandangan orang hanyalah desiran angin yang lalu lalang kemudian hilang tak berarti. Aku berusaha untuk menjadi diriku dan tidak terhalang oleh pandangan orang-orang sekitarku.

Sampai pada suatu waktu bahwa aku menjalani hidupku dengan benar dan tidak ada yang mampu menggagalkan impianku untuk melakukan yang terbaik dalam hidup.

Bmd, 26 Agustus 2014

August 23, 2014

Hidup itu keseimbangan

tiba-tiba saja tadi membaca twit dari sumantri suwarno seperti ini " jokowi menikmati jalan cepat karir politiknya- tentu agar seimbang dan demi penguatannya dia perlu menghadapi masalah, itu hukum alam."

pernyataan diatas sebenarnya bukan tentang jokowi ataupun tentang karir politiknya yang begitu cepat namun inti dari apa yang ingin kutulis adalah hidup itu selalu berjalan dengan seimbang bahkan dalam hal terkecil pun. Hidup selalu berpasangan dalam segala hal yang membuat hidup seimbang jika hukum alam itu dilanggar maka hancurlah kehidupan.

aku ingat pimpinanku di perusahaan sebelumnya mengatakan bahwa energi yang kau keluarkan akan sama dengan energi yang kau hasilkan dalam artian bahwa energi tersebut tidak melulu dalam bentuk materi namun dalam berbagai hal. Ketika kita bekerja maka lakukan secara maksimal, jika saja hasil kerja kita tidak sesuai dengan gaji yang diterima maka Tuhan akan memberikan energi dalam bentuk lain entah itu kesehatan ataupun mungkin rejeki yang berkah.

jangan sekali-kali khawatir bersedakah karena takut miskin karena yakinlah bahwa Tuhan Maha mengetahui semua bahkan tentang sedekah berulang kali dianjurkan dalam Al-Quran.

hidup itu tidak selamanya susah dan juga tidak selamanya senang karena hidup ini harus berjalan seimbang. Hal yang perlu dilakukan adalah menjalani dengan ikhlas dan tetap menyeimbangkan hidup. Ketika senang maka sisipkanlah sedikit ketidaksenangan supaya saat susah datang tidak terlalu susah. Misalnya ketika mendapat rejeki banyak maka sisipkan ketidaksenangan dalam bentuk berbagi rejeki kepada yang lain. Jangan lupa diri ketika senang karena artinya hidup tidak seimbang ketika seperti itu. Selalu menyeimbangkan hidup berarti menjalani hidup dengan bijaksana. Jangan terlalj berlebih-lebihan baik ketika senang maupun ketika sedih.

jak-sel. 23.8.14

August 21, 2014

Bedah buku Anak-Anak Revolusi

Kemarin di Gramedia matraman, saya mengikuti bedah buku "Anak-Anak Revolusi" yang dikarang oleh Budiman Sudjatmiko. Buku yang bisa dikatakan sebagai novel atau mungkin buku sejarah bahkan bisa juga sebagai buku novel sejarah, entahlah namun buku itu menggambarkan perjalanan hidup seorang Budiman Sudjatmiko. Hadir pula Effendy Ghozali dan Maman Suherman sebagai narasumber.

sebenarnya ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kemarin namun waktu yang terbatas bahkan sesi pertanyaan hanya dibuka satu kali dengan 3 penanya alhasil saya tidak mendapatkan kesempatan untuk bertanya. Namun sebelum mengurai pertanyaan saya kemarin, ada beberapa hal yang ingin kuceritakan mungkin sebagai uneg-uneg.

siapa yang tidak mengenal Budiman Sudjatmiko dikalangan aktivis Mahasiswa era 90an sampai sekarang. Dia sebagai aktivis yang juga ketua PRD begitu heroiknya menunjuk hidup penguasa orba sebagai rezim otoriter sehingga membuat dirinya harus masuk keluar penjara dan melihat kenyataan satu persatu temannya dihilangkan.

 Sejarah perjalanannya sebagai aktivis tersebut digambarkan pula di bukunya dengan penggambaran yang kadang menyesakkan dada. Bayangkan saja ketika disekap tanpa baju bahkan dikencingi aparat namun menurut Beliau hal yang paling memilukan adalah kata-kata aparat bahwa mereka bisa saja dibunuh tanpa ada yang tahu dan juga bahwa hidup mereka ada di tangan aparat tersebut. Saya saja yang sering ikut aksi Mahasiswa di era akhir 2000an dan di salah satu aksi menolak UU BHP, saya menggigil kedinginan ketika dikepung aparat di tugu UNHAS Makassar dan tak tahu arah melarikan diri bahkan lemparan batu dari intel tepat mendarat di dadaku sudah begitu perih. Bisa dibayangkan seandainya saya jadi Mahasiswa di Era orba, mungkin saya sudah jadi Mahasiswa yang datang, duduk, diam ke kampus.

saya juga adalah salah satu Mahasiswa yang begitu kecewa setelah mengetahui beberapa aktivis termasuk Budiman Sudjatmiko masuk dalam sistem. Di pikiran saya ketika masih Mahasiswa adalah masuk sistem haram hukumnya karena idealisme akan dikompromikan sana-sini. Meski pertanyaanku ini sudah dijelaskan panjang lebar oleh beliau kemarin.

kembali ke bedah buku kemarin. Menurut saya bahwa kekuatan buku tersebut ada di cara menyajikannya. Diceritakan dengan jujur dan romantis yang begitu kuat. Jangan lupa pula bahwa kutipan lagu-lagu dan kata-kata dari tokoh yang disisipkan kedalam cerita menjadi suatu kekuatan tersendiri. Saya ingat pula novel 5 cm yang sangat digandrungi pun melakukan hal yang sama. Menyisipkan lagu-lagu romantis dan kata-kata yang sudah umum sehingga pembaca seakan ikut larut di dalam cerita.

Effendy Ghazali dan Maman Suherman sebagai narasumber memberikan pandangan dari sudut mereka masing-masing. Daeng Maman dengan kekhasannya memulai dengan puisi yang romatis dan menurutku ini salah satu daya tarik dari beliau yang disukai oleh anak muda sekarang dari gaya penulisannya yang menyentuh hati melalui puisi. Mungkin saja beliau terinsprirasi dari sosok soe hok Gie yang ternyata menjadi idolanya. Di sisi ini, saya tidak sepakat dengan daeng Maman karena menurut pandangan subjektif saya bahwa Soe hok Gie adalah salah satu aktor memberi andil dimulainya orba. Kedua bahwa "mungkin saja" dia terlalu sering mendaki gunung sehingga analisis politik saat itu tidak holistik bahkan terakhir mungkin ini sangat subjektif karena ajal Tuhan yang tahu namun ironi karena seorang demonstran harus meninggal saat mendaki gunung di gunung Semeru.

terakhir dan ini yang ingin saya tanyakan kepada ketiga narasumber kemarin bahwa apa sebenarnya yang keliru saat Reformasi 1998? Kenapa kehidupan "tidak terlalu lebih baik"? Kebebasan berpikir mungkin iya namun ekspektasi saya adalah Bangsa ini seperti Kuba pasca Revolusi 1959 melawan diktator Fulgencio Batista dikomandani oleh Fidel Castro dan seorang dokter keren, Ernesto "che" Guevara. Saya berandai-andai harusnya muncul tokoh yang benara-benar rovolusioner pada masa itu, dipikiran saya mungkin sosok Gusdur.

Nb. Saya belum baca buku 2

jaksel, 21.8.14.
detik-detik menunggu putusan MK

 

August 20, 2014

AKU DIANTARA

aku diantara kumpulan orang-orang. Aku tak terlihat dianatara mereka semua yang seperti berkejaran bersama waktu mengisi hidup penuh asa
aku diantara anak kos yang sering kujumpai di saat aku bersemayam di kamarku yang mini
aku diantara kumpulan ibu pemilik kos yang sering berkumpul bercengkerama di setiap sorenya

aku diantara kumpulan bapak paruh baya yang kujumpai setiap ada kesadaranku melangkahkan kaki ke mesjid
aku diantara lalu lalang manusia di jalanan yang padat dengan berbagai kesibukan

aku diantara para pengamen dan pengemis saat aku mengendarai motor dan harus berhenti karena lampu merah
aku diantara para manusia yang menghabiskan waktunya di beranda supermarket yang dilengkapi dengan wifi gratis

aku diantara para pegawai yang kujumpai di senja hati saat menjemput prigita di kantornya
aku diantara para tukang parkir, pengamen, orang kantoran, ustadz, ibu-ibu pengajian, sopir angkot dan semua jenis manusia

aku diantata perasaan sepi, perasaan suka cita dan duka cita. Aku diantara senang dan sedih dan aku diantara semua perasaan yang datang silih berganti.

aku hidup karena saat aku berada diantara semua itu maka aku masih manusia yang sama dengan mereka sedang menjalani pertunjukkan opera yang sebenarnya yaitu hidup.

aku diantara kekuasaanNya
jaksel 20.8.14