Karena bingung kerja apa di kantor, aku iseng membuka daftar sent di emailku dan tiba-tiba saja menemukan beberapa tulisan yang coba kukirimkan ke media dan salah satunya adalah ini yang tertanggal 24 oktober 2008
LASKAR PELANGI: SEBUAH RENUNGAN
SOSPOL UNHAS
LASKAR PELANGI: SEBUAH RENUNGAN
Rektor Universitas
hasanuddin, Prof.Idrus Paturusi,mengajak beberapa anak panti asuhan
untuk menonton sebuah film yang sedang booming di tengah masyarakat
Indonesia,sebuah film tentang pentingnya pendidikan,laskar
pelangi.beberapa ratus ticket pun dibagikan secara gratis di UNHAS yang
diperuntukkan untuk civitas akademika denagn harapan mereka mampu
mengambil pelajaran
dari film yang di kreasi oleh Riri Reza tersebut.
Bukan
hanya Mahasiswa UNHAS yang antusias berebut tiket untuk menyaksikan film
yang diangkat dari novelnya Andrea Hirata tersebut,namun smua kalangan
tersebut tidak ketinggalan,mulai dari anak - anak, remaja sampai
orangtua.ini adalah sebuah gebrakan besar bagi perfilman Indonesia
karena di tengah - tengah gempuran film yang bergenre percintaan dan
horor yang digandrungi Masyarakat,muncullah Laskar Pelangi yang membawa
pesan di bidang pendidikan yang amat dalam dan tidak sedikit penonton
yang menangis terharu menyaksikan perjuangan anak - anak Bangka Belitung
yang mewakili kaum marjinal dalam menuntut ilmu.
Film laskar
pelangi seolah menghentak akal sadar para Stake Holders di negeri
ini,dimana banyak generasi penerus bangsa merah putih yang ingin
menuntut ilmu terhambat di masalah finansial yang sebenarnya rancangan
akal - akalan Pemerintah.di UNHAS
misalnya punya empat jalur dalam penerimaan Mahasiswa Baru yaitu SMPTN,
UMB, JNS dan UMS yang seolah keempat jalur tersebut hanya diperutukkan
bangi orang - orang Borjuis,Mahasiswa yang masuk lewat JNS harus
membayar sebesar 30 juta,itu jika ia memilih Fakultas Sospol akan lebih
tinggi lagi jika di fakultas favorit seperti Kedokteran,sedangkan jika
melalui UMS maka mereka wajib membayar uang sebesar 6 juta sebagai uang
masuk.fakta di atas membuat kesempatan bagi kaum proletar untuk kuliah
di UNHAS semakin sempit.belum lagi dengan terbitnya UU nomor 23 tentang
sistem pendidikan nasional yang menandai eksisnya Badan Hukum Pendidikan
{ BHP } yang tinggal menunggu menit untuk diterapkan di UNHAS.hal ini
semakin membuat kaum marjinal kehilangan kesempatan untuk menuntut ilmu
di kampus Merah tersebut.
Harapan dengan hadirnya film laskar
pelangi yang telah ditonton oleh sebagian besar civitas akademika di
UNHAS,agar supaya pesan dalam
film tersebut mampu menggugah arah pikiran para decision Maker di
UNHAS untuk meninjau kembali keijakan - kebijakan mereka yang sama
sekali tidak berpihak pada orang - orang kecil seperti yang diceritakan
Andrea Hirata dalam Laskar Pelanginya.
Tetap semangat menuntut ilmu bagi kaum proletar,tidak ada alasan untuk diam
SOSPOL UNHAS
No comments:
Post a Comment