September 5, 2014

Salah Satu Tulisan Lama

Karena bingung kerja apa di kantor, aku iseng membuka daftar sent di emailku dan tiba-tiba saja menemukan beberapa tulisan yang coba kukirimkan ke media dan salah satunya adalah ini yang tertanggal 24 oktober 2008


                              LASKAR PELANGI:  SEBUAH RENUNGAN



    Rektor Universitas hasanuddin, Prof.Idrus Paturusi,mengajak beberapa anak panti asuhan untuk menonton sebuah film yang sedang booming di tengah masyarakat Indonesia,sebuah film tentang pentingnya pendidikan,laskar pelangi.beberapa ratus ticket pun dibagikan secara gratis di UNHAS yang diperuntukkan untuk civitas akademika denagn harapan mereka mampu mengambil pelajaran dari film yang di kreasi oleh Riri Reza tersebut.

    Bukan hanya Mahasiswa UNHAS yang antusias berebut tiket untuk menyaksikan film yang diangkat dari novelnya Andrea Hirata tersebut,namun smua kalangan tersebut tidak ketinggalan,mulai dari anak - anak, remaja sampai orangtua.ini adalah sebuah gebrakan besar bagi perfilman Indonesia karena di tengah - tengah gempuran film yang bergenre percintaan dan horor yang digandrungi Masyarakat,muncullah Laskar Pelangi yang membawa pesan di bidang pendidikan yang amat dalam dan tidak sedikit penonton yang menangis terharu menyaksikan perjuangan anak - anak Bangka Belitung yang mewakili kaum marjinal dalam menuntut ilmu.

    Film laskar pelangi seolah menghentak akal sadar para Stake Holders di negeri ini,dimana banyak generasi penerus bangsa merah putih yang ingin menuntut ilmu terhambat di masalah finansial yang sebenarnya rancangan akal - akalan Pemerintah.di UNHAS misalnya punya empat jalur dalam penerimaan Mahasiswa Baru yaitu SMPTN, UMB, JNS dan UMS yang seolah keempat jalur tersebut hanya diperutukkan bangi orang - orang Borjuis,Mahasiswa yang masuk lewat JNS harus membayar sebesar 30 juta,itu jika ia memilih Fakultas Sospol akan lebih tinggi lagi jika di fakultas favorit seperti Kedokteran,sedangkan jika melalui UMS maka mereka wajib membayar uang sebesar 6 juta sebagai uang masuk.fakta di atas membuat kesempatan bagi kaum proletar untuk kuliah di UNHAS semakin sempit.belum lagi dengan terbitnya UU nomor 23 tentang sistem pendidikan nasional yang menandai eksisnya Badan Hukum Pendidikan { BHP } yang tinggal menunggu menit untuk diterapkan di UNHAS.hal ini semakin membuat kaum marjinal kehilangan kesempatan untuk menuntut ilmu di kampus Merah tersebut.

    Harapan dengan hadirnya film laskar pelangi yang telah ditonton oleh sebagian besar civitas akademika di UNHAS,agar supaya pesan dalam film tersebut mampu menggugah arah pikiran para  decision Maker di UNHAS untuk meninjau kembali keijakan - kebijakan mereka yang sama sekali tidak berpihak pada orang - orang kecil seperti yang diceritakan Andrea Hirata dalam Laskar Pelanginya.

Tetap semangat menuntut ilmu bagi kaum proletar,tidak ada alasan untuk diam   

        SOSPOL  UNHAS

No comments: