engkau persinggahan jiwaku
saat lelah menghampiriku
melawan dunia yang semakin tak bersahabat
masih ingatkah engkau kemarin malam
saat kukirimkan surat tentang cita kita
ikrar kan menaklukkan dunia
tapi kenapa hari ini kau seakan lupa
menanyakan pertanyaan yang sama
sudahlah merengek tentang asa
February 13, 2013
yah,,yah
memungut tetes hujan berserakan
mencerca cahaya yang memercik wajah
menggores sukma penuh dendam
hujan diujung malam yang menua
ingin kukejar hangatnya
sekan berlomba dengan nafasku
mencerca cahaya yang memercik wajah
menggores sukma penuh dendam
hujan diujung malam yang menua
ingin kukejar hangatnya
sekan berlomba dengan nafasku
February 12, 2013
Tentang Rindu Ini
kuingat tentang malam yang menawarkan dinginnya
kuingat tentang pagi dengan sejuknya
cerita di kota tua
selalu dan selalu deru kereta memekakkan telinga
tentang rindu
tentang hangatnya kota ini
namun tak jua mampu mengalahkan pesona negeriku
diujung sana
diujung pulau yang menawarkan rindu
tentang semua kenangan
tentang hidup yang terjalani masa itu,,
airnya telah menyatu dalam darahku
bau tanahnya tak musnah dariku
hangatnya mendesir di rongga otakku
memercikkan rindu yang amat sangat
tentang cerita esok hari
kuingat tentang pagi dengan sejuknya
cerita di kota tua
selalu dan selalu deru kereta memekakkan telinga
tentang rindu
tentang hangatnya kota ini
namun tak jua mampu mengalahkan pesona negeriku
diujung sana
diujung pulau yang menawarkan rindu
tentang semua kenangan
tentang hidup yang terjalani masa itu,,
airnya telah menyatu dalam darahku
bau tanahnya tak musnah dariku
hangatnya mendesir di rongga otakku
memercikkan rindu yang amat sangat
tentang cerita esok hari
February 11, 2013
silaturrahim
ini tentang manusia
tentang hasrat mereka
saat perut menjadi kuasa
senyum karena sesuatu
tak lagi tulus
tidak lagi murni
membosankan
tentang hasrat mereka
saat perut menjadi kuasa
senyum karena sesuatu
tak lagi tulus
tidak lagi murni
membosankan
February 10, 2013
Lagu Malaysia Malam Ini
Malam ini, benar-benar tidak ada kegiatan. setelah makan malam bersama munir di depan lorong, nasi pecel yang cuma 4 ribu, kami berdua kembali ke rumah, sebenarnya kami berniat ke padepokannya kang Huda tapi ternyata hujan malam ini memaksa kami membatalkan rencana kami. kami berdua harus beradu lari dengan hujan sebelum mencapai pintu rumah. hujan semakin deras menyapa kota ini, munir duduk di ruang depan sambil membaca koran hari ini, sedangkan aku langsung ke depan komputer larut di dunia maya. beberapa menit kemudian, aku jenuh dengan dunia maya, tidak ada yang menarik bahkan sekedar untuk membunuh kejenuhanku malam ini.
aku kemudian memutar lagu malaysia, lagu-lagu yang semasa SD sangat akrab di telingaku. setiap judul lagu malaysia yang kuingat, kunikmati lewat you tube. sesaat kemudian, kuingat saat masih di kampung, saat masih SD, lagu-lagu tersebut sangat digandrungi dulu. akupun tak ketinggalan menikmatnya, hingga saat ini, lirik lagu tersebut masih kuingat dengan jelas.
lagu-lagu india pun sangat akrab di telingaku dulu. masih segar dalam ingatanku bagaimana kami harus membolos untuk menonton film india bahkan dengan jarak yang sangat jauh, maklum di desa kami dulu, hanya ada beberapa orang yang sudah mempunyai pesawat tv.
hehe. lagu malaysia untuk malam ini
aku kemudian memutar lagu malaysia, lagu-lagu yang semasa SD sangat akrab di telingaku. setiap judul lagu malaysia yang kuingat, kunikmati lewat you tube. sesaat kemudian, kuingat saat masih di kampung, saat masih SD, lagu-lagu tersebut sangat digandrungi dulu. akupun tak ketinggalan menikmatnya, hingga saat ini, lirik lagu tersebut masih kuingat dengan jelas.
lagu-lagu india pun sangat akrab di telingaku dulu. masih segar dalam ingatanku bagaimana kami harus membolos untuk menonton film india bahkan dengan jarak yang sangat jauh, maklum di desa kami dulu, hanya ada beberapa orang yang sudah mempunyai pesawat tv.
hehe. lagu malaysia untuk malam ini
21.47
10.02.13
Tentang Selera
Ini cerita tentang selera, tentang bagaimana kita menyikapi setiap selera individu yang ada. sering kali ketika kita berbeda selera dengan seseorang maka dengan angkuhnya kita selalu mencari kekurangan tentang seseorang tersebut. selera menurutku adalah hal yang terbentuk pada diri setiap individu karena beberapa alasan termasuk salah satunya adalah pengalaman masa lalu. tentang bagaimana dicekoki sesuatu pada masa kecilnya maka hal tersebut akan terukir dalam dirinya dan menjadikan sesuatu tersebut sebagai hal disukai atau dibenci.
Kumulai pertama dengan selera musik. dengan jujur kukatakan bahwa aku suka dengan beberapa genre musik termasuk musik yang dianggap sebagai musik orang kampung. aku suka sekali musik malaysia dan dangdut. itu pengakuan jujurku. bukan tanpa alasan kenapa aku tiba-tiba suka musik tersebut, kuingat dengan sangat jelas bahwa pada masa-masa SD, orang-orang di kampungku doyan akan musik tersebut, setiap rumah sering memutarnya pada pagi dan sore hari.
Kumpulan pemuda yang nongkrong di malam hari sering kali bernyanyi bersama menyanyikan genre musik tersebut. lama kelamaan aku pun suka akan kedua musik tersebut terutama musik malaysia bahkan sampai sekarang. Ada beberapa lirik lagu yang masih segar dalam ingatanku. lalu kemudian saat kuliah dan bertemu dengan beberapa orang dari belahan daerah lain, ternyata selera musik kami berbeda, kebanyakan dari mereka suka lagu impor nan cadas, reggae, hardcore, atau apapun itu. saat berbicara tentang musik, aku harus siap-siap dicemooh habis-habisan karena selera musikku yang dianggap kampungan.
Awalnya, aku bahkan berpura-pura untuk menyenangi setiap lagu yang diputar, aku harus googling mencari informasi tentang band luar yang menjadi mainstream meskipun kutahu, sama sekali aku tidak menikmatinya, bahkan lebih lucunya, saat menginap di kampus, aku memutar lagu yang kusukai sejak kecil saat sudah sepi.
Lama kelamaan, aku kemudian berfikir apa salahnya berbeda selera dengan mereka, toh meskipun begitu, aku tidak merugikan mereka.musik adalah untuk dinikmati. terkadang juga, mereka suka musik yang resist sehingga musik pinggiran dianggap kolot. aku kemudian berpikir bahwa meskipun suka dengan musik perlawanan namun tidak serta merta mereka menjadi bagian dari itu karena perlawanan terhadap segala bentuk penindasan bukan labelitas, dia teridentifikasi dari gerak nyata tanpa melihat sesuatu yang sifatnya normatif.
Tentang selera yang kedua adalah klub sepakbola atau bahkan pemain kesukaan, terkadang waktu habis hanya untuk memperdebatkan klub mana yang paling unggul, pemain mana yang paling jago bahkan harus saling menjegal. terus terang aku bosan dengan semua perdebatan tentang selera yang sifatnya subjektif, tentang mana yang lebih keren.
banyak lagi selera yang kemudian terkonstruksi di dalam setiap pikiran individu yang berbeda-beda tanpa harus mendiskreditkan selera orang lain.
10-2-13
Kembali Ingkar Pada Diriku
10.02.13
08.00
aku sudah memakai celana pendek merah dan baju kaos dengan niat yang bulat untuk menghangatkan tubuhku dengan pagi ini. namun semuanya harus buyar, saat menuju lantai 1 dan melewati komputer yang masih menyala, aku iseng untuk ngechek email dan akun facebook, entah mengapa, di akun FBku ada tautan dari blog temanku karena penasaran tentang tulisannya, mulai kuklik dan membaca tulisannya. bukan hanya sampai disitu, akukemudian larut dalam bacaan blog pagi ini, memaca beberapa tulisan dari teman-teman lama di makassar, sering dari tulisan mereka menghadirkan kembali suasana makassar yang begitu mempesona
aku tak menyadari atau mungkin terlalu menikmati setiap tulisan di blog teman-temanku di makassar, alhasil tidak terasa, pagi sudah beranjak namun aku masih duduk rapi di depan komputer bergumul dengan blog ini sambil sesekali tersenyum ketika membaca pengalaman masa lalu di makassar. terkadang saat merindukan kota makassar, sering kubuka blog ataupun kubaca status teman-temanku yang ada di makassar sekedar untuk mengobati kerinduan terhadap kota itu. meskipun terkadang juga aku malas dengan perasaan yang seperti itu, yang sangat sentimental.
entahlah, sekarang sudah pukul 08.00, namun janji pada diriku untuk berjalan kaki menikmati pagi ini belum juga kutunaikan, kau malah menulis pengingkaranku di blogku yang acak kadul. mungkin juga ini sekedar sebuah kado permintaan maaf dengan pengingkaran tersebut, aku merasa tidak terlalu bersalah kaena tulisan ini, namun apapun itu, salah atas pengingkaran tetaplah salah.
kuakhiri tulisan karena aku ingin menggugurkan janjiku pagi ini. segera kumatikan komputer dan beranjak keluar memanjakan tubuhku dengan udara pagi meskipun agak terlambat. maaf yah.
08.34
kulanjutkan lagi tulisanku ini, sesaat setelah pulang memenuhi janjiku kepada diriku. lucunya, tadi saat baru keluar dari pintu rumah, udara pagi begitu sangat menyengat, bahkan hampir saja menghalangiku untuk keluar. harapan untuk mendapatkan sinar matahari yang sejuk ternyata tidak terpenuhi. inijuga salahku karena baru keluar dari rumah saat matahari sudah terik.
tetap kulangkahkan kakiku menuju jalan besar, alhasil yang kutemi adalah jalanan yang lengangpadahal seharusnya jalanan ini ramai oleh orang-orang yang jogging atau sekedar jalan-jalan saat hari minggu, segera kutersadar bahwa akulah yang terlambat. sesampai di dekat sebuah pasar, terlihat aktivitas masyarakat yang sudah larut dalam aktivitas mereka, salng tawar menawar. tak ada lagi gairah untuk melanjutkan acara jalan-jalanku, kuputuskan saja untuk mencari angkringan di dekat pasar, namun setelah berputar-putar menyusuri sudut jalan, tak kutemui satupun angkringan, ternyata angkringan di kota ini pun libur saat hari minggu. ah, ini akibat terlambat, semua aktivitas tidak berjalan semestinya. memang seharusnya setiap aktivitas dilakukan pagi-pagi.
akhirnya aku pulang dengan rasa tak puas pagi ini,namun saat akan memasuki lorong menuju tempat tinggalku, ada salah satu kedai kopi yang buka, aku kemudian singgah dan memesan secangkir teh panas, serta menikmati 2 potong kue pia. hanya ada seorang laki-laki paruh baya yang jugas sedang menikmati kopi hitam disampingku sambil bercengkerama dengan ibu pemilik kedai.
ini tentang teh panas, aku selalu keliru dengan hal tersebut, semenjak berada di kota ini beberapa bulan yang lalu, aku sering memesan teh panas saat di warung, namun anehnya saat sudah disuguhkan, ternyata tehnya tidak sepanas yang aku kira, aku memang doyan menikmati teh panas yang asapnya masih mengepul namun di kota ini ternyata teh panas itu cuma hangat, alhasil aku tidak terlalu menikmatinya karena sensasi asapnya sudah tidak ada.
kembali lagi ke masalah pagi. kuingat saat masih kecil dulu, orang tuaku selalu gusar tatkala aku terlambat bangun, berbagai pameo dikeluarkan untuk memotivasiku bangun pagi, "rezeki itu dibagi saat pagi hari, jadi kalau kau terlambat bangun, tidak dapat bagian". kata-kata itu terngiang di kepalaku, entah maknanya seperti yang diungkapkan oleh orang tuaku atau bahkan ada makna tersirat namun yang pasti bahwa pagi hari adalah waktu yang sangat tepat untuk memulai setiap aktivitas
selamat pagi semesta,,,,,,,,,
February 9, 2013
Kada Penawa
09.02.13
23.13
ngawi
ala ganna'mi setengah tahun mabela jio mai kampong, tiro katuoan, tapi biasa takkajanna'na kua apa tonganra kutiro tee. yanna kumesa-mesa omo cimadokko, ta'pa mangngingaran omo kua mabela tonganmo pale'na tee na susi bang unari kurasa kaleko.malaja'na ke yato kutiro te'da na bisa bawana sitammu Puangku.tongan iya kua aja paralluna doi, te'da kubisa borroi kaleku tapi aja nippik ra silenanna jio niatku na kedoku. yanna kedo ci'di penawanku pasti kedo todami to apa lakukabua, na simula beccu'na diajai kua PuangAllah Taala mangpepenawa, yanna tassala to penawanna sala todami to dituju.ya bangmora jio kupeta'da doangan danggi' lalo dikka'na na takkedo penawanko. kurasakan tonganmi tee katuonku kua ya to ladi pangkitai sitonganna penawanta', yanna ya bangra ia to lino di tiro, kanriri na bumbun dau, ambai na kan te'da lalo kameloanna lako kale ta'.
umuru'ku lewa'mi seperempa abad. te'da lalo kurasakanni na susimo pale'na tee. susi bang unari kua pea unapa, male mang rewa saping, mangpakande beke. mareso gaja unapa cakkedo penawanku, iyarika ku madoang disanga, iyarika kuputus asa, iyarika ku makuttu, iyarika kumasekke, iyarika ku iri. tapi mangusaha tarruna na danggi lalo dikka'na kubawaimate tuu lako sifa ganjang. aja susa tongan ta'pa dita'dean tapi ambai yanna si ci'di-ci'di bisa unara pran-piran mapaccing.
te'da lalo iya salana male tiro doi moi angge imbo tapi yara na sala ke ya jo doi na pasala lalan mik, biasa bangmiki borro, biasa bangmiki takkalupa, sanggenna doi manda tongan mora disanga raja,
ya tee allo sanga disanga omo todana mangjama, kuhindari lalo tomadoang bangra disanga, kuhindari lalo to malaja lko ponggawa na pakala'bi PongAllah Taala. ambai biasa bngmi ke rapatki na wattumi to massumbajang tapi cia'ki todana disanga na disalai bangmo to sumbajang sanga madoangki di sanga marajin pole jio mai ponggawa, ya ngasan mo jio to ala kupemabelai jio mai batang kaleko, ya'ke bangmo na cacca ngasanna tau tapi nakabudaina PongAllah Taala daripada naka budaiki to tau tapi na caccaki Pong Allah Taala.
ya te'da allo, yamora kua matumbai di patannangngi to penawa, danggi lalo marussak bangra apalgi ke gara-gara duniara. yanna den masalahmu, anggi'mo mngcurit gaja lako tau tapi meta'da doang bangmora. te'da laloki ia bedana to mayat lumingka ke te'dai prinsip di toe. yanna mareso gaja unapiki na pengarui tau berarti malamma unapi to penawanta.
yatarru kurangan tonna 2 taun lalu, yatonna kumasaki ambai ala patang bulanna jio bangra bola. ambai nasangai to tau joi wattu kua malaga bangna tapi sitonganna takkukullemi, biasa to'mikukua jio wattu kua ambai susi bangmora iya tee, te'da lalo pangkulleanku, moi ke mamma'na matumbade' too kusa'ding. pempiranmo disolan lako ruma saki' na kua bangra to dottoro' kua te'da kuciapa. ya jio wattu, pole lan mai penawanku kua PongAllah Taala tonganmora tee, ambai yamo jio wattu punca'na pasraku. na pakitan tonganna kakuasanna PongAllah Taala tonna kususi jio sanga te'damo ku male mang pejampi na kumalaga kusa'ding. sampai too, ya tarru jio ku ngaran ke kedo omi penawanku.
te'damo kumengerti kua apamora tee to disanga katuo-tuoan, ambai te'da na susi ngasan to tau tapi budami iya to tau semata-mata mangpugauk sanga den apa nacinna, te'damo na macanning penawa. dikita bangmi ke ala pemilihnni, yato ponggawa mangpabengan sanag madoangngi di pille, susi toda una to tau pira, yapi na madoang mapille ke denni doi'na. yake susii pale jio, imbomira nanai to penawa. dangngi'mo mabela gaja kitai ke pemilihan, yamo to silaturrahim jio masyaraka', budami to tau kandoppi to ponggawa tapi yanna yato tau te'da apanna, na pelle-pellei.
danggi lalo dikka'na ku termasuk tau tak sukkuru'.
pekassingngii to penawa
malampu
sabbara'
sukkuru'
mangngingaran PongAllah Taala
maballo lako tau
Kasihmu
depok
16.09.12
Tuhan
Engkau ciptakan aku,
buat apa,
untuk apa,
ceritakan padaku Tuhan
Tuhan,
ketika Engkau tak ajarkan,
aku tak mengerti,
ketika Engkau tak ijinkan,
aku tak kuasa
Tuhan,
terkadang kusadar,
seringkalikulupa
kusadar kan RakhmatMU,
kulupa karena dzalimku atas diriku
Tuhan,
kurindu pertemuan denganMU,
tuntunlah aku
meretas jalan kepadaMU,
karena kuyakin,
itulah hakekat Engkau adakan aku
Tuhan,
terlalu lama
diri ini tak terarah
tanpa tujuan esensi,
namun kuyakin,
Engkau tujuan perjalananku
Berjalan
ini bukan akhir,
aku harus menghalau setiap kemalasan
karena pesan dari seorang Guru
perluas zona nyamanmu
ini bukan titik
masih ada ruang yang menunggu
jangan berhenti mematung
ini sekedar jalan yang sedang lurus
tetaplah berjalan
di depan masih jauh
sambil sesekali berhenti
melepas dahaga di kedai kopi
yang sering disinggahi
sang musafir
nalar tak terpakai
bagai rongsokan puing sampah
karena dia bukan dia
hingga berjalan bukan kehendaknya
hanya mengikuti skenario Langit
sampai akhirnya
tak berbekas
hilang
musnah
dan akhirnya
Fana
aku harus menghalau setiap kemalasan
karena pesan dari seorang Guru
perluas zona nyamanmu
ini bukan titik
masih ada ruang yang menunggu
jangan berhenti mematung
ini sekedar jalan yang sedang lurus
tetaplah berjalan
di depan masih jauh
sambil sesekali berhenti
melepas dahaga di kedai kopi
yang sering disinggahi
sang musafir
nalar tak terpakai
bagai rongsokan puing sampah
karena dia bukan dia
hingga berjalan bukan kehendaknya
hanya mengikuti skenario Langit
sampai akhirnya
tak berbekas
hilang
musnah
dan akhirnya
Fana
manusia manusia disekitarku
sering kutulis setiap orang yang hadir di ruang hidupku, masa kemarin, saat aktif d GP,
aku menulis setiap sisi temanku, tentang mereka, tentang canda dan tentang sisi yang terlihat oleh mataku
saat takdir menggiringku ke ruang masa berikutnya, terdamparlah aku di sini, bekerja di sebuahpenerbit dan ditempatkan di sebuah kabupaten Jawa timur yang berbatasan dengan jawa tengah,
kali ini, kutulis lagi tentang mereka yang kan mengisi hari-hariku disini sebagai rekanat kerja,
memang, sangat berbeda dengan kondisi ruang kemarin yang lebih longgar, fleksibel bahkan benar-benar sangat santai,
kali ini, kujumpai sebuah ruang yang mengharuskan aku kembali untukdisiplin,
dalam waktu,
tentang pekerjaan,
tentang posisi dan pertemanan,
tentang semuanya.
aku harus memulai setiap hari-hariku di pagi hari, mempersiapkan semua kebutuhan tentang pekerjaanku dan tak ada toleransi untuk terlambat.
sementara ini aku menumpang di kantor, ada satu teman yang juga tinggal di sini, kami berdua menjadi penghuni kantor karena 2 karyawan lainnya sudah berkeluarga
inilah gambaran awalku tentang manusia yang sekarang sering kujumpai dalam hariku
si Mr, dia juga adalah karyawan baru sehingga bernasib sama dengan aku masih dalam tahap proses beradaptasi, dia berasal dari grobokan, purwodadi jateng, kami sering jalan bersama, ngopi saat malam.
selanjutnya Pak ok, aku tidak tahu pasti umurnya namun dari wajahnya, kemungkinan besar dia sudah berumur 40 thn lebih, dia sudah 10 thn bekerja sebagai karyawan disini. menurut beberapa info dari karyawaan lama bahwa Pk ok ini sudah tidak punya lagi passion dalam bekerja. datang ke kantor hanya untuk menggugurkan kewajiban dan menunggu gajian (bukan bermaksud menggibah namun ini informasi dari Asmen dan GL), memang kalau di lihat dari raut wajahnya, tidak nampak lagi semangat yang memancar.
kemudian si Ro, dia adalah GL disini, dari wajahnya kelihatan masih sangat mudah namun dia sudah berumur sekitar 30 thn, dia sudah punya isteri dan tinggal d magetan. aku belum tahu pasti karakternya karena baru sehari bekerja sama dengannya kemudian dia sakit dan harus ijin 3 hari.
selanjutnya si Ar. dia adalah Asmen di daerah ini. kelihatannya dia orangnya cepat panik.
yang terakhir adalah pk Kr, dia adalah manager, sangat tenang, hanya sesekali berbicara, kemarin pun waktu survey berdua denganku, kami hanya diam di atas mobilnya saat perjalanan, hanya sesekali aku menanyakan hal di daerah ini kemudian dijawab singkat. benar-benar sangat tenang dan tidak sekalipun menampakkan rasa gelisahnya..
itu sekelumit orang yang kedepannya akan sering kujumpai dalam hari-hariku
aku menulis setiap sisi temanku, tentang mereka, tentang canda dan tentang sisi yang terlihat oleh mataku
saat takdir menggiringku ke ruang masa berikutnya, terdamparlah aku di sini, bekerja di sebuahpenerbit dan ditempatkan di sebuah kabupaten Jawa timur yang berbatasan dengan jawa tengah,
kali ini, kutulis lagi tentang mereka yang kan mengisi hari-hariku disini sebagai rekanat kerja,
memang, sangat berbeda dengan kondisi ruang kemarin yang lebih longgar, fleksibel bahkan benar-benar sangat santai,
kali ini, kujumpai sebuah ruang yang mengharuskan aku kembali untukdisiplin,
dalam waktu,
tentang pekerjaan,
tentang posisi dan pertemanan,
tentang semuanya.
aku harus memulai setiap hari-hariku di pagi hari, mempersiapkan semua kebutuhan tentang pekerjaanku dan tak ada toleransi untuk terlambat.
sementara ini aku menumpang di kantor, ada satu teman yang juga tinggal di sini, kami berdua menjadi penghuni kantor karena 2 karyawan lainnya sudah berkeluarga
inilah gambaran awalku tentang manusia yang sekarang sering kujumpai dalam hariku
si Mr, dia juga adalah karyawan baru sehingga bernasib sama dengan aku masih dalam tahap proses beradaptasi, dia berasal dari grobokan, purwodadi jateng, kami sering jalan bersama, ngopi saat malam.
selanjutnya Pak ok, aku tidak tahu pasti umurnya namun dari wajahnya, kemungkinan besar dia sudah berumur 40 thn lebih, dia sudah 10 thn bekerja sebagai karyawan disini. menurut beberapa info dari karyawaan lama bahwa Pk ok ini sudah tidak punya lagi passion dalam bekerja. datang ke kantor hanya untuk menggugurkan kewajiban dan menunggu gajian (bukan bermaksud menggibah namun ini informasi dari Asmen dan GL), memang kalau di lihat dari raut wajahnya, tidak nampak lagi semangat yang memancar.
kemudian si Ro, dia adalah GL disini, dari wajahnya kelihatan masih sangat mudah namun dia sudah berumur sekitar 30 thn, dia sudah punya isteri dan tinggal d magetan. aku belum tahu pasti karakternya karena baru sehari bekerja sama dengannya kemudian dia sakit dan harus ijin 3 hari.
selanjutnya si Ar. dia adalah Asmen di daerah ini. kelihatannya dia orangnya cepat panik.
yang terakhir adalah pk Kr, dia adalah manager, sangat tenang, hanya sesekali berbicara, kemarin pun waktu survey berdua denganku, kami hanya diam di atas mobilnya saat perjalanan, hanya sesekali aku menanyakan hal di daerah ini kemudian dijawab singkat. benar-benar sangat tenang dan tidak sekalipun menampakkan rasa gelisahnya..
itu sekelumit orang yang kedepannya akan sering kujumpai dalam hari-hariku
Pagi Pagi
pagi menyapa, bumi merekah, aroma tetesan embun masih tersisa
sesaat aku telah beranjak dari peraduanku
mendekap dinginnya kota ini
tapi tak kuhiraukan
aku terus melangkah
membahana
dalam asa
hidup hari ini
09-02-13
sesaat aku telah beranjak dari peraduanku
mendekap dinginnya kota ini
tapi tak kuhiraukan
aku terus melangkah
membahana
dalam asa
hidup hari ini
09-02-13
Untuk Malam Ini
09.02.13
24.22
pikiran masih berkutat dalam ide
namun kedua indera penglihat tak berkompromi
atau aku yang mendzalimi
sebab harusnya
keduanya punya porsi istirahat
kalau demikian, kusudahi saja semua ini sejenak
malam ini
kuberlari ke tempat persemayaman, memeluk guling yang setia menampung tetesan liur yang
tumpah saat mimpi
tak pernah kudengar sekalipun mengeluh
ini ucapan selamat malam
semoga saja
semangat akn membakar tubuhku malam ini
hingga esok tak ada keraguan dalam berjalan.
Subscribe to:
Comments (Atom)