August 8, 2010

Potensi Kerja Sama Negara-Negara Kawasan Asia Selatan

Ø Pendahuluan

Asia Selatan adalah salah satu kawasan yang sangat potensial diantara kawasan - kawasan di Benua Asia, Benua ini berbatasan dengan Timur Tengah, Samudra Hindia, Asia Tenggara, Asia Timur, dan Asia Tengah. Di kawasan ini terdapat Negara-Negara dengan disparitas geografi, demografi, ekonomi, politik, dan sosial budaya yang sangat tinggi.Kawasan ini juga masih sarat dengan konflik – konflik baik secara internal dalam suatu negara maupun konflik yang melibatkan negara – negara,namun disamping banyaknya konflik di kawasan ini,ternyata kawasan ini juga sangat potensial dalam kerjasama di berbagai bidang kehidupan.

Ada empat negara di kawasan ini yang akan penulis uraikan potensi kerjasamanya yaitu India, Pakistan, Afganistan dan Bangladesh.keempat Negara ini punya begitu banyak potensi seperti di bidang Ekonomi terutama di Bidang Pertanian.namun selain di bidang pertanian,negara – negara tersebut juga berpotensi dalam kerjasama di bidang pertahanan dalam mengcounter musuh dari luar kawasan tersebut karena mayoritas Negara – Negara tersebut punya kesamaan sejarah yang tidak mungkin terlupakan yaitu mereka sama – sama pernah dijajah oleh Bangsa Asing.India misalnya yang merupakan salah satu Negara terluas di Dunia punya sejarah yang kelam yaitu Setelah penjajahan Inggris abad ke-19, kawasan ini mengalami pergeseran geopolitik. India merdeka tahun 1947, namun perbedaan antara Hindu dan Muslim, menyebabkan India melepaskan wilayahnya di Utara dan Timur menjadi negara Pakistan yang berdaulat. Pakistan kembali pecah ketika wilayahnya di Timur yang terpisahkan 1.600 km melepaskan diri menjadi Bangladesh pada tahun 1971. Di sebelah utara kawasan berbatasan dengan China terdapat Nepal dan Bhutan yang merupakan kerajaan-kerajaan berdaulat. Nepal telah berdaulat sejak 1768, dan Bhutan memperoleh kedaulatan dari Inggris sejak 1907. Di sebelah selatan terdapat gugusan pulau-pulau karang Maldives yang merdeka dari Inggris tahun 1965.

Ø Potensi kerjasama antara India dan Pakistan

Kedua negara ini yang sebelumnya adalah satu Negara, sangat unik karena dalam kenyataannya kedua Negara ini sering berkonflik dalam segala hal, namun ternyata kalau dilihat kembali bahwa ternyata keduanya punya potensi kerjasama yang sangat baik mengingat mereka punya kesamaan masa lalu,dalam hal ini bahwa mereka pernah satu Negara sehingga mereka sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing – masing.

Menurut penulis bahwa bidang yang paling potensial untuk diadakan kerjasama antara India dan Pakistan adalah di bidang pertahanan,tujuan utamanya adalah keduanya mampu menahan kembali masuknya bentuk kolonialisasi baru dari Negara – Negara barat mengingat kedua kawasan Negara ini sangat berdekatan.

Hal kedua yang harus disadari oleh Stake Holders di kedua Negara tersebut adalah mereka potensial dalam mengembangkan kerjasama di bidang pertanian dimana kita ketahui bahwa diantara batas kedua Negara tersebut terdapat sungai yang bisa membawa kesuburan di bidang pertanian, kedua sungai tersebut adalah sungai Indus dan sunagi Sultej.disamping kerjasama di bidang pertanian, mereka juga bisa mengembangkan kerjasama di bidang budaya dimana budaya mereka hampir sama.

Yang harus dipahami bahwa kedua Negara tersebut seharusnya sudah bisa belajar dari pengalaman masa lalu dimana mereka sudah merasakan betapa banyaknya yang harus ditanggung ketika konflik terus berlanjut,makanya kedua negara tersebut seharusnya menjalin kerjasama yang baik diantara keduanya untuk hidup yang lebih baik,mengingat keduanya juga adalah dulunya satu Negara.

Suatu hal juga yang yang kemungkinan besar mampu mempersatukan Pakistan dan India adalah kedua negara tersebut sama – sama berpenduduk mayoritas Islam dimana kita ketahui bahwa dalam paham Islam sendiri semua ummatnya bersaudara tanpa melihat latar belakangnya.

Ø Potensi kerjasama antara Pakistan dengan Bangladesh

Hal yang unik dalam membahas kerjasama antara Pakistan dan Bangladesh adalah karena faktor sejarah dimana kita ketahui bahwa ketiga Negara yaitu India, Pakistan dan Bangladesh adalah awalnya satu Negara yang dikenal dengan negara besar India, namun dalam perjalanan sejarahnya bahwa mula – mula pakistan yang memisahkan diri dari India kemudian Bangladesh juga memisahkan diri dari Pakistan.

Kembali kemasalah kerjasama bahwa sama halnya dengan India dengan Pakistan, kedua Negara ini yaitu Pakistan dan Bangladesh juga punya potensi kerjasama yang sangat besar karena mereka juga dulunya adalah satu negara yang tentunya punya banyak kesamaan.namun, kita ketahui bersama bahwa perekonomian negara-negara Asia Selatan pada awalnya berbasis pertanian. Namun seiring dengan dinamika ekonomi politik internasional, negara-negara di kawasan ini mulai beralih ke sektor industri dan jasa, dimana hal ini tergambar dari alokasi kontribusi terhadap Gross Domestic Product (GDP). Sektor pertanian adalah penyumbang terkecil dibandingkan dengan sektor industri dan jasa. Fenomena ini mendatangkan masalah lain, sebab sebagian besar penduduk Asia Selatan adalah masyarakat sub urban yang tinggal di pedesaan. Sementara perekonomian industri dan jasa adalah aktivitas yang menjadi ciri khas masyarakat perkotaan.

Dengan kenyataan diatas, makanya pakistan dan Bangladesh seharusnya mampu memaksimalkan kerjasama dibidang Industri dan jasa,yang mampu menyerap banyak keuntungan kedalam Negeri Mereka,namun tidak dapat juga diabaikan kerjasama di bidang pertanian karena bidang ini punya faktor yang mendukung dimana diantara kedua Negara punya lahan yang subur dalam mengembangkan hasil – hasil pertanian yang mampu melancarkan kerjasama diantara keduanya.meskipun banyak orang yang mengatakan bahwa hasil pertanian di kawasan Asia Selatan pada umumnya adalah penyumbang terkecil untuk pendapatan dalam negeri.

Ø Potensi kerjasama antara India dan Afganistan

Ada hal yang perlu dimengerti dalam kerjasama antara India dengan Afganistan bahwa India yang mempunyai kekuatan di bidang pertanian,produksi – produksi pertanian misalnya kacang tanah, Beras, kayu, irigasi, Gandum, susu kafun, Tembaga,Domba, Kentang dan ikan.dengan kekuatan produksi pertanian yang sangat potensial tersebut,makanya India mampu mengadakan kerjasama dengan Afganistan dengan mengirimkan produksi – produksi pertanian tersebut pada Afganistan untuk menghidupi Penduduk Afganistan yang mencapai 60 juta orang.sedangkan sebagai imbalannya, maka Afganistan juga akan mengirimkan kekuatannya di bidang lain,hal ini didukung dengan adanya beberapa forum kerjasama di kawasan Asia Selatan seperti Economic and Social Corporation in Asia dan Fasifik {ESCAP} dan South Asian Association for Regional Cooperation { SAARC }

Jika kita menilik lagi bahwa hal yang perlu dilakukan oleh India dan Afganistan juga adalah integrasi perekonomian negaranya kedalam suatu bentuk kerjasama dimana kita ketahui bahwa Negara-negara Asia Selatan mengimplementasikan integrasi yang makin nyata pada dekade 1980-an. Inisiatif tentang integrasi regional yang lebih luas dan konkrit dikemukakan Presiden Bangladesh Ziaur Rahman pada tahun 1979 untuk membentuk blok perdagangan yang dapat menstimulus kerjasama ekonomi lebih luas. Usulan ini mendapat sambutan dari India, Pakistan, dan Sri Lanka dalam pertemuan Colombo pada tahun 1981.

Kerjasama yang juga perlu diantara keduanya adalah kerjasama dibidang politik dimana Afganistan merupakan jalan masuknya pengaruh Rusia ke India, Afganistan berada persis diantara kedua Negara tersebut,dan dengan adanya kerjasama yang baik akan mampu membendung masuknya pengaruh dari Rusia.

Tidak dapat dipungkiri bahwa hanyalah kerjasama diantara keduanya yang mampu membantu Mereka menuju kearah yang lebih baik tanpa ada lagi konflik – konflik yang berkepanjangan yang hanya menghancurkan Mereka.

Ø Penutup

Dibandingkan kawasan-kawasan lain, Asia Selatan memiliki karakteristik khas. Persoalan utamanya terletak pada disparitas kawasan, tingkat kohesi ekonomi, sosial, dan politik, hubungan major power di kawasan, dan peranan dari kekuatan-kekuatan eksternal. Perpaduan dari aspek-aspek ini telah berdampak pada rumitnya proses menuju integrasi sebagaimana dibayangkan.dengan kelebihan yang dimliki oleh Kawasan Asia Selatan tersebut, mereka mampu menggalang kerjasama yang lebih baik diantara Mereka dimana sudah ada beberapa wadah kerjasama Regional yang mewadahi mereka dalam menjalankan kerjasamanya.

Ada faktor yang mendukung kerjasama diantara Negara – Negara di kawasan ini terutama India, Afganistan, Pakistan dan Bangladesh yaitu kesamaan dalam bidang politik dimana Negara-negara di kawasan ini menganut sistem multi-partai, kecuali Bhutan yang menganut model bipartisan terbatas. Selain Maldives yang hanya memiliki empat partai politik, di negara-negara Asia Selatan terdapat belasan hingga puluhan partai politik. Dengan memanfaatkan kesamaan tersebut,akan terjalin suatu kerjasama yang baik yang mendorong mereka untuk menghilangkan perbedaan – perbedaan yang memicu terjadinya konflik antar mereka.

Harapan dengan terjalinnya kerjasama diantara mereka adalah akan mampu memacu pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Selatan tanpa adanya lagi suatu perpecahan yang hanya menimbulkan kerugian diantara mereka,apalagi Mereka dulunya adalah suatu Negara kesatuan.seharusnya diantara Mereka terjalin keakraban yang erat dimana banyak sekali persamaan – persamaan diantara Mereka yang mampu meningkatkan rasa persaudaraan diantara Mereka seperti kesamaan Agama yaitu Islam dan kesamaan sejarah yang kelam yaitu sama – sama pernah hidup dalam pahitnya kolonialisasi.jangan sampai konflik diantara Mereka dijadikan alat bagi Bangsa lain untuk menjajah kembali Mereka yang kedua kalinya yang tidak ada manfaatnya bagi Mereka.

Konflik Dan Kemiskinan Di Sejumlah Negara Afrika

-->
Benua afrika yang sering dianggap sebagai benua dengan sumber daya alam yang melimpah membuat banyak negara yang melirik benua tersebut,terutama dari negara-negara Eropa yang menginginkan kekayaan alam di Afrika.maknya pada periode pasca perang dunia kedua,Afrika menjadi Benua yang akrab dengan konflik,modusnya beraneka ragam,mulai dari masaalah Agama,Politik,Kebudayaan,dan segala aspek kehidupan tidak terlepas dari alasan terjadinya peperangan.sehingga konflik semacam hal yang lumrah di Benua Afrika.

Namun ternyata bahwa konflik di Afrika bukanlah hal yang terjadi murni karena perbedaan diantara Rakyat Afrika,konflik yang terjadi di Afrika Ternyata sesuatu hal yang struktural dimana ada oknum yang melatarbelakanginya,contohnya konflik di Sierre leone yang terjadi antara Pemberontak RUF dengan Pihak Pemerintah yang terjadi karena masaalah siamond atau berlian.latar belakang terjadinya peperangan tersebut adalah pihak Amerika Serikat yang melakukan banyak konspirasi didalamnya,hal terbesar yang mereka lakukan adalah Amerika Serikat adalah pemasok utama senjata terhadap Pemberontak RUF,Amerika Serikat memprovokasi RUF untuk melakukan pemberontakan sehingga senjata Mereka laku terjual di Cape town.

Hal kedua yang terjadi di Sierre Leone adalah ketika para Pengungsi orban peperangan di sana diungsikan di daerah pengungsian,maka dengan gagahnya Amerika Serikat datang membawa banyak bantuan makanan untuk Para pengungsi,dengan adanya bantuan tersebut,Masyarakat Sierre Leone terkecoh bahwa Amerika Serikat telah memberikan banyak bantuan terhadap mereka namun,ternyata anggapan mereka salah karena bantuan yang Amerika Serikat bukanlah bantuan yang murni namun ternyata itu adalah sebuah utang negara yang harus dibayar di kemudian hari.

Hal yang ketiga dari konflik tersebut adalah berlian yang didapat didaerah pertambangan dengan mempekerjakan Rakyat secara semena – mena diekspor ke Ameri Serikat dengan harga miring sehingga Amerika Serikatlah yang mendapatkan semua keuntungan dari konflik yang terjadi di Sierre Leone yang telah memakan banyak sekali korban.

Contoh konflik yang terjadi di berbagai Negara di Afrika adalah pada tahun 1964-1979 terjadi perang rhodesian Bush War dimana daerah konfliknya adalah sekitar wilayah Rhodesia,Afrika Selatan,Zania Zipra,Bostwana,Tanzaniadan Zambia,isu konfik disana adalah pemberontakan yang dilakukan untuk mendapatkan kebebasan di wilayahnya dan kebanyakan usaha ini dilakukan oleh kelompok lokal.

Pada oktober 1963 juga terjadi perang yang disebut perang sand war yang terjadi di Maroko dan Algeria dimana isu yang merebak disana adalah bahwa Maroko mengklaim wilayah di tindouf sehingga disepakati agar wilayah di perbatasan Maroko dan Algeri ditutup.

Masaalah kedua yang menarik di Benua Afrika adalah masaalah kemiskinan dimana bukan rahasia lagi kalau Banua Afrika adalah Benua yang sangat kaya akan sumber daya alam dengan berbagai jenis namun ternyata di Benua Afrika tersebut,kemiskinan adalah hal yang biasa terjadi di sana.pada dekade 1980-an,salah satu negara Afrika yaitu Etiopia mengalami kelaparan yang sangat parah,masyarakat disana banyak yang meninggal dunia karena kelaparan.

Akibat kemiskinan denagn persentasi yang cukup tinggi di Afrika maka beberapa Negara di sana terjangkiti beraneka ragam penyakit, seperti yang kita ketahui bahwa pada sekitar dekade 70-an wabah ebola menyerang Afrika bagian Tengah dan mengakibatkan banyak korban jiwa, juga penyakit mematikan lainnya yaitu HIV/AIDS yang pertama kali muncul pada 1981.

August 6, 2010

Belasungkawa Buat Kawan Adit

dari seorang Mao Zedong: Menurut Irama: Bu Suan Zi. (1) Tegap menghadap jendela dingin di ranting jarang, Tersenyum mendahului mekarnya berbagai kembang. (2) Sayang wajah girang tak berwaktu panjang, Malahan gugur menjelang musim semi datang. Yang akan gugur, gugurlah pasti, Gerangan haruskah itu mengesalkan hati ? Pada waktunya bunga mekar dan gugur sendiri, Wanginya tersimpan menanti tahun depan lagi. Desember 1965.

Fenomena Globalisasi Dibalik Kolonialisasi

Globalisasi yang menurut sebagian besar orang adalah proses penggolabalan dari semua aspek kehidupan termasuk di dalamnya adalah nilai-nilai, produk-produk dan segala sesuatu yang berhubungan dengan apa yang menyangkut kehidupan kita. Globalisasi telah menjadi sebuah patokan hidup dari sebagian besar orang-orang yang menganggap bahwa globalisasi sebagai sebuah anugerah karena dengan adanya globalisasi tersebut maka kita mampu mengakses segala sesuatu dari luar. Pemahaman seperti inilah yang tidak saya setujui karena hal-hal yang menyangkut tentang kemajuan sering kita anggap sebagai dampak dari adanya globalisasi tersebut.

Globalisasi yang sering kita anggap sebagai proses pengintegrasian ekonomi nasional bangsa-bangsa ke dalam sebuah sistem ekonomi global ternyata telah menyesatkan kita, inilah yang membuat kita percaya bahwa globalisasi itu sebagai sebuah anugerah yang ternyata dibalik itu punya segudang keburukan.

Globalisasi setidaknya melibatkan penciptaan satu ekonomi dunia yang tidak hanya merupakan totalitas dari perekonomian nasionalnya, melainkan sebuah realitas independen yang kokoh. Aliran modal, komoditas, teknologi dan tenaga kerja berskala besar dan berjangka panjang melintasi perbatasan negara.

Namun ternyata bahwa globalisasi tidak semudah itu dan tidak sebaik dengan apa yang sering kita pikirkan tentang globalisasi, benda yang disebut globalisasi tersebut tidak lain adalah produk terbaru dari kaum kapitalis setelah produk-produk sebelumnya seperti imprealisme dan liberalisme yang mereka anggap sudah tidak relevan lagi dengan kehidupan sekarang sehingga mereka menciptakan senjata baru yaitu apa yang kita sebut dengan globalisasi.

Dalam perjalanannya, kita sering dikelabui dengan sepak terjang globalisasi dimana kita diberikan pemahaman yang salah bahwa globalisasi adalah kemajuan yang tanpanya kita akan mengalami kesusahan dalam berinteraksi dengan dunia lain. Inilah yang membuat kita sering salah dalam menginterpretasikan apa sebenarnya hakekat dari globalisasi itu.

Namun ternyata bahwa globalisasi yang sering kita anggap sebagai anugerah tersebut adalah juga salah satu jalan kaum kapitalisme dalam mengantisipasi kebangkrutan di Asia Timur.

Krisis terhadap pembangunan yang terjadi saat ini pada dasarnya merupakan bagian dari krisis sejarah dominasi dan eksploitasi manusia atas manusia yang lain, yang diperkirakan telah berusia lebih dari lima ratus tahun. Proses ini pada dasarnya dapat dibagi ke dalam tiga periode; fase pertama adalah periode kolonialisme yakni perkembangan kapitalisme di Eropa yang mengharuskan ekspansi secara fisik untuk memastikan perolehan bahan baku mentah. Berakhirnya kolonialisme telah memasukkan dunia pada era neo-kolonialisme, ketika modus dominasi dan penjajahan tidak lagi fisik dan secara langsung melainkan melalui penjajahan teori dan ideologi. Fase kedua ini dikenal sebagai era pembangunan atau era developmentalisme dan ditandai dengan masa kemerdekaan negara Dunia Ketiga secara fisik,

Pada era developmentalisme ini, dominasi negara-negara bekas penjajah terhadap bekas koloni mereka tetap dipertahankan melalui kontrol teori dan proses perubahan sosial mereka. Dengan kata lain, pada fase kedua ini, kolonialisasi tidak terjadi secara fisik, melainkan melalui hegemoni yakni dominasi cara pandang dan ideologi serta ‘diskursus’ yang dominan melalui produksi pengetahuan. Krisis terhadap pembangunan belum berakhir, tetapi suatu mode of domination telah disiapkan, dan dunia memasuki era baru yakni era globalisasi. Fase ketiga, yang terjadi menjelang abad duapuluh satu, ditandai dengan liberalisasi segala bidang yang dipaksakan melalui Structural Adjustment Program (SAP) oleh lembaga finansial global, dan disepakati oleh rezim GATT dan Perdagangan Bebas, suatu organisasi global yang dikenal dengan WTO. Sejak saat itulah dunia memasuki era yang dikenal dengan globalisasi.

Dalam pemikiran saya bahwa Globalisasi adalah hal yang mesti kita perjelas orientasinya. Dalam hal ini bahwa globalisasi ternyata alat legitimasi para kaum kapitalis dalam menjajah kembali Negara dunia ketiga dimana mereka tidak lagi menggunakan penjajahan secara terang-terangan.

Ekonomi Politik Dalam Sepakbola

  1. Kepentingan Ekonomi dalam Sepakbola

Pada abad sekarang ini, Sepakbola tidak hanya dipandang sebagai sebuah olahraga jasmani semata.banyak hal yang telah terbaur dengan olahraga yang sangat popular di seluruh dunia tersebut. politik dan ekonomi adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan dari dunia sepakbola, dimana kita ketahui bahwa klub – klub sepakbola khususnya yang berada di belahan bumi Eropa, notabene dimilliki oleh orang – orang kaya yang ada di seluruh dunia.sebut saja klub sepakbola Inggris yaitu Chelsea yang dimiliki oleh pengusaha minyak Abramovich yang berasal dari Rusia, kekayaannya mencapai 7 miliar poundsterling sedangkan Manchester united yang notabene adalah salah satu klub terbesar di Inggris mempunyai kekayaan sebesar 325 Euro, sebuah angka yang fantastic untuk sebuah industry sepakbola.disamping itu ada beberapa pemain sepakbola yang punya kekayaan yang menakjubkan seperti David Beckham dengan nilai kekayaan 125 juta Poundsterling dan Mikhael Owen dengan kekayaan 40 juta Poundsterling.

Motif yang dilakukan oleh Roman Abramovich, Pengusaha minyak asal Rusia tersebut beberapa tahun yang lalu terjun dalam gemerlapnya industri sepakbola, lagi – lagi pangsa pasar yang dipilihnya adalah klub sepakbola yang berasal dari daratan Inggris yaitu Chelsea. Klub tersebut setelah dipegang oleh Abramovich telah menjelma menjadi klub yang royal dalam hal jual beli pemain, sehingga banyak selentingan yang menyatakan bahwa Abramovich hanya menjadikan Chelsea sebagai alat pengeruk keuntungan.salah satu hal yang mendukung argument diatas adalah Roman Abramovich beberapa waktu yang lalu pasca krisis global mengeluarkan pernyataan bahwa Dia berencana untuk menjual kembali Chelsea untuk menutupi kerugian – kerugian yang dialaminya selama masa krisis dan dia juga sudah agak kelelahan dalam menggaji para pemain dan staf di Chelsea.Abramovich seakan – akan menginterpertasikan sebuah klub sepakbola seperti layaknya sebuah Perusahaan dimana sewaktu – waktu klub tersebut dapat dijual ketika pemiliknya menginginkan hal tersebut.

Contoh lain yang mengindikasikan kepentingan Ekonomi dalam dunia sepakbola adalah keberanian seorang Shikh M.bin Zayed yang notabene adalah pemilik Perusahaan Abu Dhabi Group untuk memiliki Manchester City dengan kekayaan yang mencengangkan dunia sepakbola sebesar 15 Milyar Pounsterling.sampai pada saat ini, Manchester City menjadi Klub Sepakbola terkaya di Seluruh Dunia.

  1. Kepentingan Politik dalam Sepakbola

Ada hal yang menarik ketika membahas masalah Sepakbola yang telah menjadi bagian penting dari dunia politik.Olahraga Sepakbola yang paling diminati oleh umat Manusia diseluruh dunia mampu dimanfaatkan oleh para pengeruk keuntungan untuk menginvestasikan uangnya. konglomerat – konglomerat yang di indikasikan melakukan penyadapan uang di Negaranya, Mereka biasanya menginvestasikan uang hasil kejahatannya tersebut di Dunia sepakbola, sebut saja mantan Perdana Menteri Thailand yang telah lama diindikasikan melakukan korupsi di Negaranya, Thaksin Sinawatra yang beberapa tahun lalu membeli salah satu klub di Inggris yaitu Manchester City.

Tidak salah memang kalau para konglomerat tersebut berinisiatif untuk menginvestasikan uangnya di dunia sepakbola, namun yang salah ketika uang yang dipakai tersebut adalah uang hasil kejahatan.meskipun baru dindikasikan bahwa uang yang dipakai Thaksin Sinawatra adalah hasil korupsi, namun ketika dipikirkan lebih lanjut bahwa untuk membeli klub Sepakbola apalagi Klub – klub yang berada di daratan Inggris tidak membutuhkan uang sedikit namun butuh uang dalam jumlah yang sangat besar.inilah yang menjadi pertimbangan kita ketika berpikir jernih bahwa hal yang tidak mungkin bagi Thaksin Sinawatra untuk membeli klub Manchester City ketika Dia hanya mengandalkan gajinya sebagai ketika menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand.ternyata Thaksin hanya beberapa tahun menjadi pemilik klub tersebut.

Ketika Thaksin Sinawatra menginvestasikan uangnya karena masalah pencucian uang dan Roman Abramovich melakukan hal yang berbeda dengan motif mendapatkan keuntungan dari industry sepakbola, lain halnya dengan Silvio Berlusconi.Perdana Menteri Italia tersebut beberapa lamanya memegang tampuk di salah satu klub sepakbola di Negerinya yaitu AC Milan. Mungkin saja hal ini dilakukan oleh Berlusconi untuk melanggengkan jabatannya sebagai Perdana Menteri Italia. Perlu kita ketahui bersama bahwa AC Milan adalah salah satu klub sepakbola yang sangat populer di Italia danmempunyai banyak sekali pendukung fanatik. Mereka pulalah yang mungkin menjadi pendukung fanatik Berlusconi ketika suksesi Perdana Menteri.

Indikasi selanjutnya yang menandakan bahwa dunia sepakbola sudah menjadi salah satu industry terbesar di dunia adalah pernyataan Presiden FIFA, Sepp Blater bahwa sepakbola telah terkena dampak yang sangat besar dari keadaan krisis global yang telah melanda dinia akhir – akhir ini.hal lain bahwa sponsor – sponsor klub sepakbola tersebut adalah perusahan – perusahaan besar seperti American International Group yang mensponsori Manchester United namun telah memberhentikan kerjasamanya setelah perusahaan resebut terkena dampak krisis financial,Firelli yang mensponsori Inter Milan, AC Milan yang berganti – ganti sponsor mulai dari Perusahaan opel sampai Mazda.

Hal tersebut diatas menandakan bahwa Perusahaan – Perusahaan Multinasional berlomba – lomba menamkan investasi yang sebesar – besarbya di dunia sepakbola untuk mendapatkan keuntungan maksimum. MNC – MNC tersebut melakukan hal tersebut setelah menyadari bahwa olahraga sepakbola diminati oleh umat manusia dan sangat potensial untuk dijadikan sebagai pangsa pasar yang sangat nenjanjikan. Tidak ada yang salah dalam hal ketika klub sepakbola butuh dana, namun yang salah besar ketika para konglomerat memanadang bahwa sepakbola semata – mata pangsa industry yang bisa di ekspoitasi secara bebas. Ketika hukum tersebut berlaku, maka hal yang terjadi kemudian adalah banyaknya klub sepakbola yang kan gulung tikar ketika tidak bis bersaing dalam mendanai klubnya.