August 6, 2010

Ekonomi Politik Dalam Sepakbola

  1. Kepentingan Ekonomi dalam Sepakbola

Pada abad sekarang ini, Sepakbola tidak hanya dipandang sebagai sebuah olahraga jasmani semata.banyak hal yang telah terbaur dengan olahraga yang sangat popular di seluruh dunia tersebut. politik dan ekonomi adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan dari dunia sepakbola, dimana kita ketahui bahwa klub – klub sepakbola khususnya yang berada di belahan bumi Eropa, notabene dimilliki oleh orang – orang kaya yang ada di seluruh dunia.sebut saja klub sepakbola Inggris yaitu Chelsea yang dimiliki oleh pengusaha minyak Abramovich yang berasal dari Rusia, kekayaannya mencapai 7 miliar poundsterling sedangkan Manchester united yang notabene adalah salah satu klub terbesar di Inggris mempunyai kekayaan sebesar 325 Euro, sebuah angka yang fantastic untuk sebuah industry sepakbola.disamping itu ada beberapa pemain sepakbola yang punya kekayaan yang menakjubkan seperti David Beckham dengan nilai kekayaan 125 juta Poundsterling dan Mikhael Owen dengan kekayaan 40 juta Poundsterling.

Motif yang dilakukan oleh Roman Abramovich, Pengusaha minyak asal Rusia tersebut beberapa tahun yang lalu terjun dalam gemerlapnya industri sepakbola, lagi – lagi pangsa pasar yang dipilihnya adalah klub sepakbola yang berasal dari daratan Inggris yaitu Chelsea. Klub tersebut setelah dipegang oleh Abramovich telah menjelma menjadi klub yang royal dalam hal jual beli pemain, sehingga banyak selentingan yang menyatakan bahwa Abramovich hanya menjadikan Chelsea sebagai alat pengeruk keuntungan.salah satu hal yang mendukung argument diatas adalah Roman Abramovich beberapa waktu yang lalu pasca krisis global mengeluarkan pernyataan bahwa Dia berencana untuk menjual kembali Chelsea untuk menutupi kerugian – kerugian yang dialaminya selama masa krisis dan dia juga sudah agak kelelahan dalam menggaji para pemain dan staf di Chelsea.Abramovich seakan – akan menginterpertasikan sebuah klub sepakbola seperti layaknya sebuah Perusahaan dimana sewaktu – waktu klub tersebut dapat dijual ketika pemiliknya menginginkan hal tersebut.

Contoh lain yang mengindikasikan kepentingan Ekonomi dalam dunia sepakbola adalah keberanian seorang Shikh M.bin Zayed yang notabene adalah pemilik Perusahaan Abu Dhabi Group untuk memiliki Manchester City dengan kekayaan yang mencengangkan dunia sepakbola sebesar 15 Milyar Pounsterling.sampai pada saat ini, Manchester City menjadi Klub Sepakbola terkaya di Seluruh Dunia.

  1. Kepentingan Politik dalam Sepakbola

Ada hal yang menarik ketika membahas masalah Sepakbola yang telah menjadi bagian penting dari dunia politik.Olahraga Sepakbola yang paling diminati oleh umat Manusia diseluruh dunia mampu dimanfaatkan oleh para pengeruk keuntungan untuk menginvestasikan uangnya. konglomerat – konglomerat yang di indikasikan melakukan penyadapan uang di Negaranya, Mereka biasanya menginvestasikan uang hasil kejahatannya tersebut di Dunia sepakbola, sebut saja mantan Perdana Menteri Thailand yang telah lama diindikasikan melakukan korupsi di Negaranya, Thaksin Sinawatra yang beberapa tahun lalu membeli salah satu klub di Inggris yaitu Manchester City.

Tidak salah memang kalau para konglomerat tersebut berinisiatif untuk menginvestasikan uangnya di dunia sepakbola, namun yang salah ketika uang yang dipakai tersebut adalah uang hasil kejahatan.meskipun baru dindikasikan bahwa uang yang dipakai Thaksin Sinawatra adalah hasil korupsi, namun ketika dipikirkan lebih lanjut bahwa untuk membeli klub Sepakbola apalagi Klub – klub yang berada di daratan Inggris tidak membutuhkan uang sedikit namun butuh uang dalam jumlah yang sangat besar.inilah yang menjadi pertimbangan kita ketika berpikir jernih bahwa hal yang tidak mungkin bagi Thaksin Sinawatra untuk membeli klub Manchester City ketika Dia hanya mengandalkan gajinya sebagai ketika menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand.ternyata Thaksin hanya beberapa tahun menjadi pemilik klub tersebut.

Ketika Thaksin Sinawatra menginvestasikan uangnya karena masalah pencucian uang dan Roman Abramovich melakukan hal yang berbeda dengan motif mendapatkan keuntungan dari industry sepakbola, lain halnya dengan Silvio Berlusconi.Perdana Menteri Italia tersebut beberapa lamanya memegang tampuk di salah satu klub sepakbola di Negerinya yaitu AC Milan. Mungkin saja hal ini dilakukan oleh Berlusconi untuk melanggengkan jabatannya sebagai Perdana Menteri Italia. Perlu kita ketahui bersama bahwa AC Milan adalah salah satu klub sepakbola yang sangat populer di Italia danmempunyai banyak sekali pendukung fanatik. Mereka pulalah yang mungkin menjadi pendukung fanatik Berlusconi ketika suksesi Perdana Menteri.

Indikasi selanjutnya yang menandakan bahwa dunia sepakbola sudah menjadi salah satu industry terbesar di dunia adalah pernyataan Presiden FIFA, Sepp Blater bahwa sepakbola telah terkena dampak yang sangat besar dari keadaan krisis global yang telah melanda dinia akhir – akhir ini.hal lain bahwa sponsor – sponsor klub sepakbola tersebut adalah perusahan – perusahaan besar seperti American International Group yang mensponsori Manchester United namun telah memberhentikan kerjasamanya setelah perusahaan resebut terkena dampak krisis financial,Firelli yang mensponsori Inter Milan, AC Milan yang berganti – ganti sponsor mulai dari Perusahaan opel sampai Mazda.

Hal tersebut diatas menandakan bahwa Perusahaan – Perusahaan Multinasional berlomba – lomba menamkan investasi yang sebesar – besarbya di dunia sepakbola untuk mendapatkan keuntungan maksimum. MNC – MNC tersebut melakukan hal tersebut setelah menyadari bahwa olahraga sepakbola diminati oleh umat manusia dan sangat potensial untuk dijadikan sebagai pangsa pasar yang sangat nenjanjikan. Tidak ada yang salah dalam hal ketika klub sepakbola butuh dana, namun yang salah besar ketika para konglomerat memanadang bahwa sepakbola semata – mata pangsa industry yang bisa di ekspoitasi secara bebas. Ketika hukum tersebut berlaku, maka hal yang terjadi kemudian adalah banyaknya klub sepakbola yang kan gulung tikar ketika tidak bis bersaing dalam mendanai klubnya.

No comments: