November 5, 2014

Tentang Rezeki

Beberapa waktu lalu, aku ikut tes pegawai pemerintah. Bukan sendirian bahkan ribuan orang yang mendambakan pekerjaan tersebut. Tidak ada yang salah, yah memang sama sekali tidak ada yang salah dari itu semua. Mendaftar pns adalah salah satu usaha untuk mendapatkan pekerjaan dan tidak merepotkan keluarga bahkan mungkin semua orang sepakat dengan hal tersebut. 

Bejibun orang setiap harinya selama hampir dua bulan di berbagai penjuru nusantara berseragam hitam putih antri panjang mengikuti tes pns di semua instansi. Pemandangan itu nyata di negeri ini, fenomena tentang pekerjaan favorit di negeri ini dan dianggap sebagai pekerjaan paling aman. 

Bagaimana tidak, menjadi pns berarti hidup kita sudah safe, tidak gampang di PHK, kerjaan tidak terlalu bejibun, gaji tetap jalan, pulang tepat waktu dan pada suatu nanti saat sudah pensiun pun masih dapat uang pensiunan setiap bulan. siapa yang tidak tertarik dengan pekerjaan itu dan mungkin orang yang mendaftar pns paling tidak memiliki salah satu alasan yang aku sebutkan di atas. Aku mafhum dengan semua itu.

Terlepas dari apa yang saya utarakan di atas. Ada satu hal yang selalu mengganggu kepalaku, selalu berkecamuk dan terkadang aku berpikir tentang fenomena tersebut. kegilaan menjadi pns sudah sebegitu mengerikan bahkan beberapa oknum berani menyogok dalam jumlah yang amat besar bahkan perlu bertahun-tahun untuk menutupi uang tersebut dari gaji pns. Pekerjaan ini bahkan sudah menghilangkan akal sehat dengan melakukan segala cara untuk itu.

Hal yang lain yang menggangu pikiranku adalah adanya kekhawatiran bahkan ini untuk diriku sendiri, jangan sampai pekerjaan ini di dewakan melebihi Tuhan. Kita sudah merasa bahwa rezeki hanya dari pekerjaan ini dan tidak percaya bahwa sebenarnya pekerjaan itu hanyalah fasilitas atau wadah namun sesungguhnya rejeki itu dari Allah. 

Ketika sudah mendewakan pekerjaan maka sesungguhnya kita telah mengurangi porsi Tuhan di dalam hati kita. Kita telah menghilangkan kepercayaan akan kuasa Tuhan memberikan kita rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Aku hanya berusaha agar semua hal yang berhubungan dengan duniawi tidak mereduksi kepercayaanku terhadap Tuhan. Bahkan dalam pekerjaan pun harus tetap percaya bahwa Tuhan lah yang memberikan rezeki.

No comments: