Aku sedikit harus menyamarkan kejadian yang kutulis ini karena terlalu sensitif. Terlalu sensitif memang karena aku masih terkurung dalam kejadian yang membuat dilema. Setiap hari harus bergulat dengan kondisi ini dan tentunya aku pun merasa tidak nyaman meski kutahu bahwa orang-orang di sampingku menganggap bahwa aku cuek dengan keadaan sekarang namun tidak, tidak sama sekali. Aku pun terganggu dengan keadaan ini.
Meski sebenarnya aku tidak punya urusan sama sekali dengan kondisi ini dan tidak tahu asal muasalnya namun bagaimana pun aku berada di lingkungan ini yang mungkin tidak sedang baik-baik saja. Masalah memang adalah hal niscaya yang muncul dalam hidup. Dalam artian bahwa ketika hidup maka
bersiaplah berkawan dengan masalah namun bukan berarti itu menjadi pembenaran bahwa ketika ada masalah maka kita mendiamkan begitu saja. Apatahlagi ketika masalah dengan orang lain maka seharusnya itu diselesaikan.
Memang benar bahwa kita tidak akan pernah cocok dengan semua manusia di bumi ini karena perbedaan karakter namun pernyataan tersebut tidak cukup menjadi alasan itu berseteru. Perbedaan karakter tersebut tidak pernah membatasi kita untuk akur dan mungkin hanya sekedar untuk menyambung silaturahim. Hanya kita perlu sedikit menurunkan ego kita untuk tidak terlalu pongah dan merasa selalu benar.
Mungkin yang membaca tulisan ini bingung apa hubungan anak gadis dengan tulisanku ini namun percayalah bahwa apa yang sedang kutulis ini adalah tentang seorang gadis yang amat sangat tidak merasa nyaman karena sebuah kondisi yang tidak sedang baik-baik saja. Aku mungkin orang yang amat sangat kompromistis dan menghindari konflik.
Yah memang aku seperti itu bahwa ketika tidak bisa akrab dengan seseorang maka aku akan berusaha untuk tidak berkonflik setidaknya ketika berpapasan tidak ada rasa canggung. Coba bayangkan ketika ketika berkonflik dan harus bertemu setiap hari dan berada di tempat. Betapa canggungnya perasaan itu. Aku bahkan tidak bisa membayangkan hal tersebut.
No comments:
Post a Comment