Saya selalu mencoba untuk menulis komedi atau apalah yang berhubungan dengan hal-hal yang lucu namun selalu saja gagal. Payah memang isi kepala saya kalau mengenai hal yang lucu meski saya suka dengan hal yang lucu.
mungkin juga sense of humor saya yang kurang karena tidak pernah sekalipun saya berhasil menulis hal yang lucu meski beberapa referensi saya lahap habis. Saya bahkan merasa masih lebih bisa menulis hal yang mengharu biru atau tentang renungan-renungan dan juga puisi karbitan.
Entahlah namun saya merasa seperti itu. Saya bercita-cita membuat buku namun melihat track record saya dalam memulai sebagai penulis karbitan, mungkin hal yang kutulis nantinya yang bergenre renungan-renungan hidup karena menulis tentang politik pun saya takluk, meski secara empiris saya adalah alumni mahasiswa sosial politik.
Banyak referensi memang untuk menulis segala sesuatu tentang passion kita hanya saja kita mau memulai atau tidak. Kalau ditanya apakah yang bisa saya tulis maka saya katakan adalah saya bisa menulis hal-hal yang sederhana dalam hidup. Realita yang mungkin tidak diperhatikan oleh orang lain namun terkadang saya memperhatikannya karena sejatinya semua hal berkesan hanya saja kita sering menganggap remeh hal yang kita temui.
Saya juga percaya bahwa setiap detik momen yang kita jumpai selalu punya makna dalam hidup kita. Saya percaya bahwa hidup bukan tentang kebetulan namun kehidupan ini adalah grand design by Sang Maha Pencipta yang tidak pernah mempertemukan kita dengan momen yang tidak ada manfaatnya.
Manusia hanya butuh sedikit menurunkan ego untuk membaca setiap momen tersebut karena ketika manusia masih dikuasai oleh ego maka yakinlah semua akan berlalu dengan begitu saja tanpa bisa mengambil hikmah dalam setiap detik kehidupan yang dilalui dan nantinya bahwa keyakinan saya, akan ada buku renungan yang akan terbit dan dijual di gramedia yang penulisnya bernama sama dengan namaku.
CAMKAN ITU BAIK_BAIK...!!!!
Mentari selalu terbit di pemula hari acapkali berlalu di awal malam namun percaya, dia bukan yang kemarin, bukan pula seribu tahun lalu mentari hanya mengajarkan kepada kita bahwa setiap waktu selalu ada kesempatan dan sebelum kesempatan itu benar-benar menguap biarkan dirimu larut bersama keindahan senja mengukir pelangi bahkan saat hujan pergi.
Rawamangun, 111114
No comments:
Post a Comment