November 7, 2014

Aku Menangisi Rindu

Aku menangisi rindu. meratapi yang datang tiba-tiba. Menyesakkan dada, membuncah dan hampir pasti pergi tak berjejak. Aduh betapa perih luka ini. Merobek sukma yang menahan semua rindu yang tersisa. 

Aku berjalan sepanjang jalan setapak yang berdebu. menghitung jejak langkah yang keluar dari jalurnya. Aku bersedih dan tersungkur melihat begitu banyak jejak hitam yang tak berada di jalan yang kutuju. Haruskah aku berlari dan terus melanjutkan perjalanan ini? 

Tidak, tidak sama sekali. Aku sesekali menatap kebelakang, memandang lurus dan mencoba untuk kembali ke jalur yang kujejak, kemudian melangkah pelan menuju Cahaya Ilahi.

Terkadang aku merasa hampa, untuk apa sebenarnya aku di dunia ini? 

Kenapa tiba-tiba aku ada dan bertumbuh di tempat yang sama sekali tidak kukenali. Perih teramat dengan semua dosa yang melumuri perjalananku, ah, Tuhan, sampai kapan rindu untukMu ini berhenti? 

Sampai kapan Engkau menjadikan hatiku tenang mengingatmu. Jikalau memang harus ada dosa, tetapi apakah Engkau akan mengampuniku, meski aku dengan amat sangat yakin bahwa KasihMu meliputi segala dan Maha Besar atas semua dosa yang diperbuat oleh manusia bahkan aku percaya bahwa jika semua dosa-dosa manusia dikumpulkan maka KasihMu masih lebih besar dari itu semua namun aku tidak ingin menjadikan itu sebagai alasan untuk selalu berdosa dan mengulangi kesalahanku. 

Aku tidak tahu kapan waktu yang Engkau titipkan kepadaku berlalu dan kapan aku harus mengakhiri perjalanan panjang di dunia ini.

Aku tersungkur menangisi rindu ini. rindu yang sublim terhadapMu.

No comments: