Percayalah bahwa gibah itu tidak benar. Itu saja yang ingin kutulis hari ini. Mau penjelasan lebih lanjut yang subjektif atau pun objektif selalu saja kesimpulannya bahwa gibah itu sesuatu yang merusak.
Mungkin di sepanjang hidupku selalu saja ditemui orang yang bergibah dan aku pun harus jujur dulu sering melakukan itu. Memang ada perasaan senang saat membicarakan kejelekan orang karena sejatinya manusia itu suka melebihkan dirinya dari orang lain meski di sisi lain manusia saat tidak ingin diremehkan.
Dalam hal ini bahwa manusia suka bergibah dan sangat tidak suka ketika dibicarakan kejelekannya. Itulah yang sangat paradoksial bagi manusia.
Rumusnya bahwa hindari bergibah jika tidak mau dibicarakan kejelekan orang lain. Ketika ada teman bergibah, jangan sekali-kali untuk menambah-nambahi karena percayalah dengan sangat percaya ketika suatu waktu pun teman yang suka bergibah itu akan membicarakan kejelekanmu jadi diam saja.
Untuk beberapa hari ini aku harus bisa menahan diri untuk semua itu. Menahan untuk tidak mengotori hari-hariku dengan gibah makanya kupilih untuk diam seribu bahasa. Aku sampai sekarang percaya bahwa gibah akan menggerogoti pikiran sehat manusia dan aku tidak mau digerogoti oleh gibah.
Belajar menahan diri untuk meningkatkan kualitas diri tanpa harus menjatuhkan orang lain. Semakin kita menjatuhkan orang lain, semakin susah kita merangkak naik.
No comments:
Post a Comment