Aku mendapati diriku melongo di depan PC. tak kukenali karena mukanya yang sudah mulai memudar bahkan wajahnya yang dulu memperlihatkan keceriaan sepanjang hari sudah tertutupi oleh keriput di jidat dan dahinya.
Entahlah apa yang dia pikirkan namun diriku tetap terpaku memandang dalam PC di depannya dengan sebuah tulisan yang tak kumengerti. Berkali-kali kusapa dia namun diabaikan bahkan tidak lebih seperti aktor di film horor yang diam dengan wajah yang memerah. aku berlalu dan kubiarkan diriku dengan aktivitas yang sedang dijalaninya karena kutahu mungkin saja dia sedang sibuk dengan aktivitasnya di depan komputer.
Aku bertemu dengan diriku di bantaran kali samping rumahnya. Aku mengenalinya dengan baik, dia yang menyapaku lebih dulu. Wajahnya amat berseri, entahlah aku tiba-tiba saja merindukan masa lalu di mana kami menikmati hidup dengan cara kami sendiri tanpa memperdulikan masa yang belum datang, bagi kami hidup itu adalah hari ini maka bercanda dan keceriaanlah yang selalu menghiasi hari-hari kami.
No comments:
Post a Comment