November 12, 2014

Puisi yang Tenggelam

aku dan kau adalah butirbutir waktu
berlalu dan tidak akan pernah berjalan mundur seperti pada puisi film itu
aku dan kau adalah kenangan suatu waktu
tentang cita dan cinta yang menyatu

lama tak menulis sebuah puisi.
membeku katakataku dalam setiap lembaran hari yang kujejak
aku sesekali menyadari namun tak kuasa untuk mengisinya dengan goresan panah yang mulai menyusut
aku dan kau akhirnya sampai disini
di ruang dan waktu yang sama sekali tidak pernah disadari
dulu hanyalah khayalan dan anganangan semata
namun tidakkah kita percaya bahwa pikiran selalu saja terbaca oleh semesta

aku ingin memelukmu malam ini
dengan bayangbayang hitam tersisa untukku
namun apa daya
hanya serpihan kasih yang terbentang kujumpai

aku hanyalah wajahwajah tak berbentuk
yang merindukan pelangi
aku hanyalah seonggok jasad tak berguna
yang merindukan hidup di istana
 

No comments: