August 11, 2014

waktu yg berlomba hujan

meniti jalan siang ini. Diguyur hujan yang menghampiri di siang bolong.
 entah kenapa, setiap hujan datang, selalu saja kupanjatkan doa-doa suci. Karena aku selalu yakin bahwa hujan datang bersama berkah semesta
disaat manusia membenci hujan, aku bahkan mengharap hujan selalu turu, hingga saat aku berteriak pun tidak ada yang peduli

hujan kali ini menemani. Membasuh luka perih pejalan kota ini. Pejalan yang selalu mengeluarkan kata-kat kotor saat macet bahkan saat hujan. Mereka ada budak waktu untuk selalu mengerja harta, tak peduli lagi tentang hidup mereka. Bahkan selalu khawatir besok anak isteri mereka makan apa?

kutertawai mereka dengan kesombongannya. Anak isteri selalu menjadi alasan meski kutahu mereka sedang ingin memantapkan eksistensinya dan terus berkejaran dengan waktu bahkan untuk menghela nafas pun mereka tak sempat. Hidup bukanlah untuk menimbun harta di seleembar buku tabungan bank.
hidup ada bersyukur dan bahagia

hujan bulan agustus
10.8.14

No comments: