August 11, 2014

Hidup Hakiki

Gusti Allah,

aku bingung dengan hidup yang Engkau tawarkan kepadaku. Aku ingin mengartikan semua namun tak kuasa
aku bingung dengan semua, bahkan dengan cerita dan potongan kisah yang berbeda di depan mataku.

kutemui pelacur yang tega menjual dirinya hanya untuk membiayai anaknya, ingin kukutuk dia namun tidak Gusti, di setiap nista menjual dirinya, dia selalu menangis dengan perbuatannya. Bahkan terus saja mendambah ampunanMu disetiap dosanya bahkan dia terus seperti itu hanya supaya lambung anaknya tetap berdenyut. Aku tak kuasa menghakiminya duhai Gusti.

di cerita yang lain, aku temui manusia dengan pakaian necis lengkap dengan bau parfum, sering berkhotbah tentang kebaikan, menjual namaMu disetiap orasinya namun juga mereka tidak segan mendzalimi orang lain bahkan sama sekali tidak peduli dengan pengemis sudut jalan yg sering dilaluinya. Inginku memujanya karena sering menyebut namaMu di pidatonya, namun kuurungkan duhai Gusti, dia dzalim terhadap sesamanya.

aku terdampar di kebingungan jiwaku. Jika seandainya aku tidak percaya akan keadilanMu, aku akan menghakimi mereka sesuai nafsuku, tapi tidak. Aku ingat ajaran orng tuaku saat ku masih bocah bahwa Engkau melihat hati bukan tampilan fisik.

Duhai Gusti, ajarkan aku melihat dengan hati, bukan dengan mata yang menipu. Ijinkan aku mendengar dengan nurani, bukan kuping yang menjebak. Biarlah semua tampak hitam namun hatiku melihat putih.

Gusti Allah. Pada akhirnya bahwa Engkaulah yang tahu mana sebenarnya waliMu. Pelacur yang menangisi dosa-dosanya dan tetap mengharap ampunanMu ataukah mereka yang terlihat gagah di depan manusia namun seringkali dzalim terhadap sesamanya.

jaksel. 10.8.14

No comments: