March 14, 2012

Setan Menyerah

                                                                                                                        Makassar, 20/2/2012


Tulisan ini hanyalah refleksi dari pelatihan yang saya ikuti beberapa waktu lalu di MEP yang terletak dibilangan jln. AP Petarani. Sejujurnya bahwa apa saya tulis akan banyak tereduksi dari materi pelatihan tersebut, dan juga bahwa sesungguhnya materi tersebut lumayan rumit sehingga sulit bagi saya untuk mengerti secara utuh. Permasalahan lain yang mungkin akan muncul dari tulisan saya adalah kemungkinan banyaknya orang yang akan membaca kemudian tidak setuju dengan apa yang saya tulis.
Setan menyerah, sebuah frase yang sebagian dari kita tidak akan pernah setuju dengan hal tersebut, bagaimana tidak bahwa, stigma kita selama ini bahwa Setan adalah musuh terbesar bagi manusia yang kemudian punya 1001 macam cara untuk menjerumuskan manusia ke jurang kemaksiatan, kata menyerah adalah kata yang haram tentunya bagi setan. Makhluk ini telah diijinkan oleh Allah SWT untuk ditangguhkan ajalnya untuk menggoda umat manusia sampai hari akhir. Dan sesungguhnya bahwa mereka akan datang menggoda manusia dari segala penjuru sampai manusia terjerumus ke lembah kenistaan.
Namun, kenapa dengan kata menyerah? Sesungguhnya bahwa kata menyerah hanyalah sebuah pilihan kata yang saya pilih untuk mencoba menyindir umat manusia sekarang ini. Bagaimana tidak, kerusakan yang terjadi akibat tingkah pongah yang dipertontonkan oleh umat manusia abad ini semakin tidak terkendali, kerusakan terjadi pada setiap sisi di alam raya ini, mulai dari merusak diri mereka sendiri sampai pada kerusakan lingkungan sekitar manusia, baik itu dunia hewan tumbuhan dan dan buni ini sendiri. Kalau mau mencoba untuk mengkalkulasi kerusakan-kerusakan tersebut, maka akan begitu banyak hal yang kita dapatkan, dari diri mereka adalah terjadinya korupsi, perzinaan, kemaksiatan lain yang kemudian merusak diri mereka dan orang lain, kemudian bagaimana dunia Hewan dan tumbuhan mengalami kerusakan yang begitu hebat akibat ulah manusia yang menghancurkan habitat mereka demi memuaskan nafsu mereka, dan Bumi yang mereka tempati tidak lepas dari kerusakan yang mahadahsyat akibat eksploitasi besar-besaran yang diakibatkan ulah manusia untuk memenuhi keingina-keinginan utopia mereka.
            Contoh yang paling konkrit di bumi Indonesia adalah perilaku korupsi dikalangan elit bangsa yang semakin menggila, mari kita tengok kasus korupsi yang sedang melilit partai yang sedang berkuasa di Indonesia, setelah beberapa pelaku korupsi di tubuh partai ini tertangkap basah sebagai pelaku korupsi apa yang mereka lakukan? Sepengetahuan saya bahwa tidak ada satupun yang kemudian angkat tangan bahwa sayalah yang bersalah dan kemudian bertanggung jawab akan masalah tersebut, namun yang terjadi adalah saling menyalahkan, saling tuding, saling senggol untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Mereka yang belum dikaitkan namanya seakan bungkam bersembunyi dalam kebisuan mereka, kemudian mereka yang sudah dikaitkan dengan lingkaran korupsi berusaha mempertahankan diri mereka dengan berbagai cara, bahkan yang sudah jadi tersangka pun masih saja menyangkal bahwa mereka tidak saling kenal atau bahkan tidak pernah sekalipiun bertemu. Fenomena yang sering mereka katakan ketika dijadikan tersangka adalah kita lihat saja di persidangan. Sungguh ironi dan sangat menyedihkan..! mereka berani berbuat tapi tidak berani menanggung resiko.
Kemudian setelah kerusakan-kerusakan tersebut mendatangkan bencana bagi umat manusia, apa yang terjadi? Ramai-ramai umat manusia lepas tangan dari perbuatan mereka, ramai-ramai mereka mengatakan bahwa itu semua adalah bencana, ramai-ramai mereka tidak mau maju kedepan untuk bertanggung jawab, kemudian yang paling sering didengar adalah mereka kemudian ramai-ramai menyalahkan Setan, mereka mengatakan bahwa mereka melakukan itu semua karena setan yang terus datang menggoda, setan yang terus-menerus mengajak mereka melakukan kemaksiatan. Sehingga seakan-akan mereka tidak punya salah akan semua itu, kesalahan mereka sepenuhnya dilimpahkan kepada eksistensi setan yang menggoda mereka.
Hal yang paling mengerikan kemudian yang sering dilakukan oleh umat manusia adalah ketika mereka mendapatkan sedikit kelebihan ( kesuksesan ), maka hal yang sering mereka lakukan adalah kesombongan yang amat sangat. Seakan bahwa hal yang telah mereka peroleh adalah hasil karya mereka sendiri tanpa campur tangan dari yang Maha Pemberi Kesuksesan. Seakan-akan mereka sendirilah yang kemudian mempunyai kesuksesan tersebut tanpa memikirkan begitu banyak bantuan-bantuan yang dibutuhkan untuk kemudian menjadi berhasil. Selanjutnya bahwa ketika mereka  mengalami kegagalan, sudah barang tentu bahwa mereka tidak pernah berpikir bahwa itu adalah karena mereka sendiri, yang sering mereka lakukan adalah menyalahkan orang lain, bahkan yang paling berani adalah menyalahkan Tuhan, seakan-akan Tuhan tidak mengasihi mereka. Seolah-olah Tuhan membenci mereka. Dan yang paling membahayakan adalah mereka berputus asa dari Rakhmat-NYA.
Apa tanggapan setan akan hal itu?
Keadaan inilah kemudian saya asosiasikan dengan setan menyerah, setan sekan-akan sudah tidak perlu lagi untuk menggoda manusia. Tindakan manusia yang secara massif melakukan kerusakan-kerusakan di bumi ini sudah melebihi ekspektasi setan ketika berjanji di depan Tuhan untuk menjerumuskan manusia ke lembah yang sesat, alasan berikutnya yang kemudian membuat setan menyerah untuk menggoda manusia adalah sikap manusia yang terus-menerus menyalahkan setan ketika terjadi bencana akibat ulah manusia sendiri. Setan pun menganggap bahwa mereka tidak butuh lagi untuk menggoda manusia untuk melakukan kejahatan.  Bahkan setan pun tidak pernah menyalahkan makhluk lain ketika mereka ingkar kepada Allah, mereka berani angkat kepala bahwa itu adalah kesalahan mereka sendiri. Barangkali setan akan berkata begini ketika terlalu sering disalahkan oleh Manusia bahwa “ enak saja menyalahkan kami, kalian bersenang-senang dengan hawa nafsu kalian tetapi kami yang kalian salahkan”.
Sebenarnya, hal tersebut hanyalah sebuah analogi terhadap sikap manusia selama ini yang sering kali menjadi pecundang, setan menjadi bulan-bulanan penyalahan ketika mereka terjerumus ke dalam lembah kenistaan, padahal kita tidak menyadari bahwa kita punya kekuatan untuk memilih yang terbaik bagi kita dan alam terlepas dari adanya godaan setan setan.  Hal yang terpenting yang harus kita lakukan adalah memerangi diri sendiri, bukan setan-setan yang menggoda yang menjadi musuh terbesar tetapi diri sendirilah yang harusnya dijadikan musuh terbesah yaitu diri yang haus akan keinginan-keinginan utopis, diri yang setiap saat berjalan dengan angkuh, diri yang sering kali putus asa ketika mengalami kegagalan, diri yang selalu haus akan popularitas, harta,tahta dan diri yang selalu diliputi oleh hawa nafsu. Banyak orang-orang besar yang pernah ada mengatakan bahwa hal yang paling sulit bagi manusia adalah mengalahkan diri sendiri, kemudian Rasulullah SAW pun bersabda bahwa  “ perang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu”. Dari sini, kita seharusnya sadar untuk kemudian tidak lagi menyalahkan siapapun terhadap setiap tindakan yang kita lakukan bahkan setan pun tidak berhak untuk kita jadikan kambing hitam terhdap tindakan salah yang kita lakukan karena kita punya kesadaran untuk mengakses setiap tindakan kita dan kemudian memilih setiap tindakan yang mestinya kita pilih.
Saya yakin bahwa kita semua tidak menutup kemungkinan untuk kemudian terjerumus kedalam hal-hal seperti yang saya tulis diatas, dan semoga Yang Maha Hidup melindungi kita dari hal-hal tersebut diatas.
*** Mind Trainer ***

Sepucuk Surat


SENGAJA KUTULIS DENGAN HURUF KAPITAL,BUKAN MENGAPA DAN BUKAN TANPA ARTI, TETAPI SUPAYA KAU INGAT BAIK-BAIK. TAK TERASA KAU SUDAH JADI MAHASISWA, KAU SUDAH GENAP BERUMUR 19 TAHUN, UMUR YANG MUNGKIN SUDAH MATANG UNTUK BERPIKIR LEBIH,. KUPIKIR AKU MESTI MENASEHATIMU TAPI BUKAN MENGGURUIMU. 

JADI MAHASISWA MEMANG MUDAH, JIKA MAU JADI MAHASISWA BIASA, TETAPI BUKAN ITU YANG KUHARAP DARIMU, YANG INGIN KULIHAT DARI DIRIMU ADALAH MAHASISWA YANG PUNYA PRINSIP, MAHASISWA YANG TEGAR PADA PENDIRIANNYA.

MUNGKIN EKSPEKTASIKU TERLALU TINGGI. MUNGKIN, TETAPI BEGITULAH EKSPEKTASIKU TERHADAPMU.  BINAR MATAMU MEYAKINKANKU BAHWA KAU BISA, SEMANGATMU YANG BERKOBAR MEMUNCULKAN ASA. JANGAN KAU MATIKAN ITU DENGAN SIKAP PRAGMATISME, JANGAN KAU LEBURKAN HARAPANMU DALAM KEMUNAFIKAN,  JANGAN MENYERAH DALAM KELEMAHAN, JANGAN TERBUAI OLEH KEINGINAN SEMU.
PERNAH KUDENGAR KAU MENGELUH KEPADA MAMA KITA YANG SANGAT KITA CINTAI, KAU MENGELUH KARENA KAU TIDAK PUNYA LAGI SEBUTIR BERAS UNTUK DIMASAK.  KUMOHON PADAMU, BERHENTILAH MENGELUH,  APALAGI KEPADA MAMA KITA YANG TERLALU KITA CINTAI KARENA KETULUSAN CINTANYA ( KUTETESKAN AIR MATA SAAT MENULIS BAGIAN INI, JUJUR BUKAN KARENA AKU CENGENG. 

BUKAN,  NAMUN BEGITULAH ADANYA IBU KITA DENGAN KETULUSAN PERJUANGANNYA HANYA UNTUK ANAK-ANAKNYA). KUMOHON BERKALI-KALI KEPADAMU, KABARKANLAH YANG BAIK-BAIK KEPADA IBU KITA, KABARKANLAH SISI KEHIDUPANMU YANG BAHAGIA DIPERANTAUAN INI KEPADANYA.  KUMOHON KEPADAMU UNTUK YANG KESEKIAN KALINYA, JANGANLAH ENGKAU KABARKAN HAL TERSULIT YANG ENGKAU HADAPI KEPADANYA, BIARLAH ENGKAU TUTUP RAPAT-RPAT KESULITANMU, BUKAN UNTUK MENYIKSAMU DENGAN MEMBIARKANMU UNTUK MENANGGUNG KESULITANMU SENDIRI.  

BUKAN, ATAU KAU TUMPAHKAN SAJA CERITA SULITMU HANYA KEPADA SAYA, SEMUANYA.
KUPESAN UNTUK TIDAK CERITA KEPADA MAMA KITA MASALAHMU HANYA UNTUK SATU TUJUANKU, BENAR-BENAR HANYA SATU, UNTUK TIDAK MELIHATNYA BERSEDIH. KUYAKIN, KETIKA KAU MENGELUH KEPADANYA TENTANG MASALAHMU, DIA PASTI BERSEDIH, SEDIH KARENA TIDAK SANGGUP MENDENGARMU SUSAH, MESKIPUN MUNGKIN SUSAHMU MASIH SANGAT KECIL, TANPA KAU MENGABARINYA, DIA AKAN MENGIRIMIMU SATU KARUNG KECIL BERAS, DAN SATU DUS BESAR MAKANAN ( TERKADANG ISINYA TEH CELUP, GULA SELITER, KENTANG GORENG, TOMAT, SALAK, BEBERAPA BUTIR TELUR, TERKADANG KUE BOLU DAN BAJE) ITU YANG SEMPAT SAYA INGAT ISINYA, OH IYA, PASTI ADA MIE INSTAN DIDALAMNYA.

KAU TAHU DARI MANA DIA DAPATKAN SEMUA ITU? HASIL PENJUALAN DARI KUE SAWALLA, BAJE, DIDORO, DAN TAPE. KUYAKIN  KAU TAHU, TETAPI PERNAHKAH KAU BERPIKIR KEMBALI?  DIA MULAI MENCURAHKAN TENAGANYA SORE HARI SEBELUM PASAR SENIN DAN KAMIS, UNTUK APA?  UNTUK MERACIK DIDORO YANG HARUS DIJUAL. DIDORO YANG MENGHASILKAN BEBERAPA PERSEN HARUS BUTUH TENAGA EKSTRA. KUYAKIN BAHWA KAU PERNAH DISURUH UNTUK MENGADUK DIDORO SEPERTI HALNYA AKU, KUYAKIN BAHWA KAU MERSAKAN CAPEK YANG BEGITU HEBAT KETIKA MENGADUK DIDORO SEPERTI HALNYA AKU. TETAPI PERNAHKAH KAU MELIHAT MAMA KITA MENGADUK DIDORO YANG BUTUH 4 JAM? DAN ATAU PERNAHKAH KAU MEMPERHATIKANNYA KETIKA DIA MENGADUKNYA? KETIKA PERNAH, PERNAHKAH KAU DAPATI DIA MERASA LELAH AKAN 

HAL ITU? TIDAK, TIDAK SAMA SEKALI. DIA TIDAK PERNAH MERASA CAPEK DAN MENGELUH KETIKA MENGERJAKANNYA. TIDAK SEP[ERTI SAYA DAN KAU YANG SERINGKALI MERASA CAPEK DAN MENGELUH KETIKA DIMINTA OLEHNYA UNTUK MENGERJAKAN ITU. KAU TAHU KENAPA?  KAU TAHU KENAPA DIA TIDAK MERASA CAPEK ? KAU TAHU KENAPA DIA TIDAK PERNAH MENGELUH?  KARENA DIA MELAKUKANNYA ATAS NAMA CINTA YANG TULUS.  BAHKAN KITA YANG PUNYA 10 KALI LIPAT LEBIH KUAT DARINYA SELALU MENGELUH DAN MERASA CAPEK KETIKA MELAKUKANNYA,  KARENA KITA TIDAK PUNYA CINTA. DIA MELAKUKANNYA UNTUK APA? CINTA KEPADA SIAPA? BUAT KAU, SAYA DAN SAUDARA-SAUDARA KITA.

KUTAHU HAL ITU BELUM BERAKHIR SAMPAI DISITU, DIA HARUS BANGUN DINI HARI KAMIS DAN SENIN UNTUK MEMBUAT ADONAN KUE SAWALLA. KAU TAHU JAM BERAPA DIA HARUS BANGUN?  KADANG JAM 2 KADANG JUGA JAM 3., KETIKA KAU, AKU DAN KITA BERSAUDARA TIDUR TERLELAP DIBUAI MIMPI. JAM 2 SAAT DIA BANGUN, DIA TIDAK TIDUR SAMPAI HARUS KEPASAR PAGI-PAGI. 

COBA BAYANGKAN SEKALI LAGI, KETIKA PERJUANGANNYA TERSEBUT TIDAK TERBAYARKAN, KETIKA JAJANANNYA TIDAK LAKU TERJUAL, DIA KEMBALI AKAN BERSEDIH, DIA BERSEDIH BUKAN KARENA DAGANGANNYA TIDAK LAKU, BERSEDIH BUKAN KARENA INGAT PERJUANGANNYA, DIA BERSEDIH KARENA KHAWATIR TIDAK SANGGUP LAGI MEMBELI BEBERAPA BUTIR TELUR UNTUK DIKIRIMI ANAK-ANAKNYA.  

ATAU BAHKAN  BEBERAPA BUNGKUS MIE INSTAN, DIA BENAR-BENAR BERSEDIH HANYA KARENA HAL TERSEBUT. TERKADANG KETIKA DI PASAR, KETIKA SEDANG MENJAJAKAN DAGANGANNYA, DIA TERTIDUR SAMBIL MENUNGGU PEMBELI. DIA TERTIDUR UNTUK MELAWAN  RASA KANTUK. TIDUR SEMALAM YANG HANYA SATU JAM MEMBUATNYA TIDAK MAMPU MELAWAN RASA KANTUKNYA.
 
KUBERTANYA KEPADAMU, BERAPA KALI KAU BERTANYA KEPADA DIRIMU APA YANG TELAH KAU LAKUKAN UNTUK MEMBALAS JASA-JASANYA?  MESKIPUN KUYAKIN BAHWA DIA TIDAK BUTUH BALASAN, YANG DIA MAU ADALAH KESUNGGUHAN DIRIMU UNTUK MENUNTUT ILMU DEMI MASA DEPANMU YANG LEBIH CERAH, DIA TIDAK MAU DAN BENAR-BENAR TIDAK RELA MELIHATMU HIDUP SENGSARA.  NYAWANYA TARUHANNYA DEMI KEBAHAGIAN HIDUPMU, HIDUPKU DAN HIDUP KITA BERENAM.  KUTAKUT DAN KU KHAWATIR, JIKALU KAU MENYIA-NYIAKAN AMANAHNYA, KAU AKAN MENYESAL KETIKA NANTINYA MELIHAT MAMA KITA YANG SUDAH MULAI TUA TERMAKAN USIA YANG MUNGKIN NANTINYA DOA HANYALAH USAHA SATU-SATUNYA KETIKA RAGA TELAH TERMAKAN USIA.

ITULAH IBU KITA, YANG KUKENAL DENGAN NAMA NURHEDA. YANG KUKENAL DENGAN KETULUSAN CINTANYA, KEBAIKAN HATINYA, KECANTIKAN WAJAHNYA, KEELOKAN NURANINYA,. KUTAHU, SAYA, KAU DAN KITA BERENAM SERINGKALI MEMBUATNYA BERSEDIH, SERING MEMBUATNYA MENANGIS SEMASA KECIL DAHULU, NAMUN SEIRING PERPUTARAN WAKTU, KITA SEMUA BERPIKIR UNTUK MEMBAHAGIAKANNYA, 

BUKAN HANYA LEWAT KATA-KATA  TETAPI LEWAT TINDAKAN KITA YANG TIDAK MENGECEWAKANNYA.  MUNGKIN KAU BILANG SAYa TERLALU LEBAY, TERLALU PUITIS, NAMUN AKU HANYA MENCOBA MENGGAMBARKAN PERJUANGAN KERAS IBU KITA, SEKEDAR MENGINGATKANMU DAN MEMBUATMU TERENYUH, NAMUN SESUNGGUHNYA BUKAN HANYA UNTUKMU NAMUN UNTUK KITA BERENAM.

Makassar BTP Blok K


Di kamar belakang rumah ini
Kusingkap tirai yang mulai berdebu
Kuintip lorongjalan yang diguyur hujan

                        Sepi. Yah, memang begitu sangat sepi
                        Kompleks ini dipenuhi keluarga kantoran
                        Pergi subuh pulang malam
                        Hanya tukang sayur yang sekali-kali terdengar

Kututup kembali tirai itu
Tidak ada makna yang kudapat
Kuraih selimut bersembunyi didalamnya
Perlahan-lahan kupenjamkan mata ini
Kuberharap mimpi indah kan menghinggapi
Yah, meskipun hanya bunga tidur

                        Gelap, hitam kemudian kabur
                        Terlelaplah raga ini dalam balutan cintah kasih Sang Maha Pengasih



Pertengahan bulan maret 2012 disaat hujan deras mengguyur kompleks BTP

Sang Pujaan


Teriakkanlah jika itu yang terbaik
Rahasiakanlah jika hal itu berguna
Namun kumohon satu padamu, wahai sang Pujaan
Jangan Engkau bersembunyi dalam kepalsuan

Kuingat suatu cerita
Akan kematian rasa seorang Bidadari
Karena keegoannya
Kutahu dan mungkin semua orang tahu
Dia mati dimakan kepalsuan
Mempertaruhkan hidupnya demi kecantikan artifisial

Maukah engkau bernasib seperti itu, wahai sang pujaan?
Kuharap tidak,
Guratan keningmu yang bening terlalu indah untuk dipoles
Dipolesi dengan dzat kimia beracun
Jujur aku tidak rela

Uraian rambutmu yang hitam panjang nan ikal
Terlalu sedap dipandang mata
Kumohon janganlah engkau modifikasi itu
Seperti ekor kuda berwarna pirang

Seandainya tidak ada aturan
Jikalau saja tidak ada namanya norma
Kumau kau, wahai sang Pujaan
Bertelanjang bulat  tanpa busana sehelai pun
Yah, telanjang seperti saat kita terlahir

Kau tahu mengapa demikian?
Karena kita selama ini terlalu sibuk menutupi kekurangan kita
Bahkan bajupun yang hanya sebuah pakaian menjadi kesombongan
Sungguh, kitasemua pemuja kepalsuan
 

Untuk kita semua yang begitu asyik dengan dunia kepalsuan, mempermak diri dengan berbagai cara demi kecantikan artifisial untuk memuaskan keegoan diri



Di bulan maret 2012 saat hujan mengguyurmakassar