Teriakkanlah jika itu yang terbaik
Rahasiakanlah jika hal itu berguna
Namun kumohon satu padamu, wahai sang Pujaan
Jangan Engkau bersembunyi dalam kepalsuan
Kuingat suatu cerita
Akan kematian rasa seorang Bidadari
Karena keegoannya
Kutahu dan mungkin semua orang tahu
Dia mati dimakan kepalsuan
Mempertaruhkan hidupnya demi kecantikan artifisial
Maukah engkau bernasib seperti itu, wahai sang pujaan?
Kuharap tidak,
Guratan keningmu yang bening terlalu indah untuk dipoles
Dipolesi dengan dzat kimia beracun
Jujur aku tidak rela
Uraian rambutmu yang hitam panjang nan ikal
Terlalu sedap dipandang mata
Kumohon janganlah engkau modifikasi itu
Seperti ekor kuda berwarna pirang
Seandainya tidak ada aturan
Jikalau saja tidak ada namanya norma
Kumau kau, wahai sang Pujaan
Bertelanjang bulat tanpa busana sehelai pun
Yah, telanjang seperti saat kita terlahir
Kau tahu mengapa demikian?
Karena kita selama ini terlalu sibuk menutupi kekurangan kita
Bahkan bajupun yang hanya sebuah pakaian menjadi kesombongan
Sungguh, kitasemua pemuja kepalsuan
Untuk kita semua yang begitu asyik dengan dunia kepalsuan, mempermak diri dengan berbagai cara demi kecantikan artifisial untuk memuaskan keegoan diri
Di bulan maret 2012 saat hujan mengguyurmakassar
No comments:
Post a Comment