February 21, 2023

Waktu (21)

Hari ini tidak terlalu banyak hal yang saya kerjakan selain menghabiskan waktu untuk mempersiapkan bahan kuliah dan menulis artikel. Tidak terasa waktu sudah menjelang maghrib dan saya harus balik ke kos. Waktu menjadi hal yang sangat krusial dalam hidup karena jika gagal memanfaatkan waktu maka hidup menjadi tidak berharga.

Saya sering menyadari bahwa terlalu banyak waktu yang saya habiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat padahal seharus saya bisa mempergunakan waktu untuk lebih produktif, apalagi kalau bukan media sosial sebagai distraksi terbesar.

Mungkin adagium tentang "musuh terbesar adalah diri sendiri," menemukan momentumnya pada diri saya. Bagaimana tidak, tekad untuk memanfaatkan waktu lebih efektif selalu gagal oleh godaan handphone yang tak terkendali.

Seringkali niat hanya beberapa menit namun berakhir dalam waktu yang lama. Saya terus mencari strategi untuk menghilangkan kencanduan memegang gadget yang sama sekali minim manfaat.

#23 2023

February 20, 2023

Pajak (20)

Biasanya di minggu malam, saya sudah balik ke Bandung dengan travel langganan namun senin ini, saya memutuskan untuk masih tetap di Jakarta karena harus mengurus pajak yang belum saya laporkan. Sejak resign dari perusahaan sebelumnya, saya harus mengurus mandiri laporan pajak. 

Sehabis mengantar istri saya ke kantornya, saya langsung ke kantor KPP Pratama yang terletak tidak jauh dari kantor istri. Tiba di sana, sudah ada satu orang yang juga sedang mengurus efin. Administrasinya tidak terlalu sulit, meskipun diwajibkan melampirkan foto copy KTP dan NPWP namun kantor KPP Pratama menyiapkan 3 mesin fotocopy sehingga kita tidak harus keluar kantor mencari tukang foto copy.

Kantor ini menjadi salah satu kantor favorit bagi para fresh graduate. Gaji yang besar tentunya menjadi motivasi tersebut bagi para pencari kerja untuk bisa lulus di kantor perpajakan. 

 #20 2023

February 19, 2023

Hari Minggu (19)

Hari minggu yang biasanya kami habiskan di luar rumah namun minggu kali ini, kami hanya keluar sebentar membeli buku dan beberapa kebutuhan harian. Anak saya sedang demam sehingga tidak tega meninggalkannya di rumah. Minggu ini tidak seperti minggu-minggu sebelumnya. 

Untungnya dia sudah lumayan tahan jika demam karena dulu saat masih umur 2-3 tahun, kami harus ekstra waspada ketika dia sakit demam. Seringkali harus dirawat di rumah sakit untuk menurunkan demamnya bahkan sekali waktu, dia step di rumah sakit. Seingat saya, pada waktu kejadian tersebut, saya sedang berada di Pontianak untuk urusan dinas kantor.

Sejak pindah ke rumah sekarang dan dia juga sudah bertumbuh, tubuhnya sudah sedikit bisa berdamai dengan demam.

 #19 2023

February 18, 2023

Lamaran (18)

Tiga minggu yang lalu, kami sudah merencanakan untuk menghadiri lamaran salah seorang sepupu istri saya.

Sehari sebelumnya, saya sudah mempersiapkan semua untuk digunakan ke acara lamaran termasuk pakaian warna cream yang disepakati supaya membedakan dengan keluarga calon pengantin pria yang menggunakan seragam biru.

Malam hari sebelumnya, anak saya tiba-tiba demam dan kemungkinan tidak memungkinkan ikut jika demamnya tidak turun karena khawatirnya semakin parah apalagi di acara yang ramai.

sabtu pagi di hari H, demam anaknya saya benar-benar tidak normal dan saya memutuskan untuk tidak ikut acara lamaran. Saya harus di rumah menjaga anak saya yang demam, alhasil hanya istri dan mertua yang berangkat.

Keluarga yang lain menanyakan kenapa saya tidak ikut.

Begitulah hidup, kita hanya bisa merencanakan semuanya dengan matang namun pada akhirnya, ada hal yang di luar kuasa kita mempengaruhi kelancaran rencana yang sudah dicanangkan.

 #18 2023

February 17, 2023

Adab (17)

Di siang hari ketika saya dan beberapa teman sedang santai di ruangan, salah seorang teman dosen tiba-tiba gusar saat mendapat pesan wa dari salah seorang mahasiswanya di kampus lain. rekan saya itu memang seorang dosen yang sudah sejak 2004 mengajar di berbagai kampus dan sudah kenyang menikmati pengalaman beriteraksi dengan para mahasiswa.

Namun siang itu menjadi salah satu siang terberatnya sebagai seorang dosen. Bagaimana tidak, pesan wa yang diterimanya dari salah seorang mahasiswanya menunjukkan bahwa memang adab lebih penting dari ilmu.

Isi chatnya kurang lebih seperti ini "maaf, mau nanya, apakah anda dosen mata kuliah dengan kode hkw? 

Iya saya, memangnya kenapa, hehe? rekan dosen tadi membalas dengan sedikit bergurau untuk mengetahui respon di mahasiswa.

"Oh iya mau memastikan saja karena mau buat grup kelas" jawab si mahasiswa secara singkat.

Saat rekan dosen menunjukkan isi chat di mahasiswa, ada berbagai perasaan yang berkecamuk di kepala saya. Ada rasa marah, kesal bahkan sampai pada perasaan kasihan mengetahui adab generasi sekarang yang tidak mampu membedakan bagaimana bertutur secara baik dengan orang lain apalagi dengan seorang dosen.

Pada akhirnya, rekan dosen tadi mengirimi wa ke kaprodi dengan pilihan, si mahasiswa itu yang tidak ikut kelasnya atau dia yang tidak akan mengajar di kelas itu.

Sekian menit kemudian, saat sudah mulai menguasai diri karena terbawa emosi atas chat wa yang diterima oleh rekan dosen tadi, saya mengingat salah satu wawancara pak Fahrudin Faiz, salah seorang dosen filsafat di UIN Yogyakarta. Beliau menceritakan bahwa pernah mendapat pesan yang hampir sama dengan pesan wa yang diterima oleh rekan dosen saya. Pak Faiz tidak lantas emosi namun beliau merefleksikan kondisi generasi sekarang yang memang pada dasarnya sudah jauh dari interaksi fisik sehingga pola komunikasi yang digunakan dengan mengambil contoh di media sosial termasuk di game.

Saya kembali sadar bahwa saya bukan pak Faiz yang memiliki sikap sabar yang mumpuni untuk menghadapi fenomena seperti mahasiswa yang sudah tidak memperhatikan adab dalam berkomunikasi dengan dosennya.

Mungkin ketika mendapat pesan yang senada dengan rekan dosen saya, pilihan yang sama akan saya tempuh sebagaimana dengan yang diputuskan oleh rekan dosen saya di atas.

"Mahasiswa itu yang tidak boleh ikut kelas saya atau saya yang tidak akan mengajar di kelasnya."

#17 2023

February 16, 2023

Menakar Diri (16)

Akhir-akhir ini, saya mencoba menakar fisik saya karena saya terlalu sering memaksa diri untuk mengerjakan tugas sampai lupa waktu.

Salah satu penanda paling sering saya rasakan ketika mata saya sudah sangat pegal dan kepala mendengung maka artinya, fisik saya harus diistirahatkan beberapa saat untuk melanjutkan tugas.

Rasanya tidak adil untuk memaksa fisik melakukan sesuatu yang diluar batasnya.

#16 2023

February 15, 2023

Pertemuan II (15)

Salah satu kuliah di jumat sore sengaja saya pindahkan di hari ini mengingat jumat terlalu padat dan saya rasa tidak bisa maksimal jika harus mempersiapkan bahan untuk empat pelajaran. Mata kuliah yang sebenarnya sama sekali tidak berhubungan dengan pendidikan saya hanya saja waktu masih bekerja di sebuah perusahaan, saya pernah mengambil sertifikasi atas mata kuliah ini.

Namun demikian, bukan berarti saya menguasai bidang ini karena pada saat pengambilan sertifikasi, dilakukan training dua minggu kemudian menjalani tes dan dinyatakan lulus. Artinya bahwa fokus saya tidak pada bidang ini dan belum bisa dikatakan mempunyai kompetensi untuk memegang mata kuliah ini.

Pada akhirnya, saya berani mengambil sebagai sebuah proses pembelajaran apatahlagi menurut analisa saya terhadap saya sendiri, masih terkendala dalam proses penyampaian yang sistematis sehingga tidak bisa fokus atas apa yang ingin disampaikan.

Pada akhirnya, untuk dua kali pertemuan, prosesnya tidak berjalan begitu baik dan terlalu banyak kebingungan yang saya alami apalagi ketika sudah kehabisan bahan.

Begitulah adanya saya yang baru merangkak dari bawah.

 #15 2023

February 14, 2023

Fraud (14)

Saat duduk santai di ruangan sambil merapikan semua buku sebelum pulang, tiba-tiba salah seorang mantan rekan kantor di perusahaan sebelumnya, menelepon saya dan menceritakan kejadian yang sedang terjadi di perusahaan. 

Dia bercerita bahwa terjadi lagi tindakan fraud yang dilakukan oleh salah satu pegawai koperasi dengan nilai kerugian yang cukup fantastis mencapai ratusan juta. Tentu saja saya kaget karena saya tahu bahwa aset koperasi tidak terlalu besar dan nilai sebanyak itu akan mempengaruhi simpanan para anggota yang dipotong dari gaji karyawan.

Nilai fraud memang masih jauh di bawah salah satu tindakan fraud yang pernah saya tangani di perusahaan dua tahun lalu, namun tetap saja bahwa ratusan juta bukan jumlah yang kecil bagi karyawan perusahaan apalagi dengan posisi sebagai staf.

Tindakan fraud memang menjadi momok bagi sebuah perusahaan apalagi dilakukan oleh karyawan sendiri karena mereka mengetahui proses bisnis yang berjalan dan setiap hari akan belajar celah apa yang bisa digunakan untuk melakukan tindakan fraud. Itulah kenapa sebuah tata kelola perusahaan dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan termasuk mengurangi tindakan fraud.

Namun saya tidak ingin berbicara mengenai proses tata kelola perusahaan. Saya tertarik untuk menulis tentang pelaku fraud yang tentunya merugikan banyak orang. Setiap kali terjadi tindakan fraud, pihak yang paling menderita adalah keluarga pelaku khususnya orang tua.

Beberapa orang tua harus rela menjual rumahnya demi menutupi kerugian yang dilakukan oleh anaknya termasuk salah satu fraud yang masih berjalan ketika saya resign dari perusahaan ini. Ibunya merelakan rumahnya untuk menutupi semua kerugian perusahaan mencapai ratusan juta.

Di sebuah kasus fraud yang pernah saya tangani di daerah Sumatera, seorang mertua rela menghabiskan waktu dan tenaganya untuk mendampingi menantunya yang melakukan penggelapan uang perusahaan. Saya kagum dengan sikap seorang mertua perempuan yang begitu tegarnya mencoba untuk membantu menantunya dengan segala cara.

Demikianlah tindakan fraud yang terjadi. Seringkali yang paling tersiksa adalah keluarga sedangkan pelaku sama sekali tidak merasa bersalah.

#14 2023

February 13, 2023

Kampus (13)

Sepanjang hari senin, saya menghabiskan waktu di ruangan karena tidak ada aktivitas yang harus saya kerjakan selain untuk menyelesaikan tugas yang masih terbengkalai. Tugas yang selalu ingin saya selesaikan di awal namun entah kenapa, saya seringkali tergantung ide yang muncul sedangkan ide hadir di detik-detik akhir.

Untuk memanfaatkan waktu, saya menghabiskan waktu untuk menulis draft video youtube. Sebuah draft yang tidak terlalu panjang namun butuh energi dan pikiran karena harus riset tentang konsep yang digunakan sebagai bahan analisa.

Tulisan tersebut tidak selesai dan akhirnya saya harus lanjutkan di kos. Setelah draft selesai, waktunya untuk merekam suara untuk kepentingan konten youtube. Ini sebenarnya merupakan kegiatan yang menyenangkan dan menjadi impian saya sejak dulu bahwa saya ingin di dunia tulis menulis dan dunia riset yang memaksa saya untuk terus mengupdate pengetahuan. 

Meski terkadang lelah namun tidak menjadi soal karena ada kenikmatan tersendiri menjalani apa yang disukai sehingga tidak terlalu berat. 

Saya belum menemukan pola yang pas untuk meningkatkan kompetensi diri meskipun sudah sebulan di tempat ini. Saya masih disibukkan untuk beradaptasi dengan berbagai hal teknis yang mendukung pekerjaan saya. Meskipun demikian, saya memaklumi bahwa memulai sesuatu yang baru memang membutuhkan waktu untuk belajar banyak hal.

#13 2023

February 12, 2023

Baraya (12)

Di jumat malam dan minggu malam, tulisan saya tentunya akan selalu berjudul Baraya karena di momen tersebut, saya menghabiskan pergantian hari di mobil travel langganan saya.

Momen kali ini, tidak ada yang spesial untuk di tulis. Di sepanjang hari minggu pun, saya hanya menghabiskan waktu di rumah karena Jakarta sedang musim hujan dan tidak memungkinkan untuk plesiran ke mall.

Sore hari, saya dan anak ke bumi perkemahan  untuk bermain bola. Dia sedang menggandrungi permainan sepak bola bahkan nama-nama pemain sepak bola sebagian besar dihapal. Seperti anak pada umumnya, dia mengidolai Messi. Tentunya saya rasa karena pemberitaan Messi yang masif sehingga dia juga terpengaruh meskipun saya yakin bahwa dia belum benar-benar mengetahui maka pemain sepak bola yang tergolong jago.

Hanya sekitar 20 menit kami bermain di lapangan karena hujan mulai turun. Lapangan juga becek sehingga tidak memungkinkan untuk bergerak leluasa. Setidaknya sedikit mengurangi keinginannya untuk main bola di lapangan.

Saya selalu berharap dia menekuni apa saja yang dia suka selama bukan kejahatan. Namun terkadang saya juga kasihan melihatnya tidak terlalu banyak teman karena di lingkungan kami tidak memungkinkan dia bergaul lebih luas.

Malam hari, waktunya saya harus siap-siap untuk kembali ke kos di kota seberang. 

#12 2023

February 11, 2023

Lomba Nulis (11)

Pagi hari sebagaimana kebiasaan saya pada umumnya, saya mengecek notifikasi di hp. Sejurus kemudian saya melihat bahwa ada email yang masuk. Saya berpikir bahwa email itu dari pihak ojek online karena semalam saya belum mengecek email setelah diantar oleh salah satu driver ojek online.

Setelah membaca email, saya baru menyadari bahwa email itu berasal dari tim media yang di akhir bulan lalu mengadakan lomba menulis. Saya tidak berekspektasi terlalu tinggi karena toh tulisan yang saya kirim tidak terlalu bagus, apalagi saya menulis hanya dua hari sebelum disubmit.

Saya kemudian membuka link dan memastikan bahwa siapa pemenangnya. Ternyata nama saya ada di urutan kedua.

Sebuah pencapaian yang tentunya menurut saya lumayan karena dari postingan instragram panitia, saya melihat bahwa lebih dari 1.000 pengirim email yang mengikuti lomba menulis tersebut, artinya bahwa begitu banyak tulisan lain yang tersisih oleh tulisan saya yang hanya ditulis dalam semalam.

Biasanya kalau menang lomba menulis, gairah saya untuk menulis lebih giat semakin besar.

#11 2023

February 10, 2023

Baraya (10)

Setelah sehari penuh disibukkan dengan aktivitas kampus yang menguras fisik dan psikis, akhirnya weekend tiba yang berarti bahwa waktunya mudik ke rumah. Sebuah momen yang selalu saya tunggu setelah bekerja lima hari.

Pada dasarnya, saya masih mencari pola atas aktivitas baru yang sedang saya tekuni. Bayangkan, saya harus menyiapkan bahan dari jam sepuluh malam sampai jam dua pagi. Kemudian istirahat dan bangun lagi jam lima pagi. Saya kemudian bergegas menyiapkan segalanya untuk berangkat ke kampus.

Sejak jam delapan pagi, saya sudah harus duduk di depan kelas kemudian menyampaikan materi yang sudah saya siapkan. Ada tiga subjek yang harus saya ajarkan dari jam delapan pagi sampai jam setengah empat sore. Benar-benar membuat fisik dan psikis harus beradaptasi.

Untungnya saya merasa bahwa hari ini berjalan lebih baik dari yang kemarin. Mungkin karena saya sudah mempelajari apa saja yang harus saya perbaiki untuk tidak terlalu canggung di depan dalam menyampaikan materi. Sebenarnya bukan persoalan canggung namun lebih pada saya belum mengetahui metode yang baik untuk menyampaikan materi.

Setelah jam pelajaran selesai, saya kembali ke kos untuk beristirahat sebelum berangkat ke travel Baraya. Biasanya saya berangkat setengah enam agar tidak terlalu lama menunggu di kantor Baraya karena jadwal keberangkatan setengah tujuh sedangkan durasi waktu perjalanan dari kos saya ke kantor baraya hanya sekitar lima belas menit.

Menjelang setengah enam, ternyata hujan mengguyur yang membuat saya harus memikirkan alternatif lain untuk berangkat ke travel misalnya naik mobil online. Ternyata hujan reda sebelum setengah enam sehingga saya segera bergegas untuk memesan ojek online.

Dugaan saya benar bahwa saya tidak di kantor Baraya tepat jam enam sehingga saya masih harus menunggu setengah jam lagi. Seperti biasa, saya menyempatkan diri untuk salat maghrib sebelum berangkat karena jadwal keberangkatan 10 menit setelah maghrib.

Biasanya saya memesan kursi di pinggir namun karena saya terlalu mepet memesan sehingga semua kursi full, akhirnya saya memesan tempat duduk di tengah.

Di atas travel, saya langsung memaksakan mata untuk terpejam karena sudah letih dari malam sebelumnya sampai tadi sore. Benar saja, saya tertidur pulas sampai menjelang tempat saya turun. Saya hanya beberapa kali terbangun di perjalanan kemudian tertidur kembali.

Saya sangat bersyukur untuk hari ini atas semua kelancaran urusan yang melelahkan.

#10 2023

February 9, 2023

Kuliah Perdana (9)

Hari ini adalah kuliah perdana yang harus saya jalani. Layaknya sesuatu yang baru dijalani dan pertama kali, maka saya seringkali mempersiapkan semuanya dengan baik. Saya memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dan kurang dari apa yang harus saya sampaikan. Kuncinya adalah selalu mengulang apa yang akan disampaikan.

Tidak berjalan lancar rupanya namun begitulah sesuatu yang baru dimulai. Sebagaimana layaknya percobaan yang tidak mulus, saya merasa berkecil hati dan pesimis namun kemudian saya menata pikiran. Saya meyakinkan diri bahwa permulaan memang terkadang tidak mulus namun bukan berarti menjadi sebuah kegagalan. Belajar dari kegagalan lebih baik daripada terlena dengan keberhasilan.

#9 2023