February 16, 2023

Menakar Diri (16)

Akhir-akhir ini, saya mencoba menakar fisik saya karena saya terlalu sering memaksa diri untuk mengerjakan tugas sampai lupa waktu.

Salah satu penanda paling sering saya rasakan ketika mata saya sudah sangat pegal dan kepala mendengung maka artinya, fisik saya harus diistirahatkan beberapa saat untuk melanjutkan tugas.

Rasanya tidak adil untuk memaksa fisik melakukan sesuatu yang diluar batasnya.

#16 2023

February 15, 2023

Pertemuan II (15)

Salah satu kuliah di jumat sore sengaja saya pindahkan di hari ini mengingat jumat terlalu padat dan saya rasa tidak bisa maksimal jika harus mempersiapkan bahan untuk empat pelajaran. Mata kuliah yang sebenarnya sama sekali tidak berhubungan dengan pendidikan saya hanya saja waktu masih bekerja di sebuah perusahaan, saya pernah mengambil sertifikasi atas mata kuliah ini.

Namun demikian, bukan berarti saya menguasai bidang ini karena pada saat pengambilan sertifikasi, dilakukan training dua minggu kemudian menjalani tes dan dinyatakan lulus. Artinya bahwa fokus saya tidak pada bidang ini dan belum bisa dikatakan mempunyai kompetensi untuk memegang mata kuliah ini.

Pada akhirnya, saya berani mengambil sebagai sebuah proses pembelajaran apatahlagi menurut analisa saya terhadap saya sendiri, masih terkendala dalam proses penyampaian yang sistematis sehingga tidak bisa fokus atas apa yang ingin disampaikan.

Pada akhirnya, untuk dua kali pertemuan, prosesnya tidak berjalan begitu baik dan terlalu banyak kebingungan yang saya alami apalagi ketika sudah kehabisan bahan.

Begitulah adanya saya yang baru merangkak dari bawah.

 #15 2023

February 14, 2023

Fraud (14)

Saat duduk santai di ruangan sambil merapikan semua buku sebelum pulang, tiba-tiba salah seorang mantan rekan kantor di perusahaan sebelumnya, menelepon saya dan menceritakan kejadian yang sedang terjadi di perusahaan. 

Dia bercerita bahwa terjadi lagi tindakan fraud yang dilakukan oleh salah satu pegawai koperasi dengan nilai kerugian yang cukup fantastis mencapai ratusan juta. Tentu saja saya kaget karena saya tahu bahwa aset koperasi tidak terlalu besar dan nilai sebanyak itu akan mempengaruhi simpanan para anggota yang dipotong dari gaji karyawan.

Nilai fraud memang masih jauh di bawah salah satu tindakan fraud yang pernah saya tangani di perusahaan dua tahun lalu, namun tetap saja bahwa ratusan juta bukan jumlah yang kecil bagi karyawan perusahaan apalagi dengan posisi sebagai staf.

Tindakan fraud memang menjadi momok bagi sebuah perusahaan apalagi dilakukan oleh karyawan sendiri karena mereka mengetahui proses bisnis yang berjalan dan setiap hari akan belajar celah apa yang bisa digunakan untuk melakukan tindakan fraud. Itulah kenapa sebuah tata kelola perusahaan dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan termasuk mengurangi tindakan fraud.

Namun saya tidak ingin berbicara mengenai proses tata kelola perusahaan. Saya tertarik untuk menulis tentang pelaku fraud yang tentunya merugikan banyak orang. Setiap kali terjadi tindakan fraud, pihak yang paling menderita adalah keluarga pelaku khususnya orang tua.

Beberapa orang tua harus rela menjual rumahnya demi menutupi kerugian yang dilakukan oleh anaknya termasuk salah satu fraud yang masih berjalan ketika saya resign dari perusahaan ini. Ibunya merelakan rumahnya untuk menutupi semua kerugian perusahaan mencapai ratusan juta.

Di sebuah kasus fraud yang pernah saya tangani di daerah Sumatera, seorang mertua rela menghabiskan waktu dan tenaganya untuk mendampingi menantunya yang melakukan penggelapan uang perusahaan. Saya kagum dengan sikap seorang mertua perempuan yang begitu tegarnya mencoba untuk membantu menantunya dengan segala cara.

Demikianlah tindakan fraud yang terjadi. Seringkali yang paling tersiksa adalah keluarga sedangkan pelaku sama sekali tidak merasa bersalah.

#14 2023

February 13, 2023

Kampus (13)

Sepanjang hari senin, saya menghabiskan waktu di ruangan karena tidak ada aktivitas yang harus saya kerjakan selain untuk menyelesaikan tugas yang masih terbengkalai. Tugas yang selalu ingin saya selesaikan di awal namun entah kenapa, saya seringkali tergantung ide yang muncul sedangkan ide hadir di detik-detik akhir.

Untuk memanfaatkan waktu, saya menghabiskan waktu untuk menulis draft video youtube. Sebuah draft yang tidak terlalu panjang namun butuh energi dan pikiran karena harus riset tentang konsep yang digunakan sebagai bahan analisa.

Tulisan tersebut tidak selesai dan akhirnya saya harus lanjutkan di kos. Setelah draft selesai, waktunya untuk merekam suara untuk kepentingan konten youtube. Ini sebenarnya merupakan kegiatan yang menyenangkan dan menjadi impian saya sejak dulu bahwa saya ingin di dunia tulis menulis dan dunia riset yang memaksa saya untuk terus mengupdate pengetahuan. 

Meski terkadang lelah namun tidak menjadi soal karena ada kenikmatan tersendiri menjalani apa yang disukai sehingga tidak terlalu berat. 

Saya belum menemukan pola yang pas untuk meningkatkan kompetensi diri meskipun sudah sebulan di tempat ini. Saya masih disibukkan untuk beradaptasi dengan berbagai hal teknis yang mendukung pekerjaan saya. Meskipun demikian, saya memaklumi bahwa memulai sesuatu yang baru memang membutuhkan waktu untuk belajar banyak hal.

#13 2023

February 12, 2023

Baraya (12)

Di jumat malam dan minggu malam, tulisan saya tentunya akan selalu berjudul Baraya karena di momen tersebut, saya menghabiskan pergantian hari di mobil travel langganan saya.

Momen kali ini, tidak ada yang spesial untuk di tulis. Di sepanjang hari minggu pun, saya hanya menghabiskan waktu di rumah karena Jakarta sedang musim hujan dan tidak memungkinkan untuk plesiran ke mall.

Sore hari, saya dan anak ke bumi perkemahan  untuk bermain bola. Dia sedang menggandrungi permainan sepak bola bahkan nama-nama pemain sepak bola sebagian besar dihapal. Seperti anak pada umumnya, dia mengidolai Messi. Tentunya saya rasa karena pemberitaan Messi yang masif sehingga dia juga terpengaruh meskipun saya yakin bahwa dia belum benar-benar mengetahui maka pemain sepak bola yang tergolong jago.

Hanya sekitar 20 menit kami bermain di lapangan karena hujan mulai turun. Lapangan juga becek sehingga tidak memungkinkan untuk bergerak leluasa. Setidaknya sedikit mengurangi keinginannya untuk main bola di lapangan.

Saya selalu berharap dia menekuni apa saja yang dia suka selama bukan kejahatan. Namun terkadang saya juga kasihan melihatnya tidak terlalu banyak teman karena di lingkungan kami tidak memungkinkan dia bergaul lebih luas.

Malam hari, waktunya saya harus siap-siap untuk kembali ke kos di kota seberang. 

#12 2023

February 11, 2023

Lomba Nulis (11)

Pagi hari sebagaimana kebiasaan saya pada umumnya, saya mengecek notifikasi di hp. Sejurus kemudian saya melihat bahwa ada email yang masuk. Saya berpikir bahwa email itu dari pihak ojek online karena semalam saya belum mengecek email setelah diantar oleh salah satu driver ojek online.

Setelah membaca email, saya baru menyadari bahwa email itu berasal dari tim media yang di akhir bulan lalu mengadakan lomba menulis. Saya tidak berekspektasi terlalu tinggi karena toh tulisan yang saya kirim tidak terlalu bagus, apalagi saya menulis hanya dua hari sebelum disubmit.

Saya kemudian membuka link dan memastikan bahwa siapa pemenangnya. Ternyata nama saya ada di urutan kedua.

Sebuah pencapaian yang tentunya menurut saya lumayan karena dari postingan instragram panitia, saya melihat bahwa lebih dari 1.000 pengirim email yang mengikuti lomba menulis tersebut, artinya bahwa begitu banyak tulisan lain yang tersisih oleh tulisan saya yang hanya ditulis dalam semalam.

Biasanya kalau menang lomba menulis, gairah saya untuk menulis lebih giat semakin besar.

#11 2023

February 10, 2023

Baraya (10)

Setelah sehari penuh disibukkan dengan aktivitas kampus yang menguras fisik dan psikis, akhirnya weekend tiba yang berarti bahwa waktunya mudik ke rumah. Sebuah momen yang selalu saya tunggu setelah bekerja lima hari.

Pada dasarnya, saya masih mencari pola atas aktivitas baru yang sedang saya tekuni. Bayangkan, saya harus menyiapkan bahan dari jam sepuluh malam sampai jam dua pagi. Kemudian istirahat dan bangun lagi jam lima pagi. Saya kemudian bergegas menyiapkan segalanya untuk berangkat ke kampus.

Sejak jam delapan pagi, saya sudah harus duduk di depan kelas kemudian menyampaikan materi yang sudah saya siapkan. Ada tiga subjek yang harus saya ajarkan dari jam delapan pagi sampai jam setengah empat sore. Benar-benar membuat fisik dan psikis harus beradaptasi.

Untungnya saya merasa bahwa hari ini berjalan lebih baik dari yang kemarin. Mungkin karena saya sudah mempelajari apa saja yang harus saya perbaiki untuk tidak terlalu canggung di depan dalam menyampaikan materi. Sebenarnya bukan persoalan canggung namun lebih pada saya belum mengetahui metode yang baik untuk menyampaikan materi.

Setelah jam pelajaran selesai, saya kembali ke kos untuk beristirahat sebelum berangkat ke travel Baraya. Biasanya saya berangkat setengah enam agar tidak terlalu lama menunggu di kantor Baraya karena jadwal keberangkatan setengah tujuh sedangkan durasi waktu perjalanan dari kos saya ke kantor baraya hanya sekitar lima belas menit.

Menjelang setengah enam, ternyata hujan mengguyur yang membuat saya harus memikirkan alternatif lain untuk berangkat ke travel misalnya naik mobil online. Ternyata hujan reda sebelum setengah enam sehingga saya segera bergegas untuk memesan ojek online.

Dugaan saya benar bahwa saya tidak di kantor Baraya tepat jam enam sehingga saya masih harus menunggu setengah jam lagi. Seperti biasa, saya menyempatkan diri untuk salat maghrib sebelum berangkat karena jadwal keberangkatan 10 menit setelah maghrib.

Biasanya saya memesan kursi di pinggir namun karena saya terlalu mepet memesan sehingga semua kursi full, akhirnya saya memesan tempat duduk di tengah.

Di atas travel, saya langsung memaksakan mata untuk terpejam karena sudah letih dari malam sebelumnya sampai tadi sore. Benar saja, saya tertidur pulas sampai menjelang tempat saya turun. Saya hanya beberapa kali terbangun di perjalanan kemudian tertidur kembali.

Saya sangat bersyukur untuk hari ini atas semua kelancaran urusan yang melelahkan.

#10 2023

February 9, 2023

Kuliah Perdana (9)

Hari ini adalah kuliah perdana yang harus saya jalani. Layaknya sesuatu yang baru dijalani dan pertama kali, maka saya seringkali mempersiapkan semuanya dengan baik. Saya memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dan kurang dari apa yang harus saya sampaikan. Kuncinya adalah selalu mengulang apa yang akan disampaikan.

Tidak berjalan lancar rupanya namun begitulah sesuatu yang baru dimulai. Sebagaimana layaknya percobaan yang tidak mulus, saya merasa berkecil hati dan pesimis namun kemudian saya menata pikiran. Saya meyakinkan diri bahwa permulaan memang terkadang tidak mulus namun bukan berarti menjadi sebuah kegagalan. Belajar dari kegagalan lebih baik daripada terlena dengan keberhasilan.

#9 2023

February 8, 2023

Klinik Proposal (8)

Hari yang cukup melelahkan karena seharian harus mengikuti pelatihan klinik jurnal, meskipun secara fisik lelah namun saya menikmatinya. Saya begitu antusias untuk menjalani setiap proses di awal karir yang sedang saya bangun. Satu hal yang harus saya jaga adalah semangat untuk tetap belajar dan berusaha untuk mengurangi interaksi dengan aura negatif dari internal dan eksternal.

Narasumbernya berasal dari pulau yang sama dengan saya. Ada hal yang selalu membuat saya ciut ketika mengetahui bahwa narasumbernya seumuran dengan saya dan dia sudah jauh terbang sedangkan saya baru mempersiapkan diri untuk berjalan. Perasaan seperti itu seringkali menghantui saya di beberapa tahun terakhir ketika menyadari bahwa langkah saya tidak lebih jauh dari waktu yang sudah saya habiskan.

Saya sedang menata hati untuk tetap tegar dan memulai hal-hal baik yang mungkin orang seusia saya sudah jauh berada di tempat yang tinggi.

Kemarin saya bahkan tidak punya ide dan argumen untuk dikemukakan karena selain bingung, masih ada perasaan ragu yang menghantui. Meskipun demikian, saya mendapat doorprize sebagai peserta paling pertama datang.

Momen tersebut membuat saya berpikir bahwa ketika kita memiliki kekurangan, maka gali sesuatu yang membuat kita masih bisa terlihat dan menunjukkan eksistensi kita. Bukan untuk diapresiasi namun lebih pada usaha untuk memacu diri menjadi lebih baik.

#8 2023

February 7, 2023

Dukungan Orang Tua (7)

Sebelum memutuskan untuk pindah kerja dengan berbagai konsekuensinya, saya sudah menyampaikan niat saya kepada orang tua untuk meminta persetujuan sekaligus juga untuk mengetahui reaksinya mereka. Bahkan dalam proses tes pun, saya sudah menyampaikan apa yang akan saya jalani setelah ini dan gambaran kondisi saya di perantauan.

Beruntungnya bahwa orang tua saya khususnya ibu merestui keputusan hidup yang saya ambil dengan berani pindah pekerjaan dengan pendapatan yang jauh berkurang. Restu tersebut yang menguatkan saya bahwa apa yang akan saya jalani ke depan akan baik-baik saja meskipun dengan berbagai dinamika yang harus saya jalani.

Setelah hampir sebulan menjadi proses ini, ternyata memang berbagai tantangan dan kondisi yang mengharuskan saya untuk belajar beradaptasi dalam banyak hal. Salah satunya bagaimana beradaptasi dengan rekan kerja yang baru dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Selain itu, adaptasi yang lain mengenai pekerjaan yang jauh sangat berbeda dengan pekerjaan-pekerjaan sebelumnya yang pernah saya jalani.

Adaptasi paling urgen tentu bagaimana saya harus menata kalimat lisan dan meningkatkan kemampuan public speaking karena salah satu tupoksi saya yang baru adalah mengajar. Saya percaya bahwa audiens akan mendengarkan narasumber ketika mereka mampu dengan jelas menerima pesan yang disampaikan oleh narasumber, namun jika tidak tersampaikan dengan baik maka hanya akan dianggap angin lalu.

Kemampuan public speaking ini yang menjadi masalah bagi saya karena meskipun sudah sebelas tahun di tanah Jawa, dialek daerah saya nampaknya sangat sulit untuk disamarkan dan seringkali membuat saya merasa inferior dan tidak percaya diri. Saya seringkali berusaha untuk belajar menyamarkan dialek hanya agar tidak terkesan berbeda tetapi selalu gagal dan hanya berakhir pada sebuah keanehan.

Setelah ini, saya mungkin hanya perlu belajar untuk memperjelas artikulasi saya tanpa harus berusaha menghilangkan dialek karena intinya bahwa saya menguasai materi yang akan saya ajarkan dan saya bisa menyampaikan dengan jelas sehingga mahasiswa bisa memahami apa yang saya sampaikan.

#7 2023

February 6, 2023

Emotional Question (6)

Beberapa waktu lalu, saya mendengar diskusi yang dibawakan oleh salah satu dosen filsafat termasyur di Jogjakarta. Beliau menceritakan tentang sebuah kisah seorang anak yang sangat pintar di barat, bahkan nilai tidak pernah di bawah A. Sebuah prestasi yang tentu saja jarang dimiliki orang lain dan biasanya anak itu akan dianggap memiliki masa depan yang cerah.

Suatu waktu, anak itu mendapat nilai A- dari dosennya. Nilai yang untuk sebagian orang sudah tinggi namun anak itu merasa bahwa dia tidak pantas mendapatkan nilai A- karena kemampuannya hanya boleh dinilai A. Nilai tersebut menjadi semacam aib baginya.

Alhasil karena tidak mampu membendung rasa kecewanya, anak itu kembali ke rumahnya dan mengambil senjata lalu kembali ke kampusnya dan tanpa pikir panjang menembak dosennya. Ironis melihat kematian seorang pengajar yang tewas oleh anak muridnya hanya karena nilai yang sebenarnya juga tidak rendah.

Hal serupa pernah terjadi di Medan tepatnya di Universitas Muhammadiyah Medan Utara. Seorang mahasiswa tega menikam dosennya di kamar mandi karena dikasih nilai jelek. Dosen yang hendak mengambil air wudhu untuk salat asar, meregang nyawa ketika dalam perjalanan ke rumah sakit.

Ada sesuatu yang lebih luhur dari sebuah kecerdasan intelektual yaitu kecerdasan emosi. Saya pribadi mengamati setiap pribadi yang saya jumpai di setiap pengalaman hidupku dan saya mengambil kesimpulan bahwa faktor utama keberhasilan seseorang adalah seberapa mampu dia menahan diri dan menata diri. Kecerdasan intelektual penting namun ketika tidak dibarengi dengan kemampuan untuk mengelolah diri maka cerdas secara intelektual hanya menjadi parasit dalam diri seseorang.

Tidak hanya berlaku untuk mahasiswa namun tentunya juga untuk para dosen. Setiap orang harus mampu meredam emosinya karena seringkali emosi yang meledak-ledak hanya akan menjadi bumerang bagi setiap orang. Saya pun beberapa kali pernah meluapkan emosi tanpa dikontrol dan hasilnya berdampak buruk bagi diri sendiri.

#6 2023

February 5, 2023

Baraya (5)

#5 2023

Saya tidak punya agenda hari minggu. Seperti biasa hanya keluar membeli beberapa kebutuhan kemudian kembali ke rumah. Menghabiskan waktu di rumah sebelum kembali ke kota tempat bekerja. Rutinitas yang sudah mulai normal meskipun tetap saja ada rasa berat ketika mengingat bahwa sudah minggu sore dan waktunya harus kembali lagi.

Seperti biasa saya memesan tiket travel dengan jam keberangkatan setengah 9 malam. Saya rasa itu merupakan jam keberangkatan ideal karena sehabis isya dan tidak terlalu terburu-buru. Apalagi jarak rumah ke tempat keberangkatan cukup ditempuh 5 menit.

Travel kali ini hanya membawa dua penumpang, seorang ibu dan saya sendiri. Saya selalu berpikir travel ini mendapat untung dari mana jika penumpangnya hanya dua? selain karena harus membayar tol juga harus mengisi bensin sedangkan sewa travel hanya 100 ribuan. Entahlah mungkin kalau dalam bisnis dikenal dengan jumlah bilangan besar.

Sama seperti minggu lalu, karena tidak ada orang di samping saya maka saya bisa tidur terlentang. Saya hanya was-was agar tidak jatuh ke bawah ketika mobil mengerem tiba-tiba, sehingga saya tidak terlalu nyenyak tidur.

Saya kaget saya keluar tol, saya melihat jam tangan yang menunjukkan pukul 11 kurang, artinya bahwa durasi waktu dari jam berangkat sampai tiba di tujuan tidak sampai tiga jam, durasi waktu normal yang biasanya ditempuh baik mobil maupun kereta.

Saya tiba di kos setengah 12 malam. Jauh lebih cepat dari biasanya.

February 4, 2023

Sabar (4)

Hari ini benar-benar menjadi hari yang penuh ujian kesabaran saya. Sejak pagi sampai saat menjelang malam, beberapa momen mengharuskan saya bertemu dengan orang lain yang sialnya mereka menunjukkan sikap yang membuat kesabaran saya berada pada titik nadir.

Pagi hari, kami memutuskan untuk membeli sarapan di penjual nasi pecel. Sesampai di sana, tidak terlalu ramai namun ada dua pembeli yang sedang antri. Akhirnya kami menjadi antrian ketiga. Sesaat ketika giliran kami dilayani, seorang bapak tiba-tiba dari belakang minta untuk dilayani. Kami masih sabar karena dia hanya membeli lima ribu dan hanya dilayani tidak lebih dari dua menit. Namun yang menjadi kekesalan ketika bapak itu pergi, ada lagi anak muda yang tiba-tiba dilayani oleh penjual. Dia membeli tiga puluh ribu yang memakan waktu beberapa menit. Pada dasarnya bukan persoalan lama tidaknya namun karena budaya antri benar-benar tidak dihormati di masyarakat kita. Saya agak kesal kemudian protes ke bapak penjual dan dia hanya berucap, sabar.

Hei sabar, dari tadi kami antri dan menunggu dilayani.

Momen kedua ketika akan menambal gigi di klinik. Salah satu klinik kami datangi dan ternyata harus membuat janji sebelumnya. Pada dasarnya tidak ada yang salah namun saya benar-benar dibuat tidak sabar oleh perawat yang jaga dan melayani kami. Mukanya murung dengan nada yang ketus. Saya membayangkan bahwa jika semua pekerja publik seperti dia, maka pelayanan tidak akan maksimal. Akhirnya saya tidak jadi tambal gigi di klinik tersebut.

Momen selanjutnya adalah tambal gigi di rumah sakit. Saya sudah daftar online sebelumnya. Tiba di rumah sakit, saya langsung menuju petugas yang jaga dan lagi-lagi saya menemui pelayanan yang membuat saya ingin teriak bahwa kenapa kalian sebegitu tidak ramahnya menjadi petugas publik. 

Tidak sampai di situ, ketika sudah masuk ruangan dokter, lagi dan lagi saya menjumpai dokter yang persis sama sikapnya. Entah karena memang sikapnya seperti itu atau mungkin jika karena melihat tampilan saya yang biasa-biasa saja, dia begitu ketus menjawab pertanyaan saya. Awalnya saya mengeluh gigi saya yang ngilu kemudian dia ingin memastikan gigi bagian mana yang ngilu. Saya menunjuk antara dua gigi atas sebelah kanan. Dia sepertinya tidak puas karena saya tidak memastikan yang mana namun saya juga tidak bisa mengetahui pastinya karena posisi ngilunya di bagian yang saya tunjuk.

Singkat cerita, dia begitu tidak sabar melayani saya padahal saya bayar pribadi dan tidak menggunakan BPJS. Saya berandai-andai, jika semua dokter seperti itu maka saya pribadi bakal jarang menemui dokter.



#4 2023