Recently, dunia benar-benar berada dalam kondisi yang tidak pernah terpikirkan. tragedi hidup nyata adanya dan menghantui seluruh manusia. bagaimana tidak, kematian sebagai musuh utama kehidupan, seperti datang semakin dekat dan menjemput manusia tanpa permisi secara random, tidak mengenal sehat, tua, remaja dan kategorisasi lainnya. jika sebelumnya frase itu digunakan oleh para pendakwah saat berada di atas mimbar memberikan siraman rohani kepada jamaahnya, namun hal tersebut sudah tidak menjadi nasehat yang klise karena benar adanya. manusia menjadi semakin dekat dengan jurang kematian.
Subuh dini hari saat membuka mata dan mulai meraba HP, satu hal yang langsung terlintas di benar setiap orang adalah siapa lagi hari ini yang mengabarkan duka di WaG, atau siapa lagi kerabat yang update status tentang kepergian seseorang. di sepanjang hari, telinga kita diakrabkan dengan kumandang pengumuman di masjid tentang berita duka. jika terdengar suara speaker masjid yang dibunyikan di luar waktu azan maka kemungkinan besar pengumuman itu adalah tentang kematian.
Hidup di masa sekarang selayaknya hidup dalam sebuah jurang kematian. semua orang dihantui dengan keburukan-keburukan yang kemungkinan akan menimpanya atau hal yang paling mengerikan adalah membayangkan seseorang yang dicintai terkena virus ini dan tidak akan pernah lagi bersua. sebuah ketakutan yang nyata bagaikan binatang buas yang selalu membuntuti dan akan menerkam kapan pun jika kita lengah.
Di masa ini, sudah tidak terhitung berapa orang yang saya kenal, sudah mengucap selamat tinggal. mereka berlalu di masa saat dunia dalam kekalutan dan manusia dilanda rasa takut yang begitu dalam. kondisi yang sebenarnya menyadarkan kembali bahwa nasehat tentang setiap orang akan mati itu benar adanya. nasehat yang sudah terlalu sering dilontarkan dan dianggap tidak bermakna namun ketika ditimpakan dengan kondisi seperti ini, manusia kembali memaknai nasehat tersebut.
Kematian memang misteri dan menakutkan. banyak hal yang membuat mayoritas manusia cemas akan kematian, salah satunya adalah kegelapan akan kematian itu sendiri. ketidakpastian apa yang akan terjadi setelah kematian dan tidak ada satu manusia pun yang mengalami secara empirik kemudian membagikan pengalamannya kepada manusia lain. itulah yang membuat kematian menjadi misteri terbesar.
Saya sendiri terkadang membayangkan, bagaimana cara saya meninggal, setelah itu, keadaan saya bagaimana dan kegelapan seperti apa yang akan saya hadapi, bahkan untuk sekedar membayangkan, sudah sangat gelap gulita. tidak ada setitik cahaya yang terlihat di kegelapan itu.
meski demikian, kematian yang misteri belum juga menyadarkan manusia banyak hal termasuk saya. banyak hal yang saya sadari harus diperbaiki namun tidak mampu saya realisasikan. selalu ada godaan dari dalam untuk menghabiskan waktu secara sia-sia, apa pun itu.
13-07-2021