Seharian mendekam di kamar 503. sesekali membuka laptop untuk mengerjakan laporan yang harus diselesaikan esok hari. ini hari keempat saya di Surabaya dan hari kedua menginap di hotel Santika setelah sebelumnya menginap di hotel Quest Darmo. meskipun tidak asing dengan kota ini karena 9 tahun yang lalu saya sudah mengakrabi kota ini, namun saya tidak punya semangat untuk menyusuri setiap sudut yang pernah saya lalui di kota ini, entahlah mungkin karena saya sedang ada pekerjaan sehingga tidak terlalu menikmati perjalanan kali ini.
Hotel Santika terletak di jalan Pandegiling di depan kantor BCA. dalam pikiran saya, hotel ini lumayan mewah karena sebelumnya, saya pernah menginap di hotel Santika Purwokerto dan hotelnya lumayan mewah untuk setiap service nya termasuk makanan, namun ternyata hotel ini jauh dari perkiraan saya. sesaat setelah melakukan booking kamar, saya mengecek kamar yang terletak di lantai 503. di dalam lift, saya merasakan aroma bangunan yang sudah tua dengan suasana yang agak gelap.
Saya mengecek tempat Gym di lantai 10 dan lagi-lagi saya menemui suasana yang sangat sepi sehingga selama 3 hari menginap di sini, saya belum melakukan olahraga di Gym padahal di hotel-hotel sebelumnya, saya selalu antusias jika ada tempat Gym.
Malam hari saat hendak memesan makan di hotel, ternyata selama pandemi, hotel ini tidak menyiapkan makanan selain sarapan. esok hari saat sarapan, saya menemui pemandangan yang jauh dari perkiraan saya mengenai hotel Santika yang saya tempati di kota lain. sarapan di hotel ini sangat terbatas. di deretan sebelah kiri saat kita masuk ke restoran, hanya ada Soto, Nasi Goreng, Bihun, Ayam dan kopi. di sisi sebelah kanan, ada telur, roti dan buah. selebihnya tidak ada pilihan lain. hari kedua saat sarapan, restoran penuh sesak dan terlihat pelayanan di restoran sangat kewalahan. mereka nampaknya tidak prepare dengan baik.
Hotel Santika Surabaya, Kamar 503. 4 April 2021.