December 6, 2020

Bandara Hasanuddin

Duduk di ruang tunggu. menunggu pesawat membawaku ke Ibu kota. seharusnya 12.40 wita, namun harus delay 2 jam. menurut petugasnya bahwa saat akan landing di bandara hasanuddin, cuaca tidak mendukung sehingga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pesawat putar arah ke bandara balikpapan. saat ini memang sedang musim hujan. Makassar seguyur hujan sepanjang waktu.

Di bandara ini, saat mencoba untuk memanggil kembali semua kenangan tentang kota ini, namun ternyata rasanya sudah berbeda. mungkin karena saya sudah terlalu lama merantau sehingga sudah tidak ada perasaan sentimental yang muncul tentang kota ini atau mungkin juga karena teman-teman lama sudah tidak ada

sepuluh tahun yang lalu. kota ini semakin tumbuh dari segi pembangunan. bandaranya direnovasi dan semakin luas. flyover dibangun dimana-mana seakan ingin berusaha mengejar Ibu kota yang semakin dipadati bangunan. entahlah, apakah sebuah keniscyaan bagi manusia untuk terus membangun susunan batu dan semen dalam rangka peradaban mereka atau mungkin juga manusia sedang berusaha memuaskan nafsunya yang tidak disadari bahwa nafsu duniawi tidak akan pernah tercukupi.

apakah kemajuan peradaban selalu identik dengan pembangunan tanpa melihat manusianya yang semakin kehilangan diri mereka

No comments: