June 14, 2013

Every Silence Has a Story

Judul tulisanku kali ini sebenarnya adalah judul dari salah satu novel Zara Zettira yang baru saja aku baca. dalam bahasa indonesia, novel tersebut berjudul cerita dalam keheningan. novel ini dikemas dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. kisah yang menceritakan tentang pengalaman hidup penulis yang dikemas dengan imajinasi yang amat sangat mengesankan, aku bahkan merasakan diriku sebagai tokoh dalam novel tersebut. 
 
Beberapa hari setelah menyelesaikan novel tersebut, sebenarnya aku sangat berhasrat membuat resensinya namun sampai sekarang belum terwujud, tak ada alasan lain kecuali karena memang kemalasanku akhir-akhir ini menulis. hingga siang ini, aku mencoba memaksakan pikiranku untuk menstimulasi tanganku untuk menulis sesuatu, aku khawatir ketika terlalu lama vakum menulis, hasrat menulisku akan menjadi pudar dan terkubur dalam bersama kesibukanku yang tidak ada habisnya.

Meskipun tulisan ini tentang novel namun aku memutuskan tidak membuatnya dalam sebuah resensi namun hanya tentang kesamaan perasaanku yang dialami oleh sang penulis dalam beberapa episode kehidupannya yang dituangkan dalam novel ini. kehidupannya yang amat sangat heterogen membuat penulis selalu berpikir tentang apa saja yang kadang kala tidak terpikir oleh orang lain. bagaimana penulis menafsirkan tentang takdir yang ia ketahui dan tentang apa saja yang tak terlihat.

Sang tokoh mempunyai ayah seorang Islam yang sangat dicintainya dan seorang ibu beragama kristen yang sering berselisih paham dengannya. dia mempunyai adik yang amat sangat dicintai oleh ibunya melebihi dirinya, kemudian terkuak ditengah cerita bahwa ibunya selalu berusaha membencinya karena sang tokoh bersemayam di dalam rahim ibunya  bulan sebelum orang tuanya menikah. inilah alasan ibunya membencinya untuk berusaha menghapus kesalahan masa lalu.

Episode yang paling membuatku kagum adalah ketika beberapa kali penulis meraih keberhasilannya dalam beberapa bidang namun dengan begitu saja meninggalkannya dengan bayaran yang begitu menggiurkan. tawaran iklan yang datang kepadanya dengan bayaran yang amat sangat mahal ditolak mentah-mentah karena merasa tidak membutuhkan bahkan uang yang didapatkan hanyalah untuk didekasikan kepada Ayahnya dan saat ayahnya meninggal, uang tidak lagi begitu berarti. bahkan cintanya yang begitu besar terhadap ayahnya telah membuat semangat hidupnya menguap sejak kematian ayahnya. 
 
Inilah kekuatan cinta yang sungguh amat sangat menakjubkan, saat tak ada lagi cinta dalam diri maka hidup tak lagi berarti bahkan hanya menjadi seonggok jazad yang menunggu waktu ketika cinta telah mati. ini pula yang dirasakan sang penulis saat ayahnya meninggal, hidupnya kehilangan cinta dan dengan kehilangan cinta tersebut membuat semangat hidupnya menjadi pudar bahkan beberapa kali dia berusaha untuk mengakhiri hidupnya.

Di episode terakhir novel tersebut, penulis benar-benar membuatku hanyut dalam seri petualangnya dimana masa kejayaan perusahaan yang dibangunnya, dia memilih untuk pergi, bukan benar-benar pergi namun pergi dengan cara lain. di diam tanpa berbicara kepada seorang pun sampai akhirnya semua orang  menganggapnya gila. namun tidak untuk dirinya, dia diam untuk melatih pendengarannya karena suara lebih bermakna daripada kata-kata. dia mengartikan semua yang ada di sampingnya dengan diamnya.

Mengapa aku kagum dengan novel tersebut, tidak lain karena sang tokoh sangat kuat karakternya dalam mencari hakekat hidup. diam yang merupakan salah satu cara yang dijalani penulis dalam mengartikan hidup ini sering pula aku lakukan. dalam diam, sering muncul ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan yang luar biasa. saat diam pula, semua permasalahan akan teratasi ketika kita berusaha untuk diam dan mendengarkan suara dari dalam diri kita. inilah yang sering aku tulisankan sebagai cara untuk berbicara kepada diri sendiri. ketika kita diam, maka kita memberi kesempatan kepada diri untuk berkomunikasi dengan semesta karena sejatinya bahwa semua yang ada disekitar kita masing-masing bersuara dan kadang kala suara mereka mempunyai arti yang lebih dari suara manusia.

belajarlah berdiam diri untuk mengenal diri

June 11, 2013

Tak Inginku

keresahanmu yang nampak di depanku. aku ingin menghapusnya namun tak kuasa
sudahlah,
jikalau memang itu adalah dosa, aku harus mengakui sebagai salahku
itu saja.
ketika suatu saat nanti aku menghadap kepada Tuhanku kemudian ditanya tentang dosaku itu,
aku akan dengan jujur mengakuinya, mengakui bahwa aku benar-benar melakukannya,
dengan yang belum menjadi hakku
jikalau Tuhan menghukumku dengan dosa itu, setidaknya aku telah jujur kepada Tuhanku meskipun bukan sebuah pembenaran untuk mengulangi kesalahan tersebut
bukan pula mengatakan bahwa karena aku manusia maka aku khilaf,
sama sekali bukan.
aku hanya ingin mengatakan kepada Tuhanku bahwa aku melakukannya karena aku tidak mampu menahan diriku.
itu yang kutahu tentang khilafku senja itu.

June 6, 2013

Di Kelokan Maospati

persimpangan maospati siang itu
dia yang mempertemukan
sekaligus memisahkan

di persimpangan maospati siang itu
menjadi tempat persinggahan
di sudut terminal itu

dia datang di persimpangan itu
dengan senyum tipis
bahkan hanya senyum malumalu

Cara Menghilangkan Diri

ketika melihat keberhasilan orang lain, terkadang terbersit dalam diri perasaan iri bahkan dibiarkan akan menjelma menjadi dengki,,
tips menghilangkan iri ala pak kasno...
datangi orang yang mendapatkan rejeki apapun itu yang menimbulkan benih iri dalam hati kemudian beri selamat dan tunjukkan bahwa kita ikut senang akan rejekinya itu

jangan mengatakan sesuatu yang menyinggung perasaannya karena kata adalah doa
berkatalah yang baik-baik saja.

rumah pak kasno,
rabu malam
5,6,13
saat hujan mengguyur dengan deras
bersama pak andi rahman

June 2, 2013

Mengeluh itu Kerdil

mengeluh itu kerdil,, tak punya karakter kuat berjuang.
Gibah itu kerdi, tak punya keberanian mengakui kesalahan bahkan ketika menjelek-jelekkan seseorang, tak sadar kita telah menyebar keburukan kita sendiri.
mencoba untuk tidak mengeluh apatahlagi mengumbar kejelekan orang lain.
mengeluh sejatinya mencari alasan akan kelemahan sedangkan menjelek-jelekkan orang lain hanya untuk berusaha untuk menutupi kekurangan kita dan that's not really eficient. nothing going well bout every single way like that


right now, try 2 look into myself. every single things comes from myself, whatever..

May 31, 2013

Di penghujung Mei

seakan seperti akhir mei tahun lalu, atau dua tahun lalu bahkan tahun-tahun sebelumnya.
apa yang beda? 
kan namanya akhir mei, tahun lalu pun demikian namanya. sibuk kumencari perbedaan dari akhir mei yang sekarang,

tak kutemui sama sekali
dari setiap sudut kota,

lorong waktu yang gelap
bahkan pesan dari angin yang sepoi pun tak mengabarkan bedanya akhir mei itu
semua hanya ada satu
akhir mei,,,
kalau orang mengatakan waktu yang membedakan,
pastilah beda
karena hidup terus berlalu
akhir mei kali ini
menyongsong sejuta harapan dalam diri
harapan yang sejatinya menjadi spirit bergerak,,     

puisi ini, sampah yang tak terurus dan tidak ingin saya buang karena sebagai pengingat bahwa saya bukan penutur yang baik dalam hal apapun, saya bahkan tidak memiliki apaapa untuk dibanggakan. saya benarbenar merasa manusia yang tidak punya bakat apaapa

May 20, 2013

Rindu Yang Sublim

Kerinduan, sebuah perasaan yang pasti menyiksa ketika menyeruak di dalam sanubari setiap makhluk saat berada jauh dari yang tercinta. kerinduan memang menawarkan kepedihan yang amat sangat menyiksa ketika waktu tak kunjung mempertemukan dengan yang dirindukan.

ini tentang kerinduan yang akan kutulis, kutujukan kepada Tuhanku dan seseorang yang sering kurindukan. kerinduan benar-benar mengandung makna yang dalam menembus sanubari dan menjelma menjadi tindakan yang irrasional ketika tak tertahankan lagi.

surat untukmu W tentang rindu itu,,,
tahukah engkau beberapa hari ini aku selalu merindukanmu? semua hal menjelma dalam diriku tentang bahasa kerinduan terhadapmu. seringkali perasaanku terhadapmu tak tertahankan untuk bertemu denganmu ketika rindu itu menyerang dan anehnya lagi rindu itu setiap saat menghampiri dalam semenit bahkan sedetik waktuku. tak ada yang meragukanku bahwa aku memang rindu kepadamu. setiap saat kutunggu kabar darimu dan perasaan senang tiba-tiba saja muncul ketika engkau sekedar mengabariku tentang dirimu dan apa saja tentangmu akan membuatku begitu bahagia. itulah rindu yang benar-benar bersemayam di dalam hatiku.

dik, ketika rinduku seperti itu terhadapmu, apakah rindu yang lebih besar terhadap Tuhanku lebih besar dari rindu itu atau bahkan tidak ada sama sekali? ketika aku bahagia mendengar semua tentangmu, apakah aku lebih bahagia lagi ketika mendengar apa saja tentang Tuhanku? ketika aku sangat bahagia mendengar kabar darimu atau menerima teleponmu namun apakah aku lebih bahagia ketika Tuhanku memanggilku menjalankan perintahnya sebagai wadah bertemu denganNYA? ternyata semua itu masih tidak seperti seharusnya. seringkali aku lebih merindukanmu daripada merindukan Tuhanku. perintahnya sering kutunda bahkan kuabaikan namun ketika engkau mengirimiku pesan, aku tidak mau menunda untuk membalasnya dan saat Tuhanku memanggilku menunaikan kewajibanku, aku bahkan seringkali menundanya sampai akhir waktu.

rindu yang kumiliki benar-benar belum membuatku dekat dengan Ilahi dik. seandainya saja rinduku terhadap Tuhanku lebih besar dari rindu untukmu atau bahkan sama maka ragaku akan dipenuhi oleh kehadiran Tuhanku yang nantinya akan menghadirkan kebahagiaan yang tak terkira. kerinduan seperti itu dimiliki oleh para salik yang telah larut dalam kerinduan yang hakiki terhadap Tuhannya. aku mendambakan keadaan seperti itu dik. aku tetap berharap suatu saat nanti, aku berada dalam keadaan rindu terhadap Tuhanku yang tidak ada lagi apa-apa yang kupikirkan selain memikirkan pertemuan dengan Tuhanku. 

dik, kuingat kemarin malam saat engkau marah karena kita tidak jadi bertemu. aku selalu membayangkan seandainya saja engkau seperti itu adanya terhadap Sang Pemilik Hidup. saat engkau belum waktunya bertemu dengan Dia, apakah engkau juga akan marah atau semakin dilanda perasaan rindu terhadapNYA?. aku menerawang diriku bahwa aku belum berada dalam kondisi rindu yang sublim terhadap Tuhanku dik.

dik, sering engkau tidak melirik lagi orang lain karena  cintamu terhadapku. didalam pikiranmu hanyalah aku dan kerinduan membuatmu selalu ingin di dekatku dan begitupun adanya aku terhadap dirimu dik,  namun apakah seperti itu perasaan kita terhadap Tuhan? apakah kita tidak melirik lagi selain yang disukai oleh Tuhan? apakah kita tidak lagi berselingkuh dengan yang lain dariNYA? apakah kita selalu ingin bertemu denganNYA? dan apakah kita tidak lagi mepedulikan diri kita demi untuk bertemu denganNya dan bahkan apakah kita tidak ingin lagi jauh dariNya? masih banyak lagi pertanyaan yang mengganggu pikiranku terhadap minimnya cintaku terhadap Tuhanku.  aku sama sekali belum seperti itu dik. mudah-mudahan saja engkau telah berada dalam kondisi seperti itu terhadapNya.

dik, maukah engkau sedikit mendengar pemahamanku tentang Tuhanku dan syurgaNya? pertemuan dengan Tuhan adalah segalanya. syurga bahkan tidak ada apa-apanya. analoginya seperti ini, antara dua pilihan dik, yang mana yang akan engkau pilih, tetap jauh dari seseorang yang engkau rindukan dengan kelimpahan harta yang engkau miliki ataukah selalu berada disamping orang yang engkau rindukan dengan keadaan yang sederhana. kebanyakan orang yang berada dalam kondisi kerinduan yang akut hanya ingin bertemu dengan yang dirindukan tanpa meperdulikan iming-iming kesenangan, baginya pertemuan dengan yang dirindukan adalah diatas segalanya, begitupun adanya ketika kita rindu terhadap Tuhan. iming-iming syurga ataupun kesenangan yang lainnya tidak menjadi prioritas namun yang terutama adalah pertemuan dengan Tuhan diatas kenikmatan segalanya. memandang wajah yang dirindukan melebihi dari kenikmatan apapun. 
entah engkau setuju atau tidak dik, namun itulah pemahamanku tentang sebuah kerinduan.

dik, saat aku mendatangimu di kota itu, aku rela tidak tidur menunggu larut malam berangkat ke kota itu untuk bertemu denganmu tanpa mepedulikan kondisi tubuhku yang dalam kepenatan yang amat sangat, hal yang terbersit dalam pikiranku adalah kita akan segera bertemu namun sekali lagi ini renungan untuk diriku, apakah aku sudah seperti itu adanya terhadap Tuhanku? ternyata tidak, jangankan bangun tengah malam untuk bertemu Tuhanku di sudut malam yang hening, bangun subuh pun tepat waktu masih sangat susah, selalu saja alasan capek atau mengantuk hadir di dalam hatiku namun ketika itu untukmu dik, rasa capek dan ngantuk selalu kuabaikan ketika kita akan bertemu. ini menjadi hasil kontemplasi bagi diriku bahwa aku belum benar-benar rindu terhadap Tuhanku.

surat untuk Tuhanku tentang rindu itu,,,,!
Tuhanku, perasaan rindu yang seharusnya kutujukan terhadapMU masih menguap entah dimana. serpihan-serpihan kerinduan yang kupunya ternyata masih kutujukan terhadap makhluk-makhlukMU. meski dalam setiap kali bibirku selalu berucap bahwa aku rindu terhadapMU dan kekasihku Muhammad SAW  namun ternyata itu masih di sudut bibirku karena perasaan itu belum sepenuhnya meliputi sanubariku. rindu yang sublim itu belum juga kutujukan terhadapMU. aku masih berkutat dengan setiap serpihan rindu semu yang mengganggu konstalasi kehidupanku.

Tuhanku, aku pernah tidak tidur dan mengabaikan kondisi diriku yang amat sangat penat hanya untuk bertemu dengan seorang yang kurindukan. malam yang hening dan dinginnya angin yang seakan menusuk tulang-tulang bahkan tidak menghalangiku untuk bertemu dengannya, namun ketika itu berhubungan denganMu, aku sama sekali tak kuasa, bangun tengah malam untuk menyongsong pertemuan denganMu hampir pasti tidak kulakukan akhir-akhir ini. bahkan hal yang ringan sebagai wadah mengingatMu sering kutunda. benar-benar aku belum merindukanMu dengan rindu yang sublim. aku malu  Ya Rabb, aku hina. kumohon tanamkanlah kerinduan yang sublim dalam sanubariku terhadapMu. aku ingin berada dalam kondisi kerinduan yang hakiki terhadapMu.



Tuhanku, tanamkanlah kerinduan yang sublim dalam diriku terhadapMU dan juga terhadap sang kekasih Rasulullah SAW. biarkan ragaku merasakan betapa rinduku terhadapMU benar-benar menyiksa saat aku jauh dariMu. berikan aku sedikit waktu untuk mencicipi perasaan rindu terhadapMu seperti para Salik merindukanMu. aku mengerti seseorang yang berada di dalam kerinduan, aku tahu perasaaan mereka seperti apa, namun aku hina Yaa Allah karena perasaan itu pernah kumiliki namun bukan untukMu.

 saat rindu meliputi pikiran makhluk, maka yang terpikirkan adalah sebuah pertemuan. entah itu pertemuan terjadi dimana saja namun selalu saja pertemuan itu diinginkan dalam waktu yang dekat. sang perindu tidak lagi mempedulikan seperti apa kondisi dirinya, entah itu sakit atau dalam kondisi apapun bahkan semua hal dilakukan demi untuk bertemu dengan yang dirindukan dan kondisi itu belum aku miliki untukMu Tuhanku. aku ingin sekali berada dalam kondisi seperti itu dimana tidak ada lagi selain Engkau yang menyilaukan hatiku. tidak ada lagi yang membuatku berpaling dariMu meski itu sebuah kemewahan dunia.

aku tidak peduli dengan apa yang akan Engkau berikan kepadaku Tuhan, entah itu kesenangan ataupun kepedihan namun yang kuingankan dariMu adalah pertemuan denganMu dalam balutan keridhaanMu terhadaku. syurga ataupun label kesenangan lainnya hanyalah suplemen namun bercengkerama denganMu dan Engkau selalu ridha terhadapku adalah hal yang tidak terkira nilainya.

surat untuk diriku tentang rindu itu,,,!
diri, dimanakah engkau sekarang berada? sudah terlalu jauh engkau berjalan menyusuri lorong waktu yang gelap mencari sesuatu yang fatamorgana. engkau selalu tidak puas dengan apa yang engkau dapatkan sekarang dan itu yang akan selalu engkau rasakan karena apa yang sedang engkau kejar adalah hal yang fatamorgana, bukankah ketika hal yang semu itu menjadi tujuan maka perasaan kecewa selalu menjadi hasil dari proses pencarian. 

diri, tidakkah engkau mau mencari hal yang lebih hakiki. sesuatu yang akan menggiringku dalam kondisi yang semakin baik lagi.

May 14, 2013

Bahagia itu Hakikat

Hari ini aku ingin mencoba untuk menulis sedikit lebih serius untuk kamu dik W. semua tentang hal yang telah kita lalui dan hal yang kemungkinan-kemungkinan akan kita jalani di masa depan, entah itu menyenangkan secara indrawi maupun tidak menyenangkan ( aku katakan secara indrawi karena sejatinya semua hal yang akan kita lalui akan menyenangkan secara hakekat ketika kita ridha). aku sama sekali tidak mau kedekatan kita malah menjadi bumerang bagi kehidupan kita yang hakiki, mengapa saya mengatakan demikian karena ketika aku ataupun engkau larut dalam perasaan yang absurb dan mengabaikan kecintaan yang hakekat yaitu kepada Sang Khalik maka sebenarnya kita berdua telah larut dalam absurditas yang menyiksa, itu yang sama sekali tak kuinginkan. semua ada di perasaan kita berdua, bagaimana kita bisa mengarahkan hubungan kita menjadi hubungan yang lebih mendukung kita menuju keridhaan Sang Pencipta bukan malah menjadikan hubungan kita sebagai tabir atas hati kita terhadapNYA.

kenapa aku memberi judul tulisan ini "Bahagia itu Hakekat"? karena menang begitulah adanya nduk. kebahagiaan hakekat itu tidak terbatas dalam artian bahwa tidak mengandung kesedihan di dalamnya. mari kita merenung tentang aku dan engkau, kebersamaan kita praktis masih menyimpan berbagai macam kesedihan di dalamnya disamping kebahagiaan yang kita rasakan berdua apatahlagi hubungan kita masih belum menjadi sebuah hubungan yang resmi. saat masih menyimpan kesedihan berarti kebahagiaan itu bukan yang hakiki namun bukan berarti engkau ataupun aku harus saling berjauhan untuk mencari kebahagiaan sejati, kita akan tetap bersama-sama sambil menjaga batasan-batasan yang diaturdengan aturan baku Sang Khalik.

jangan jadikan aku tuhanmu karena aku bukan kebahagiaan hakiki buatmu. semoga engkau tidak menyalahartikan kalimat ini nduk. aku akan menjelaskan panjang lebar semampuku tentang apa yang kuketahui tentang cinta yang substansi, bagaimana mencinta kepada Sang Maha Pemilik Cinta dan bagaimana mencinta terhadap makhluk. aku sangat yakin bahwa menjelaskan cinta dengan berbagai macam cara takkan mampu menggambarkan bagaimana cinta itu sebenarnya dan akan banyak nilai-nilai yang tereduksi. ingat satu hal bahwa cinta yang kumaksud di sini bukan nafsu namun cinta yang lebih dalam maknanya.cinta kepada makhluk tidak dilarang bahkan sangat dianjurkan karena dengan menebarkan cinta kepada semesta maka semua akan menjadi indah. benarlah bahwa dengan cinta semua akan menjadi indah bahkan kekurangan pun akan menjadi kelebihan jika dilihat dari kacamata cinta, namun inilah yang kumaksud harus berhati-hati dengan cinta karena cinta kita harus selalu berakhir kepada Sang Maha Pencinta, maksudnya bahwa semua hal yang kita cintai termasuk makhluk adalah sarana untuk mencintai Sang Khalik jadi permasalahannya bahwa jika engkau benar-benar mencintaiku nduk, maka jadikanlah aku sebagai sarana untuk mendapatkan cinta yang hakiki terhadapNYA bukan malah menjadikanku sebagai tujuan akhir.

banyak cerita yang kemudian menggambarkan bagaimana seorang makhluk meniti jalan yang terjal menuju kecintaan yang abadi terhadap Tuhannya.

kisah ini saya sadur dari buku Menjaga Mata Tetap sehat karya Tasirun Sulaiman, kisah tentang Ali r.a yang ditanya putranya Husain tentang cinta,,," apakah Bapak mencintai Allah SWT?", jawabnya benar. lalu Husain menlanjutkan " apakah bapak mencintai kakek, Rasulullah SAW? jawabnya Tentu saja. Husain bertanya lagi, "apakah Bapak mencintai Ibu dan Saya?", Tentu saja"sahutnya. kemudian Husain bertanya, "kenapa cinta Bapak bercabang-cabang?" sambil mengusap kepalanya, sahabat Ali r.a berkata, "anak pintar, pohon cinta itu milik Allah SWT, dan cinta yang lainnya adalah cabangnya!".

nduk, semoga saja cinta kita adalah cabang dari cinta yang hakiki kepada Allah SWT. boleh saja engkau marah, ataupun menangis bahkan meluapkan setiap kekesalanmu ketika kita mendapat masalah dalam hubungan kita namun satu pintaku semoga saja kemarahanmu ataupun kekesalanmu tidak melebihi dari cintamu kepada Allah. saat engkau merasa takut akan kehilangan aku sedangkan engkau tidak khawatir jika kehilangan cintanya Allah maka sesungguhnya itu sudah keliru nduk.

cinta yang sublim itu adalah kepada Allah. berkali-kali aku tekankan ini nduk. bukan berarti aku menyerah menjalani hubungan kita malah sebaliknya, aku mencoba untuk menjalani hubungan yang lebih bermakna diantara kita. aku sangat sepakat denganmu yang tidak mempermasalahkan tentang fisik karena sesungguhnya orang yang mencinta karena fisik bukan sebenar cinta namun nafsu. cinta itu hakiki dan pekerjaan hati bukan indrawi yang dilihat dari mata. tahukah engkau nduk kenapa kebanyakan orang menyukai pasangannya yang sempurna secara fisik, tidak lain dan tidak bukan karena adanya rasa ingin disanjung dan dihargai mempunyai pasangan yang cantik maupun tampan. ketika perasaan itu muncul, berarti itu bukan cinta tetapi haus akan pujian.

PS. tulisan menye-menye yang menjijikkan dan sangat konyol. anggap saja sampah yang dibiarkan bertebaran dan baunya menyengat karena tidak dibersihkan oleh yang empunya.

May 12, 2013

Cinta Itu Milik Rabb

Ikatkan cintamu kepada Ilahi. Sering kumenulis apa saja tentang cinta saat ini. 
Semua yag dibangun tentang cinta memang benar-benar indah namun kutahu harus hati-hati dengan cinta karena itu melenakan. 

Ketika tidak mencinta kepada yang hakekat maka tunggulah cinta itu kan menjadi sesuatu yang amat perih aku masih sangat ingat tentang pesan guruku di makassar yang sering kupanggil dengan sebutan kak H, suatu waktu dia berkata kepadaku bahwa jika engkau ingin mengukur seberapa besar cintamu kepada Sang Khalik maka cintailah seorang wanita atau yang lebih kasar dia mengatakan bahwa pacaranlah, di situ engkau bisa mengukur seberapa besar cintamu kepada Ilahi. jika saat engkau dalam masa pacaran menjauhkanmu dari Sang Ilahi maka engkau belum benar-benar cinta kepada Allah. dengan kata lain, hatimu terikat kepada siapa, apakah kepada Rabb mu atau kepada wanita yang engkau cintai? sederhananya mungkin seperti itu bagaimana mengukur kecintaan kita kepada Allah SWT.

Tak Terasa

tulisan ini benar-benar menggambarkan tentang hidup yang kujalani. Bagaimana sesuatu yang nampak mustahil dulunya ternyata menjadi sebuah kenyataan ketika kita memberikan fokus pikiran kita terhadapnya dan tetap berdoa kepada Allah atas pertolongannya. 

Sekarang aku sedang di ngawi yang dulunya aku tidak pernah berpikir akan sampai di sini. Ternyata semua yang dipikirkan akan menjadi kenyataan. aku sekarang punya pikiran suatu saat nanti aku menginjakkan kakiku di luar negeri entah itu aku di sana bekerja atau pun lanjut kuliah namun itulah yang ada di pikiranku sekarang. 

Kutahu saat ini hal itu nampak mustahil namun bercermin dengan peristiwa-peristiwa yang sekarang terjadi padaku yang sebelumnya aku anggap mustahil makanya aku sekarang berani berpikir suatu saat nanti aku kan menjejakkan kakiku di luar negeri entah bagaimana caranya namun sepenuhnya kau serahkan kepada Allah SWT.

Begitu pun adanya pikiranku yang selalu berpikir bagaimana caranya membantu ibuku menjejakkkan kakinya di Baitullah. entah bagaimana caranya, biarlah Allah yang mengaturnya yang terpenting bagiku adalah aku bermimpi akan hal itu dan  tetap optimis bahwa Allah kan mewujudkannya pada waktu yang tepat suatu saat nanti,. Aaamiin Ya Rabb.

May 9, 2013

Ibu, Ini Janjiku Padamu

Ibu, aku dan dengan tetap berdoa kepada Allah atas kemurahan rejekiNYA, aku janji untuk menjadi sebab engkau bisa menginjakkan kakimu di Baitullah, entah itu Umrah ataupun berhaji.

sekarang mungkin masih menjadi impian, belum bisa apa-apa akan hal itu namun tidakkah itu yang namanya impian bu. selalu saja impian itu sejak dimulai belum nampak namun aku tetap percaya kepada Allah bahwa impian yang disertai dengan usaha dan menyandarkan hasil kepadaNYA akan menjadi kenyataan pada waktunya, hal yang tidak bisa dimajukan maupun dimundurkan ketika sudah ditetapkan olehNYA.


bu, impian untuk melihatmu menginjakkan kaki di Baitullah tetap kan kuukir di keningku. kucamkan dalam tekadku dan kurangkai dalam setiap doa-doaku. memang sekarang belum waktunya bu, namun selalu saja ada jalan dari Allah untuk mewujudkan impianku itu, aku tak tahu dari arah mana dan dengan cara apa Allah kan memberiku rejeki untuk mewujudkan itu namun percayalah bu, ketika impian itu adalah mulia dan tetap optimis akan rejeki Allah maka semuanya akan nampak sebagai kenyataan yang kan terwujud pada waktunya.

ibu, ini bukan emosi sesaatku untuk melihatmu berpakaian putih menginjakkan kaki di Baitullah sambil melantunkan dzikir kepada Allah, bukan sama sekali bu. memang kemarin saat menemui salah seorang guru di jogorogo, pak Dwi namanya. dia bercerita bahwa besok )Rabu, 8 Mei 2013), dia akan berangkat Umrah beserta anaknya. seorang rekan kerjanya berbasa basi minta didoakan supaya kelak dia juga bisa menginjakkan kaki di Baitullah, sejenak kemudian, aku juga minta doa namun bukan untuk diriku malah aku meminta doa kepadanya supaya suatu saat nanti aku bisa memberangkatkanmu menjejak langkahmu di Baitullah, ibu. 

aku minta doa kepada pak Dwi agar diberikan kemampuan untuk memberangkatkanmu ke Baitullah benar-benar dari dalam lubuk hatiku tanpa ada unsur basa basi. tanpa terpikir sekalipun. berangkat dari itulah bu, aku yakin kepada Allah bahwa suatu saat nanti mudah-mudahan saja Allah memberiku rejeki melihatmu berpakaian ihram.

bu, ada tiga momen yang membuat keyakinanku melihatmu berziarah ke Baitullah semakin membuncah. pertama saat aku berkunjung ke guru yang akan melakukan umrah kemudian tadi malam engkau menceritakan tentang bu'de ku yang baru saja menunaikan umrah dan pagi ini, secara tak sengaja aku membaca sebuah novel yang berjudul Cinta bertabur di langit mekkah, bukan menceritakan semua isi novel ini namun ada kalimat di dalamnya yang membuatku semakin yakin akan kuasa Allah, bait novelnya di hal. 21seperti ini "saat menengok ke masa silam, kenyataan yang pernah membuat Yusuf merasa naif untuk bermimpi berangkat haji dengan puluhan juta rupiah. namun segala kenaifan itu terjawab sudah kini, bahwa  tiada hal yang tidak masuk logika di mata Allah. jika Allah menginginkan seorang hambaNYA berangkat ke Tanah Suci menjadi tamuNYA, uang bisa datang kapan pun saat waktunya dirasa tepat untuk berangkat ke sana. tentu saja, takdir itu tak lepas dari tangan manusia yang melaluinya dialirkan bantuan Allah." aku mempunyai cita-cita bu bahwa melalui aku, Allah kan mengalirkan bantuanNYA terhadapmu untuk melihat RumahNYA.

katanya kalau kita berdoa dan merasakan benar-benar tulus dari dalam hati maka Insya Allah kan terwujud. semoga saja begitu adanya bu. 

sekali lagi bu, aku ingin melihatmu memakai pakaian ihram suatu saat nanti saat menjejakkan langkahmu di Baitullah.

Aaamiiin...!





May 8, 2013

Hampir Saja Aku Lupa Bernafas

menghitung hari dengan semua janji yang telah tersusun rapi di buku agendaku yang mulai usang. menjalani setiap hari-hari dalam rutinitas yang memuakkan. tanpa kata, tanpa apaapa dan bahkan tanpa tujuan yang jelas.
hampir saja aku lupa bernafas

berjalan jauh dengan jalan yang seperti kemarin. mengitari sudut setapak yang nampak memanjang. tak ada semangat bahkan jiwa seakan menguap dan jalan itu tidak memanjang hanya berkelok kembali ke arah yang sebelumnya.
hampir saja aku lupa bernafas

bergelut dengan perasaan. datang melanda dalam arus yang tak menentu. meski kusadar semu dan tak berarti apaapa tetapi selalu saja tak kuasa kumenolak.selalu dan selalu menggiringku ke arah yang sama, arah yang selalu ingin kuhindari. dan perasaan itu membuatku
hampir saja aku lupa bernafas

akhirnya, semua yang keliru menjadi rutinitas. hitam dan putih menyatu menjadi abuabu. tak terbedakan. melenakan memang gelora perasaan itu. setiap yang menyenangkan seringkali adalah abusrb. aku lagilagi tahu akan hal itu. tetapi hanya pada sampai mengetahui dan saat ia datang, aku tergulung arusnya
hampir saja aku lupa bernafas

aku manusia. hidup dalam dunia yang memang sering menawarkan setiap kesenangan yang menguap begitu saja. namun itulah dunia, saat disadari namun semakin kuat menjerat karena kesadaran bukan dalam bentuk pemahaman bahkan hanya katakata namun kesadaran hakekatnya adalah aksi nyata. saat itulah aku merasa
 hampir saja aku lupa bernafas

May 1, 2013

Hilang

kalau aku tak punya apaapa
kenapa harus takut kehilangan
kalau semua akan musnah
kenapa aku mencinta terhadap yang semu
aku bahkan tak memiliki diriku
kenapa aku harus khawatir
semua akan berakhir kepada kefanaan
melebur menjadi abuabu tak bernilai
terus mencinta itu apa
yah, mencinta kepada yang hakekat
terhadap pemilik diri
Dia memiliki segala
belajarlah untuk menerima semua skenarioNYA
sebab Dia pemilik segalanya