January 27, 2013

Semoga Sakinah Mawaddah Warahmah


12 januari 2013




Kukirimkan sepucuk surat inikepadamu saudaraku
Kalau ternyata tak sampai di kamarmu, kulipat saja dalam kata-kataku lalu kukirimkan dalam bungkusan doa-doaku
Surat ini hanya ucapan selamat dan doaku atas hari pernikahanmu, hari yang membahagiakan untukmu
Tentunya kuyakin laki-laki yang bersanding denganmu adalah laki-laki yang baik karena kutahu engkau adalah wanita yang baik. Tidakkah Allah berfirman bahwa wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik pula (Q.S An-Nur 26), dan Allah tidak pernah ingkar atas semua janji-janjinya.
Kebahagianmu pantas engkau rengkuh karena selama ini engkau selalu menebar kebaikan di setiap potongan hidupmu
Kuingat saat kita masih kuliah,
Tepat ketika semester akhir, engkaulah kawan yang begitu banyak membantuku, kedengarannya sentimental namun begitulah adanya
Masa dimana saat itu aku takkan begitu saja melupakannya
Seringkali engkau mengirimiku makanan
Namun lebih dari itu kawan
Engkau kerap menasehatiku
Tentang hidup, tentang hubungan dnegan Allah
Jangan tinggalkan shalatmu”, itu nasehatmu yang sellau kuingat
Kutahu banyak manusia yang pandai memberi petuah
Namun tingkahnya tidak sesuai dengan ucapan mulutnya
Engkau berbeda dari mereka itu kawan
Bahkan nasehatmu melalui tindakanmu
Kuingat wajahmu yang tulus
Dalam setiap hal-hal yang engkau lakukan buat orang-orang di sampingmu
Bahkan marahmu tak lebih dari 3 hari
Kawan
Hari ini hari bahagia untukmu
Sesaat dalam masa ketika dunia semakin menua
Tak terkira manusiamanusia terjebak dalam absurditas
Namun kau sellau yakin kepadamu
Engkau sellau punya cara berbeda melawan dunia
Kawan,
Hari ini hari bhagia untukmu
Sudahlah, kau tak ingin mengingat masa-masa lalu itu,
Tentang kebaikanmu kepadaku
Karena akan semakin menambah rasa utang budiku kepadamu
Mari bercerita tentang bahagiamu
Tentang segala cita
Dan asa yang engaku ukir
Saat menjelang masuk gerbang pernikahanmu
Kawan,
Setiap kataku saat ini adalah doa untukmu
Walau bahkan tak terucap
Kuturutkan rasa bahagiaku
Saat ini, masa dimana engkau melaksanakan sunnah Nabi Muhammad
Kawan,
Kuyakin sellau kepadamu
Ini smeua engkau lakukan karena Allah
Seperti doamu sellau padaku “semoga sehat dan dicintai Allah”.
Kawan Athun,
Berbahagialah,
Ijinkan dirimu menikmati masa indahmu saat  ini
Saat dimana hidup baru akan engkau jalani
Hidup menakdirkan kita menjadi saudara
Aku bahkan memungut hikmah yang begitu banyak berserakan dari irimu,
Sedang aku sellau merepotkanmu
Kawan,
Tetaplah menjadi manusia penuh harap akan ridha Allah
Sungguh persaudaraan yang hakiki ketika saling mengingatkan untuk mencintai Allah
Karena hakekatnya itulah hidup
Semua adalah fatamorgana kecuali Allah
Yang terlihat dari semesta hanyalah Allah
Dan itu yang sering engkau ingatkan
Kawan athun,
Dunia telah kita pahami
Dan kita telah menjadikannya sebagai arena bermain tentang kehidupan
Karena hati kita telah diserahkan kepada Allah
Kawan Athun,
Berceritalah kelak kepada generasimu
Tentang semua sudut hidup ini
Tentang bagaimana menjadi manusia
Tentang cara mencintai Allah
Saudariku,
Selamat sekali lagi atas hari pernikahanmu
Mulutku tak henti mendoa untukmu
Saudariku
Aku masih merenungkan tentang dalamnya hikmah di dasar hatimu
Tentang kebaikan yang tumbuh darimu
Saat banyak manusia berlari meraih prestise hidup
Engkau bahkan tidak,
Saat disuruh melanjutkan pendidikan s2
Engkau bercerita kepadaku “, aku belum menemukan alasan melanjutkan kuliah”. Tuturmu dengan polos
Bahakan cita-cita sanagt sederhana, menjadi penjual kain.
Aku kalah dnegan prinsip hidupmu, engkau benar-benar sudah dalam hakekat hidup itu,
Bahkan dunia sudah tak mengalihkanmu
Athun,
Saat menjelang hari pernikahanmu,
Engkau berujar “ biarlah ijazahku kusimpan rapat-rapat untuk menjadi kenanganku,
Saat orang-orang mengandalkan itu untuk mencari hidup,
Engkau tak seperti adanya
Saudariku,
Cukuplah surat ini mewakili perasaan turut berbahagia dariku
Atas hari bahagiamu
Tetaplah menjadi kawan yang mnebar senyum ke setiap semesat dengan kesederhanaanmu
Tetaplah menunduk dalam ketaatan nan istiqomah
Sampai masa yang dijanjikan Allah tiba menjemputmu
Dalam kebahagiaan yang hakiki bertemu denganNYA
Atas balasan setiap serpihan kebaikanmu di dunia
Saudariku,
Jika surat ini tak teristimewa bagimu,
Cukup jadikan bacaan penepis waktu luangmu karena hanya inilah yang kau bisa, itupun tak termaknai.

Best Regards,
Min, Br

Lagi Untukmu, Buk


                                                                                                  19-12-12
Tersungkur aku dalam rinduku
Menyapa sketsa wajahmu yang datang menghampiri
Kau pungut semua masa kecilku
Lalu engkau kirimkan lewat doa doa terbaikmu

Badan tak nampak,
Namun raga saling menyapa

Kau temani aku
Dengan doamu dalam kesendirianku
Hatur kasihmu tak terbatas ruang

Wajahmu adalah semangatku
Doamu adalah kekuatanku
Rindumu pun adalah rinduku
Dalam hening tetap terjaga

Diujung malam yang semakin menua
Engkau masih mengirimkan salam keselamatan untukku
Walau terkadang lelah menggerogotimu

Ceritakan aku tentang kebun kita
Apakah jagung masih tumbuh subur
Adakah pisang masih berbuah
Yang bila kupulang,
Akan kupanen untuk
Mengenang ceritaku saat bocah
Karena semua tersimpan di sana

Penat menghampirimu
Istirahatlah malam ini mak,
Esok matahari kan terbit lebih cerah

Raga yang Tak Letih


Depok, September 2st 2012


Terlihat raga yang tetap tegar
Dalam balutan jiwa yang tulus
Berjalan tanpa lelah
Buat anak-anakmu semua
            Setiap nafasmu jadi doa
            Sejengkal gerakmu jadi usaha
            Demi sebuah harapan yang besar
            Bukan buatmu tapi buat anak-anakmu
Dirimu adalah taruhanmu
Dalam pangkuan jiwa yang ikhlas
Mendamba kebahagiaan buat anak-anakmu
Tergambar indah dalam anganmu
            Kau jadikan harimu sebagai usaha
            Kau jadikan malammu sebagai tawakkal
            Berserah diri pada Sang Ilahi
            Atas semua usahamu tempo hari
Saat ini,
Kala ragamu mulai dikalahkan usia
Kau tak tampakkan setitik keletihan
Bahkan hanya dalam hatimu
            Wahai wanita yg kucinta,
            Tanganmu tak pernah letih mengayun
            Kakimu tak pernah lelah melangkah
            Entah sampai kapan
Terima kasih pada Ilahi
Telah menakdirkankujadi anakmu
Terima kasih buatmu
Telah menjadi ibu yang baik
            Disaat ku ditanya wanita paling cantik,
            Akan kusebut dirimu berkali-kali
            Disaat ku ditanya wanita paling baik
            Dirimulah jawabannya

            Tahukah engkau mengapa?
            Tahukah engkau alasannya?
            Karena kau bidadari titipan Ilahi buatku
            Buat hidupku
Ibu, saat ini kupanjatkan doa-doaku
Semoga Sang Ilahi selalu meridhaimu
Semoga kau di kampung baik-baik saja
Dalam pangkuan kasihNYA