12 januari
2013
Kukirimkan sepucuk surat inikepadamu
saudaraku
Kalau ternyata tak sampai di kamarmu, kulipat
saja dalam kata-kataku lalu kukirimkan dalam bungkusan doa-doaku
Surat ini hanya ucapan selamat dan doaku atas
hari pernikahanmu, hari yang membahagiakan untukmu
Tentunya kuyakin laki-laki yang bersanding
denganmu adalah laki-laki yang baik karena kutahu engkau adalah wanita yang
baik. Tidakkah Allah berfirman bahwa wanita yang baik adalah untuk laki-laki
yang baik pula (Q.S An-Nur 26), dan Allah tidak pernah ingkar atas semua
janji-janjinya.
Kebahagianmu pantas engkau rengkuh karena
selama ini engkau selalu menebar kebaikan di setiap potongan hidupmu
Kuingat saat kita masih kuliah,
Tepat ketika semester akhir, engkaulah kawan
yang begitu banyak membantuku, kedengarannya sentimental namun begitulah adanya
Masa dimana saat itu aku takkan begitu saja
melupakannya
Seringkali engkau mengirimiku makanan
Namun lebih dari itu kawan
Engkau kerap menasehatiku
Tentang hidup, tentang hubungan dnegan Allah
Jangan tinggalkan shalatmu”, itu nasehatmu
yang sellau kuingat
Kutahu banyak manusia yang pandai memberi
petuah
Namun tingkahnya tidak sesuai dengan ucapan
mulutnya
Engkau berbeda dari mereka itu kawan
Bahkan nasehatmu melalui tindakanmu
Kuingat wajahmu yang tulus
Dalam setiap hal-hal yang engkau lakukan buat
orang-orang di sampingmu
Bahkan marahmu tak lebih dari 3 hari
Kawan
Hari ini hari bahagia untukmu
Sesaat dalam masa ketika dunia semakin menua
Tak terkira manusiamanusia terjebak dalam
absurditas
Namun kau sellau yakin kepadamu
Engkau sellau punya cara berbeda melawan
dunia
Kawan,
Hari ini hari bhagia untukmu
Sudahlah, kau tak ingin mengingat masa-masa
lalu itu,
Tentang kebaikanmu kepadaku
Karena akan semakin menambah rasa utang
budiku kepadamu
Mari bercerita tentang bahagiamu
Tentang segala cita
Dan asa yang engaku ukir
Saat menjelang masuk gerbang pernikahanmu
Kawan,
Setiap kataku saat ini adalah doa untukmu
Walau bahkan tak terucap
Kuturutkan rasa bahagiaku
Saat ini, masa dimana engkau melaksanakan
sunnah Nabi Muhammad
Kawan,
Kuyakin sellau kepadamu
Ini smeua engkau lakukan karena Allah
Seperti doamu sellau padaku “semoga sehat dan
dicintai Allah”.
Kawan Athun,
Berbahagialah,
Ijinkan dirimu menikmati masa indahmu saat ini
Saat dimana hidup baru akan engkau jalani
Hidup menakdirkan kita menjadi saudara
Aku bahkan memungut hikmah yang begitu banyak
berserakan dari irimu,
Sedang aku sellau merepotkanmu
Kawan,
Tetaplah menjadi manusia penuh harap akan
ridha Allah
Sungguh persaudaraan yang hakiki ketika
saling mengingatkan untuk mencintai Allah
Karena hakekatnya itulah hidup
Semua adalah fatamorgana kecuali Allah
Yang terlihat dari semesta hanyalah Allah
Dan itu yang sering engkau ingatkan
Kawan athun,
Dunia telah kita pahami
Dan kita telah menjadikannya sebagai arena
bermain tentang kehidupan
Karena hati kita telah diserahkan kepada
Allah
Kawan Athun,
Berceritalah kelak kepada generasimu
Tentang semua sudut hidup ini
Tentang bagaimana menjadi manusia
Tentang cara mencintai Allah
Saudariku,
Selamat sekali lagi atas hari pernikahanmu
Mulutku tak henti mendoa untukmu
Saudariku
Aku masih merenungkan tentang dalamnya hikmah
di dasar hatimu
Tentang kebaikan yang tumbuh darimu
Saat banyak manusia berlari meraih prestise
hidup
Engkau bahkan tidak,
Saat disuruh melanjutkan pendidikan s2
Engkau bercerita kepadaku “, aku belum
menemukan alasan melanjutkan kuliah”. Tuturmu dengan polos
Bahakan cita-cita sanagt sederhana, menjadi
penjual kain.
Aku kalah dnegan prinsip hidupmu, engkau benar-benar
sudah dalam hakekat hidup itu,
Bahkan dunia sudah tak mengalihkanmu
Athun,
Saat menjelang hari pernikahanmu,
Engkau berujar “ biarlah ijazahku kusimpan
rapat-rapat untuk menjadi kenanganku,
Saat orang-orang mengandalkan itu untuk
mencari hidup,
Engkau tak seperti adanya
Saudariku,
Cukuplah surat ini mewakili perasaan turut
berbahagia dariku
Atas hari bahagiamu
Tetaplah menjadi kawan yang mnebar senyum ke
setiap semesat dengan kesederhanaanmu
Tetaplah menunduk dalam ketaatan nan
istiqomah
Sampai masa yang dijanjikan Allah tiba
menjemputmu
Dalam kebahagiaan yang hakiki bertemu
denganNYA
Atas balasan setiap serpihan kebaikanmu di
dunia
Saudariku,
Jika surat ini tak teristimewa bagimu,
Cukup jadikan bacaan penepis waktu luangmu
karena hanya inilah yang kau bisa, itupun tak termaknai.
Best Regards,
Min, Br
