Siapa yang tidak mengenal Viktor Emil Frankl, seorang Psikiater yang tidak hanya pintar berteori tetapi dia mengalami sendiri pengalaman menyedihkan selama di tahan di camp konsentrasi Nazi (Auschwitz, Dachau, dll). Meski sebelum ditahan, dia sudah membuka praktik psikiater, namun pengalaman hidup membawanya pada momen merasakan sendiri bagaimana harus mengimplementasikan teorinya kepada dirinya sendiri sebelum diterapkan kepada orang lain.
Seakan Tuhan ingin mengatakan kepada Viktor bahwa apa yang kau ketahui harus diuji secara empiris pada dirimu, apakah kau mampu melewatinya atau tidak.
"What doesnt kill you will makes you stronger"
Viktor melewati hari-harinya dengan caranya sendiri untuk tetap survive. Dia merawat ingatan pada kenangan-kenangan tentang istrinya dan percaya bahwa suatu saat, dia kembali mendapatkan hidupnya. Meski demikian, tetap saja ada momen yang membuat dirinya serasa angkat tangan.
Semesta membawa viktor kembali menemukan hidupnya saat dibebaskan. Alih-alih menangisi periode kesengsaraan yang dialami, dia kembali melanjutkan praktiknya lalu kemudian menemukan teknik penyembuhan dalam psikiater yang dikenal dengna Logoterapi.
viktor menjadi contoh bagaimana manusia harus diuji pada setiap ilmu yang bertumpuk di kepalanya. Ujian hidup yang akan menilai apakah manusia lulus dalam kehidupannya ataukah gagal. Meskipun viktor tidak pernah lagi menemukan istrinya setelah dibebaskan, tetapi satu hal yang pasti, dia memenangkan pertarungan dengan dirinya.
***
Membaca kisah para tokoh besar dalam menghadapi kesulitan hidup merupakan salah satu cara untuk meneguhkan diri ketika menghadapi masalah bahwa pada dasarnya, masalah merupakan sesuatu hal yang inheren dalam diri manusia. Hidup adalah masalah maka menghindari hidup sama saja dengan bunuh diri eksistensial.
No comments:
Post a Comment