Rabu kemarin di sebuah kelas pagi, salah seorang mahasiswa bertanya pertanyaan retoris dan sangat umum, Apakah agama meruapakn salah satu penghambat kemajuan sebuah negara?
Mahasiswa yang bertanya memang salah satu mahasiswa yang cukup vokal di kelas saya dan seringkali menanyakan isu-isu terkini yang mungkin tidak terlalu relevan dengan mata kuliah, namun saya suka karena sejatinya ruang kelas harus menjadi ruang dialektis antara mahasiswa dengan pengajar.
Di kelas Politik luar negeri kemarin, kami membahas tentang signifikansi Islam dalam politik luar negeri kemudian dalam sesi diskusi, lahirnya pertanyaan di atas. Entah pertanyaan itu benar-benar lahir dari refleksi pribadinya dengan mengamati fenomena yang ada di tengah masyarakat atau pernah membaca pertanyaan yang sama. Satu hal yang pasti bahwa pertanyaan semacam itu sudah sangat umum saya temukan di berbagai forum bahkan sejak saya kuliah S1 hampir dua puluh tahun yang lalu.
Relevansi agama dan ilmu pengetahuan telah menjadi perdebatan yang cukup sengit beberapa abad terakhir bahkan sampai sekarang. Ada begitu banyak perbedaan pendapat terkait diskursus ini. Sebagian memang percaya bahwa agama menghambat perkembangan ilmu pengetahuan, sebagian lagi mencoba untuk menemukan titik temua antara kedua dan sebagian tidak terlalu peduli tetapi menempatkan konteksnya.
Sekira dua tahun lalu, saya pernah ikut dalam forum diskusi dengan Hamid Basaid tentang agama dan ilmu pengetahuan. Dia sendiri seperti memisahkan antara kedua diskursus ini namun dalam hal ilmu pengetahuan, dia mencoba untuk tidak membawa unsur agama.
Salah satu ilustrasinya yang masih saya ingat bahwa kalau agama, percaya dulu sebelum diriset sementara sains, kita wajib melakukan riset sebelum mempercayai itu semua.
Begitulah dua hal ini selalu diperdebatkan tetapi kemudian pada konteks yang lebih spesifik tentang jawaban atas pertanyaan di atas, apakah agama benar-benar menghambat perkembangan sains?
Sejarah membuktikan bahwa jawabannya bisa "ya" dan "tidak."
Ada masa ketika agama dijadikan alat untuk membungkam sains seperti yang kita saksikan pada abad pertengahan di Eropa, namun ada juga masa ketika agama fine-fine saja saat bergandengan dengan agama yang bisa kita baca pada sejarah perkembangan sains masa keemasan Islam.
No comments:
Post a Comment