October 25, 2025

Manusia oh Manusia

Sepanjang perjalanan dari Bandung ke Jakarta kemarin sore dengan iringan hujan deras yang mengguyur, saya asyik mendengarkan radio dari HP. Tepat di bilangan Pasteur sebelum masuk tol, penyiar berita menceritakan tentang kisah pilu di Garut. Kisah yang tidak mampu saya selesaikan secara tuntas karena sudah mual, bukan karena mabok darat tetapi isi ceritanya.
Kisah itu tentang seorang ayah tiri yang merudapaksa anak tirinya sejak 2023 saat si anak masih duduk di bangku SMP. Kejadian itu baru diketahui ketika si anak sudah SMA dan sedang hamil. Teman-temannya yang curiga karena perubahan bentuk tubuhnya kemudian melaporkan ke gurunya lalu dibawa ke puskesmas.
Ironisnya, kejadian itu terjadi di rumah sendiri ketika ibu kandung, atau istri si ayah sedang tidak berada di rumah. Si anak tidak bisa berbuat apa-apa karena mungkin berada di dalam ancaman. 
Kemudian pagi ini, saya membaca berita di media online tentang seorang remaja yang mengubur bayinya di kebun pisang. Entah mungkin hasil dari hubungan gelap atau karena kebablasan saat pacaran namun saya tidak pernah bisa membayangkan bagaimana bisa manusia mengubur bayinya yang tidak berdaya. 
Kita disuguhi dengan berbagai peristiwa-peristiwa yang membawa pada satu pertanyaan bahwa apakah manusia benar-benar makhluk yang paling tinggi dari yang lain, ataukah seperti yang dikatakan oleh Dostoyevsky dalam bukunya
"Catatan dari Bawah Tanah"
"Cacat terburuk manusia adlah penyimpangna moralnya yang terus-menurus tak kenal henti. Apabila manusia tidak menemukan sebuah jalan keluar, dia akan menciptkana kehancuran dan kekacauan, menciptakan segala macam penderitaan supaya mencapai tujuan."

No comments: