Reuni dengan dua orang kawan. ha,ha terlalu minimalis untuk disebut sebagai sebuah reuni.
Long Weekend kemarin menjadi sebuah momen untuk melarikan diri dari tengilnya Ibu kota. sudah menjadi budaya kaum urban di Ibu kota ketika ada momen Long Weekend maka akan dipergunakan dengan sebaik mungkin untuk mencari seteguk hiburan demi memadamkan jiwa-jiwa Mereka yang kekeringan dihantam semrawutnya kota ini, termasuk pula Saya.
Ada yang memilih melancong ke tempat wisata, ada pula yang memutuskan untuk pulang kampung bersenda gurau dengan handai tauladan. Saya sendiri memilih untuk pulang kampung menyusuri setiap kenangan yang tertinggal.
Tak mengherankan rabu sore kemarin, jalanan keluar kota Jakarta, menuju bandara ataupun tol ke arah Jawa padat merayap. Saya bahkan terjebak macet di tol menuju bandara.
Singkat cerita, kisah sepanjang perjalanan pulang akan Saya ceritakan ditulisan lain, Saya akhirnya tiba di Makassar kamis dinihari dan menginap di kos saudaraku.
Meski hanya tidur sekitar 3 jam namun Saya tetap segar menatap Makassar yang sudah lama kutinggalkan apatahlagi hari itu, Saya dan seorang kawan sudah berjanji bertemu menuntaskan kisah kami setelah sekian tahun tidak pernah bertemu.
Dia menjemputku di Jl. St. Alaudin kemudian menuju bilang Mannuruki. Kami memilih sebuah kedai yang sialnya Saya lupa namanya. he.he. usaha kedai tersebut untuk bersahabat alam lumayan bisa diapresiasi. Mereka tidak menyediakan tissu sebagai lap eh, namun entahlah alasan mereka tidak menyediakan tissu karena ingin berhemat pengeluaran ataukah benar-benar karena alam???
Kami bertiga duduk di pojok kedai dengan sofa yang empuk. bercerita banyak tentang hal-hal yang terlewati. Saya selalu berpikir bahwa ketika bertemu dengan kawan lama, hal yang dibicarakan kemudian ditertawakan tidak jauh-jauh dari kebersamaan masa lalu yang konyol.
5 tahun berpisah setelah selesai kuliah ternyata sudah banyak yang berubah khususnya kawan Saya tersebut. Dia sudah menyelesaikan S2nya bahkan mengajar di sebuah perguruan tinggi swasta di Makassar. Dia pun banyak terlibat di beberapa Lembaga sosial. Saya sendiri, ah sudahlah. masih seperti ini tunggang langgang tak tentu arah. mengurusi remeh temeh dan belum bertemu titik yang benar-benar menjadi tujuan hidup. huuu tapi ya tidak apa-apa, toh setiap manusia sudah memutuskan menjejak langkah masing-masing. Saya pun punya satu alasan di setapak yang sedang kutempuh.
dulu, kami sering menghabiskan waktu bersama. meski kemudian pada akhirnya memilih jalan berbeda. ah, pertemuan kembali seperti menyegarkan ingatan-ingatan yang mulai berdebu.
Pulogadung, 10 05 16
No comments:
Post a Comment