Buatmu Abr yang kan diwisuda besok
Tulisan ini adalah
kado wisudamu yang akan berlangsung besok. Aku tak tahu harus memberimu
sesuatu, hanya coretan singkat ini. Aku tulis dengan tergesa-gesa karena
numpang pinjam laptop teman, namun tetap kuluangkan waktuku untuk memberimu
kado sebuah tulisan yang entah apa pesannya karena itulah kebiasaanku saat kalian
berdua dengan the youngest brother, Asr merayakan momen-momen kalian atau bahkan
ada sesuatu yang ingin kusampaikan maka terkadang aku menulisnya dan mengupload
kemudian mengirimi kalian coretanku yang asal-asalan. Salah satu alasan juga
kenapa aku hanya mampu menulis sebagai kado wisudamu adalah aku tak punya
apa-apa untuk kuhadiahi kepadamu. Hanya inilah yang kemudian menjadi
apresiasiku terhadap keberhasilanmu meraih sarjanamu.
Untuk
sekedar kau baca
Kutahu
malam ini engkau sedang berbahagia, alasan yang membuatmu bahagia adalah kau
telah menyelesaikan studimu di Universitas Muhammadiyah Makassar. Mungkin ini
adalah salah satu momen paling berharga dalam hidupmu karena kau mampu
membuktikan kepada orang tua bahwa kau punya tanggung jawab sebagai Mahasiswa
untuk kemudian menyelesaikan kuliahmu. Kau mampu memberikan sesuatu yang bukan
hanya melalui janji namun bukti bahwa engkau layak dipercaya. Kuyakin bahwa
pembuktianmu menyelesaikan kuliahmu sudah sedikit mengobati perjuangan keras
orang tua untuk membiayai sekolahmu meskipun yang harus kau ingat bahwa ini
baru awal dari perjuanganmu yang sesungguhnya. Sama sekali ini bukan akhir
karena setelah menjadi sarjana, tanggung jawab yang sangat besar telah
menunggumu dan bukan untuk orang tua atau siapapun namun tanggung jawab buat
dirimu sendiri sebagai seorang manusia. Dunia kampus hanyalah sebuah ruang
kecil yang nantinya akan menjadi kenanganmu saat benar-benar engkau telah
terjun ke sebuah arena kehidupan yang sesungguhnya. Teori-teori yang telah
banyak engkau jumpai di kampus akan teruji nantinya dan yang harus engkau
perkuat adalah mentalitasmu.
Hanya
pengingat saat waktu luangmu
Rasa
yang sama malam ini telah aku rasakan dua tahun lalu, tepat 2 tahun lalu saat
aku juga berhasil menyelesaikan kuliahku dan menjadi seorang sarjana. Saat itu
aku bahagia, mampu memberikan yang diharapkan kepada orang tua namun saat itu
aku tidak bijak dalam menyikapi semua hal yang akan menjumpaiku sesaat setelah
menjadi sarjana. Aku masih diliputi teori-teori yang mengekangku, teori yang
terlalu banyak menghalangiku dan hanya mengantarkanku untuk menjadi seorang
pemimpi, mentalitasku saat itu benar-benar anjlok dan seakan tidak siap dalam
menghadapi perubahan yang sedang terjadi dalam hidupku. Semua kuanggap
biasa-biasa saja hingga akhirnya akulah yang kemudian harus dirubah oleh masa. “ketika
engkau tidak mau berubah maka waktulah yang kan merubahmu”. Sejatinya adalah
yang terjadi dalam setiap episode hidup kita adalah sebuah perubahan, maka
sebelum engkau terpaksa harus berubah karena waktu maka jauh-jauh sebelumnya
berubahlah menjadi individu yang lebih baik lagi, menjadi manusia yang punya
impian, manusia yang punya prinsip sehingga tidak diombang-ambing oleh siapapun
dan apapun, manusia yang senantiasa bekerja keras, manusia yang selalu mau
menundukkan kepalanya untuk belajar dari kehidupan. Jangan pernah menganggap
bahwa menjadi sarjana berarti engkau lebih dari yang lain, saat engkau
berperasaan seperti itu maka sebenarnya engkau sedang menuju degradasi diri. Ini
adalah sms dari seorang temaku yang kurasa perlu juga untuk engkau ketahui “ bukan ilmu sejati jika buatmu merasa lebih tinggi,
bukan pemahaman hakiki jika buatmu enggan belajar lagi. Tingginya cita
sempitkan waktu santaimu, dalamnya ilmu luaskan jalan baktimu, tabiat ilmu
berlelah-lelah karena ia jalan tuk naik ke ketinggian.jagalah ilmu dengan amal,
jagalah amal dengan ikhlas, jagalah ikhlas dengan istiqomah, jagalahistiqomah
dengan ihsan. Jangan malu katakan “aku tak tahu” dengan begitu Allah yang kan
jadi gurumu. Sejatinya bahwa ini merupakan pengalamanku setelah sarjana dan
maaf karena seakan terkesan curhat tentang diriku namun aku berdoa kepada Allah
semoga nasibmu setelah selesai tidak sama denganku.
Hanya
untuk kenanganmu
Kutahu
engkau punya cara sendiri, kutahu engkau telah banyak pemahaman dan bukan aku
merasa lebih tahu darimu sehingga menulis coretan ini yang seakan-akan
menasehatimu namun hanya berharap bahwa ada hikmah yang engkau petik dari pengalamanku.
Ini bukan lagi tentang orang lain, hidupmu dimulai dari sini. Engaku akan
terlepas dari tanggung jawab orang tua, aku pikir bahwa waktunya engkau
menjalani hidupmu sendiri. Sebuah kehidupan yang penuh tantangan telah
menunggumu dengan berbagai ancaman yang akan engkau lewati. Waktunya engkau
menunjukkan kepada dunia bahwa inilah dirimu sendiri tanpa bergantung kepada
orang tua.
Berlarilah
dan jalani hidupmu sesuai jalurnya
Saatnya
engkau berlari, jangan pernah engkau merasa penat, sekali-kali berhentilah saat
engkau letih namun sekali-kali hanya untuk memulihkan tenagamu. Berlarilah karena
saat engkau berhenti maka masa yang kan membawamu berlari dan ketika waktu yang
memaksamu berlari maka engkau takkan mampu memilih jalanmu sendiri, maka
berlarilah sebelum hal itu terjadi kepadamu dan pilihlah jalurmu sendiri dan
jadikan Allah sebagai alasan semua hal yang engkau akan lakukan.
Jangan
terpaku masa lalumu
Cerita
hidupmu di kampus telah berlalu, jangan terpaku terhadapnya, biarkan cerita itu
tertutup oleh lembaran baru kehidupanmu, jangan terlalu lama terpaku melihat
dan mengenang lembaran itu, biarkan dia tersimpan rapi dan jadikan cerita buat
generasimu yang akan datang. Aku pernah membaca statusmu di facebook bahwa orang yan paling berkuasa adalah orang yang
menguasai dirinya sendiri. aku sangat kagum pada
kalimat yang engkau tulis dan semoga saja lahir dari sebuah proses kontemplasi
yang murni analisamu namun apresiasiku yang setinggi-tingginya ketika engkau
mencoba untuk menjadikan itu sebuah kenyataan dalam hidupmu. Tahukah engkau
bahwa semua hal yang membuat manusia gagal menjadi manusia terdapat dalam
dirinya sendiri, betapa banyak orang yang menyalahkan orang lain padahal
kesalahan ada di dalam dirinya.
Renungkanlah
ini
Hidupmu
selalu berjalan, tetapkan tujuanmu menuju Allah, jadikan DIA sebagai tujuan
hidup namun bukan berarti engkau mengabaikan duniamu. Belajarlah untuk menjadi
manusia sesungguhnya, belajarlah untuk menunduk dalam setiap hal, belajarlah
dari semua hal yang engkau akan jumpai. Tersenyumlah kepada dunia. Dan semua
yang tepenting dari apa yang telah aku tulis adalah tetaplah Bersyukur dan
Bersabar dalam semua kondisi hidupmu. Jangan menunggu bahagia untuk bersyukur. Namun
jadikan dua sikap tersebut inheren dalam dirimu karena saat engkau mampu
melakukannya maka engkau telah menjadi seorang manusia, hamba yang menghambakan
dirinya bahkan memfanakan dirinya dari semua yang melekat dari dirimu. Semoga itu
terjadi kepada kita semua. Amin.
Selamat menjadi
Abr S,Pd.
Selamat menikmati
momen bahagiamu
Semoga ilmu
yang engkau pelajari bermanfaat
Semoga menjadi
manusia yang sesungguhnya
And welcome to
the real life
SELAMAT
MENJADI SARJANA
Berpeluh dalam usaha
Tak lelah dalam setiap doadoa
Bahkan dalam diam berpikir
Tentang sebuah tanggung jawab di pundak
Kadang
tertawa, senyum namun seringkali menangis
Terbayang akan dua insan yang banting
tulang
Hanya untuk dirimu
Dalam segenggam cita yang menggantung
di kepalamu
Masa itu dalam derita
Masa itu dalam pengorbanan
Saat mulut tak berhenti mendoa
Hingga akhirnya membuncah dalam momen
ini
Sawah,
ladang tak seberapa
Lelaki
itu pergi subuh pulang malam
Hasil
yang minim untuk biaya
Namun
tak ada keluhan yang keluar
Adonan kue setiap pasar
Perempuan yang mulai beranjak tua itu
tak henti
Bergerak dan berjalan ia menjinjing
nampan kue
Harapan laris untuk biaya
Bahkan
tak sampai di situ
Saat
malam menjemput dengan dingin
Dua
sosok manusia itu tersungkur dalam sujud
Mulut mendoa demi dirimu
Mendung dalam sepi mengiringi
Mendamba asa dalam kesabaran
Meraih setiap titik sinar yang nampak
Hingga masa membawa hasil
Berbalut
dalam tangis
Setiap
tetesnya adalah doa
Dan
gerak menjadi usaha
Mengiringi
alunan waktu yang berjalan damai
Namun akhirnya terjawab semua
Dalam kebahagiaan yang tertanam
Nada bahagia telah tiba
Berhentilah sejenak dalam diam dan
heningmu
Bergembiralah sejenak dengan apa yang engkau
raih hari ini
Lepaskanlah semua beban pikiranmu yang
menjerat
Sebelum kemudian menyusun rencana
selanjutnya
` hari
ini engkau wisuda
Perjuanganmu
4 tahun terbayarkan
Allah
telah menjawab setiap butiran doa dan usahamu
Dalam
damai, hening dan bisu, berikan cinta kasihmu kepada dua sosok yang kutulis di
baris atas
Dan mereka datang dengan doa
Mendambamu baik demi dirimu
Karena hati telah menjawab
Bahagiamu adalah bahagia mereka
Malang, 26 Desember 2012
No comments:
Post a Comment