December 26, 2012

Selamat

Buatmu Abr yang kan diwisuda besok
Tulisan ini adalah kado wisudamu yang akan berlangsung besok. Aku tak tahu harus memberimu sesuatu, hanya coretan singkat ini. Aku tulis dengan tergesa-gesa karena numpang pinjam laptop teman, namun tetap kuluangkan waktuku untuk memberimu kado sebuah tulisan yang entah apa pesannya karena itulah kebiasaanku saat kalian berdua dengan the youngest brother, Asr merayakan momen-momen kalian atau bahkan ada sesuatu yang ingin kusampaikan maka terkadang aku menulisnya dan mengupload kemudian mengirimi kalian coretanku yang asal-asalan. Salah satu alasan juga kenapa aku hanya mampu menulis sebagai kado wisudamu adalah aku tak punya apa-apa untuk kuhadiahi kepadamu. Hanya inilah yang kemudian menjadi apresiasiku terhadap keberhasilanmu meraih sarjanamu.

Untuk sekedar kau baca
Kutahu malam ini engkau sedang berbahagia, alasan yang membuatmu bahagia adalah kau telah menyelesaikan studimu di Universitas Muhammadiyah Makassar. Mungkin ini adalah salah satu momen paling berharga dalam hidupmu karena kau mampu membuktikan kepada orang tua bahwa kau punya tanggung jawab sebagai Mahasiswa untuk kemudian menyelesaikan kuliahmu. Kau mampu memberikan sesuatu yang bukan hanya melalui janji namun bukti bahwa engkau layak dipercaya. Kuyakin bahwa pembuktianmu menyelesaikan kuliahmu sudah sedikit mengobati perjuangan keras orang tua untuk membiayai sekolahmu meskipun yang harus kau ingat bahwa ini baru awal dari perjuanganmu yang sesungguhnya. Sama sekali ini bukan akhir karena setelah menjadi sarjana, tanggung jawab yang sangat besar telah menunggumu dan bukan untuk orang tua atau siapapun namun tanggung jawab buat dirimu sendiri sebagai seorang manusia. Dunia kampus hanyalah sebuah ruang kecil yang nantinya akan menjadi kenanganmu saat benar-benar engkau telah terjun ke sebuah arena kehidupan yang sesungguhnya. Teori-teori yang telah banyak engkau jumpai di kampus akan teruji nantinya dan yang harus engkau perkuat adalah mentalitasmu.

Hanya pengingat saat waktu luangmu
Rasa yang sama malam ini telah aku rasakan dua tahun lalu, tepat 2 tahun lalu saat aku juga berhasil menyelesaikan kuliahku dan menjadi seorang sarjana. Saat itu aku bahagia, mampu memberikan yang diharapkan kepada orang tua namun saat itu aku tidak bijak dalam menyikapi semua hal yang akan menjumpaiku sesaat setelah menjadi sarjana. Aku masih diliputi teori-teori yang mengekangku, teori yang terlalu banyak menghalangiku dan hanya mengantarkanku untuk menjadi seorang pemimpi, mentalitasku saat itu benar-benar anjlok dan seakan tidak siap dalam menghadapi perubahan yang sedang terjadi dalam hidupku. Semua kuanggap biasa-biasa saja hingga akhirnya akulah yang kemudian harus dirubah oleh masa. “ketika engkau tidak mau berubah maka waktulah yang kan merubahmu”. Sejatinya adalah yang terjadi dalam setiap episode hidup kita adalah sebuah perubahan, maka sebelum engkau terpaksa harus berubah karena waktu maka jauh-jauh sebelumnya berubahlah menjadi individu yang lebih baik lagi, menjadi manusia yang punya impian, manusia yang punya prinsip sehingga tidak diombang-ambing oleh siapapun dan apapun, manusia yang senantiasa bekerja keras, manusia yang selalu mau menundukkan kepalanya untuk belajar dari kehidupan. Jangan pernah menganggap bahwa menjadi sarjana berarti engkau lebih dari yang lain, saat engkau berperasaan seperti itu maka sebenarnya engkau sedang menuju degradasi diri. Ini adalah sms dari seorang temaku yang kurasa perlu juga untuk engkau ketahui “ bukan ilmu sejati jika buatmu merasa lebih tinggi, bukan pemahaman hakiki jika buatmu enggan belajar lagi. Tingginya cita sempitkan waktu santaimu, dalamnya ilmu luaskan jalan baktimu, tabiat ilmu berlelah-lelah karena ia jalan tuk naik ke ketinggian.jagalah ilmu dengan amal, jagalah amal dengan ikhlas, jagalah ikhlas dengan istiqomah, jagalahistiqomah dengan ihsan. Jangan malu katakan “aku tak tahu” dengan begitu Allah yang kan jadi gurumu. Sejatinya bahwa ini merupakan pengalamanku setelah sarjana dan maaf karena seakan terkesan curhat tentang diriku namun aku berdoa kepada Allah semoga nasibmu setelah selesai tidak sama denganku.

Hanya untuk kenanganmu
Kutahu engkau punya cara sendiri, kutahu engkau telah banyak pemahaman dan bukan aku merasa lebih tahu darimu sehingga menulis coretan ini yang seakan-akan menasehatimu namun hanya berharap bahwa ada hikmah yang engkau petik dari pengalamanku. Ini bukan lagi tentang orang lain, hidupmu dimulai dari sini. Engaku akan terlepas dari tanggung jawab orang tua, aku pikir bahwa waktunya engkau menjalani hidupmu sendiri. Sebuah kehidupan yang penuh tantangan telah menunggumu dengan berbagai ancaman yang akan engkau lewati. Waktunya engkau menunjukkan kepada dunia bahwa inilah dirimu sendiri tanpa bergantung kepada orang tua.

Berlarilah dan jalani hidupmu sesuai jalurnya
Saatnya engkau berlari, jangan pernah engkau merasa penat, sekali-kali berhentilah saat engkau letih namun sekali-kali hanya untuk memulihkan tenagamu. Berlarilah karena saat engkau berhenti maka masa yang kan membawamu berlari dan ketika waktu yang memaksamu berlari maka engkau takkan mampu memilih jalanmu sendiri, maka berlarilah sebelum hal itu terjadi kepadamu dan pilihlah jalurmu sendiri dan jadikan Allah sebagai alasan semua hal yang engkau akan lakukan.

Jangan terpaku masa lalumu
Cerita hidupmu di kampus telah berlalu, jangan terpaku terhadapnya, biarkan cerita itu tertutup oleh lembaran baru kehidupanmu, jangan terlalu lama terpaku melihat dan mengenang lembaran itu, biarkan dia tersimpan rapi dan jadikan cerita buat generasimu yang akan datang. Aku pernah membaca statusmu di facebook bahwa orang yan paling berkuasa adalah orang yang menguasai dirinya sendiri. aku sangat kagum pada kalimat yang engkau tulis dan semoga saja lahir dari sebuah proses kontemplasi yang murni analisamu namun apresiasiku yang setinggi-tingginya ketika engkau mencoba untuk menjadikan itu sebuah kenyataan dalam hidupmu. Tahukah engkau bahwa semua hal yang membuat manusia gagal menjadi manusia terdapat dalam dirinya sendiri, betapa banyak orang yang menyalahkan orang lain padahal kesalahan ada di dalam dirinya.

Renungkanlah ini
Hidupmu selalu berjalan, tetapkan tujuanmu menuju Allah, jadikan DIA sebagai tujuan hidup namun bukan berarti engkau mengabaikan duniamu. Belajarlah untuk menjadi manusia sesungguhnya, belajarlah untuk menunduk dalam setiap hal, belajarlah dari semua hal yang engkau akan jumpai. Tersenyumlah kepada dunia. Dan semua yang tepenting dari apa yang telah aku tulis adalah tetaplah Bersyukur dan Bersabar dalam semua kondisi hidupmu. Jangan menunggu bahagia untuk bersyukur. Namun jadikan dua sikap tersebut inheren dalam dirimu karena saat engkau mampu melakukannya maka engkau telah menjadi seorang manusia, hamba yang menghambakan dirinya bahkan memfanakan dirinya dari semua yang melekat dari dirimu. Semoga itu terjadi kepada kita semua. Amin.
Selamat menjadi Abr S,Pd.
Selamat menikmati momen bahagiamu
Semoga ilmu yang engkau pelajari bermanfaat
Semoga menjadi manusia yang sesungguhnya
And welcome to the real life



SELAMAT MENJADI SARJANA

Berpeluh dalam usaha
Tak lelah dalam setiap doadoa
Bahkan dalam diam berpikir
Tentang sebuah tanggung jawab di pundak
            Kadang tertawa, senyum namun seringkali menangis
Terbayang akan dua insan yang banting tulang
Hanya untuk dirimu
Dalam segenggam cita yang menggantung di kepalamu
Masa itu dalam derita
Masa itu dalam pengorbanan
Saat mulut tak berhenti mendoa
Hingga akhirnya membuncah dalam momen ini
            Sawah, ladang tak seberapa
            Lelaki itu pergi subuh pulang malam
            Hasil yang minim untuk biaya
            Namun tak ada keluhan yang keluar
Adonan kue setiap pasar
Perempuan yang mulai beranjak tua itu tak henti
Bergerak dan berjalan ia menjinjing nampan kue
Harapan laris untuk biaya
            Bahkan tak sampai di situ
            Saat malam menjemput dengan dingin
            Dua sosok manusia itu tersungkur dalam sujud
Mulut mendoa demi dirimu
Mendung dalam sepi mengiringi
Mendamba asa dalam kesabaran
Meraih setiap titik sinar yang nampak
Hingga masa membawa hasil
            Berbalut dalam tangis
            Setiap tetesnya adalah doa
            Dan gerak menjadi usaha
            Mengiringi alunan waktu yang berjalan damai
Namun akhirnya terjawab semua
Dalam kebahagiaan yang tertanam
Nada bahagia telah tiba
Berhentilah sejenak dalam diam dan heningmu
Bergembiralah sejenak dengan apa yang engkau raih hari ini
Lepaskanlah semua beban pikiranmu yang menjerat
Sebelum kemudian menyusun rencana selanjutnya
`           hari ini engkau wisuda
            Perjuanganmu 4 tahun terbayarkan
            Allah telah menjawab setiap butiran doa dan usahamu
Dalam damai, hening dan bisu, berikan cinta kasihmu kepada dua sosok yang kutulis di baris atas
Dan mereka datang dengan doa
Mendambamu baik demi dirimu
Karena hati telah menjawab
Bahagiamu adalah bahagia mereka
                                                            Malang, 26 Desember 2012
           



No comments: