December 11, 2012

Ceritaku

Nama saya MJ, konon kabarnya tante saya yang mengusulkan nama itu, saat saya lahir dia kebetulan membaca entah surat kabar atau majalah namun tante saya membaca nama yang sama, seorang Professor di perguruan tinggi IAIN Alauddin Makassar. Saya lahir tanggal 7 september  tepatnya hari senin. Saya adalah anak ke-4 dari 7 bersaudara, namun adik saya yang bungsu meninggal saat dilahirkan, saat itu ibuku melahirkan anak kembar, kuingat persisnya saat itu waktu ibuku melahirkan subuh hari dibantu seorang tante yang kebetulan sekampung dengan kami.

Nama ayahku adalah Bsr, dia bekerja sebagai Petani, Ayahku pernah bercerita bahwa saat tamat SMA, dia berniat mendaftar sebagai Tentara namun keinginannya ditolak mentah-mentah oleh nenekku karena pada saat itu, kondisi perpolitikan Indonesia tidak menentu sehingga risiko menjadi tentara sangat besar. Ibuku bernama Nurxxx, dia anak bungsu. Ibuku seorang Ibu rumah tangga namun setiap dua kali dalam seminggu tepatnya hari senin dan kamis, Ibuku pergi menjual aneka adonan kue di pasar karena kedua hari tersebut bertepatan dengan hari pasar di kampung kami. Saya sangat menggambarkan kepribadian Ibuku seperti apa dia sesungguhnya karena dia terlampau baik untuk diceritakan dengan kata-kata dan kuyakin bahwa aku takkan bisa menceritakannya dalam baris huruf.

Saya masuk sekolah pertama kalinya di TK Aisyiyah. Saya tidak tahu persis umurku saat itu, yang kuingat saat sekolah di TK adalah saya punya teman yang sangat akrab denganku. Kamis sering kerumahku mencari kerak nasi. Saat itu memang kami sangat doyan dengan kerak nasi. Saat TK, saya juga dikenal tukang berak celana, karena saat itu kami belum mempunyai toilet di rumah maka saya harus ke sungai untuk buang air. Jarak dari rumah ke sungai sekitar 20 meter sehingga alhasil sering ketika sudah kebelet dan belum sampai di sungai mengharuskan saya memberaki celanaku.

Selesai di TK, saya melanjutkan sekolahku di MI, sekolah ini sangat dekat dari rumahku, hanya dipisahkan 3 rumah. Selama masa sekolah di Madarasah, mungkin inilah masa hidupku yang sbebenarnya, masa kecil yang sesungguhnya. Yang kuingat saat itu adalah kujalani hidupku dengan bahagia, bermain sesukaku. Saat masih kecil, saya adalah salah satu bocah yang jago dalam beberapa permainan seperti Gundi, Wayang dan karet gelang, samapai-sampai saya menjadi momok menakutkan bagi teman-temanku ketika bermain. Kumpulan Gundi, Wayang dan karet gelagku sangat banyak. Permainan Layangan juga menajdi favoritku, Cuma saya benar-benar amatir dalam permainan ini, di saat teman-temanku jago membuat layangan, saya bahkan hanya bisa membuat satu layangan yang bisa diterbangkan selebihnya nihil sama sekali, itu yang kuingat. Ada juga permainan senapan dari bambu, nah kalau ini lumayan mudah membuatnya. Kalau olahraga, saya paling senang bermain sepakbola. Sebuah lapangan dekat rumahku menjadi tempat kami bermain sepakbola. Hampir setiap sore saya habiskan bermain bola di lapangan. Dalam setiap harinya, saat saya pulang sekolah, saya ditugaskan untuk mengembali sapi, barulah setelah itu saya ke lapangan bermain bola dan hampir semua teman sebayaku saat itu punya rutinitas yang sama denganku.

Di sekolah, saya selalu masuk ranking 3 besar namun saya menolak disebut pintar dan bahkan tertawa ketika ada temanku yang menyebut demikian pasalnya dalam 1 kelas hanya terdapat 8 siswa. Dulu saat tiba musim mangga, kami sering menyisir setiap pohon mangga yang ada di kebun-kebun, memang di kampung kami, mangga-mangga yang sudah jatuh dari pohonnya diperbolehkan untuk diambil oleh siapa saja.

Setamat dari MI, saya melanjutkan sekolahku di SLTA Negeri yang terletak di kampung sebelah, saya dan teman sekampungku harus  menempuh jarak yang lumayan jauh dengan berjalan kaki. Masa SMP ku termasuk menyenangkan, di masa ini mungkin awal pembentukan karakterku. Dulu saat di Madrasah, saya masih merasa santai namun menginjakkan pendidikan di SMP, saya mulai giat belajar. Di SMP, ternyata saya masih bisa masuk 3 besar di setiap semesternya dan jumlah siswa dalam 1 kelasnya sekitar 50 orang. Di SMP, saya dikenal tidak neko-neko dan sangat pemalu, ketika diejek dengan perempuan, wajah saya berubah drastis seperti kepiting rebus. Saya sangat menikmati masa SMP yang menjadi aktualisasi masa pertumbuhanku.

Saat SMP pula, ketikaa teman-temanku mulai mengenal perilaku-perilaku anak ABG yang mainstream, seiap malam mereka nongkrong di pos ronda dan bernyanyi atau main domino, saya malah bahkan tinggal di rumah dan jarang keluar malam, membaca buku cerita, bukan ujub namun memang saat kelas VI SD, saya sangat gandrung membaca buku-buku cerita bahkan hampir sebagian waktuku kuhabiskan untuk membaca buku cerita hasil pinjaman dari perpustakaan, saat mengembala sapi pun, saya sering membaca buku cerita sambil duduk diatas punggung sapi. Meskipun saya tidak ikut nongkrong dengan teman-temanku pada malam hari tidak lantas membuat mereka menganggapku cupu kaena saya sangat aktif dalam berbagai kegiatan lainnya pada siang harinya terutama latihan sepak bola pada sore hari. 

Masa SMP selama 3 tahun kulalui dengan rutinitas yang hampir sama setiap harinya. Pagi hari saya berangkat ke sekolah, kemudian sekitar pukul 14.00 saya pulang dari sekolah dan langsung mengembala sapi kemudian sekitar pukul 16.30 saya mengandangkan sapiku kemudian bermain sepakbola sampai Maghrib dan malam hari saya habiskan untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah

Setamat SMP, saya melanjutkan SMA di kampung yang sama, memang kampung ini adalah ibu kota kecamatan dan satu-satunya kampung yang terdapat SMA di sekitar kecamatan tersebut. Di SMA, kehidupan yang sama kujalani, di sore hari saya semakin giat berlatih sepakbola dan kelas 1 SMA, saya sudah menjadi salah satu pemain tim B di kampungku. Di beberap kecamatan di kabupaten kami memang sering mengadakan liga antar kampung, saya senang seali ketika pertam kali dimasukkan kedalam tim, kuingat saat itu karena timku adalah tim B maka kami dijuluki “Hondo-Hondo”. Saya juga kurang bisa mencari padanan artinya dalam bahasa Indonesia karena sebutan itu adalah jargon asal-asalan di kampung kami. Pertandingan pertamaku waktu itu, kami memakai baju warna orange seperti seragam tim Belanda, namun lengan panjang. Saya lupa nomor punggung yang kukenakan saat itu. Meskipun sebenarnya saya tidak terlalu jago bermain sepakbola namun mungkin karena hanya tim B maka saya menjadi salah satu pemain inti. Pertandingan pertama kami menang 1-0 namun sialnya saya mengalami cedera pada pertandingan itu sehngga pertandingan berikutnya saya tidak bisa dimainkan.

Di masa SMA, saya pernah belajar naik motor, alhasil saya menabrak keponakanku, saat itu saya pergi bersembunyi di kebun Ayahku, sebenarnya keponakanku tidak apa-apa hanya lecet sedikit di jidatnya namun yang menjadi masalah motor yang kupakai belajar adalah motor ayahnya, setelah pulang ke rumah ayahnya tidak marah sama sekali terhadapku namun ayahku yang ternyata malah gusar terhadapku dan marah  besar.

Prestasiku di sekolah hampir tidak pernah berubah, masih seperti waktu di SD dan SMP, namun saat kelas II semester I, saya sempat di skors selama 2 minggu bersama salah seorang temanku, gara-garanya kami tertawa di dalam kelas saat Guru bahasa Indonesia menjelaskan dan dia juga kebetulan adalah wali kelas kami. Sebenarnya kami berdua tertawa bukan tanpa sebab karena saat itu, ibu guru tersebut seperti sedang melucu, saat itu saya harus datang ke rumahnya minta maaf kemudian di bolehkan masuk kelas, alhasil pada pembagian raport saya peringkat 29 dari 36 siswa. Inilah masa kelam dalam catatan raportku yang paling buram sekolahku selama saya sekolah mulai dari MI sampai saat itu. Saya pun dipindahkan dari kelas tersebut karena saat itu, kelas yang kutempati adalah kelas unggulan. Saat semester berikutnya, saya mulai kembali ke track ku yang sbebelumnya. Sejujurnya saya tidak membanggakan sama sekali apa yag kucapai saat itu karena tidak lebih hanya menjadi bebanku. Pelajaran yang paling kusenangi adalah bahasa inggris, meskipun saya sadar tidak bisa berbahasa inggris, namun saya tetap menyenanginya. Sebenarnya kelas I sampai kelas II SMP, bahasa Inggris adalah momok mengerikan bagi saya namun saat memasuki kelas III semester II, guru bahasa inggris kami selalu menjelaskan dalam bahasa inggris dengan dialeknya yang sangat baik dan juga sangat retorik sehingga mulailah saat itu saya menyenangi  bahasa inggris.

Saat kelas III SMA, saya mulai konsentrasi menghadapi ujian akhir namun juga saya tetap ikut liga antar kampung, saat kelas III, saya sudah sering ikut pertandingan  dan sudah menjadi salah satu pemain tim senior. Pertandingan yang paling  kuingat waktu SMA kelas III adalah pertandingan U-18 tahun kebawah. Yang berkesan saat itu adalah saya menjadi kapten tim dan saat itu kami adalah salah satu tim kuat yang diperhitungkan oleh lawan sayangnya pada pertandingan ke empat, kami kalah adu penalti dari tim tuan rumah dan salah satu pemain tuan rumah adalah teman sekolahku yang bersama-saya di skors pada kelas II, namun pada pertandingan it pula saya berhasil mencetak gol meskipun lewat tendangan penalti. Seragam yang kami pakai saat itu adalah seragam tim chelsea dan saya mengenakan nomor punggung 16 karena pada saat itu saya suka pemain chelsea yang bernomor punggung 16 yaitu jhon terry bahkan sampai sekarang, baju saya masih ada dan selalu saya simpan sebagai kenang-kenangan.

Setamat dari SMU, saya ikut menaftar SPMB, pilihan pertamaku saat itu adalah UH dan pendidikan bahasa inggris UNM. Saat keluar pengumuman., namaku tidak terdaftar, praktis saat itu saya tidak mempunyai kegiatan, kemudian saya mencoba mendaftar di angkatan laut namun lagi-lagi gagal saat tes tahap kedua psikotes. Saya saat itu tetap tinggal di makassar kemudian ikut kursus bahasa inggris di benteng rotterdamyang diadakan oleh london village setelah selelsai mengikuti kursus tersebut, saya kemudian ikut meeting club di Al-Markaz. Saat itu, ikut meeting di mks adalah kegiatan rutinku karenan meetingnya 3 kali seminggu dan juga terkadang mengadakan kegiatan-kegiatan lain.

Tahun berikutnya, saya ikut kembali SPMB mengambil jurusan hi dan jurusan bahasa inggris dan akhirnya saya lulus di  jurusan hi, saat itu saya merasa sangat bahagia karena bisa masuk di UH sebagai simbol Universitas terbaik di Indonesia Timur namun pada akhirnya saat menjalani kuliah, saya kemudian merasa biasa-biasa saja kuliah di UH.

Kehidupanku sebagai seorang mahasiswa penuh dinamika, sebelum masuk kuliah, saya memang berniat aktif di organisasi, saat masih mahasiswa baru saya sangat rajin mengikuti perkaderan. Memasuki semester III, saya mulai mengenal dunia kampus, berkenalan dengan teori –teori yang dulunya kuanggap rumit saat itu pula saya mulai ikut-ikutan aksi baik di kampus maupun di kantor-kantor pemerintahan.

Organisasi yang pernah kuikuti selama kulaih adalah himpunan  dan organisasi ini yang paling aktif kuikuti. Saya juga pernah ikut di organisasi LDM yang dekat dari kostku namun hanya bertahan beberapa lama. Saya juga pernah ikut organisasi HMI dan kemudian ikut kajian-kajiannya namun dengan berbagai alasan, saya menarik diri dari organisasi tersebut. menjadi Siswa Orientasi sar juga dalah bagian cerita organisasiku saat kuliah, saya sebenarnya aktif di sar, aktif ikut Binjas namun saat akan mengikuti diklat, saya kekurangan dana dan persiapan yang mebuat saya gagal mengikuti semua prosesi perekrutan anggota sar UH. awal tahun 2009, saya mengikuti perekrutan anggota fmn yang diadakan di kantor walhi. Organisasi ini kuikuti secara aktif selama setahun lebih. Garis politik organisasi ini adalah demnas, organisasi ini skalanya nasional sehingga sering mengadakan pertemuan-pertemuan nasional, namun terlepas dari semua organisasi yag pernah kuikuti dan tanpa mengerdilkan organisai yang pernah kuikuti, kurasa hanya dua yang berperan besar membentuk karakterku sampai sekarang yaitu makes dan himpunan, bahkan saat saya sarjana pun, saya masih sering bertandang ke base camp kedua organisasi tersebut dan masih sering diundang saat mereka mengadakan kegiatan.

Juni 2009, saya mengikuti kkn di MTDC, Tiroang Pinrang. kkn ini dilaksanakan selama 2 bulan. Saat itu saya bertindak sebagai korkel di kelurahanku, hidup bergaul bersama masyarakat setempat. Sebenarnya saya tidak mengalami banyak kendala saat kkn karena tempat kkn kami saat itu masih lebih ramai dari kampungku, disaat rerata teman-temanku yang terbiasa dengan perkotaan mengeluh saat menajlani kkn, saya bahkan merasa baik-baik saja.

Pertengahan 2010, saya mulai fokus menyelesaikan skripsiku, judul skripsiku saat itu adalah “ Pengaruh gerakan Maois terhadap stabilitas Nepal” saya tidak meras mendapat halangan yang berarti saat menyelesaikan skripsiku tersebut hingga pada tanggal 3 november 2010, saya mengikuti ujian meja dan dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sarjana, dan sejujurnya buat saya pribadi, saya tidak larut dalam euforia kesarjanaanku, inti kebahagiaanku saat itu tidak lebih hanya untuk mempersembahkan kepada kedua orang tuaku.

Acara wisudaku dilaksanakan tanggal 30 desember 2010 dan yang menghadiri acara wisudaku saat itu adalah kedua orang tuaku dan kakakku. Itulah sekelumit sejarahku di bangku kuliah yang tidak bisa kuuraikan secara detail karena terlalu banyak dinamika didalamnya.

Setelah resmi menyandang gelar sarjana, saya belum tergerak mencari pekerjaan, di saat para temanku aktif mencari pekerjaan, saya masih santai-santai saja. Kemudian saya ke sulawesi tenggara selama sebulan, sepluang dari sana, saya mengalami gangguan kesehatan yang mengharuskan saya tinggal berbulan-bulan di kampung, inilah awal dari titik kulminasiku, saat maoritas teman-temanku sudah berkutat di dunia kerja saya harus berjuang memulihkan tenagaku, yang kuingat saat itu adalah harus menumbuhkan semangatku. Saat itu adalah masa-masa hibernasiku dari dunia luar.

Bulan november 2011, saat kondisiku mulai pulih meskipun belum 100%, saya kembali ke makassar, saat itu saya mulai serius mencari kerja, namun setahun berlalu, belum ada tanda-tanda terang akan pencarianku itu. 28 september 2012 saya ke jakarta mendaftar di mensesneg, saya harus menunggu pengumuman di sana selam sebulan, namun lagi-lagi gagal, saya kemudian ke Jogjakarta dan selama sebuan di sana saya melanjutkan hijrahku ke surabaya. inilah masa 2 tahun semenjak lulus kuliah yang  menjadi masa perjuanganku demi sebuah yang dinamakan hidup. Ternyata inti dari kehidupan itu adalah senantiasa BERSYUKUR DAN BERSABAR.


gubeng kertajaya 7C/2,, 
Awal Desember 2012

No comments: