Nama saya MJ, konon kabarnya tante saya
yang mengusulkan nama itu, saat saya lahir dia kebetulan membaca entah surat
kabar atau majalah namun tante saya membaca nama yang sama, seorang Professor
di perguruan tinggi IAIN Alauddin Makassar. Saya lahir tanggal 7 september
tepatnya hari senin. Saya adalah anak ke-4 dari 7 bersaudara, namun adik saya
yang bungsu meninggal saat dilahirkan, saat itu ibuku melahirkan anak kembar,
kuingat persisnya saat itu waktu ibuku melahirkan subuh hari dibantu seorang
tante yang kebetulan sekampung dengan kami.
Nama ayahku adalah Bsr, dia bekerja sebagai
Petani, Ayahku pernah bercerita bahwa saat tamat SMA, dia berniat mendaftar
sebagai Tentara namun keinginannya ditolak mentah-mentah oleh nenekku karena
pada saat itu, kondisi perpolitikan Indonesia tidak menentu sehingga risiko
menjadi tentara sangat besar. Ibuku bernama Nurxxx, dia anak bungsu. Ibuku
seorang Ibu rumah tangga namun setiap dua kali dalam seminggu tepatnya hari
senin dan kamis, Ibuku pergi menjual aneka adonan kue di pasar karena kedua
hari tersebut bertepatan dengan hari pasar di kampung kami. Saya sangat
menggambarkan kepribadian Ibuku seperti apa dia sesungguhnya karena dia
terlampau baik untuk diceritakan dengan kata-kata dan kuyakin bahwa aku takkan
bisa menceritakannya dalam baris huruf.
Saya masuk sekolah pertama kalinya di TK Aisyiyah.
Saya tidak tahu persis umurku saat itu, yang kuingat saat sekolah di TK adalah
saya punya teman yang sangat akrab denganku. Kamis sering kerumahku mencari kerak
nasi. Saat itu memang kami sangat doyan dengan kerak nasi. Saat TK, saya juga
dikenal tukang berak celana, karena saat itu kami belum mempunyai toilet di
rumah maka saya harus ke sungai untuk buang air. Jarak dari rumah ke sungai
sekitar 20 meter sehingga alhasil sering ketika sudah kebelet dan belum sampai
di sungai mengharuskan saya memberaki celanaku.
Selesai di TK, saya melanjutkan sekolahku di MI, sekolah ini sangat dekat dari rumahku, hanya dipisahkan 3 rumah.
Selama masa sekolah di Madarasah, mungkin inilah masa hidupku yang sbebenarnya,
masa kecil yang sesungguhnya. Yang kuingat saat itu adalah kujalani hidupku
dengan bahagia, bermain sesukaku. Saat masih kecil, saya adalah salah satu
bocah yang jago dalam beberapa permainan seperti Gundi, Wayang dan karet
gelang, samapai-sampai saya menjadi momok menakutkan bagi teman-temanku ketika
bermain. Kumpulan Gundi, Wayang dan karet gelagku sangat banyak. Permainan
Layangan juga menajdi favoritku, Cuma saya benar-benar amatir dalam permainan
ini, di saat teman-temanku jago membuat layangan, saya bahkan hanya bisa
membuat satu layangan yang bisa diterbangkan selebihnya nihil sama sekali, itu
yang kuingat. Ada juga permainan senapan dari bambu, nah kalau ini lumayan
mudah membuatnya. Kalau olahraga, saya paling senang bermain sepakbola. Sebuah
lapangan dekat rumahku menjadi tempat kami bermain sepakbola. Hampir setiap
sore saya habiskan bermain bola di lapangan. Dalam setiap harinya, saat saya
pulang sekolah, saya ditugaskan untuk mengembali sapi, barulah setelah itu saya
ke lapangan bermain bola dan hampir semua teman sebayaku saat itu punya
rutinitas yang sama denganku.
Di sekolah, saya selalu masuk ranking 3 besar namun
saya menolak disebut pintar dan bahkan tertawa ketika ada temanku yang menyebut
demikian pasalnya dalam 1 kelas hanya terdapat 8 siswa. Dulu saat tiba musim
mangga, kami sering menyisir setiap pohon mangga yang ada di kebun-kebun,
memang di kampung kami, mangga-mangga yang sudah jatuh dari pohonnya
diperbolehkan untuk diambil oleh siapa saja.
Setamat dari MI, saya melanjutkan
sekolahku di SLTA Negeri yang terletak di kampung sebelah, saya dan teman
sekampungku harus menempuh jarak yang
lumayan jauh dengan berjalan kaki. Masa SMP ku termasuk menyenangkan, di masa ini
mungkin awal pembentukan karakterku. Dulu saat di Madrasah, saya masih merasa
santai namun menginjakkan pendidikan di SMP, saya mulai giat belajar. Di SMP,
ternyata saya masih bisa masuk 3 besar di setiap semesternya dan jumlah siswa
dalam 1 kelasnya sekitar 50 orang. Di SMP, saya dikenal tidak neko-neko dan sangat
pemalu, ketika diejek dengan perempuan, wajah saya berubah drastis seperti
kepiting rebus. Saya sangat menikmati masa SMP yang menjadi aktualisasi masa
pertumbuhanku.
Saat SMP pula, ketikaa teman-temanku mulai mengenal
perilaku-perilaku anak ABG yang mainstream, seiap malam mereka nongkrong di pos
ronda dan bernyanyi atau main domino, saya malah bahkan tinggal di rumah dan jarang
keluar malam, membaca buku cerita, bukan ujub namun memang saat kelas VI SD,
saya sangat gandrung membaca buku-buku cerita bahkan hampir sebagian waktuku
kuhabiskan untuk membaca buku cerita hasil pinjaman dari perpustakaan, saat
mengembala sapi pun, saya sering membaca buku cerita sambil duduk diatas
punggung sapi. Meskipun saya tidak ikut nongkrong dengan teman-temanku pada
malam hari tidak lantas membuat mereka menganggapku cupu kaena saya sangat
aktif dalam berbagai kegiatan lainnya pada siang harinya terutama latihan sepak
bola pada sore hari.
Masa SMP selama 3 tahun kulalui dengan rutinitas yang
hampir sama setiap harinya. Pagi hari saya berangkat ke sekolah, kemudian
sekitar pukul 14.00 saya pulang dari sekolah dan langsung mengembala sapi
kemudian sekitar pukul 16.30 saya mengandangkan sapiku kemudian bermain sepakbola
sampai Maghrib dan malam hari saya habiskan untuk mengerjakan tugas-tugas
sekolah
Setamat SMP, saya melanjutkan SMA di kampung yang
sama, memang kampung ini adalah ibu kota kecamatan dan satu-satunya kampung
yang terdapat SMA di sekitar kecamatan tersebut. Di SMA, kehidupan yang sama
kujalani, di sore hari saya semakin giat berlatih sepakbola dan kelas 1 SMA,
saya sudah menjadi salah satu pemain tim B di kampungku. Di beberap kecamatan
di kabupaten kami memang sering mengadakan liga antar kampung, saya senang
seali ketika pertam kali dimasukkan kedalam tim, kuingat saat itu karena timku
adalah tim B maka kami dijuluki “Hondo-Hondo”. Saya juga kurang bisa mencari
padanan artinya dalam bahasa Indonesia karena sebutan itu adalah jargon
asal-asalan di kampung kami. Pertandingan pertamaku waktu itu, kami memakai
baju warna orange seperti seragam tim Belanda, namun lengan panjang. Saya lupa
nomor punggung yang kukenakan saat itu. Meskipun sebenarnya saya tidak terlalu
jago bermain sepakbola namun mungkin karena hanya tim B maka saya menjadi salah
satu pemain inti. Pertandingan pertama kami menang 1-0 namun sialnya saya
mengalami cedera pada pertandingan itu sehngga pertandingan berikutnya saya
tidak bisa dimainkan.
Di masa SMA, saya pernah belajar naik motor, alhasil
saya menabrak keponakanku, saat itu saya pergi bersembunyi di kebun Ayahku,
sebenarnya keponakanku tidak apa-apa hanya lecet sedikit di jidatnya namun yang
menjadi masalah motor yang kupakai belajar adalah motor ayahnya, setelah pulang
ke rumah ayahnya tidak marah sama sekali terhadapku namun ayahku yang ternyata
malah gusar terhadapku dan marah besar.
Prestasiku di sekolah hampir tidak pernah berubah,
masih seperti waktu di SD dan SMP, namun saat kelas II semester I, saya sempat
di skors selama 2 minggu bersama salah seorang temanku, gara-garanya kami
tertawa di dalam kelas saat Guru bahasa Indonesia menjelaskan dan dia juga
kebetulan adalah wali kelas kami. Sebenarnya kami berdua tertawa bukan tanpa
sebab karena saat itu, ibu guru tersebut seperti sedang melucu, saat itu saya
harus datang ke rumahnya minta maaf kemudian di bolehkan masuk kelas, alhasil
pada pembagian raport saya peringkat 29 dari 36 siswa. Inilah masa kelam dalam
catatan raportku yang paling buram sekolahku selama saya sekolah mulai dari MI
sampai saat itu. Saya pun dipindahkan dari kelas tersebut karena saat itu,
kelas yang kutempati adalah kelas unggulan. Saat semester berikutnya, saya
mulai kembali ke track ku yang sbebelumnya. Sejujurnya saya tidak membanggakan
sama sekali apa yag kucapai saat itu karena tidak lebih hanya menjadi bebanku.
Pelajaran yang paling kusenangi adalah bahasa inggris, meskipun saya sadar
tidak bisa berbahasa inggris, namun saya tetap menyenanginya. Sebenarnya kelas
I sampai kelas II SMP, bahasa Inggris adalah momok mengerikan bagi saya namun
saat memasuki kelas III semester II, guru bahasa inggris kami selalu
menjelaskan dalam bahasa inggris dengan dialeknya yang sangat baik dan juga
sangat retorik sehingga mulailah saat itu saya menyenangi bahasa inggris.
Saat kelas III SMA, saya mulai konsentrasi
menghadapi ujian akhir namun juga saya tetap ikut liga antar kampung, saat
kelas III, saya sudah sering ikut pertandingan
dan sudah menjadi salah satu pemain tim senior. Pertandingan yang
paling kuingat waktu SMA kelas III
adalah pertandingan U-18 tahun kebawah. Yang berkesan saat itu adalah saya
menjadi kapten tim dan saat itu kami adalah salah satu tim kuat yang
diperhitungkan oleh lawan sayangnya pada pertandingan ke empat, kami kalah adu
penalti dari tim tuan rumah dan salah satu pemain tuan rumah adalah teman sekolahku
yang bersama-saya di skors pada kelas II, namun pada pertandingan it pula saya
berhasil mencetak gol meskipun lewat tendangan penalti. Seragam yang kami pakai
saat itu adalah seragam tim chelsea dan saya mengenakan nomor punggung 16
karena pada saat itu saya suka pemain chelsea yang bernomor punggung 16 yaitu jhon
terry bahkan sampai sekarang, baju saya masih ada dan selalu saya simpan
sebagai kenang-kenangan.
Setamat dari SMU, saya ikut menaftar SPMB, pilihan
pertamaku saat itu adalah UH dan pendidikan bahasa inggris UNM. Saat keluar
pengumuman., namaku tidak terdaftar, praktis saat itu saya tidak mempunyai
kegiatan, kemudian saya mencoba mendaftar di angkatan laut namun lagi-lagi
gagal saat tes tahap kedua psikotes. Saya saat itu tetap tinggal di makassar
kemudian ikut kursus bahasa inggris di benteng rotterdamyang diadakan oleh
london village setelah selelsai mengikuti kursus tersebut, saya kemudian ikut
meeting club di Al-Markaz. Saat itu, ikut meeting di mks adalah kegiatan
rutinku karenan meetingnya 3 kali seminggu dan juga terkadang mengadakan
kegiatan-kegiatan lain.
Tahun berikutnya, saya ikut kembali SPMB mengambil
jurusan hi dan jurusan bahasa inggris dan akhirnya saya lulus di jurusan hi, saat itu saya merasa sangat
bahagia karena bisa masuk di UH sebagai simbol Universitas terbaik di
Indonesia Timur namun pada akhirnya saat menjalani kuliah, saya kemudian merasa
biasa-biasa saja kuliah di UH.
Kehidupanku sebagai seorang mahasiswa penuh
dinamika, sebelum masuk kuliah, saya memang berniat aktif di organisasi, saat
masih mahasiswa baru saya sangat rajin mengikuti perkaderan. Memasuki semester
III, saya mulai mengenal dunia kampus, berkenalan dengan teori –teori yang dulunya
kuanggap rumit saat itu pula saya mulai ikut-ikutan aksi baik di kampus maupun
di kantor-kantor pemerintahan.
Organisasi yang pernah kuikuti selama kulaih adalah himpunan dan organisasi ini yang paling aktif
kuikuti. Saya juga pernah ikut di organisasi LDM yang dekat dari kostku namun
hanya bertahan beberapa lama. Saya juga pernah ikut organisasi HMI dan kemudian
ikut kajian-kajiannya namun dengan berbagai alasan, saya menarik diri dari organisasi
tersebut. menjadi Siswa Orientasi sar juga dalah bagian cerita organisasiku
saat kuliah, saya sebenarnya aktif di sar, aktif ikut Binjas namun saat akan
mengikuti diklat, saya kekurangan dana dan persiapan yang mebuat saya gagal
mengikuti semua prosesi perekrutan anggota sar UH. awal tahun 2009, saya
mengikuti perekrutan anggota fmn yang diadakan di kantor walhi. Organisasi ini
kuikuti secara aktif selama setahun lebih. Garis politik organisasi ini adalah demnas, organisasi ini skalanya nasional sehingga sering mengadakan
pertemuan-pertemuan nasional, namun terlepas dari semua organisasi yag pernah
kuikuti dan tanpa mengerdilkan organisai yang pernah kuikuti, kurasa hanya dua
yang berperan besar membentuk karakterku sampai sekarang yaitu makes dan himpunan,
bahkan saat saya sarjana pun, saya masih sering bertandang ke base camp kedua
organisasi tersebut dan masih sering diundang saat mereka mengadakan kegiatan.
Juni 2009, saya mengikuti kkn di MTDC, Tiroang
Pinrang. kkn ini dilaksanakan selama 2 bulan. Saat itu saya bertindak sebagai
korkel di kelurahanku, hidup bergaul bersama masyarakat setempat. Sebenarnya
saya tidak mengalami banyak kendala saat kkn karena tempat kkn kami saat itu
masih lebih ramai dari kampungku, disaat rerata teman-temanku yang terbiasa
dengan perkotaan mengeluh saat menajlani kkn, saya bahkan merasa baik-baik
saja.
Pertengahan 2010, saya mulai fokus menyelesaikan
skripsiku, judul skripsiku saat itu adalah “ Pengaruh gerakan Maois terhadap
stabilitas Nepal” saya tidak meras mendapat halangan yang berarti saat
menyelesaikan skripsiku tersebut hingga pada tanggal 3 november 2010, saya
mengikuti ujian meja dan dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sarjana,
dan sejujurnya buat saya pribadi, saya tidak larut dalam euforia kesarjanaanku,
inti kebahagiaanku saat itu tidak lebih hanya untuk mempersembahkan kepada
kedua orang tuaku.
Acara wisudaku dilaksanakan tanggal 30 desember 2010
dan yang menghadiri acara wisudaku saat itu adalah kedua orang tuaku dan kakakku.
Itulah sekelumit sejarahku di bangku kuliah yang tidak bisa kuuraikan secara
detail karena terlalu banyak dinamika didalamnya.
Setelah resmi menyandang gelar sarjana, saya belum
tergerak mencari pekerjaan, di saat para temanku aktif mencari pekerjaan, saya
masih santai-santai saja. Kemudian saya ke sulawesi tenggara selama sebulan,
sepluang dari sana, saya mengalami gangguan kesehatan yang mengharuskan saya
tinggal berbulan-bulan di kampung, inilah awal dari titik kulminasiku, saat
maoritas teman-temanku sudah berkutat di dunia kerja saya harus berjuang
memulihkan tenagaku, yang kuingat saat itu adalah harus menumbuhkan semangatku.
Saat itu adalah masa-masa hibernasiku dari dunia luar.
Bulan november 2011, saat kondisiku mulai pulih
meskipun belum 100%, saya kembali ke makassar, saat itu saya mulai serius
mencari kerja, namun setahun berlalu, belum ada tanda-tanda terang akan
pencarianku itu. 28 september 2012 saya ke jakarta mendaftar di mensesneg, saya
harus menunggu pengumuman di sana selam sebulan, namun lagi-lagi gagal, saya
kemudian ke Jogjakarta dan selama sebuan di sana saya melanjutkan hijrahku ke
surabaya. inilah masa 2 tahun semenjak lulus kuliah yang menjadi masa perjuanganku demi sebuah yang
dinamakan hidup. Ternyata inti dari kehidupan itu adalah senantiasa BERSYUKUR DAN BERSABAR.
gubeng kertajaya 7C/2,,
Awal Desember 2012
No comments:
Post a Comment