Dalam
damai menjemputku. Hening
saat malam mulai menua. Barisan
mobil itu bergerak perlahan. Sampai
akhirnya hujan menyambutku di kota ini. Kota Malang dalam bisu bercerita, tentang apa yang kubaca darinya di buku
buku itu. Deretan penjual buah memanggil
pembelinya. Dalam
asa tertanam pengorbanan
Orangorang
itu diam seribu bahasa. Bisu
menikmati setiap detik yang berlalu. Dan
wajah yang bercerita tentang sebuah kisah itu. Senyum
dalam bahagia yang paripurna. Kota Malang. Deretan ceritamu akan kusimpan dengan
rapi. Kugoreskan dalam tinta emasku untuk
kukenang masa tuaku. Saat engkau telah menjadi bagian cerita
hidupku. Hingga akhirnya kubelajar dari setiap
sudut dirimu
Di
masa nanti ku jauh. Di
masa ketika tak ada lagi harapanharapan itu. Kenangan
akan menjadi sebuah cerita diri. Karena
itu, tetaplah dalam damai, tetraplah dalam asri. Saat tingkah pongah manusia mengusikmu. Masa dimana manusia tak bersahabat
denganmu. Saat itu kotamu kan kabur dalam
absurditas yang hanya kan menjadi tumpuan sesaat
manusiamanusia itu.
Berhenti
sejenak di jantung kotamu. Melepas
penat yang sekian lama menggerogoti. Bercengkerama
dengan damainya kotamu. Sebelum
kuterbangun dan larut kembali dalam duniaku
Malang in stories, 26/12/2012
No comments:
Post a Comment